
Bab.57
Suara rekaman dari Dina tidak mempengaruhi perasaan Dilan, hatinya terlanjur sakit terhadap tuduhan Dy yang tanpa bukti.
Menurut Dina kemungkinan Dy
cemburu mendengar Dilan akan dijodohkan oleh Ibunya.
Masa bodoh!! Harga dirinya terasa terusik, apapun alasannya tidak sepantasnya dari mulut Dy keluar
kata-kata kasar yang menyakiti hatinya.
Siang beranjak Sore, Dilan menyudahi
pekerjaannya mengepak barang di rumah Dy. Semua Anak buah Beck ikut membantu, kecuali Dina karena Dina akan tugas keluar daerah.
Dilan membuka bajunya hendak mandi ketika pintu Kamarnya di tendang dari luar. Sosok Dy sudah ada di Kamar.
Mengetahui Dy yang datang Dilan tidak mau ambil pusing, dia tetap membuka Bajunya, dan menuju Kamar mandi.
Dilan bukanlah Aby atau Jojo yang ke
takutan ditinggal dan menangis bombay di pelukan Dy. Dilan adalah laki-laki sejati yang berani berkata salah dan berani membuang cintanya demi harga diri.
Mendapat perlakuan begitu Dy tambah
kesetanan dan kembali ke kamarnya mengambil tas Ranselnya yang berisi
Senjata Agent dan beberapa pakaian
Yang di masukkan ke Koper.
Dy memasang Topeng latex nya dengan rapi, jangan sampai kepergiannya bisa di kenali orang.
Ntah ada apa dipikiran Dy sekarang ini, marahnya sudah diambang batas.
Dy juga membiarkan 3 ponselnya tergelak kaku diatas Meja.
Langkahnya sudah mantap kemana Dy harus membuang dirinya.
Mobil Bugatti veyron itu melaju cepat
ke Bandara Soekarno hatta.
Dy sengaja mematikan semua GSM
Sensornya supaya Dilan tidak bisa melacak kemana perginya.
Dengan langkah tegap Dy menyeret kopernya memasuki Bamdara.
Dy menuju Bording pass dengan tergesa-gesa.
Sengaja Dy memilih kelas Ekonomi, karena Dilan tidak akan menyangka Dy naik pesawat kelas Ekonomi.
" Kanalkan Aku Jelita ". Baru pantatnya duduk Seorang gadis belia menyodorkan tangannya di sebelahnya.
"Aku Dy". Sahut Dy pendek.
"Kakak juga mau ke Singapore?". Betul-betul pertanyaan basi. pikir Dy
Kesel.
" Ya, Kamu mau Kuliah di Singapore?".
Tanya Dy memandang Jelita yang Imut.
" Saya sudah Kuliah disana ".
" Ow...Kamu mengambil jurusan apa?".
"Aku cari Bisnis Management Di National University of Singapore ".
" Bagus....". Sahut Dy pendek, hari ini
Dy malas ngomong. Mood nya sudah
menguap. Pikirannya galau.
Saat ini Dy ingin sendiri tanpa ada
pertanyaan dari Jelita.
Akhirnya Pesawat landing juga.
Dy Kembali menjejakkan kaki di Bandara Changi.
Ingatannya ke Beck, dimana Beck ambruk bersimbah darah di Bandara ini. Matanya seketika panas dan dadanya sesak. Dy diam terpaku mengingat kejadian it.
" Selamat Sore Nona, Kami akan mengantar Nona sampai di Tujuan ".
Seorang Sopir Taxi menghampirinya
dengan ramah.
" Antar Aku ke Cairnhhill Nine". Sahut
Dy naik ke Taxi
Mobil Taxi itu melaju sedang melewati jalanan yang rapi dan bersih.
Dy membuka topeng latexnya pelan-pelan dan membersihkan mukanya dengan tissue basah.
MERASA DISAYANG
Dy memencet bel pintu kondo berkali-kali. Akhirnya terbuka juga. Kekagetan Jojo tidak bisa di bayangkan, Jojo langsung memeluk Dy.
" Aku lupa mengajakmu masuk, Aku merasa Suprise atas kedatanganmu.
Mengapa Kamu tidak bilang, kalau Kamu mau datang?". Ucap Jojo menutup pintu depan. Jojo menarik koper Dy dan mengajaknya ke Kamar.
" Aku ingin menangkap basah perselingkuhanmu, makanya aku diam-diam datang kesini". Sahut Dy membuka Jaketnya.
" Mana mungkin Aku slingkuh, Aku setia padamu ". Kata Jojo tersenyum.
