I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
DI BALI



Bab.48.


Lepas dari lubang jarum membuat Mereka bersyukur kepada Tuhan.


Sepanjang menjadi Intelijen, Dilan merasa tugas ini yang paling membuat perasaannya campur aduk.


Antara cinta dan dendam.


Masih ada perasaan tidak puas karena Mr Chaow belum sempat di lenyapkan, Untuk membalas sakit hatinya, Dilan hanya bisa marah-marah kepada Dy.


Sampai di Bali sudah pukul 17.15 Wita. Perut Dy sudah merasa lapar, tapi tidak berani membuka mulut berhubung Dilan masih panas.


Sekarang Agung yang menjemput


Mereka dari Airport. Wajah Dilan


masih juga tegang karena marah.


"Agung, sebentar antar Aku ke Markas. Mungkin Aku akan tidur di Markas". Kata Dilan melirik Dy.


Agung adalah teman Dilan yang


sama-sama tinggal di Markas.


"Lho, kata Boss Kamu harus tidur di Rumah Nona, masalahnya Beck masih butuh input dari Kamu". Jelas Agung.


" Ya nanti Aku input dari Markas ". Sahut Dilan pendek. Mobil Alphard itu melaju sedang keluar dari Bandara.


" Apakah Kalian mau makan?". Tanya Agung melirik dari kaca spion.


Situasi ini biasa di alami oleh seorang Intelijen yang mendapat tugas bersama.


Agung sangat mengerti kenapa Nonanya terus bungkam sepanjang jalan.


" Aku sudah kenyang makan berita yang sedang Viral". Sindir Dilan.


"Nona apakah Kamu mau membeli makanan cepat saji?". Tanya Agung melirik Dy.


" Aku nanti akan ke Beach Club". Sahut Dy acuh, membuat Dilan kesal.


" Oke...kalian memang pasangan serasi, sampai di Rumah lanjutkan berantem".


Kata Agung menambah kecepatan Mobil.


BERTENGKAR


Perasaan Dy lega setelah berada di Rumah. Agung dan Dilan membantu menurunkan kopernya serta membawanya masuk.


Mata Dilan melotot ketika melihat bekas gelas minuman di atas meja.


" Kamu sengaja tidak merubah kunci password, supaya Aby bebas datang".


Kata Dilan marah.


" Lupa..". Sahut Dy menuju Kamarnya.


" Dilan Aku mau ke Markas, kalian lanjutkan berantem, kopermu sudah Aku turuni". Kata Agung ngeloyor pergi.


Dilan tidak menghiraukan omongan Agung, dan lari mengejar Dy ke Kamar.


" Gampang sekali Kamu bilang lupa, bilang saja terus terang Kamu masih mengharapkan Aby". Teriak Dilan.


" Memang!! Aku mengharap Aby, terus apa pedulimu". Sahut Dy marah sudah tidak tahan. Belum lagi perutnya lapar sekali.


" Berani Kamu berselingkuh, Aku tembak kalian berdua. Aku tidak takut Kamu anak Beck. Kamu telah menyakiti hatiku selama di Thailand ". Sahut Dilan suaranya meninggi, matanya yang tajam seperti mau menelan Dy.


" Cepet ganti dulu password nya, supaya Aku tenang ninggalin Kamu ke Markas".


Ucap Dilan menyeret tangan Dy ke depan. Dy mengalah merubah password remote pintu gerbang dan password pintu utama.


" Nih udah!! ". Sahut Dy kembali ke Kamar.


Dilan terus mengikuti Dy sambil mengoceh. Selalu ngomongin Mr Chaow.


Dy membuka topeng Latex nya dan Wig nya. Kemudian masuk ke Kamar mandi.


Dilan menyeret ke 4 koper dan mulai merapikan semua senjata Agent sebelum menaruh ke Filling Cabinet.


Untung Agung sudah pergi, tadi dia sengaja mengatakan mau tidur di Markas.


Dasar Anak Beck malah bilang mau ke Bar. Gerutu Dilan kesal.


Sambil menunggu Dy mandi Dilan merapikan semua baju ke Almari.


Suara ponsel Dy mengejutkan Dilan.


Dilan cepat Rejeck karena tahu yang menelpon Jojo. Iseng dia membuka ponsel Dy, hampir seribu ada panggilan dari Jojo, Aby, Christian dan teman-teman Dy yang lain.


Dilan curiga dengan nama Christian yang belum pernah dia dengar, ini nama asing!!.


Keluar dari kamar mandi Dy sudah dapat sindiran pedas.


"Biar seribu kali keramas tetap saja predikat selir menempel".


