I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
PENEMBAKAN



Bab.117.


Dy berjalan pelan menuju pemuda itu


tapi 2 orang pemuda yang ada di depannya mengalinginya. Pisau daging hampir menggores tangan Dy ketika pemuda itu menyabetkan pisau ke badan Dy. Untung Dy cepat berkelit. Tendangan Kaki Dy langsung mengenai badan pemuda itu. Tapi Dy disambut dengan lemparan pisau daging oleh pemuda yang lagi satu. Dy kembali berkelit dan pisau menancap ketumpukan sayur.


Keadaan Dapur yang sempit dan banyak meja berjejer membuat Dy tidak leluasa. Diatas meja penuh dengan bahan baku masakan. Sedangkan di Depan Kichen


adalah Restoran yang sedang ramai.


Akhirnya Dy menyudahi permainan itu dengan menodongkan senjata.


"Kalian menyerah atau mati," ancam Dy saking marahnya.


"Tembak saja kalau berani," tantang pemuda yang tadi kena tendangan Dy. Permintaan pemuda itu terwujud


karena pemuda yang membawa Spuit menembaknya dari belakang. 3 kali letusan berkumandang. Teriakan Staf Kichen tidak bisa ditahan. Tubuh ke 3 pemuda itu tumbang, sungguh tragis.


Dy cepat mengambil kendali. Ketukan pintu dari luar terus bergema Dy memberi isyarat kepada Staf Kichen supaya diam. Tangannya membuka Pintu dengan pelan. Kaca mata Agent dinaikan diatas kepala. Dy keluar memasang senyum manis.


"Siapa yang mengetuk pintu?" tanya Dy tersenyum, semua mata memandang curiga kepada Dy.


"Maaf semuanya, Saya Owner Hotel ini, kalau anda mendengar sesuatu itu wajar karena Kami lagi memasak di dapur dan membuat Menu baru. Kami minta maaf mengganggu kenyamanan kalian, Silahkan kalian meneruskan sarapannya


trimakasih!" Kata Dy menenangkan Tamu Hotel.


Dy lalu berbisik kepada seorang Waitris untuk tidak masuk kedalam Dapur dan memberi menu tambahan kepada para Tamu Yang sedang sarapan yaitu 1 Cup Ice Cream.


Setelah para Tamu merasa nyaman


Dy kembali masuk kedalam. Semua


Staf Kichen bergabung dipojok dekat pintu berusaha menutup mulut supaya tidak ada teriakan.


"Semua tenang, Aku akan memanggil


Polisi," kata Dy berusaha menenangkan semua yang hadir.


Dy mengambil ponselnya dan memberi info ke Agung lewat WA supaya datang segera dengan ambulance dan berpesan jangan ada Anggota pelatih yang tahu. karena Dy curiga kepada Mereka. Agung mengiyakan.


Menunggu 25 menit terasa sangat lama bagi Dy dan para Staf. Kondisi Dapur sangat berantakan, Yudha datang tergopoh-gopoh lewat pintu belakang.


"Apa yang terjadi?" tanya Yudha memasang wajah menyalahkan Dy.


"Maaf, semua ini di luar skenario,"


bisik Dy.


"Maaf saudara semua, Kami adalah Agent Intelijen yang sedang mencari penyusup yang akan menjatuhkan Hotel ini. Saya sarankan kepada kalian tidak ada yang boleh merekam, mengambil foto, supaya kalian tidak menjadi saksi.


Dan untuk selanjutnya Kami dari Intel tidak menginginkan masalah ini di blow up. Trimakasih," kata Yudha setengah berbisik, semua staf mengangguk mengerti.


"Tolong bantu Saya membersihkan semua ini, tapi bagi yang tidak berani cukup diam diluar di belakang," sambung Yudha lagi. Staf cewek sebagian kebelakang dan duduk dibalik pintu. Dy menyarankan supaya mengambil minum di Kulkas yang terletak di ruangan belakang. Yudha dan Staf mengangkat korban dan membaringkannya diatas


meja yang kosong. Dy memeriksa urat nadinya ternyata Mereka masih hidup. Darah mengalir membuat bau dapur


anyir dan lengket.


"Nona apakah semua bahan makanan ini di buang?" tanya Chef Hendrik.


"Seluruh barang yang ada di Kichen di buang dan ruangan ini dikosongkan. Untuk makan siang dan malam Kita akan mengambil dari Romero Hotel makanan yang sudah Ready," sahut Dy.