" Gapapa Kamu selingkuh, Aku kesini mengurus Surat perceraian Kita".
mengharapkan Kita akan hidup bersama ". Kata Jojo memandang mata Dy lekat-lekat.
" Aku tidak bisa, bagiku jatuh cinta sama orang lain sama artinya memberi peluang orang itu menindas hatiku. Aku menikmati hidup sendiri". Sahut Dy.
Jojo diam, suasana memjadi beku.
Dy menarik nafas panjang, ingatannya
kembali ke Dilan. Ada perasaan rindu dihatinya, tapi cepat Dy menepis rasa itu.
" Apapun keputusanmu sepanjang membuatmu senang, Aku akan mendukungnya". Ucap Jojo pelan.
" Mari Kita minum diluar". Ajak Jojo menggandeng tangan Dy dan kemudian Mereka duduk di Bar
" Jo...Aku tidak minum, Aku minta minuman ringan saja". Kata Dy ketika
Jojo mengeluarkan Vodca.
" Oke...Aku Bartender mu". Sahut Jojo
tersenyum.
" Beb, Kamu datang hanya untukku atau Kamu ada tugas?". Tanya Jojo.
" Aku datang untuk mengurus perceraian Kita. Aku harap Kamu tidak menghubungi siapapun, supaya keadaannya aman".
" Setelah Kita cerai maukah Kamu tingggal disini untuk beberapa
hari. Aku ingin menunjukan kepada
Publik bahwa Kita tetap harmonis walaupun sudah bercerai. Kita membangun Openi Publik supaya Mereka positif menilai perceraian Kita". Kata Jojo panjang lebar.
" Aku akan menemanimu sampai Kamu puas....". Sahut Dy tersenyum tipis.
" Aku akan mengajakmu keliling Singapore, Kita juga akan pergi ke
Marina Bay Sand Infinity Pool.
Kita bersantai di kolam renang atas atap terbesar di dunia sembari mengagumi cakrawala kota Singapura nan menakjubkan".
Kata Jojo berangan.
" Sebelum Kita sampai di kolam renang, pasti para Wartawan dan Fans Kamu akan mengurung Kita. Aku udah kapok.
Pengalaman di Bandara tempo hari membuat Aku trauma melihat kerumunan Wartawan". Sahut Dy.
" Aku paham perasaanmu, Aku minta
maaf atas kejadian itu. Walaupun waktu itu bukan Aku yang melakukan undangan kepada Wartawan, tapi Aku tetap merasa bersalah kepadamu".
" Itu namanya takdir tidak bisa di elakkan. Aku pasrah saja, Aku akan jalani hidup ini seperti air yang mengalir".Sahut Dy tenang. Mereka berdua diam dengan pikiran masing-masing.
" Jo ..pinjam ponselnya, Aku tidak bawa ponsel".
" Oh..ini..". Jojo menyodorkan ponselnya Dy menghubungi Agung.
" Halo ...". Suara Agung kencang,
mungkin karena ada nomor asing
masuk. Mereka juga, terutama Dilan sangat cemas larena kepergian Dy. Sebagai orang yang di percaya oleh
Beck tidak sepantasnya melawan kekakuan Dy dengan sikap acuh yang sengaja Dilan ciptakan untuk menundukkan Dy. Penyesalan selalu datangnya terlambat.
" Agung, Mobilnya ambil di Bandara,
minta uang kepada Dilan untuk membayar Parkir ". Sahut Dy kemudian menutup Ponselnya.
Suara Dy membuat Agung berteriak senang, tapi Mereka semua
kecewa karena Dy sudah menutup
Ponselnya. Dilan langsung mengambil Ponsel Agung dan menghubungi Dy
kembali. Namun Dy tidak menjawab karena Jojo sudah mengambil ponselnya.
-Sayank...dimanapun Kamu berada pulanglah, Aku sangat membutuhkanmu. Aku sangat mencintaimu-
Jojo menghapus SMS itu dengan cepat.
Balas SMS ini supaya Aku terhibur sedikit..
'Hidupku sekarang seperti daun kering
yang diombang ambingkan oleh Angin,
terbang tidak tentu arah.
Pulanglah Sayank...maafkan Aku
yang banyak membuatmu menangis.
Aku kurang peka atas perasaan mu
yang sebenarnya -
Jojo kembali menghapusnya, setelah
itu Jojo langsung blokir nomor Dilan.
" Jojo..siapa yang Chatt Kamu, asyik
Sekali. Apa Kamu punya simpanan
baru? atau ada ...". Dy sengaja menggantung ucapannya.
" Atau apa?, kamu tetap Istri tersayangku yang sangat kucintai ". Sahut Jojo menatap Dy yang cantik.
" Gombal!! ...". kata Dy menghabiskan minumannya
******