I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
LEPAS DARI LUBANG MAUT



Bab.20


Kadang-kadang persahabatan terasa lebih erat karena merasa senasib.


Begitupun Dy, karena merasa luput menjadi tumbal pernikahan hantu, Dy dan Jojo terus berpelukan melepaskan rasa sedih yang mendalam.


" Beb ... Aku heran, setelah Kamu minum racun kenapa Kamu bisa hidup lagi". Tanya Jojo heran.


" Karena Aku minum pil yang di kasi Orang gila ". Sahut Dy sengaja bersuara keras supaya bayangan yang ada di back porch mendengar.


" Maksudmu apa?, kalau tidak salah pil itu di kasi Sopir Taxi, katanya itu pil untuk menetralisir racun ". Kata Jojo.


" Bukan itu bikin Aku hidup, pokoknya Aku tidak mengakui pil itu manjur ".sahut Dy.


" Aku tahu pil itu menyebabkan Kamu hidup lagi, akui saja. Kamu tidak rugi mengakuinya. Toh Orang yang memberi tidak ada disini. ". Sambung Jojo lagi.


" Jojo.. sekarang Kamu harus tidur. Jangan terlalu banyak minum". Dy mengalihkan pembicaraan.


" Lagi satu gelas saja supaya Aku cepat tidur ". Kata Jojo menghabiskan 2 gelas besar Sake.


Dy sengaja memeluk Jojo dengan mesra


dan mengantarnya ke Kamar.


Setelah memeriksa Kamar Jojo dengan sensor, Dy kembali keluar mengambil satu botol minuman ringan.


Kemudian Dy mematikan semua lampu.


Kakinya melangkah ke Kamar.


Dy yakin Jojo besok siang baru bangun karena hampir satu botol minum Sake.


Dilan melompat ringan dan memeluk Dy.


Cepat Dy menepis tangan Dilan dengan kasar. Hatinya kesal karena tadi Dilan tidak kunjung datang menolongnya, hampir saja Dy mati di tangan Mafia pernikahan hantu.


Mungkin saudara tirinya Jojo mencari pembunuh bayaran yang kebetulan mafia pernikahan hantu.


"Yank...Aku minta maaf karena...".


" Tidak usah di bahas ". Potong Dy cemberut. Dilan kembali mendekati Dy yang sibuk menyimpan senjata rahasianya.


" Kamu yang mematikan Sensormu, jadi Aku tidak tahu dimana Kamu berada ". Kata Dilan pelan.


Dy baru ingat mematikan Sensornya karena dilarang pergi oleh Dilan.


Tapi Dy tidak mau mengaku salah.


Biasalah anaknya Beck...selalu bikin hati berantakan.


Sementara Dy mandi Dilan keluar mengambil minuman ringan dan roti gandum. Dilan tahu Dy pasti belum makan.


Dilan duduk di Sofa sembari minum, pikirannya melayang kemana-mana.


Selesai mandi Dy langsung duduk di pinggir tempat tidur.


"Yank, minum dulu atau Kita keluar mencari makan ". Ajak Dilan kembali mendekati Dy.


" Kenapa Kamu kesini?, Aku benci denganmu". Kata Dy sewot.


" Aku yang harusnya marah melihat Kamu terlalu mesra dengan Jojo. Aku yakin setiap hari Kamu membiarkan Jojo memelukmu".


" Apa urusanmu, memang setiap hari


Aku pelukan dengan Jojo.


Kamu pacar bukan, sok melarangku.


Ingat..pacarku cuma Aby". Kata Dy esmoni.


Dilan kembali duduk di Sofa, berusaha sabar dan tenang.


Umur Dy baru 21 tahun wajar Dy sering emosi. Pikir Dilan.


Dy menaikan kakinya dan bersandar di kepala tempat tidur.


" Yank..makan sedikit saja, setelah itu Kamu tidur". Rayu Dilan.


Dy tetap diam matanya memandang Dilan yang duduk di Sofa.


Orang ini ganteng banget. Bathin Dy.


Matanya, hidungnya, bibirnya, tubuhnya.....semuanya sexy.


Dy jadi gemes.


Mata Dilan yang tajam terus menatap Dy, membuat Dy risih.


" Kenapa Kamu menatapku, gak punya kerjaan apa. Aku mau tidur, Kamu pergi saja". Kata Dy langsung membaringkan tubuhnya.


" Apa tadi Kamu keracunan?". Tanya Dilan khawatir.


" Yaa..puas!! dan Aku hampir mati".


" Sudah Kamu minum pil penawar racunnya?".


" Udah...tapi bukan pil itu yang bikin Aku hidup lagi, jangan merasa bangga".


" Aku tahu yang membuat Kamu hidup lagi". Kata Dilan tersenyum.


" Apa itu?".


" Ciumanku". Sahut Dilan pendek.


" Uuuhhh...


" Tidurlah, Aku juga mau tidur, Apa bedanya Aku sama Aby". Sahut Dilan tidur disamping Dy.


Dy langsung memunggungi Dilan.


"Bedalah...Aby pacarku, kalau Kamu..".


" Calon Suamimu ". Samber Dilan cepat.


