I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
TERBUNUHNYA BIBIK.



Bab.111.


Polisi sudah mengelilingi Markas XPostOne dengan Police Lines.


Wajah Mereka merah seperti


kepiting rebus. Ini adalah tragedi


diluar nalar yang memalukan.


Pertama kejadian di Hotel yang menewaskan Admesh dan Aby.


Belum masalah ini sempat di


selidiki sudah ada kejadian baru


yang sangat sadis.


Bibik Supari Pembantu Mereka


dibunuh dengan kejam. Anggota tubuhnya di cingcang ngawur,


sebagian di masak dan sebagian


lagi di taruh dalam Kulkas.


Sedangkan tulangnya di bungkus


dengan Karung goni dan dibuang


di tempat sampah. Pembunuh


yang tidak profesional, dan gila.


Bibik Supari adalah pembantu


yang baru di pekerjakan oleh


Jelita, belum ada sebulan, Bibik


termasuk ulet dan tidak neko-


neko. Selama ini kerjanya bagus


dan tidak pernah mengeluh.


Sekarang semua barang bukti


telah di angkut ke Kantor Polisi. XPostOne dan Polisi bekerja


sama untuk mencari si pelaku.


semoga tidak ada korban lagi.


Mereka juga menyewa 5 Orang


Cleaning Service yang akan di


suruh membersihkan Kantor


dan halaman di Markas.


Sebagai Badan Intelijen Swasta


Mereka sangat terpukul dengan


kejadian ini. Sekarang peristiwa


ini sudah ke blow up, beberapa


cellaent memutuskan kerja


samanya dan mencari Agent


freelance yang Notabene lebih


murah bayarannya.


Padahal Mereka semua sudah


deal serta sudah menanda


tangani MoU, apa boleh buat,


tragedi di Hotel membuat


Cellaent berpaling atau masih


menunggu. Yang membuat


bingung pistol yang dipegang


Oleh Aby dan Admesh milik


XPostOne. Berarti ada orang


dalam yang ikut campur.


Siapakah itu?


"Boss..bagaimana Bibik bisa


di bunuh?" tanya Rina ingin


tahu.


"Aku belum bisa menjawab apa


Yang kalian tanyakan. Kronologis


kejadian akan keluar apabila Kita


bisa menangkap si Pelaku," kata


Agung emosi. Dari tadi Staf nya


bertanya tentang masalah ini.


"Maaf Boss, Saya tidak mengerti,"


kata Rina sambil menunduk.


"Cepat selesaikan pekerjaan ini,


kalian malam ini akan tidur disini.


Tidak ada yang boleh pulang, Aku menyandra Kalian. Seluruh tenda


akan di pasangi CCTV supaya


Kita tahu siapa dalang dari semua


ini. Tidak ada yang mengeluh,"


Perintah Agung.


"Boss, Kita mau mandi tapi takut,


gimana donk," Esta sebagai staf


Administrasi dari tadi mengeluh


dan kurang setuju rencana yang


digagas oleh Boss nya.


"Semua ada yang mengantar,


tidak usah takut. Aku sudah


meng-indivikasi pembunuhnya,


tinggal di bekuk," sahut Agung


melirik Yudha.


"Bekuk aja Boss..supaya kelarr


Hidup loe," sahut Yudha acuh.


"Lihat saja nanti, Aku berani


bersumpah akan memberi


timah panas," sahut Agung.


"Percaya Boss....," ledek Dina.


"Siapa yang mau mandi Aku


yang mengantar," kata Yudha


setengah teriak.


"Tidak usah repot sudah ada


Agent lain yang bertugas


mengantar setiap yang mau


mandi," sahut Agung.


"Ya sudah, Aku mengantar


Dy saja," sahut Yudha lagi.


Dikantor XPostOne sekarang


ada 15 Orang. 6 Agent yang


terdiri dari Agung, Jelita, Yudha,


Dy, Jefry dan Dina. Dan Staf


ada 5 orang, tapi alfa 1 orang


yaitu Eny karena anak treaning.


Sekarang yang tinggal adalah,


Rina, Esta, Kumala, dan Puput.


Dan 5 orang pelatih yaitu, Faisal,


Dedy, Putra, Darma dan Ryan.


"Agung sampai kapan Kita akan


di tenda?, Aku lagi mengandung.


Badanku terasa sangat lemah,"


kata Dy lirih.


"Maafkan Aku Dy, Kamu boleh


tidur di Mobil Ambulan dengan


Jelita. Aku bersama Yudha akan


tetap memantau Agent Kita


yang lagi bertugas. Sedangkan


Jefry dan Dina akan menjaga


Di tenda," kata Agung.


