I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
BERDAMAI DENGAN HATI



Bab.74.


Suka tidak suka Dy harus berbagi


Kamar dengan Zayn, padahal hatinya


jengkel terhadap tingkah Zayn yang


mulai meng intervensi dirinya.


Tentu saja Dy tidak senang Zayn ikut


campur dengan pertikaian nya yang sedang berlangsung bersama Dilan.


Itu masalah pribadi!!.


Hari kedua Dy berada di Rumah gersang


yang padat penduduk.


Disini Dy tidak berani kemana-mana, dengan alasan takut. Rasa takut yang sengaja di ciptakan oleh Zayn, supaya Dy tetap bersama dengannya.


Zayn tidak memungkiri perasaannya yang


langsung suka dengan Dy.


untuk itulah Zayn berusaha menahan Dy


disini, dan berbagi Kamar.


ZAYN....


Seorang cowok blasteran Inggris-Arab,


Kebayang khan gantengnya.


Tubuhnya tinggi tegap dengan dada bidang. Ada jambang tipis menghiasi wajahnya. Keren banget.


Matanya bewarna coklat dengan bibir


merah ( maklum tidak merokok).


Bahasa tubuhnya Militer banget.


Zayn adalah Sneper 300 meter gugur..


Selama ini Zayn bertugas di Luar Negeri karena dia menguasai 7 bahasa dan IQ nya diatas rata-rata.


Yang lebih membikin para gadis keblinger adalah tubuh nya yang selalu wangi. Hemm...Maskulin !!.


Tapi semua kesempurnaan Zayn tidak mempengaruhi selera Dy.


Otaknya berpikir keras untuk membalas dendam kepada Dilan. Tidak ada ide


satupun, kecuali Dy bisa ke Bar atau


tempat dugem.


Pertama yang harus di kerjakan membeli Handphone untuk menghubungi Jelita.


Tapi dimana harus beli?, suasana di Negeri ini sedikit mencekam.


Atau Dy harus pulang ke Bali Pace 2 pace dengan Dilan untuk membahas tentang keberatannya terhadap XPosyOne yang memakai Rumahnya sebagai Kantor.


Dy menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. GSM nya berbunyi...


IM NUMBER SIX SILAHKAN ANDA


PULANG. SUDAH ADA AGENT YANG


MENGGANTIKAN ANDA.


Boss.


Tentu saja Dy kesal mendapat kabar itu. Bukan khabarnya yang membuat


kesal tapi Dilan sang Boss.


IM NUMBER SIX TIDAK MEMATUHI


PERINTAH KARENA TIDAK ADA ALASAN YANG RELEVAN UNTUK MUNDUR.


Xp.6.


IM NUMBER SIX ANDA TELAH MENYALAHI ATURAN DAN TIDAK MENTAATI PERINTAH.


Boss.


IM NUMBER SIX AKAN MENJALANKAN HUKUMAN DISINI DIBAWAH PERINTAH ANDA.


Xp.6.


Dy menutup GSM nya dengan hati kesal.


PENAMPAKAN DI BALI


Dilan langsung menggebrak meja. Sudah 2 hari Dilan marah-marah kepada Agung dan Jelita yang memberi ijin Dy pergi bertugas.


Tidak ada alasan yang bisa di terima oleh Dilan yang membuat hatinya sedikit sejuk.


Perasaan cemburu menguasai dirinya.


Bayangan Dy dan Zayn menari-nari di otaknya.


" Aku tidak tahu apa yang harus Aku


perbuat. Semua ini salah kalian yang


membiarkan Dy pergi begitu saja".


Kata Dilan suaranya meninggi.


" Maaf Boss ini kami lakukan dengan mempertimbangan keselamatan Boss dan XPostOne. Boss sendiri sudah tahu sifat Dy yang sembrono ".


" Kenapa kalian tidak minta pertimbangan kepada ku, itu yang Aku sesali,"


Sahut Dilan mukanya kelihatan kuyu.


" Boss tidak tahu betapa terlukanya hati Dy, Saya berani memastikan kalau Boss ada


di depannya, mungkin Boss sudah kena


timah panasnya,"


" Lebih baik Boss mandi dulu, Kita berpikir untuk mencari jalan keluarnya". Ucap Agung.


" Aku tidak konsen apapun ".


Kata Dilan galau.


" Boss..bagi Saya, lebih baik Dy disana dulu supaya hatinya lebih adem dan bisa menerima kaadaan Boss ". Usul Jelita.


Dilan tidak berusaha menyahut, matanya sibuk di layar melihat tingkah Dy yang termenung sedih.


