I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
SUVARNABHUMI AIRPORT



Bab.41.


Penyamaran Dy hampir sempurna, rambutnya yang panjang Dy potong sedikit dan di Bleaching, kemudian di warnai blonde.


Sekarang penampilan Dy seperti Bule, karena kulitnya yang bersih dan wangi.


Kebetulan mata Dy bewarna coklat indah, tanpa Softlens sudah seperti Bule.


Outfit Dy saat ini adalah Top crop warna putih dan Celana Chino warna coklat tua 3/4. Tidak lupa Dy memakai kaca mata hitam dan sepatu sandal bertali.


Pusar dan pinggangnya yang putih kelihatan jelas. Sangat Fashionable


Sedangkan Dilan memakai Celana Jeans dan Kaos putih, sederhana banget tapi Macho habiss...


Memakai kaca mata hitam Agent dan Jam sensor.


Mereka sungguh serasi.


Sama-sama tinggi dan tegap.


Akhirnya sampai juga di Bandara Suvarnabhumi Thailand.


Mereka sudah ada yang menjemput, seorang laki-laki dari pihak Mr.x.


" Selamat Siang Tuan, Nona..". Sapa laki-laki itu mempergunakan bahasa Inggris patah-patah. Maklumlah Bahasa resmi Mereka adalah bahasa Thai.


Dilan dan Dy juga tidak mengerti bahasa Thai.


" Selamat Siang...salam dari Kami, sahut Dy dan Dilan mencakupkan kedua tangannya membentuk Namaste, Dy harus Namaste, karena Agama Bhuda Mayoritas disini. Dilan menaikkan koper bersama Pak Atid (nama laki-laki itu) ke Bagasi Mobil.


Mobil melaju pelan dan membawanya ke Cottage yang tidak jauh dari Airport.


Disini Cottage nya hampir mirip dengan Hotel, jadi Dilan maunya tinggal sendiri tidak ramai, seperti di Villa.


" Kami butuh privasi ajak Kami ke Pukhet.


Kita akan mencari Villa disana". Kata Dilan menolak Cottage yang telah di siapkan oleh Mr.x.


" Saya cuma menjalankan perintah, Anda akan dekat kemana-mana". Sahut Atid pendek dan menyerahkan Kunci Mobil dan Kunci Cottage, setelah itu si Atid langsung ngacir.


Dy cuma nyengir melihat Dilan seperti orang ****.


" Mr.x pasti telah memikirkan, Kita kesini bertugas bukan berbulan madu. Jadi terima saja, toh yang bayar Mr.x". Kata Dy menurunkan Kopernya.


" Kalau Aku sendiri dimana saja bisa, tapi Kamu bisa nggak?, Kita butuh privasi". Sahut Dilan memandang Dy.


".Aku tidak pemilih". Sahut Dy.


" Yank, Kita ke Pukhet atau Pattaya. Aku ingin Cottage, bukan hotel". Ajak Dilan.


" Yank sabar, Kita belum lihat Cottagenya, siapa tahu sendiri-sendiri". Kata Dy menolak di ajak ke Phuket.


" Yank ini Hotel bukan Cottage, Aku ingin Villa atau Cottage, supaya Kita bisa berdua saja". Sahut Dilan.


Setelah lama berdebat akhirnya Dilan menyerah menarik kopernya ke Lobby Hotel dan konfirmasi Kamar untuk Tuan Dimas dan Nyonya Dyana (nama samaran Mereka di Thailand).


Dua orang Concierge datang membawa koper Mereka ke Lantai 3, kamar nomer 301. Raut wajah kecewa tersirat dari muka Dilan yang ganteng.


Setelah memberi tip Dilan dan Dy memasuki Kamar Deluxe Room dengan tempat tidur Double bed.


" Yank Kita harusnya pesan 2 kamar, Aku juga ingin Privasi. Kita akan lama disini lho. Kalau terus-terusan tidur berdua takutnya Aku melendung". Kata Dy terus terang.


" Kita harus melapor ke Beck dulu setelah itu baru Kita pindah. Tapi orang malah curiga kalau Kita pisah Kamar". Sahut Dilan berusaha ber adaptasi dengan suasana Kamar.


" Ya, asal Kamu bisa tahan nafsu. Aku tidak bisa menendangmu seperti kepada Aby atau Jojo, jadi tergantung Kamu sekarang. Nasibku sudah berada di sarang Penyamun". Kata Dy tersenyum sambil membuka Sepatu sandalnya.


