
Bab. 64.
Keringat dingin membasahi sekujur
tubuh, matanya sekarang ditutup rapat. Dy merasa aneh dengan penculik ini karena tidak ada kata ancaman atau intimidasi.
Mereka sangat mudah menangkap
dirinya, seharusnya Dy selalu membawa senjata kemanapun pergi.
Penyesalan sudah tidak ada gunanya, apalagi ada dari penculik itu merampas kunci Mobilnya. Dy ingat surat cerainya ada di Mobil.
Dy hanya bisa pasrah ketika Mobil
berhenti dan Mereka menariknya
keluar. Ingin rasanya Dy menendang
para penculik ini, tapi matanya ditutup.
Ntah sudah berapa langkah berjalan
tiba-tiba tubuhnya di dorong masuk.
Terdengar suara pintu dikunci dan
tubuhnya diangkat dan dilempar ke
Kasur. Bau wangi parfum menusuk
hidungnya. Kemudian borgolnya di
lepas dan satu-satu tangannya di borgol Di realing kepala Ranjang.
Pikiran Dy langsung brontak, terbayang akan terjadi pemerkosaan.
Kakinya langsung menendang sembarangan. Terpaksa badannya diam bergerak karena sebuah badan berada diatas tubuhnya.
Pertama yang di buka penutup matanya, Dy kaget melihat wajah marah menatap nya. Suara Dy langsung tercekat.
Rasa bersalah membuat mulut Dy diam Ketika tangan itu membuka penutup mulutnya dan ciuman garang menyerangnya.
Perasaan marah itu membuat Dy pasrah dilucuti pakaiannya satu persatu.Tidak ada kata-kata yang bisa menghibur Laki-laki itu untuk tidak melanjutkan kemarahannya.
""Aku minta maaf padamu, ini yang terakhir" kata Dy berusaha membuat
Dilan sadar dari amukan asmaranya.
" Aku akan memperkosamu supaya
Kamu mengerti disakiti" sahut Dilan
emosi. Kemudian Dilan melempar
satu persatu pakaian yang berada di
tubuhanya.
" Jangan Kamu lakukan, Kita belum
Menikah. Karena sekali melakukan perbuatan bejat ini akan terus berlanjut tanpa memperdulikan pernikahan".
" Aku tidak perduli, Aku sudah capek
Kamu permainkan. Aku manusia yang
punya perasaan. Sekarang ini seluruh
Dunia sudah tahu Kamu jandanya Jojo
dan Aku adalah pecundang yang ada
diantara kalian" sahut Dilan penuh
emosi.
" Dilan Aku sayank padamu, tapi pikirkanlah dulu, Kita bicara baik-baik".
Tidak ada yang bisa Dy lakukan kecuali menangis. Mendengar isakan tangis Dy yang sedih, hati Dilan luluh.
Badannya terkulai lesu.
" Maafkan Aku sayank...." hanya itu yang bisa Dilan ucapkan. Untung belum terjadi.Dengan kasih Dilan membuka borgolnya satu persatu.
" Trimakasih Sayank.... " kata Dy lembut terus menyusup kedada bidang Dilan.
" Kita harus menikah, tidak bisa
begini terus, Aku bisa mati dimakan cemburu"
Sahut Dilan merengkuh tubuh Dy.
" Ya Kita menikah, Kamu harus ijin kepada Ibumu, Aku juga sudah sah cerai".Kata Dy pelan.
Dy lega karena Dilan mau memaafkannya, atas kebodohannya pergi dari Rumah demi menemui Jojo. Banyak hal yang Dy perbuat tanpa berpikir panjang.
Sekarang Dy sudah berstatus janda, bagi Dilan tidak masalah karena
Dilan tahu pasti, di balik cerita Dy menjadi istri Jojo. Tapi apakah orang lain tahu?
Apalagi kalau melihat dandanan Dy yang sering berpakaian kekurangan kain. Kadang perut kelihatan atau kaki mulus yang terhampar.....
Siapa percaya kalau Dy masih Virgin?Belum lagi kemesraan Jojo pada
Konperensi pers tempo hari. Semua orang akan mengira Mereka adalah Suami istri yang harmonis.
Termasuk Ibunya Dilan yang marah sekali kalau Dilan mau menikah dengan seorang janda. Masalahnya Dilan sudah punya calon istri seorang gadis kampung yang soleha.
" Ibu Kami saling mencintai " kata Dilan di depan Ibunya dengan berlutut.
Hari ini sengaja Dilan menyempatkan
diri pulang ke Kampung, untuk minta restu. Orang tua itu terlihat menahan marah, baginya Dilan sudah berani melawannya semenjak kenal dengan perempuan Kota.