"Untuk berapa lama kita vacum?"


"Paling lama 3 hari, semua barang akan diganti dengan yang baru.


Tolong koordinasikan dengan HRD


supaya semua Manager berkumpul


di Meeting Room," kata Dy setengah


memerintah.


"Siap Nona," sahut Pak Hendrik santun.


Wajah Dy langsung kecut, ternyata Agung tidak peka atau Agung mempunyai intrik lain yang bisa menjebak si pelaku. Ntahlah yang jelas ke 5 Anggota merasa kaget melihat 3 korban dan membantu


dengan sigap.


"Kita akan berbicara di Rumah sakit,


bawa saja korban dulu," kata Yudha


ketika Agung mau mendekatinya.


"Aku menunggu kalian," sahut Agung kecewa.


Mereka lalu pergi lewat pintu


belakang, setelah keluar dari Hotel


Agung memasang sirine Ambulance.


Dia merasa Yudha dan Dy menghindar


dan mempunyai rencana tertentu. Atau Dy kecewa karena ke 5 Anggota pelatih ikut serta, padahal Dy sudah wanti-wanti.


Agung membiarkan pikirannya berkecamuk...


"Aku mau meeting dulu, Kamu ke Kamar dan membuat laporan ke Pusat, semua rekaman kejadian ada di Jam tanganku," kata Dy sambil mencuci tangan.


"Aku minta yang dikancing baju saja


supaya bisa di transfer lewat GSM,"


kata Yudha. Dy mengambil sensor


mini yang di sematkan di bajunya dan memberikan kepada Yudha.


Sebelum pergi Dy berbasa basi kepada Staf Kichen dan tidak lupa memberi Warning!! supaya Mereka lebih waspada menerima Karyawan. Dy membagikan


tip kepada Staf Kichen untuk menghibur hati Mereka. Kemudian Dy dan Yudha


mohon diri.


MENCARI PENGINAPAN


Yudha membenahi semua barangnya


dan alat-alat Agent secara hati-hati.


Dia harus pergi hari ini, keadaan kurang kondusif, sepertinya ada Aktor penggerak yang terkendali. Buktinya baru saja Dia mau menggerebek kamar 282 yang menjadi targetnya, orangnya duluan kabur, padahal yang tahu cuma Manager dan EAM F&B dan waiter, Dy dan dirinya.


Kembali Yudha mengeluarkan sensornya memeriksa Kamar dan di luar Kamar terdapat Werelles penyadap di pot bunga. Yudha berkesimpulan barang ini sengaja


di letakan tadi pagi ketika Yudha menjemput Dy di Pantai. Bisa saja Waiter atau Cleaning service. Tidak mungkin Waiter karena akan di temukan oleh Cleaning Service saat Dy bersih-bersih. Jadi target utama adalah Cleaning Service. pikir Yudha yakin.


"Ada apa Yud, kenapa Kamu duduk diluar?" tanya Dy yang baru datang dari meeting.


"Aku menemukan Wirelles," sahut Yudha menunjukkan Wirellesnya lalu Mereka membahas tindakan selanjutnya yang akan diambil.


"Kita langsung "ambil" cleaning service yang bertugas tadi pagi," kata Dy mengambil laptop Mini nya di tas Agent dan melihat daftar jaga hari ini. Tercatat nama seorang wanita Staf Treaning yang baru seminggu masuk. Namanya Rahayu dengan alamat Rt.02/Rw.09 karya Sari nomor.8 dan sangat kebetulan alamat Staf Treaning XPostOne yang menjadi teman baik Jelita berada di sana juga.


"Aku menemukan sesuatu," kata Dy


sambil menyodorkan air mineral kepada Yudha. Kemudian Dy memperlihatkan Laptop. Yudha mengangguk serta menyarankan untuk menemukan Manager House Keeping, karena Rahayu Staf nya.


"Aku kesana dulu," kata Dy mengambil Sensor pedeteksi wajah.


Kamar nomor 282, adalah bekas Kamar target utama yang sudah keluar.


Sekarang Rahayu ada di sana dengan berdalih mau membersihkan Kamar.


Dy langsung naik lif ke lantai 2 dan mecari lewat radar. Sampai di depan Kamar 282 Dy berhenti, terdengar


Rahayu lagi menelpon.


********