
Bab.61
Senyum mengembang dari Bi Minah,
melihat Dy keluar dari Mobil.
Dy langsung menghambur dan memeluk Bi Minah, air mata haru keluar dari mata tua itu.
Dilan langsung naik ke lantai atas
menemui fery yang ada di belakang
laptop. Sedangkan Dy menghampiri Bibi yang menunggunya.
" Bagaimana keadaanmu Non?". Tanya
Bi Minah haru.
" Baik ....bibi betah disini?".
"Betah, tapi kalau Non Dy pergi Bibi sedih apalagi, Tuan Dilan selalu termenung memikirkan Non ".
" Bi semenjak Aku pergi ada cewek
datang kemari?".
" Ada Non beberapa kali ".
Jlebb!! Seperti ada yang menusuk hatinya sangat sakit.
" Bi dimana Tuan Dilan tidur?". Tanya Dy lagi.
" Di atas Non ". Sahut Bibi.
" Bi Aku akan tidur, tidak ada yang boleh masuk. Katakan kepada Tuan Dilan Aku tidak mau di ganggu". Kata Dy. Suaranya terdengar parau.
Dy langsung pergi ke Kamar dan mengunci pintu.
Dilan keluar dari Kamarnya sudah mengganti baju.
Perasaannya langsung tidak enak
Karena pintu Dy terkunci.
" Sayank...buka pintunya ". Teriak Dilan
samnil mengetuk pintu.
" Tuan, Nona pesan Tuan jangan mengganggu Nona". Kata Bi Minah.
Dilan langsung menatap Bi Minah.
" Bi tadi Non Dy ada bertanya pada
Bibi, tentang Saya? ".
' Tidak Tuan..". Sahut Bibi pendek.
" Nona bilang apa saja Bi".
" Dia bilang tidak boleh ada yang mengganggu nya. Bibi juga harus
Bilang sama Tuan begitu".
" Bibi ada bilang apa sama Dy, atau
dia bertanya sesuatu sama Bibi?".
" Kalau bertanya tentang Cewek ada
Tuan. Nona bertanya ada cewek yang
mencari Tuan".
" Sudah Bibi bilang tidak ada".
" Mana Saya berani bohong Tuan,
Saya bilang sering ada cewek kesini".
Serasa tulang Dilan copot semua.
Badannya langsung lemas.
Pasti ini yang membuat Dy mengunci
Pintu. Dilan lupa berkata kalau Ibunya dan Mila sering beberapa kali kesini karena Ibunya mau menjodohkan
dirinya dengan Mila.
Duuhhhh...bibi bikin runyam saja.
Sebagai Agent bisa saja Dilan membuka dengan Sensor, tapi Dy sudah marah rugi juga.
Dilan langsung ke Ruang keluarga
membuka Laptop dan mulai bekerja.
Banyak yang harus dia kerjakan, karena Anak buahnya tetap bertugas seperti biasa.
Berselang 30menit Dy keluar dari
Kamar dengan dandanan yang Modis,
bau parfum dari Joe Malon menyebar
wangi.
" Yank, mau kemana ?", tanya Dilan kaget melihat Dy sudah rapi.
Dy tidak menyahut dan melewatinya
dengan cuek.
Di garasi sekarang sudah berjejer 5 buah Mobil mewah. Dy mengambil Lambhorgini Aventador dan siap meluncur tapi pintu gerbang tidak bisa terbuka, Dy yakin kode sensornya sudah dirubah oleh Dilan. Dengan kesal Dy membuka pintu Mobil dan melangkah menemui Dilan.
":Buka pintunya!!". Teriak Dy emosi.
" Mau kemana Yank??". Tanya Dilan menutup Laptopnya.
" Bukan urusanmu, tidak usah pura-pura baik, seperti musang berbulu Domba". Sahut Dy ketus.
" Yank Aku ikut pergi Kalau Kamu mau
Pergi. Kita baru bertemu, Aku masih
kangen padamu".
" Jangan banyak bacot, buka pintunya". Suara Dy lantang emosinya meninggi.
" Aku tidak mau buka" sahut Dilan.
Tapi secepat kilat Dy mengeluarkan
Pistol dan membidiknya ke jañtung
Dilan. Tentu saja perbuatan Dy sangat
menyalahkan peraturan XPostOne.
" Dy sadar!!, apa yang Kamu lakukan.
Kamu telah melanggar peraturan".
Kata Dilan kaget. Dy tidak menggubris
tangannya tetap membidik Dilan.
" Yank, kalau Kamu bosan melihatku
tembak saja Aku, mati hidup sama
bagiku. Kalau itu membuat Kamu
bahagia lakukan saja". Sahut Dilan
pasrah.
" **** you!!". Teriak Dy melempar Pistol dan langsung menyerang Dilan.
