I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
PASCA KEMATIAN BECK



Bab.55.


Kesunyian menyergap hati ketika satu


persatu Orang meninggalkan Rumah


Beck. Tinggal sekarang keluarga Tante Tami dan Jojo Cs.


Dy sebagai Tuan Rumah hanya bisa diam dan menangis sedih.


Saat ini tidak ada keinginan untuk berbincang-bincang dengan siapapun.


" Maaf Nyonya Tami Sekeluarga dan Juga Jojo bersama teman-teman semua, Saya mewakili Dy untuk menyatakan Trimakasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan Kalian dan Saya mohon kalau ada yang harus dikatakan supaya hari ini dibicarakan". Kata Dilan mulai membuka percakapan.


" Aku akan mengajak Dy ke Singapore, karena Dy adalah istri sahku. Kami resmi menikah". Kata Jojo.


Terdengar ada suara gumanan dari keluarga Aby.


"Maaf Mr Jojo apakah Anda tidak punya rasa empaty terhadap Kita atau kepada Dy khususnya. Tuan Beck meninggal karena ulah Anda, yang mengundang Dy ke Singapore". Sahut Dilan.


" Saya mengundang Dy sebagai istri Saya bukan mengundang Beck". Sahut


Jojo merasa tersinggung


" TuanJojo yang terhormat, Saya yang mendampingi Beck dan Dy setiap hari


jadi Saya tahu semuanya. Anda memang mengundang Dy, tapi Beck terpaksa ikut menemani Dy karena Dy menjadi target pembunuhan dari keluarga tiri Tuan". Ucap Dilan tegas.


" Maaf Saya tidak tahu itu". Sahut Jojo.


" Jangan Anda pura-pura lupa, sudah berapa kali Dy menjadi target pembunuhan di Singapore dan sebelum berangkat ke Singapore Dy juga mau di bunuh oleh Orang yang


di sewa keluarga Tiri Tuan. Sebenarnya Orang ini sudah Kami tangkap tapi Kami terlalu naif melepaskannya lagi ". Kata Dilan lagi.


" Saya sebagai saudaranya keberatan kalau Tuan mengajak Dy ke Singapore, kecuali Anda mau pindah kesini.......". Admesh ikut nimbrung.


" Maaf Saya potong....didalam perkawinan Anda dengan Dy ada kesalahan, Saya tidak mau membeberkan apa kesalahan itu karena Anda sudah tahu. Dan ada


Surat perjanjian perceraian. Kami disini sudah sangat terganggu dengan masalah ini, tapi Dy mau berbaik hati melonggarkan Ijin perceraiannya demi Anda, supaya Anda bisa mendapat Warisan. Untuk itu tolong Anda lepasan Dy supaya Kita sama-sama enak". Kata Dilan membuat Jojo diam untuk sementara.


" Saya harap Dy yang memutuskan". Akhirnya Jojo menyerah.


Semua mata melihat ke Dy yang duduk termenung dengan mata sembab.


" Maaf Tuan Jojo beri Dy waktu, tolong jangan membebankan pikirannya lagi". Kata Dilan.


" Aku akan menjawab sekarang". Sahut Dy tiba-tiba.


Dilan dan Aby menjadi ketar ketir.


" Jojo, maafkan Aku... Kita harus berpisah, Aku akan hidup sendiri, berikan Aku Surat cerai ". Sahut Dy pelan. Perasaan Aby dan Dilan lega.


" Aku tidak terima dengan jawabanmu sekarang, Kamu masih labil". Cepat Jojo menyahut, Dy diam malas menanggapinya.


" Mungkin malamk ini Kami akan balik ke singapore, setelah ada waktu Aku akan kembali kesini". Sahut Jojo.


Kemudian Jojo berdiri mendekati Dy dan memeluknya.


" I Love You Baby, Kamu adalah istriku, semoga Kamu bisa mengambil keputusan yang bisa membahagiakan diriku". Kata Jojo mengecup kening Dy. Dilan dan Aby sudah kesal melihat tingkah Jojo.


Dengan berat hati Jojo meninggalkan


Dy. Wajah ganteng itu bersedih, matanya berkaca-kaca. Harapan untuk mengajak Dy kembali ke Singapore pupus sudah.


" Sepertinya Kami juga akan balik ke Bali, semoga Dy cepat bisa menyusul ke Bali". Kata Nyonya Tami.


" Saya sangat berterimakasih Nyonya, setelah semua urusan selesai Saya mewakili Dy akan mengabari Nyonya. Sebagai Tantenya, Dy pasti akan selalu meminta wejangan dari Nyonya. Kita tunggu keputusan Dy, apakah Dy mau disini atau pindah ke Bali". Sahut Dilan bijak.


Aby bangun dan mendekati Dy serta


memeluk nya dengan rindu.