Ingin rasanya Dilan terbang ke Libya untuk menjemput Dy. Tapi apa daya tugas memenjarakan Dilan. Tanggung jawab sebagai Pimpinan XPostOne membuat gerakannya terbatas.


Dilan meraih GSM nya dan mulai mengirim pesan kepada Zayn.


AGENT NUMBER ONE MISI DI LANJUTKAN !!!


Boss.


Semua Agent membaca pesan Dilan yang


berubah. Ada kemarahan di setiap Kata yang tertulis. Dy membaca tulisan itu dengan hati


yang teriris. Tapi tidak apa, semua tugas yang di perintahkan akan Dy ambil, seberapapun beratnya. Saat ini Dy tidak takut mati, hatinya terlanjur luka.


Dy menghapus air mata yang membasahi pipinya. Hidupnya sudah diambang batas kehancuran.


Tidak ada yang harus di sesali atau di persalahkan, mungkin nasib nya memang harus begini.


Dy duduk terpekur di kursi kayu, kedua kakinya naik diatas meja. Malam ini Zayn tidak ada karena menjalankan Misi di Tripoli.


"Lima warga sipil tewas dan 12 lainnya


luka-luka ketika 5 roket jatuh ke sektor perumahan Tripoli. Jadi hari ini Aku tidak mengijinkan Kamu keluar Rumah dulu,"


Kata Zayn tadi pagi ketika Dy mau mencari Penginapan.


" Apakah Kamu tidak bisa mengantarkan Aku sebentar saja?," Tanya Dy berharap.


" Tidak bisa!!. Mengapa Kamu tidak pernah sabar dan selalu egois,"


Sahut Zayn membuat Dy langsung marah. Mata Dy langsung melotot.


" Siapa Kamu berani dengan Aku, apa pernah Kamu bepikir kepulan asap dapurmu berada di ujung jariku?!!," sahut Dy emosi.


" Aku mengatakan yang sebenarnya, apa Kamu tidak berpikir bahayanya Misi ku


saat ini," Zayn emosi dan sangat tersinggung atas pernyataan Dy yang mengungkit upah nya sebagai Agent.


" Kamu yang tidak perduli padaku, sehingga Aku menjadi sakit. Atau Kamu berkomplot dengan Boss menyiksa Aku supaya Kalian bisa menguasai hartaku," sahut Dy sinis.


" Lancang sekali mulutmu, apa tidak


pernah Beck ngajarin anaknya yang


tidak beradab,"


" Jangan bawa nama Beck," teriak Dy


sambil melayangkan tendangannya.


Zayn cepat berkelit, hampir dia jatuh


terpelanting. Sungguh dia tidak menyangka akan ditendang oleh Dy.


" Kamu menyerang Agent, Kamu harusnya di Skor!! ," bentak Zayn terus berkelit.


" Lawan Aku banci!!," Triak Dy mengejar Zayn yang lari kedalam Kamar. Zayn memang sengaja lari ke Kamar karena disini tidak ada


CCTV yang tersambung dengan Dilan.


Zayn adalah Agent yang paling handal


dan sangat menguasai ilmu bela diri.


Jadi sangat mudah baginya untuk meringkus badan Dy yang kini berada dalam pelukan


nya. Tenaga Dy yang agak lemah kini terlempar ke Kasur. Dy berontak ketika badan Zayn yang tegap telah menindihnya.


" Kamu jangan bikin...,"


Sebelum Dy selesai bicara bibir Dy sudah


di sapu oleh bibir Zayn.


Pemberontakan Dy melemah ketika asrat yang terkoyak mendapat pelabuhan baru. Tidak usah terburu-buru, cukup dengan saling berpelukan hati Dy sudah nyaman.


Dy sangat menyesal atas sambutan asmaranya tadi pagi. Seolah Dy tidak punya harga diri dan mau saja menyusup di dada


bidang Zayn. Perlakuan Zayn yang begitu


mesra dan lembut hampir membuat Dy


lupa akan statusnya yang masih menjadi


pacar Dilan.


Air matanya sudah hampir mengering


ketika Zayn datang. Terdengar suara Mobil memasuki halaman yang berkerikil.


Dy memalingkan mukanya ketika Zayn


mendekatinya.


" Makanlah Dulu, setelah itu Aku akan mengantarmu," Kata Zayn menaruh bungkusan diatas Meja.


" Kemana?," tanya Dy spontan. Hatinya


langsung mengatakan bahwa Zayn akan


mengajaknya mencari Hotel.


"Makan dulu nanti Kita bicara," sahut Zayn


masuk ke Kamar. Dy pergi ke wastapel


membasuh mukanya.


******


ñ