" Jangan menjadi Anak durhaka, Mila
telah menunggumu berbulan-bulan.
Dimana di taruh muka Ibu?, semua keluarganya sudah tahu dan Mila sendiri sangat mencintaimu " kata Ibunya lagi.
" Ibu mengertilah, Saya tidak mencintai
Mila. Tolong Bu, Saya bekerja disana kalau sampai Saya meninggalkan dy
bisa di pecat Ibu" sahut Dilan menakuti
Ibunya.
" Jadikan Mila istri Sah mu dulu, setelah itu Kamu boleh menikah lagi".
Seorang Anak harus berbakti kepada Ibunya, yang mengandungnya 9 bulan
merawatnya tampa pamrih. Kasih Ibu
sepanjang masa, tapi kasih Anak
sepanjang galah. Dilan tidak mengerti
harus berkata apa, otaknya mumet.
Antara cinta dan berbakti kepada
Ibunya. Yang mana harus dia pilih??.
Kalau Dilan bertanya kepada temannya selalu bilang TERSERAH, bukannya memberi solusi .....
GALAU
Kebetulan hari ini Agung, Jelita, fery
dan Dy sedang bertugas.
Mereka menunggu kedatangan Dilan
yang pergi ke Kampung untuk menemui Ibunya.
" Bagaimana kalau Ibunya menolakmu, maklumlah orang biasanya melihat "casing" saja" kata Jelita.
" Kalian jangan mengalihkan pembicaraan. Mengapa kalian kemarin menodongkan pistol kepada Anak Beck quay. Apa kalian minta dicabut kukunya satu persatu" kata Dy sambil menaikkan Kakinya ke Meja.
" Maaf Tuan putri, yang memerintahkan
Kami menculik Tuan putri adalah Pangeran yang diamuk cemburu, melihat Tuan putri di cium oleh Aktor tampan dari Negeri seberang" sahut Fery cekikikan.
"Tuan putri, Aku siap menjadi istri Aktor tampan itu" kata Jelita genit.
" Ngomong lagi sekali!!, belum pernah merasakan timah panas ". Samber Agung membuat Jelita tertawa.
" Cemburu ni ye, makanya cepat di lamar" Kata Dy.
" Anak-anak makan dulu" teriakan Bi Minah terdengar nyaring.
" Ya Bi sekarang Kita turun " sahut Dy.
" Kalian makan dulu Aku menunggu
disini. Kita gantian " kata Dy duduk di
belakang Laptop.
" Kami makan dulu, salam untuk pangeran seberang " kata Jelita membuat Agung melotot. Dy cuma cekikikan.
Wajah cantik dengan kekayaan yang melimpah belum tentu membuat Dy
hidup berbahagia. Dy menarik nafas
panjang memikirkan masa depannya.
Suara ponsel Dy berdering.
" Hallo...".
" Sayang Aku menonton konprensi pers Mu kemarin " suara Aby terdengar di seberang sana.
"Trimakasih Aby, sekarang Aku sudah
cerai dengan Jojo. Aku sudah bebas".
" Berarti Aku bisa masuk ke hatimu?".
"Aby Aku nanti minta tolong untuk
melanjutkan pelajaran tentang Hotel".
Dy berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Oke, Aku siap membantumu".
" Aby....
Dy tidak bisa melanjutkan ucapannya
karena ponselnya sudah berpindah
tangan ke tangan Dilan. Dari tadi Dilan
sudah berada di belakangnya, sambil
memperhatikan tingkah Dy yang selalu
membuat Dilan kesal.
Seharusnya Dy tegas kepada mantan-mantannya yang selalu mencari kesempatan untuk kembali.
" Dilan...Aku tidak ada bicara apa-apa sama Aby, cuma minta tolong untuk
mengajari Aku tentang Management
Hotel. Rencananya .....".
Mulut Dy langsung terkunci ketika Dilan membuka ponselnya dan mematahkan Kartunya.
Dy cuma bisa diam tidak berani protes. Sepertinya semua salah dimata Dilan, Aku harus bagaimana?? Bathin Dy.
Kemudian tangan Dy langsung di tarik kasar menuju Kamar Dilan.
Rasa cemburu Dilan dilampiaskan
dengan cara yang sangat romantis...
Dilan mulai memeluk Dy dengan rasa rindu, kemudian Bibir Dilan menyapu lembut bibir ranum Dy, permainan asmara itu berlanjut mesra dalam untaian kata cinta dari keduanya dalam batas yang Wajar.....
*******