
Bab.80.
Insident yang telah terjadi membuat
Noktah merah kembali bersemi. Mengembang tanpa bisa di bendung.
Berjalan dengan mulus diantara kerinduan yang tertunda.
Dy membiarkan tangannya di tarik oleh Dilan dan mengajaknya ke Mobil.
Tidak ada kata yang keluar, hanya kerinduan yang menggapai syahdu.
Dy sengaja memasang muka kaku dan membiarkan Dilan sibuk mengangkat kopernya ke Mobil.
Ketika Mobil Lamborghini Aventador
Itu melaju kencang, Dy tetap membuang mukanya apabila
Dilan menatapnya.
" Kamu tidak rindu denganku? " tanya Dilan tidak tahan di cuekin.
Dy tidak menyahut.
" Yank...ngomong donk" sambung Dilan lagi. Aku tidak tahan di cuekin.
" Apakah karena Zayn Kamu jadi berubah. Aku tahu Kamu tidak bisa
melupakan teman tidurmu,"
Dy tetap diam dan menekan tombol
Drink yang ada di Mobil dan mengambil sebotol air mineral serta
Menghabiskannya.
Dilan menarik nafas panjang melihat
tingkah Dy yang cuek.
Mobil memasuki perumahan Elite
di Sanur. Perasaan Dy sedih, tiba-tiba ingat Beck dan Aby.
Dilan kemudian memencet remote
masuk kedalam Rumah Dy dan terus menuju garasi.
Tangan Dilan berusaha memegang tangan Dy, cepet ditepis, tanpa menoleh Dy turun dari Mobil dan membiarkan Kopernya di bawa Dilan.
Bi Minah sangat kaget melihat ke
datangan Dy.
" Non Dy...akhirnya Kamu pulang, Bibi
sangat sedih atas kepergianmu," seru
Bi Minah memeluk Dy.
Air mata Bibi mengalir didalam pelukan Dy. Bi Minah sangat menyayanginya dengan setulus hati.
" Aku kangen sama Bibi makanya
pulang " Kata Dy mengajak Bibi duduk di Kursi makan.
Dilan membawa Koper Dy ke Kamar, membuka filling cabinet dan menaruh semua senjata rahasia Agent.
Walaupun Dy cuek Dilan tidak peduli, dia memaklumi semua itu karena Dy
cemburu atas perkawinannya.
Dengan hati-hati Dy membuka Almari dan menaruh pakaian Dy satu persatu.
Kemudian Dilan ke Kamar mandi dan menghidupkan air hangat di Bathub.
" Bi adakah orang asing yang datang ke Rumahku?" tanya Dy menyindir
ketika Dilan ikut duduk di ruang makan.
" Orang asing mana Non? maksudnya
Orang Bule?," tanya Bi Minah kurang
mengerti.
" Kalau Mila maksudmu, tidak akan
pernah datang lagi kesini," Sahut Dilan
menatap Dy.
" Dia memang tidak datang kesini, karena Kamu yang ke Rumah nya,"
Kata Dy emosi.
" Astaga....Bi pernah Aku keluar Rumah semenjak Dy pergi," tanya Dilan mencari dukungan.
" Owalah....Bibi baru mengerti, orang asing tidak pernah datang dan Tuan
Dilan tidak pernah keluar," kata Bibi
supaya Dy tidak marah.
" Bibi koq memihak orang ini, bibi
sudah di tombok ya," ucap Dy kesel.
" Mandi sana, airnya sudah penuh,"
Kata Dilan menatap Dy.
Dy bangun karena merasa sudah penat dan menuju Kamar mandi.
Ya, setidaknya Dilan merasa senang
bisa menatap Dy walaupun saat ini
Dy tidak mau berbicara dengan Dy.
" Bi sepertinya Dy belum makan,
tolong Bibi yang menyuruhnya makan"
Kata Dilan.
" Ya Tuan Dilan nanti Bibi yang ngurus Dy, Tuan yang sabar ," sahut Bibi tersenyum.
" Dy masih cemburu dengan Saya, tolong Bibi mendukung Saya supaya
Dy mau menerima Saya lagi Bi,"
" Saya akan bantu Tuan asal Tuan tidak menyakiti Non Dy," sahut Bibi
serius.
" Ya Bi, Saya akan kerja di atas. Trimakasih Bi," kata Dy pergi
ke lantai 2.
Agung masih sibuk menjawab beberapa pertanyaan secara Virtual dari Agent Pemerintah dalam keikut campuran XPostOne dalam masalah Dagobe. Setelah menyelesaikan Interview singkat Agung berdiri meregangkan Otot-ototnya yang agak kaku.
