
Bab.78.
Malam menjelang pagi, Zayn memacu
Mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tidak ada suara dari bibir Mereka,
ketegangan yang tadi Mereka alami
membuat Mereka malas berbicara.
Zayn memencet playlist mobil, sebuah
Lagu dari NSYNC terdengar lembut.
This I Promise You, ingatan Dy kembali
ke Dilan. Ini lagu kenangan Mereka berdua.
" Apakah Kamu sangat mencintainya,
sehingga Kamu berani mengambil misi
ke Libya?" tanya Zayn menoleh
kepada Dy.
" Dilan adalah belahan Jiwaku, Aku
sangat mencintainya dan juga sangat
membencinya " sahut Dy lirih.
" Hemm...kamu sangat beruntung, banyak yang mencintai mu, bersyukurlah.....".
" Apakah Kamu pernah jatuh cinta?"
Tanya Dy menatap Zayn dari samping.
" TIdak!!. Setiap cintaku mau jatuh
Aku angkat lagi, supaya tidak jatuh-jatuh ". Sahut Zayn bercanda.
" Seandainya Aku bisa memilih, Aku
akan memilih menjadi patung cantik yang tidak punya rasa, tapi selalu
menjadi perhatian " kata Dy.
" Duuhhh.... jangan halu dech, hadapi kenyataan hidup ini dengan hati tegar. Apapun yang terjadi hanggap sebagai suatu proses pempelajaran untuk kedepannya supaya lebih baik " sahut
Zayn.
" Beck melarang ku jatuh cinta karena dia sudah merasakan sakitnya, Aku terlalu terbuai selama ini sampai Aku tidak tahu harus bagaimana menyikapi ketika cinta menindasku, dan membuatku sangat menderita...". Ucap Dy merasa sedih.
" Aku sangat benci dengan cinta dan
Kalaupun di kemudian hari cinta datang
lagi, Aku akan menolaknya"
Sambung Dy lagi.
" Cinta adalah anugrah dari Tuhan, kalau
cinta menyakitimu berarti Kamu
tidak bisa menguasainya" sahut Zayn.
" Cinta itu tidak sendiri dan mengikat
satu sama lain. Apabila salah satu memutuskan ikatan itu, hancurlah cinta yang lain " kata Dy berpuitis
" Setelah hancur dia akan terbentuk lagi, cinta baru datang dan begitu seterusnya " timpal Zayn.
" Dan Aku akan menolak setiap cinta yang datang dan membuat pengamanan ketat untuk hatiku yang
pernah terluka " sahut Dy.
" Cinta yang baru tidak datang, tapi
menyusup di bawah selimutmu dan
menguntai kata indah bait demi bait
sampai Kamu tidak sadar yang sebenarnya datang adalah Cinta " kata Zayn tersenyum tipis.
" Aku tidak akan memakai selimut dan
tidak akan terpedaya oleh rayuannya.
Karena cinta baru hanya ingin memanfaatkanku saja " sahut Dy
menarik nafas panjang.
" Jangan lari dari takdirmu!!". Kata Zayn membelokan Mobil nya ke kawasan zona merah rumah penduduk.
Akhirnya Dy merasa lega sampai di Rumah. pertama yang Dy tuju adalah Kulkas.
Sebotol air mineral untuk menghilangkan haus dan satu lagi untuk Zayn.
" Minumlah ". Kata Dy memberi sebotol air mineral kepada Zayn.
" Trimakasih, Kamu boleh istirahat Aku akan mengirim data ke pusat.
Kamu tidur di Bed, Aku di sofa" ucap
Zayn mengambil air mineral.
" Oke.." sahut Dy pendek.
Dy masuk ke Kamar dan mulai membuka koper. Satu persatu
senjata Agent di tanggalkan.
Kemudian Dy ke Kamar mandi menyiram tubuhnya dengan air shower, berusaha membuang
pikiran tentang peristiwa tadi.
Menjadi Agent bukan masalah menang atau kalah, tapi pantas atau tidak pantas.
Pertimbangan yang cepat tanpa
perhitungan akan membuat mission
fails / misi gagal.
Di bunuh atau membunuh.
Membagi Kamar dengan Zayn bukan
perkara mudah. Ke gantengan Zayn
nyaris sempurna, membuat Dy sering
lupa membekukan hati.
Dengan adanya Zayn Dy sering merasa kurang nyaman, tidak seperti
Aby dan Dilan yang mau mengerti
dan menghormati keputusan Dy.
Zayn lebih condong mendominasi
dan memaksakan kehendaknya.
Selebihnya Zayn adalah orang baik.
Dengan terpaksa Dy memakai Baju tidur
satin yang menutupi tubuhnya
dari leher ke ujung kaki.
