I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
JODOH DILAN



Bab.62.


Dilan memandang Dy dengan perasaan rindu yang sangat.


" Kamu mau lari kemana ", kata Dilan


memeluk Dy.


Dy tidak menjawab matanya jelalatan melihat ruangan Tamu menjadi ruang kerja yang sangat Chic.


" Yank, kapan Kamu merubah ini semua?". Tanya Dy kagum.


" Pada saat Kamu berada di pelukan Jojo".Sahut Dilan tersenyum.


" Aku salut dengan pemikiranmu yang


dinamis, perubahan ini menandakan


Kamu sangat mencintai XPostOne".


" Aku besar karena Beck, dia adalah Guru sekaligus figur Bapak yang sangat baik, tampa Dy Aku tidak berarti ". Kata Dilan sedih.


" Kita semua kehilangan Beck ".


Sahut Dy matanya mulai berkaca-kaca.


"Yank Aku mau turun dulu, mau


telpon Jojo ". Kata Dy lari turun,


Dy baru ingat belum memberi khabar Jojo.


Dy membuka kopernya yang dari kemarin belum tersentuh, mencari Ponselnya.


Setelah ketemu ponselnya, Dy langsung, menghubungi Jojo.


" Hallo...". Terdengar suara Jojo diseberang sana.


" Jojo ni Aku..".


" Beb ..Kamu dimana?, kenapa Kamu


tidak pulang ?".


" Aku sudah di Bali, maaf Aku tidak menghubungimu".


"Kamu tega sekali, Aku akan ke Bali membawa Surat perceraian Kita".


" Aku minta maaf, tapi kalau Kamu ke Bali kasitahu Aku. Kita akan keliling.....".


" Besok Aku ke Bali, Kamu tunggu Aku, Kita akan bersenang-senang ".


" Aku akan menunggumu ".


"Oke...peluk cium untukmu, muach".


"Muach...300 kali".


Dy lalu menutup ponselnya, hatinya senang karena Jojo akan membawa


Surat cerai. Dy akan mengajak Jojo menginap di Uvassa Hotel sekalian promosi.


Dilan mengintip tingkah Dy dan


kembali naik ketempat kerjanya.


Tidak lama Dy juga naik keatas


dan duduk disampingnya Dilan.


Dilan pura-pura Tidak tahu pembicaraan Dy sama Jojo.


Dy mulai mengecup pipi Dilan, mulai bersikap mesra....


Ingatan Dilan kembali ke Beck.


Setiap minta sesuatu Dy akan naik ke pangkuan Beck dan akan mengecup pipi Beck.Sekarang Dy berbuat itu kepada dirinya,


supaya diberi ijin besok pergi dengan


Jojo.


" Yank, besok tidak boleh pergi kemana-mana, karena Kamu harus mengawasi Agent Kita yang ada di Luar Negeri ".


Kata Dilan sebelum Dy minta sesuatu.


" Tapi Aku harus pergi". Sahut Dy.


Raut wajahnya terlihat kecewa.


" Tidak usah pergi, Aku ingin Kamu


selalu ada disisiku. Aku sangat mencintaimu". Kata Dilan melingkar kan tangannya ke badan Dy.


" Jangan merayuku, bukankah Kamu sudah sering di datangi oleh cewekmu".


Sahut Dy mulai mengungkit tentang perkataan Bibi minah.


" Ow...itu Ibuku yang datang bersama


Mila, gadis yang mau di jodohkan sama Aku. Tapi Aku sudah bilang bahwa Aku sudah punya calon istri ".


Kata Dilan melirik Dy.


" Apakah Jodohmu cinta sama Kamu?". Tanya Dy ingin tahu.


" Tidaklah...mana mungkin karena tidak pernah ada cinta di antara


Kami ". Sahut Dilan berusaha membuat Dy percaya.


" Tapi kenapa Mereka sering datang?".


Tanya Dy menyelidik.


" Karena Mila nganterin Ibu ".


" Maksudmu?, Ibu bisa saja datang sendiri, kenapa harus Mila yang nganterin".


" Ibuku tidak tahu jalan ".


" Tapi khan ada Taxi atau ojek Online, maksudku begitu. Aku jadi curiga padamu". Sahut Dy tidak senang.


" Yank, mana Aku mengerti pikiran Ibu.


Aku juga tidak peduli Ibu di antar siapa. Jangan masalah ini membuat Kita berdebat". Kata Dilan berusaha menenangkan Dy.


" No Problem....Sorry Aku sudah ngantuk!!". Kata Dy langsung turun menuju ke Kamarnya.