" Bagaimana Boss, Dy masih ngambek?" Tanya Agung memandang
Dilan. Tadi waktu di Bandara Dy tidak
mau berbicara dengan dirinya juga.
" Biar dulu, itu tandanya Dy masih cinta
" Rata-rata cewek begitu Boss, kalau di kejar Dy lari, tapi kalau Kita menjauh
dia mengejar. Sifat cewek teka teki silang, jarang bisa di tebak," kata Agung tersenyum.
" Bukannya cewek itu srperti bawang bombay, lapisannya banyak semakin dikupas semakin membuat air mata
meleleh..," sahut Dilan nyengir.
" Cewek itu seperti Wine...sangat memabukan" kata Agung sambil membasahi tenggorokannya dengan
Teh hangat yang dibuat Bibi.
" Bukan Wine, tapi bensin...kena sentuhan api cemburu langsung
Rumah terbakar," sahut Dilan tertawa.
Mereka terus membahas sifat
cewek yang bagi Mereka sangat unik.
Sudah pukul 12.00 wita Agung mengajak Dilan makan siang.
" Boss, Aku duluan makan. Layar masih terbuka, rupanya Agent kita
masuk ke High class untuk
menyamar," kata Agung menatap
Layar sensor.
" Aku pantau, Kamu makan dulu,"
Sahut Dilan duduk di belakang layar
Tranmisi.
Agung setengah berlari turun saking laparnya. Bibi sudah selesai menata semua makanan diatas Meja.
Ada Dy yang asyik mengobrol dengan
Bibi.
" Dy.. lagi makan?," tanya Agung duduk di Meja makan.
" Mana Jelita?," Dy balik bertanya.
" Lagi tugas ke Kalimantan, misi perselingkuhan," sshut Agung datar.
" Mana Boss mu apa tidak makan?,"
tanya Dy memandang Agung.
" Semenjak Nona pergi Dilan sepertinya alergi makan, banyakan melamun sama marah-marah," sahut
Agung melempar umpan.
" Istrinya gak pernah datang?," tanya
Dy ingin tahu.
" Gak lah, Dilan cuma nyenengin Ibunya saja supaya sehat,"
" Tapi itu tidak boleh, jangan membuat orang lain menderita.
Bagaimanapun Dilan harus bertanggung jawab dengan istrinya
Secara lahir bathin," kata Dy bijaksana.
" Semoga saja ada jalan keluar, masalah Dilan bikin Aku ikut mumet,"
Jelas Agung mulai makan.
" Makan Nona, Kamu tampak mengurus," kata Agung.
" Ya Aku makan, sudah kangen kepada
masakan Bikin," sahut Dy ikut makan.
" Habis makan ada rencana keluar?,
Aku rasa Kamu harus istirahat di Rumah," kata Agung memandang
Dy yang makan dengan.lahap.
" Aku mau tidur sampai pagi;"
" Lebih baik istirahat dulu, setelah itu
baru berpikir yang lain," saran Agung menyudahi makanannya.
" Memangnya ada tugas kemana?".
tanya Dy ingin tahu.
" Sekitar Indonesia, hampir persoalannya perselingkuhan," jelas Agung.
" Katakan sama Boss Aku mau mengambil satu tugasnya yang di luar Bali,"
kata Dy menyudahi makanannya dan menutup dengan dessert.
" Aku keatas dulu," kata Agung beranjak pergi.
" Aku juga mau ke Kamar, sudah ngantuk,"
sahut Dy berdiri.
" Bi...Aku mau tidur, Aku tidak ingin di ganggu.
kecuali ada yang penting," kata Dy menghampiri Bibi.
" Ya...istirahatlah!," sahut Bibi tersenyum.
Dy melangkahkan kakinya ke Kamar.
Mengunci pintu dan mengganti baju
dengan Lingerie.
Hari ini Dy ingin tidur dengan nyenyak.
Sebelum tidur Dy menyetel lagu dari playlist
Handphone nya dengan timer 5 lagu.
lagu pertama dari Lukas geraham yang
berjudul Lie.
Dy lalu naik ketempat tidur dan menarik selimutnya.
Rasa kantuk menyerang, Dy memejamkan matanya dan Dy seolah bermimpi dipeluk
Dilan dan dikecup bibirnya.
Dilan tersenyum ketika Dy semakin erat memeluknya. Tadi Dilan sengaja ngumpet
di Kamar Mandi supaya bisa tidur berdua dengan Dy. Tidak usah terlalu.jujur dan ngotot
sekali-kali perlu kelicikan supaya tetap bisa memeluk kekasih.
yeah...sekedar berpelukan dengan kekasih
yang dimakan cemburu.
""""""":