Dy tidak mau membuat masalah baru
atau mencoba merendahkan dirinya
demi sebuah asrat.
Harga dirinya terlalu tinggi dan Dy
bahwa dirinya tidak tergoda dengan
Zayn. Seperti yang di sangkakan padanya.
Akhirnya Dy menutup tubuhnya dengan selimut dan Dy pun ketiduran.
Sudah pukul 04.15 waktu Libya. Zayn
sudah selesa mentransfer Data ke pusat
dan memberi input untuk misi selanjutnya.
GSM pc bergetar, sebuah pesan dari Boss Dilan membuat Zayn mengepal kan tangannya.
" TOLONG AGENT NUMBER SIX DI PULANGKAN KE BALI.
DY CALON ISTRIKU. JANGAN MEMBUAT
AKU BERTINDAK!!.
Boss.
" JANGAN EGOIS, DY SANGAT MENDERITA DAN AKU ADA UNTUKNYA.
Xp.01.
" CAMKAM !!, JANGAN SAMPAI KAMU
MENYESAL. AKU BESOK MENGIRIM
PENGGANTI DY.
Boss.
" AKU MENGALAH BUKAN KARENA
KALAH, AKU AKAN MENGAMBIL DY
APABILA KAMU MENYAKITINYA.
Xp.01.
Zayn lalu masuk ke Kamarnya.
Hatinya panas membaca pesan Dilan,
Yang Arogan. Ingin rasanya Zayn memberitahu Dy bahwa Dilan memaksanya ke Bali dan mengancam akan membunuhnya.
Terlihat wajah cantik Dy tertidur pulas.
Ingin rasanya Zayn memiliki tubuh
Dy dan menyuntingnya bila perlu.
Tapi Zayn tahu resikonya kalau dia
berani menyentuh Dy, Dilan akan membunuhnya.
Kecuali Dy bersepakat untuk memilih
dirinya. Tapi itu tidak mungkin karena
Dy sangat mencintai Dilan.
Dilan membuka satu persatu senjata
Agent nya dan menaruh di koper.
Kemudian Dilan kekamar mandi untuk
membersihkan diri.
Rasa kantuk yang tadi datang seketika
hilang mengingat Dy yang harus di pulangkan.
Untuk malam ini Zain ingin tidur berdua dengan Dy. Badannya terasa sakit tiap hari tidur di Sofa.
Toh sudah dini hari, sebentar lagi Mereka
juga bangun.
Dengan perasaan enteng Zayn merebahkan
badannya di samping Dy. Bau wangi tubuh
Dy membuat Zayn.merapatkan tubuhnya.
dan Zayn pun tertidur.
KEDATANGAN DINA.
Dina menghempaskan pantatnya di Jok Mobil Taxi. Disini Dina akan mencari data/informasi
ke gembong Narkoba Dagobe.
Ada perasaan ngeri membaca setiap ulasan
mengenai Dagobe yang berdarah dingin.
Tapi Dina percaya misinya akan.berhasil, dirinya sangat optimis.
Kegembiraan akan bertemu Dy membuat senyumnya selalu mengembang.
Dy adalah teman sejatinya yang selalu menjadi tempat curhat dikala senang dan susah.
" Kemana Saya harus mengantar Nona?" kata Sopir taxi itu sopan.
"Maghribi, Distrik shote, avew street no.11"
sahut Dina mantap.
Pagi ini suasana Maghribi yang biasanya sangat indah menjadi kusam dan berdebu.
semua bangunan pora-poranda akibat
bom dan
Akhirnya sampai juga Dina di tempat yang dituju. Suara bom atau gencatan senjata
sering terdengar dari sini.
Dina membuka pintu utama dengan kawat sensor dan nyelonong masuk.
Perasaannya heran dengan fasilitas yang ada di ruangan ini.
Tidak ada kesan mewah, malah boleh di bilang sangat sederhana.
Dina membiarkan kopernya dan masuk ke Kamar.
Kleekk...tidak di kunci.
Mata Dina nanar melihat sebuah pemandangan diatas tempat tidur.
Dy ada di dalam dekapan Zayn, cepat GSM
nya merekam dan mengirimnya ke Dilan.
" KILL !!".
Boss.
Dina mengeluarkan pistolnya dan menempelkan di pelipis Zayn.
Zayn membuka matanya dan kaget akan
keadaannya yang memeluk Dy.
Kesadarannya pulih ketika Zayn melihat
Dina menodongkan pistol.
Zayn sudah kenal dengan Dina dan pernah bekerja sekali.
Zayn sadar pasti Dilan ada di belakang penodongan ini.
********