" Sayank, Kamu harus kuat. Setelah ini pikirkan yang terbaik untukmu, jangan


sampai Kamu mengambil tindakan


Dy.


" Semoga tidak gegabah sepertimu", sahut Dy menohok. Aby langsung menunduk.


" Aku yang salah, Kami sudah proses perceraian. Semoga Kamu memaafkanku".


" Aku sudah memaafkanmu di mulutku, tapi hatiku susah memaafkanmu ". Sahut Dy ketus.


Aby langsung menarik tangannya dan


raut wajahnya berubah sedih.


" Aku tahu Kamu tidak akan bisa memaafkanku". Suara Aby terdengar lirih.


" Sayank, Kita sebagai manusia harus saling maaf, apalagi Aby adalah Kakak sepupumu. Tuhan saja maha pemaaf".


Kata Nyonya Tami mendekati Dy.


" Aku bukan Tuhan, Aku manusia yang


punya hati, Aby telah membunuhku pelan-pelan. Dia telah membunuh karakterku. Sekarang Aku menjadi takut jatuh cinta Aku trauma berat". Sahut Dy lantang.


Dilan merasa Dy masih mencintai Aby, dadanya terasa nyesek. Berarti selama ini Dy hanya menganggap dirinya adalah pelampiasan belaka. Cintanya bertepuk sebelah tangan.


" Sayank, maafkan Aby, semua yang terjadi waktu ini diluar kehendak Aby karena Aby dibawah kendali ilmu hitam. Ceritanya panjang dan sangat membuat Kita menderita". Bela Nyonya Tami beruhaha mencari kambing hitam diantara kesalahan Aby.


Dy tidak menjawab dan membiarkan


Tantenya menjelaskan semua yang terjadi waktu itu. Dy menjadi jengkel karenaTantenya menganggap perbuatan Aby dengan Vivi adalah sebuah kecelakaan, yang tidak perlu di ingat atau diperdebatkan.


" Jangan mengingat masa lalu, mari Kita menapak masa depan dengan dengan harapan baru". Kata Tante Tami memandang penuh kasih kepada Dy.


" Maafkan Saya Nyonya, berikan Dy


peluang untuk berpikir supaya sama-sama enak. Mungkin untuk sekarang ini Dy belum bisa memberi jawaban yang memuaskan, maklumlah Kita semua tahu Dy masih dalam keadaan berduka, tolong mengertilah". Sahut Dilan berusaha menyadarkan Nyonya Tami bahwa Dy masih berduka.


" Dilan benar Maa...masalah Aby bisa Kita bicarakan lain hari. Sekarang Kita pamit dulu". Kata Admesh merasa malu.


Tidak salah Beck memilih tangan kanan seperti Dilan, selain ganteng Dilan sangat bijaksana dan terlihat dari sorot matanya orangnya jenius. Kalau Dilan menjadi pendamping Dy pasti cocok karena


sangat ngemong. Pikir Admesh.


" Oh Ya, maafkan Tante Dy. Semoga Kamu bisa melewati ini dengan baik.


Tante sama Kakak akan pamit. Kita akan menunggumu". Kata Nyonya Tami mencium kening Dy.


" Ya Tante....". Sahut Dy pendek suaranya terdengar parau.


" Aku balik dulu Sayank, Aku sangat mencintaimu". Kata Aby mengecup pipi Dy dengan lembut. Dy hanya mengangguk.


Setelah kepergian Mereka semua teman XPostOne yang hadir masih setia menemani Dy dan menunggu perintah Dilan selanjutnya.


Sebagai orang yang sangat dipercaya oleh Beck, Dilan merasa tanggung jawabnya sangat berat untuk


meneruskan XPostOne atau untuk mengurus Hotel serta untuk mengurus yang lain. Memang Dilan sebagai Intelijen sangat cakap, tapi Dilan buta masalah bisnis lain.


"Teman-teman XPostOne yang Saya cintai, Kita baru saja kehilangan orang yang sangat baik membimbing Kita selama ini. Saya pribadi sangat berterimakasih kepada Kalian semua atas dukungannya selama ini terhadap XPostOne atau kepada diri Saya sebagai Tangan kanan Beck Saya akan selalu minta dukungan dari Kalian. Apalagi Saya lihat banyak umurnya lebih tua dari Saya. Untuk itu marilah Kita bersama membangun XPostOne lebih berkualitas". Kata Dilan panjang lebar.


" Apa akan ada kebijakan baru, atau


peraturan baru?. Kita belajar dari


masalah Peggy sebagai umpan balik


malah menjadi Boomerang". Tanya


Agung yang sangat menyayangkan


kebijakan Beck untuk menjadikan


Peggy umpan balik malah menjadi membunuh Beck.


********