Dilan membiarkan Dy pergi dengan


kesal, karena pekerjaannya tidak


boleh ditinggalkan. Hatinya juga bingung dengan permintaan Ibunya yang terus menyuruhnya menikah dengan Mila, sedangkan Dy sendiri tidak kunjung memberi sinyal boleh


di lamar.


Malam ini Dy tidak bisa tidur, terlanjur


sudah berjanji dengan Jojo.


Tapi Dilan banyak pekerjaannya,


sebagai Anaknya Beck tentu Dy


harus ikut membantu tugas Dilan.


Padahal Dy ingin mempelajari Management Hotel supaya kedepannya Dy mengerti.


Walaupun ada Wadah yang mengelola Omset dari pendapatan kotor dari usaha di bawah naungan


XPostOne tapi Dy ingin tahu profit


nya berapa dan masuk kemana.


Supaya semua transparan dan bisa


di pertanggung jawabkan.


KEDATANGAN JOJO


Cuaca pagi ini sangat cerah. Bibi membersihkan Ruang keluarga sambil


menggerutu. Bi Minah sudah paham


setiap ada pecahan pot pasti terdakwa


nya Dy, karena dari dulu begitu.


Setiap Beck marah Dy langsung menendang pot Bunga.


Dasar anak manja. Gerutu Bi Minah.


" Selamat pagi Bibi cantik". Sapa Dy sudah berpakaian rapi.


" Hee...mau kemana pagi-pagi sudah


Wangi. Jangan pergi nanti Tuan Dilan marah". Bi Minah langsung nyerocos.


" Bibi sekarang lebih berpihak sama


Dilan, Bibi lebih sayang Dilan daripada


Aku". Protes Dy cemberut.


Bibi Minah seperti Ibunya sendiri, karena dari bayi Dy diasuh Bi Minah. Sampai Bi Minah tidak menikah menguruh Dy sampai sekarang.


" Gimana Bibi sayang padamu, setiap marah mecahin Pot. Sekali-kali jangan


Pot di pecahin, cari benda yang lebih


bermutu sedikit". Sindir Bibi membuat


Dy tertawa.


" Misalnya apa Bi?".


" Tuh..pohon mangga di rubuhin". Sahut Bi Minah tersenyum.


" Dy, Bibi bingung di Rumahmu ini,


mau buka pintu harus isi kode, semua isi kode, maksudmu apa bikin pintu isi


kode?? mau nyapu didepan jadinya


tidak bisa ".


" Bi yang bikin Kode Dilan, Nih...Aku


kasi kertas sama pulpen suruh dia


catat kodenya. Jangan bilang Aku


sudah bangun". Kata Dy tersenyum.


" Yaya...semoga Tuan Dilan sudah


bangun ". Sahut Bi Minah naik kelantai


dua. Dilan masih begadang duduk di


belakang laptop, matanya kelihatan


agak merah. Secangkir kopi terlihat


menemaninya.


" Untung Tuan belum tidur, tolong catat Kode semua pintu supaya Bibi bisa bersih-bersih. Bingung Bibi bekerja kalau terus menunggu Tuan". Kata Bi Minah menghampiri Dilan.


" Sini Bi Saya catat, ini bibi simpan


Jangan dikasi orang lain". Kata Dilan.


" Ya Tuan, Bibi mau simpan". Sahut Bi


Minah. Dilan mencatat kode pintu depan dan pintu gerbang.


" Terimakasih Tuan". Kata Bi Minah


tersenyum. Dy tersenyum lebar setelah Bi Minah memperlihatkan kode pintu. Cepat-cepat Dy keluar, mobilnya masih di halaman gara-gara tadi malam Dy tidak


dikasi keluar.


Pagi ini sangat menyenangkan, Dy dengan santai memacu Mobilnya menuju Bandara. Dy sendiri yang


akan menjemput Jojo.


Akhirnya bisa juga Dilan tertipu.


Kata Dy dalam hati. Suara dari Joel Adam terdengar merdu dari playlist Mobil.


Please Don't Go......


Aku akan pergi Dilan untuk menjemput


Jojo. Bisik Dy dalam hati.


Hanya ini kesempatan terakhir supaya


selesai permasalahannya dengan Jojo.


Jojo akan datang dengan Pesawat


pertama. Mobil meluncur ke tempat


parkir kedatangan, Dy akan sarapan


di Solaria sambil menunggu kedatangan Jojo. Dy memesan nasi goreng Smoked Beet dan es lemon tea. Mata Dy tidak lepas dari orang-orang yang lalu lalang, maklumlah Dy tidak membawa Ponsel, semua alat komukasi sudah Dy letakkan di Kamarnya supaya Dilan melihatnya. Dilan pasti akan marah.


******