"Aku akan ikut Kamu di Kantor


saja, lebih baik Aku tidur di Sofa


panjang," sahut Dy.


"Ya sudah kalau begitu, Jelita


tugas di tenda," kata Agung


berdiri dan menuju Kantor.


kata Jelita menguap.


"Belum apa-apa menguap,"


kata Jefry tegang.


"Aku lelah lahir dan bhatin,"


sahut Jelita lagi.


"Semua lelah dan tegang,"


sahut Dina ikut menguap.


"Kalian seperti bukan Agent,


tidak boleh bermental tempe.


Ini baru hari pertama, untuk


selanjutnya Kalian harus lebih


energik dan mawas diri, rugi


lBeck melatih Kalian siang dan


malam," kata Yudha.


"Aish ..banyak bacot loe, kasi


contoh bahwa loe berani dan


energik, Loe Beck saja kagak


kenal jangan sok petuah loe,"


sahut Dina sebel, matanya


yang merah menahan kantuk


seketika melotot melihat Wajah


Yudha.


"Loe mirip banget sama Dilan,


jangan-jangan loe hantunya


Dilan, iihhh....ngeri," seru Dina


setelah memperhatikan dengan


seksama Wajah Yudha.


"Dina!! Jangan bikin takut deh,"


sahut Jelita.


"Lebay..loe lihat Dy, mana takut,


malah nempel terus, Dy pikir


Yudha itu Dilan," sindir Dina lagi.


"Din...mulut loe jaga, gue lagi


gak enak badan. Seandainya


Yudha hantunya Dilan, gue


yang pertama minta dicekik,


udah bosen gue menderita,"


sahut Dy putus asa.


"Stop!! Jangan dilanjutin, kasian


Dy, Aku yang akan menjaganya,"


kata Yudha berdiri.


"Sorry Dy, gue hanya bercanda,"


sahut Dina menatap Dy.


"Kita ke Kantor supaya Kamu


bisa berbaring," kata Yudha


memegang tangan Dy.


Yudha menuntun Dy menuju


Kantor XPostOne, kira-kira


jarak Kantor dan Tenda ada


sekitar 300m, tidak begitu


jauh. Sudah dipasang lampu


di segala penjuru, halaman


menjadi terang benderang.


"Yudha, Aku tidak ingin marah


dan berdebat denganmu. Aku


sebagai Bos memberi perintah


kepadamu untuk menangkap


Pembunuh Bibik Supari dan


mencari tahu siapa orang dalam


yang mrmberi Aby dan Admesh


Senjata Api," kata Agung ketika


Yudha dan Dy sampai di Kantor.


"Persilahkan dulu Aku duduk


setelah itu baru bicara," sahut


Yudha tenang.


Agung tertawa, ingat dulu, kalau


Dilan sebagai Bos bicara, Agung


selalu berkata begitu.


"Kenapa Bos tertawa, ingat masa


menjadi bawahan ya," celetuk


Yudha cuek.


"Istirahatlah Dy, jangan banyak


berpikir, biarkan Yudha yang


menyelesaikan tugas ini, kalau


hantu biasanya mempunyai


Indra penciuman lebih," sindir


Agung. Yudha malah tertawa.


"Aku mau tidur, kalian berdua


aneh," sahut Dy merebahkan


Badannya di Sofa panjang.


Malam mulai merambat, mata


Agung tetap melotot ke layar.


Yudha bangun menggerakan


otot-ototnya yang kaku. mata


Yudha menatap wajah Dy yang


pucat. Jauh di lubuk hatinya


perasaan kasian menggelora


melihat penderitaan Dy yang


terus berlanjut.


"Gung Aku akan melihat tenda,


perasaanku tidak enak," kata


Yudha mau pergi.


"Jangan, diam disini, Aku lagi


mengawasimu. Sampai ada


kejadian lagi, pasti kamu yang


membuat ulah. Aku sudah tahu


dan menyimpulkan Kamu ada


di balik tragedi ini," kata Agung


tegas.


"Aku salut sama Bos ku, ajari


Aku soal simpul menyimpul,"


sahut Yudha kembali duduk.


"Alahhh.. Kamu duduk saja,:


kata Agung meremehkan.


"Aku sudah pantau Mereka,


tadi ada yang membeli Kopi


keluar dan Mereka lagi ngopi.


Santai sajalah," sahut Agung


melihat CCTV.


"Kalau begitu Aku tidur," sahut


Yudha sambil bersandar di


Kursi. Mata Agung juga mulai


mengantuk...Pada saat kepala


Agung terantuk ke Meja, ada


teriakan yang membuat Agung


dan Yudha melompat. Mereka


berdua mendapatkan Dy sudah


di lantai....


******