I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
H - 5



Bab.50.


Dy mengambil ponsel dan menghubungi Jojo. Tidak ada jawaban padahal sudah pukul 10.15 waktu Singapore.


Harusnya Jojo sudah bangun.


" Kembali ulangi, siapa tahu Dia lagi mandi. Bisa juga lagi Shooting ". Kata Dilan.


" Halo ini siapa ya?". Setelah berulangkali menghubungi baru ada jawaban.


" Kamu siapa?". Tanya Dy kurang senang karena yang menjawab seorang perempuan.


" Saya pacarnya, Kamu siapa nelpon pacar Saya. Apa hubunganmu dengan pacar Saya". Perempuan itu nyerocos.


" Beraninya Kamu bertanya begitu, Buka matamu, Aku ini istrinya". Sahut Dia emosi. Suaranya meninggi.


" Istri apa, istri yang kabur dengan laki-laki lain??".


" Hee kasi Jojo ponselnya". Teriak Dy emosi.


" Jojo lagi mandi, maklumlah Kita masih dalam tahap bulan madu". Kata perempuan itu sambil tertawa.


Terdengar suara Jojo, berdebat dengan perempuan itu, setelah itu Suara Jojo terdengar halus.


"Halo Sayang ...".


" Sayang,sayang apa!!, dasar lelaki buaya darat. Cepet ceraiin Aku. Tukang selingkuh". Teriak Dy membuat Dilan geleng- geleng kepala.


Dy langsung menutup ponselnya dengan kesal.


" Yank, Aku heran sama Kamu. Kenapa Kamu marah sama Jojo Emang nya Kamu mau jadi istrinya. Jangan Kata Kamu Cinta sama Jojo". Kata Dilan heran.


" Aku benci sama ceweknya yang murahan itu. Jojo juga sok cinta sama Aku. Padahal play boy cap kupu-kupu, sama deh seperti Aby setali tiga uang. Aku jadi benci sama laki-laki". Sahut Dy cemberut.


" Tidak semua laki-laki begitu, contohnya Aku. Selalu setia dan baik hati". Kata Dilan mendekati Dy.


"Sekarang ulang lagi menelpon Jojo, jangan malah bikin komedi". Sambung Dilan lagi.


" Biarin...ntar Jojo pasti nelpon lagi".


Benar saja Jojo menelpon lagi dengan rayuan mautnya.


" Sayang, Kamu ada dimana? Kenapa baru menghubungi Aku, tahu nggak bahwa selama Kita berpisah Aku merasa kesepian". Mendengar rayuan Jojo mulut Dy mencang mencong mengikuti kata-kata Jojo.


Dilan tersenyum melihat tingkah Dy yang kekanak-kanakan.


" Jojo, Aku mau jalan-jalan ke Pantai Kuta, untuk menghibur diri. Tadi Aku terlanjur sakit hati mendengar pengakuan selingkuhanmu. Carilah pengganti yang baik dan beradab, jangan mencari perempuan yang kasar seperti selingkuhanmu ini.


Ini menyangkut prestise Sayankku". Sahut Dy pelan.


" Pergilah..semoga Kamu bisa menghibur diri, mungkin Aku akan menjemputmu beberapa hari lagi, untuk membicarakan masalah Kita".


" Ya Sayank, Aku akan menunggumu".


.sahut Dy menutup ponselnya.


" Yank kenapa bicara aneh-aneh, nanti Jojo mengira Kamu mengharapkan Dia". Kata Dilan kurang setuju kalau Dy kembali berhubungan dengan Jojo.


" Ya udah!! Aku mau berangkat". Sahut Dy berjalan keluar.


Sekarang Dy memakai Outfit casual terdiri dari Celana Dickies biru Navy dan Baju You Can See warna putih yang berleher. Serta topi Pet, rambutnya di kuncir kuda. Kaca mata hitam biasa menghiasi wajah cantiknya.


Dilan memberi ciuman panjang sebelum Dy mengeluarkan tunggangannya dari Garasi. Mobil Lambhorgini Aventador itu meluncur mulus keluar dari Rumah.


Dy sengaja membuka Atap Mobil supaya target lebih jelas melihat dirinya.


Sepanjang perjalanan menuju kuta tidak ada masalah, Dy sudah pelan-pelan menjalankan Mobilnya supaya menjadi tontonan, tapi tidak ada tanda-tanda yang mencurigai.


Sampai di Pantai Kuta malah Wartawan yang menyerbunya.


" Halo Nyonya Jovan, kapan Anda tiba di Bali. Apakah suami anda ikut?". Seorang Wartawan melempar pertanyaan.


"Ini Suami Saya ". Sahut Dy membuka Vidio Call dari Jojo.


Wartawan itu membidik Wajah Dy


yang sedang Vidio Call dengan Jojo.


" Berapa lama Anda berada di Bali?".


" Sya kurang tahu tergantung Suami


Saya menjemputnya ". Sahut Dy lalu


mohon diri. Semua tingkah Dy terpantau oleh Beck dan Dilan. Tidak


ada tanda-tanda yang mencurigai.