" Calon Suamiku Aby..Aby.100x Aby ". Sahut Dy.


" Oke..tidak apa-apa, Aku menunggu jandamu saja deh, 100 x janda". Kata Dilan kalem.


Sekali tarik badan Dy sudah menempel ke badan Dilan.


Dy betul-betul tidak bisa berkutik karena tenaga Dilan yang super.


" Aku mencintaimu Sayank, sangat mencintaimu". Bisik Dilan, kakinya menjepit pinggul Dy.


KEMESRAAN


Kenapa ya, kalau Cewek lagi ngambek terus Cowoknya ngerayu sedikit, walaupun rayuan itu gombal,.Ceweknya langsung luluh...


Apa karena Cewek senang dirayu atau senang di gombalin? Saru...


" Aku tidak bisa hidup tanpa Kamu ". Bisik Dilan sambil mengecup kening Dy.


" Basi, rayu Aku dengan kata yang bermutu sedikit. Rayuan itu sudah pernah Aku terima dari Aby, Gama, Jojo dan 100 Orang cowok lain". Sahut Dy menghindar dari bibir Dilan. Kepalanya di susupkan ke dada bidang Dilan.


Bau badan Dilan merangsang asratnya membuat Dy ingin menggigit.


Tapi jangan, nanti Dilan besar kepala.


" Aku jadi malas merayumu mendingan bergerilya aja". Kata Dilan beraksi.


" Aku sudah siap benteng, penyusup dilarang masuk. Apalagi cuma membawa bambu runcing". Sahut Dy enteng.


" Jangan salah, Aku membawa Rudal Scud buatan Soviet ". Kata Dilan menekan pinggul Dy.


" Ngeri...bentengku bisa hancur". Sahut Dy menerima ******* bibir Dilan.


Dy sudah tidak bisa berpikir waras.


Kemesraan yang di suguhkan oleh Dilan membuat Dy lupa dengan Aby.


Dilan betul-betul berbeda dengan Aby.


Hanya orang bodoh saja yang menolak cintanya.


Supaya tidak di bilang bodoh Dy terpaksa menerima Cinta Dilan dengan kecupan lembut.


" Yank...Kamu menerima Cintaku?". Tanya Dilan disela-sela nafasnya yang memburu.


" Sebenarnya sih tidak, tapi mumpung promo Aku ambil saja Cintamu. Tapi jangan bangga dulu, Kamu adalah pemain cadangan". Bisik Dy tersenyum.


" Gak apa-apa jadi pemain cadangan, biasanya yang bikin goal adalah pemain cadangan". Sahut Dilan ikut tersenyum.


" Kamu tahu, setiap saat Aku mengkhayal memelukmu, menciummu, sampai Aku berjanji tidak akan mundur sebelum Aku mendapatkamu". Rayu Dilan.


" Aku juga berjanji skan membuangmu setelah Aku menikah dengan Aby".


Kata Dy.


" Itu tidak bakal terjadi, Kita akan selalu bersama, Aku tidak akan melepaskamu".


Sahut Dilan lembut.


" Gombal, kalau kita LDR kamu pasti singgah ke yang baruu". Kata Dy berusaha melepaskan pelukan Dilan.


" Mau kemana?". Tanya Dilan menahan Tubuh Dy yang mau bangun.


" Mau pelukan sama Jojo". Sahut Dy.


" Jangan sampai Aku mengikat Bom ditubuh Jojo". Ancam Dilan.


" Aku cuma mau minum ". Sahut Dy.


Dilan Juga ikut turun.


" Yank..makan dikit, nanti Kamu sakit.


Aku lihat badanmu mengurus ".


" Gak..Aku cuma mau minum". Sahut Dy sambil minum.


Mata Dy sudah mulai berat.


" Aku mengantuk ". Kata Dy.


Sebelum Dy kembali ketempat tidur Dilan memeluknya dan mencium Dy dengan garang.


" Jangan perlakukan Aku begini, Aku bisa Amnesia ". Bisik Dy lirih tanpa bisa menolak kemesraan dari Dilan.


" Aku masih waras, jangan khawatir". Kata Dilan mengajak Dy duduk di Sofa.


" Bagaimana kalau Beck tahu tentang hubungan Kita?". Tanya Dy tiba-tiba.


" Dia pasti akan membunuhku ". Sahut Dilan pelan.


Mereka diam berdua. Siapa tidak tahu Beck. Seorang Sniper handalan.


" Kemanapun Kita sembunyi pasti Beck akan tahu". Kata Dilan duduk lemas.


" Seharusnya Aku menghindar darimu, supaya Kita tetap bisa berteman.


Aku menyesal menerimamu, kalau akhirnya Kamu menjadi Korban". Sahut Dy duduk di pangkuan Dilan.


" Bagaimana kalau Aku memperkosamu setelah Kamu hamil pasti Beck merestui hubungan Kita". Kata Dilan.


" Aku tidak mau menghianati Aby".


Sahut Dy.


" Bagaimana kalau Aby mengkhianati mu?". Kata Dilan.


Dy menatap tajam mata Dilan, mencoba mencari pembenaran dari kata-kata Dilan.


Pasti Dilan tahu sesuatu. Pikir Dy.


*******


.


"


"