Dilan mengunci pintu dan membuka sepatunya, kemudian menarik Dy ke pelukannya.


" Aku sangat mencintaimu Sayank". Bisik Dilan mulai genit. Dy cepat menyusupkan kepalanya kedada Dilan sebelum Dilan menciumnya.


" Kamu jangan genit, Aku tak kooatt kalau terus begini...". Sahut Dy berusaha menahan tangan Dy.


Dilan terpaksa melepaskan Dy karena GSM nya sudah menyala.


Beck menghubunginya dan memberi perintah untuk masuk ke Danara Gym.


Mulai Siang ini Dilan harus mulai menjalankan tugasnya.


GSM Dy juga bergetar dan sebuah pesan dari Beck....


Pergi ke Bangkok atau Pukhet , sudah ada Suite Room, tempat fitnes Wibhu teness. Tidak boleh berdua, satu muncul!!. Penyamaran mulai


Dy terhenyak habis membaca pesan Beck.


Berarti Dy harus berpisah dengan Dilan.


Jarak antara Bangkok dengan Pukhet sekitar 830 km kalau tidak salah.


Dan butuh waktu 16 jam, kalau naik bis. Berarti untuk kesana supaya lebih cepat harus naik pesawat lagi.


" Yank ada apa, Kita harus cepat berbenah". Kata Dilan sambil mengganti bajunya dengan Training.


" Yank Kita beda tempat dan beda tugas".


" Maksudmu?". Tanya Dilan langsung menyambar GSM Dy.


Dilan langsung duduk lemas.


Jarak yang jauh menjadi pikiran.


Tapi dari dulu Dilan biasa menjadi bayangan Dy, mungkin saja Beck sengaja membuat pesan ini kepada Dy supaya ada ke mandirian dari Dy.


Atau mungkin Beck juga takut akan terjadi tragedi malam hari, karena Dy masih sebagai Istri Jojo.


"Yank, Kamu berangkat kesana, ini sudah diatur Beck. Pilih Bangkok, di sana banyak Hotel Chin seperti di Bali. Jaga diri baik-baik, jangan genit kalau tidak ada Aku". Kata Dilan mengambil tas ransel yang hanya bisa di buka oleh Dilan karena memakai sensor.


" Koq Kamu tenang, Kita akan berpisah ".


" Kita tugas, dari dulu Kita pisah, cepat Kamu turun ke Lobby ". Kata Dilan memeluk Dy dan memberi ciuman panjang. Kalau mengikuti perasaan ingin Dilan menggumuli Dy setiap saat tapi apa boleh buat, tugas menunggunya.


Dy membuka pintu ketika seorang porter sudah menanti perintahnya.


" Silahkan Nona...". Kata porter itu sambil menyeret koper Dy.


Dilan tidak ikut keluar, karena sibuk dengan penampilannya yang perdana.


Dy berjalan tegap menuju Lobby dan disini sudah ada yang menunggu.


BANGKOK


Kamar Suite Room dengan kwalitas hampir sama dengan Hotel-hotel yang pernah Dy singgahi. Hanya yang membuat berbeda adalah furniture dan harga Kamar.


Beck sengaja mempersiapkan kemewahan


ini supaya Dy senang. Harusnya Beck memberi Dy Kamar Deluxe saja, tidak usah


Kamar mewah begini.


sepertinya Kamar ini untuk berbulan madu


Dy mulai berbenah, disini tidak ada yang akan membuka sepatunya atau mengangkat tubuhnya ke kasur apabila Dy tidur di Sofa.


Semua harus di kerjakan sendiri.


Rencana Dy bisa bermanja-manja dengan Dilan pupus sudah.


Tidak apa-apa, tugas harus di dahulukan.


Dy menyimpan Koper senjatanya di Filling Cabinet yang tersedia.


Setelah itu Dy ke Mini Bar mengambil minuman ringan dan snack.


Matanya tertuju kepada kotak diatas


meja keluarga. Dy mengambil Kotak itu


dan membukanya, ternyata sebuah Ponsel.


Ternyata XPostOne lebih cepat bertindak.


Dy ingin tahu siapa Agent tetap disini.


Dy tersenyum mengingat Beck, Papanya selalu tidak bisa di duga pikirannya.


Rindunya menggunung kalau mengingat Beck. Semoga tugas ini cepat selesai. Harusnya Dy memilih tugas ke Aussie supaya


bisa bertemu dengan Jannet atau Christian.


******