Dilan yang sudah siaga cepat berkelit.
Yang ada diatas Meja. Suara pecahan
Keramik mengenai Dilan.
Dy kembali menyerang Dilan dengan
tendangan kaki kiri. Dilan menyudahi
permainan ini dengan memutar
badannya dan meringkus Dy dari belakang. Dy berusaha meronta tapi
kalah tenaga.
" Dilan lepasin Aku...". teriak Dy meronta. Dilan tidak menjawab malah pelukannya semakin erat. Dilan dengan gampang menguasai tubuh Dy yang sexy.
Dengan lembut Dilan mulai membalikan tubuh Dy dan bibir Dilan menyapu bibir Dy yang ranum. Tidak ada perlawanan yang berarti. Kemudian tubuh Dy sudah dalam
gendongan Dilan.
" Aku tidak mau Kamu memperbudak diriku. Aku benci Kamu". Kata Dy kesal. Dilan mengunci pintu dan membuka bajunya.
" hei...ngapain Kamu membuka bajumu".
Protes Dy ketika tubuh Dilan sudah menindihnya. Dengan garang Dilan mencium Bibir Dy. Tidak ada protes dari mulut Dy ketika Dilan memberi gigitan cinta di sekujur tubuhnya.
" Aku mencintaimu". Bisik Dilan diantara deru nafasnya.
" Apakah Kamu mencintaiku". Dilan
balik bertanya.
" Tidak..Aku malah benci padamu ".
Sahut Dy cepat, kepalanya menyusup
kedada bidang Dilan.
" Bagaimana kalau sekarang Aku memperkosamu". Bisik Dilan kembali
melancarkan serangan mesra.
" Tapi sebelum Kamu memperkosaku,
Aku akan tendang Kamu sampai ke Solo".
" Sebelum menendangku, Aku akan
menembakmu dengan Rudal Scud ".
Sahut Dilan nakal.
" Pertahanan sangat kuat, Kamu tidak
akan bisa menembusnya".
"Aku sudah punya cara jitu menembus
Pertahananmu dengan merubah diri
menjadi drakula dan mengisap sari
Madumu". Sahut Dilan gregetan dan
memberi ciuman panjang.
Gairah Mereka meluap, tapi Dilan
tetap waras walaupun Dy sudah pasrah. Dilan tidak mau buru-buru sebelum Janur kuning melengkung.
Begitulah cinta berjalan semau gue...
Dilan terpaksa melepaskan pelukannya, tugasnya sangat banyak. Sebagai pengganti Beck Dilan harus Stanby dibelakang Laptop.
" Yank kemana?". Tanya Dy heran melihat Dilan buru-buru bangun.
" Aku lupa...banyak kerjaan, temani Aku diatas kerja". Sahut Dilan menarik kaki Dy.
" Yaya Aku bangun". Jawab Dy bangun
dari Ranjang.
" Yank apa Aku tidak boleh keluar??".
ucap Dy ketika badannya sudah terbaring
fi Sofa panjang.
" Tidak boleh keluar sendiri. kalau mau
keluar bersama Aku ". sahut Dilan tanpa menoleh. matanya sibuk melihat Sensor.
" Kapan Kamu bisa keluar, sementara Kamu
sibuk??".
" Nanti kalau Agung sudah datang baru Kita
keluar. Sekarang Agung pasti bersama Jelita.
Agung sangat beruntung punya pacar yang
mengerti. ...".
" Ow..berarti Aku tidak mengerti gitu?".
" Ya...selalu marah, kalau di hitung kerugian
sudah berapa pot menjadi korbanmu, Aku
rugi bandar karena terus beli pot ".
" Yang membuat Aku marah khan Kamu ".
sahut Dy mulai duduk dari Sofa.
" Makanya kalau ada masalah di tanyain dulu, apa benar atau tidak....".
" Jangan ngeles deh, Aku sudah mencium
bau perselingkuhan di Rumah ini ". kata
Dy menatap Dilan.
" Yang sini duduk disampingku, Aku ajarin
Kamu mempercayaiku ". kata Dilan tersenyum.
" Jangan merayuku udah gak mempan
lagi ...Aku udah gak percaya padamu ". sahut
Dy membuang muka. mulutnya cemberut
dimakan cemburu.
" Sayank, gimana kalau Kita bulan madu ke
Maldives di Maladewa ". kata Dilan bangun
menghampiri Dy.
" Tidak usah muluk-muluk, nikah aja belum,
mending biarin Aku ke luar jalan-jalan ".
sahut Dy berkelit ketika Dilan mau memeluknya. Tapi Dilan cepat menangkap
pinggang Dy dan membawanya kembali ke Sofa. Dy tidak berdaya di pelukan Dilan.
dari pada berontak lebih baik menyerah.
Kapan lagi ada kesempatan.
.
******