Setelah Dy menjawab beberapa pertanyaan dari Wartawan, Dy menutup atap Mobilnya dan kembali meluncur ke jalan Nusa Dua. Kalau wartawan di ladenin bisa seharian.


Untung tadi Dy bisa keluar dari kerumunan Wartawan.


Baru pukul 12.05, matahari bersinar dengan sangat panas. Menyusuri Jalan Nusa Dua ingatan Dy tertuju kepada Aby.


Dy parkir di Lobby.


Karyawan Hotel sudah mengenal Dy sebagai Owner 25% saham, Mereka juga sudah tahu hubungan JM nya dengan Dy kandas di tengah jalan.


" Selamat Siang Nona, selamat datang di Romero Hotel. Apa Saya bisa bantu?". Seorang F.O. (Front Office) menghampiri Dy dengan hormat.


" Aku cuma ingin ke Restoran ". Sahut Dy berlalu. Pesona Dy yang fashionable membuat para Karyawan Hotel menatap kagum. Gosip cepat menyebar dan cepat sampai ke kuping JM.


Dengan langkah cepat Aby menuju Restoran, tapi Dy Tidak Ada.


Aby menghubungi bagian Scurity untuk memantau kemana perginya Dy.


Ternyata Dy berada di Bar, duduk sendiri di layani Bartender.


" Sayank..". Sapa Aby mengagetkan Dy.


" Aby, kenapa Kamu ada disini?".


Tanya Dy sambil tersenyum.


" Aku yang harus bertanya begitu". Sahut Aby tersenyum dan ikut duduk di samping Dy.


Ingatan Mereka kembali ke masa lalu.


" Bagaimana keadaanmu?". Tanya Aby menatap Dy dengan mesra.


" Buruk!!..." sahut Dy nyeplos.


" Ralat..baik koq, Aku baik-baik saja". Dy kadang-kadang kesal dengan mulutnya yang cepat nyeplos. Aby tahu pasti Dy lagi terpuruk menerima kenyataan bahwa dirinya sudah menikah.


" Yank, Kita ke Restoran Aku lapar". Kata Aby sangat paham kepada Dy yang suka lupa makan siang.


" Kamu belum makan, ayo Aku antar". Sahut Dy meninggalkan minumannya.


" Yank jangan suka minum, kalau Kamu mabuk tidak ada yang akan mengurusmu seperti Aku mengurusmu". Kata Aby menggandeng tangan Dy ke Restoran.


Dy cuma tersenyum, memang benar hanya Aby yang sabar mengurusnya, sedangkan Dilan setiap Dy mabuk ditaruh di Bathub terus di rekam supaya bisa ditonton oleh nanti. Makanya Dy malas minum dirumah.


Mereka kembali menjadi tontonan karena Karyawan Level 1, 2 dan 3 sedang berada di Restoran.


Setaraf Manager sampai Supervisor.


Dy sibuk menerima salam kenal dari seorang Manager baru yang kebetulan masih Jomblo padahal sudah berumur.


" Anak baru disini?". Tanya Edy menager HRD yang baru. Tentu dia


tidak tahu tentang Dy.


Sebelum Edy lebih jauh mengulik


Kehidupan Dy tangan Aby langsung


menarik Dy.


" Mau kena SP.3 ". Kata Aby bercanda.


Semua ikut tertawa melihat Edy bengong. Baru Edy sadar bahwa Dy


teman Bos nya.


Makanan model Buffet dengan slogan All you can eat menggugah selera Dy.


" Kamu duduk saja Aku akan melayanimu, seleramu masih seperti dulu khan?!".


" Aku mau ikut, seleraku sudah berubah semenjak Kamu menghancurkan hidupku". Sahut Dy


Lirih.


Hati Aby terasa tertusuk. Sangat sakit,


Ingin rasanya Aby memeluk Dy dan mengajaknya kembali bersatu.


Aby hanya diam karena banyak mata tertuju pada Mereka.


Mereka sengaja mencari tempat duduk di pojok supaya jauh dari bidikan ponsel iseng Karyawannya.


""Yank, Aku lihat makananmu tetap seperti dulu tidak ada perubahan ".


" Hatiku yang berubah ". Sahut Dy cepat.


"Aku ingin menebus kesalahanku dengan cara membahagiakan dirimu. Aku siap menjadi pelayanmu". Ucap Aby menatap Dy. Senyuman Dy hampa mendengar ucapan Aby.


" Apakah Kamu ingin menyakitiku?? Supaya Kamu bahagia?".


" Dy jaga mulutmu, secuilpun Aku tidak ingin membuatmu sengsara. Aku sangat mencintaimu, mana mungkin Aku menyakitimu". Sahut Aby bergetar.


Mereka terus berbincang sekedar melepaskan rindu untuk menggairahkan hidup. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dy terpaksa pamit karena ponselnya terus berdering. Siapa lagi yang usil menelponnya kecuali Dilan.


******