" Apa sih masalahmu, ngomel saja dasar lamis. Kalau tidak senang jangan di lihat, tutup matamu pakai kaca mata kuda".


Sahut Dy kesal.


" Siapa juga sudi melihatmu". Kata Dilan masuk ke Kamar mandi.


Dia juga heran kenapa sifatnya berubah menjadi lamis, mungkin gara-gara dia terlalu mencintai Dy atau dirinya telah menjadi perfeksionis..


Dy mulai mencari baju yang sesuai dibawa ke Beach Club Day. Waktu


indah. Kebetulan sekarang perutnya sangat lapar Dy ingin ke luar kangen masakan Nusantara.


Sebulan di Thailand membuat Dy


sedikit Cabi karena Mr Chaow selalu menyuapinya dengan mesra.


Ingatannya ke Mr Chaow harus Dy


hapus supaya keadaan Dilan normal kembali.


Dy membuka ponsel lamanya ketika terus berdering. Ada panggilan dari Jojo, tapi belum sempat Dy menjawab panggilan Jojo Dilan telah menyamber Handphone nya.


"Apa sih...". Teriak Dy kaget.


" Jangan semua lelaki Kamu ajak tidur".


" Dilan apa maumu, Kamu cerewet sekali Aku jadi kesal. Lebih baik Aku keluar, perutku lapar". Kata Dy mau keluar.


Dy tambah kesal karena pintu Kamar sudah terkunci.


" Dilan Aku lapar, dari pagi belum makan".


" Kita pesan lewat Online saja".


" Aku tidak mau, Aku mau pergi sendiri".


Dilan tidak menggubris dan tetap memesan makanan lewat Online.


Dy naik ketempat tidur langsung tidur tengkurap.


Bicara dengan Dilan tidak pernah menang, Dilan selalu ingin Dy sempurna.


" Ayo bangun Kita makan, Kamu ke meja makan, Aku mau mengambil pesanan ". Kata Dilan menyeret Kaki Dy dari tempat tidur.


"Ya..". Sahut Dy pendek sambil membawa ponselnya keluar. Sementara Dilan keluar mengambil makanan, Dy menuju meja makan. Rasa ngantuk dan lelah membuatnya terus menguap.


" Yank..Kamu mau minum teh hangat atau air mineral?". Tanya Dilan melihat Dy yang sudah mengantuk.


" Air putih saja, Aku ngantuk". Sahut Dy sudah tidak bergairah.


" Makan dulu setelah itu Kamu boleh langsung tidur ". Dilan menyodorkan


satu paket makanan Vegetarian.


Dy makan dengan lahap tanpa menghiraukan Dilan yang terus memandangnya.


Selesai Makan Mereka kembali ke Kamar.


"Aku akan langsung tidur ". Kata Dy naik ketempat tidur. Dy meraih ponselnya ketika terus berbunyi.


'Halo...".


" Sayang dimana Kamu sekarang??


Wajah Dy langsung pucat menerima telepon dari Mr Chaow.


Dilan cepat menyambar ponsel Dy.


" Aku mencintaimu, keujung Duniapun Aku akan mencarimu. Jangan main-main denganku. Aku tahu Kamu ke Bali. Aku akan membunuhmu sampai ada laki-lski lain merusak mahkotamu". Ancam Mr Chaow.


Dilan menutup ponsel Dy dan mematahkan Kartunya.


"Jangan takut, Aku akan selalu melindungimu ". Kata Dilan memeluk Dy.


"Aku sangat takut, dia selalu mengamcamku". Sahut Dy memeluk Dilan.


" Dia adalah gembong Mafia yang sangat berbahaya, lebih baik Kamu menutup


diri dulu ".


" Aku minta maaf karena berfikiran buruk kepadamu, rupanya Kamu menderita di sana. Aku tidak menyangka ". sambung Dilan lagi


" Aku lebih menderita kalau Kamu ikut


menghinaku, Aku bukan bersenang-senang


Aku menjalankan tugas ". protes Dy.


" Kita harus kompak, dan Kamu harus


di rumah untuk sementara waktu, orang ini sangat berbahaya". ucap Dilan.


" Kita harus memberitahu Beck secepatnya, semoga ada solusinya".


Sahut Dy.


" Mungkin Agung dan Agent yang tidak


bertugas ikut menjaga disini ". kata Dilan.


" Ya...Aku sangat tahu Chaow Ghost sangat


berbahaya. sebaiknya Beck juga tetap di


Bali untuk antisipasi ". sambung Dilan lagi.


Percakapan Mereka terhenti karena Dy


sudah tidak tahan rasa ngantuk nya.


******