
Bab.29
Dengan halus Dy melepaskan pelukan
Jojo. Muka Dy merah menahan malu.
Bisa-bisanya Dy menerima ciuman Jojo
yang garang.
Masalahnya Jojo hanya suami bohongan.
" Kamu marah dicium Suamimu". Tanya
Jojo menatap Dy.
" Kamu suami bohongan, mana boleh menciumku". Sahut Dy menunduk.
" Aku suami Sah mu yang sangat mencintaimu. Aku medambakan Cintamu". Bisik Jojo kembali memeluk Dy.
" Ya udah...ntar telat, Kamu ke Orchad
ingat itu". Sahut Dy berkelit ketika wajah
Jojo menyusup ke lehernya.
" Cepat Kamu ganti pakaian, Suamimu menunggumu". Kata Jojo melepaskan pelukannya.
" Katamu Aku tidak ikut". Sahut Dy menjauh dari Jojo.
" Istri harus ikut kemana Suami pergi,
supaya istri tidak berselingkuh di Rumah". Kata Jojo duduk di Sofa.
" Kamu keluar Aku akan ganti baju".
" Tidak, Aku akan disini melihat Kamu
ganti baju. Ingat Kita suami istri".
" Oke...asal Kamu jaga sikap. Sejengkal
Kamu melangkah Aku akan menendangmu". Sahut Dy. Mulai membuka bajunya, mata
Dy awas memandang Jojo.
Mendapat tontonan gratis dada Jojo menjadi berdebar. Seluruh sendi tubuhnya terasa lemas. Darahnya mengalir deras, memacu asrat. Ini namanya boleh di pandang, tapi tidak boleh di nikmati.
" Beb... ganti bajumu, pakai baju yang lain.
Aku lebih senang kalau Kamu memakai
yang merah". Kata Jojo tersenyum penuh
arti. Dy sudah tahu akal-akalan Jojo supaya Jojo terus bisa memandang tubuhnya.
" Jojo..Aku sudah capek, ini yang terakhir.
Aku tidak mau ganti lagi". Sahut Dy.
" Oke, Aku mengganti pakaian juga, supaya Kita serasi". Kata Jojo melesat ke Kamarnya. Nafasnya tidak teratur.
lekuk tubuh Dy terus membayang di otak Jojo.
Outfit Dy terdiri dari Dress merah mini
dari bahan polyester yang elastis dengan sepatu boots selutut.
Serta mini tas warna hitam dari CK.
Rambutnya tergerai indah.
Dipangkal pahanya tertempel Holster
dengan Revolver. Tentu saja jam tangan Agent masih melingkar di pergelangan tangan Dy.
"Beb...Kamu menjadi Model saja, Kita
bisa setiap hari sama-sama". Kata Jojo memandang Dy dari samping.
" Aku tidak punya body language yang
bisa di jual ". Sahut Dy tanpa menoleh.
" Siapa bilang, Kamu fashionable banget,
Aku yakin tidak menunggu waktu lama
Kamu bisa menembus Market ".
Kata Jojo terus memperhatikan Dy yang
lagi menyetir. Mereka sudah masuk ke kawasan Orchad Road.
" Aku cukup menjadi istrimu saja, tidak
usah yang lain". Sahut Dy sekenanya.
Senyuman Jojo mengembang mendengar kata-kata Dy.
Ini perlu di catat. Dy sudah mengakui Aku adalah Suaminya. Bhatin Jojo.
ENDORSER .
Seorang crew cepat lari membawa payung untuk Jojo dan Dy.
Hujan salah musim turun mendadak di antara panasnya Matahari.
Dy berusaha mengambil alih posisi Jojo supaya Jojo tidak basah.
" Aku tidak apa-apa lindungi dirimu". Bisik Jojo mengambil payung dan memayungi Dy. Mereka berjalan berdempetan, kesempatan itu dipakai Jojo untuk melingkarkan tangannya di pinggang Dy.
Tidak ada 15menit hujan sudah hilang dan kembali panas.
Manager Jojo datang menghampiri Mereka, dengan senyum lebar.
" Kita akan langsung kedalam Butik". Kata
Mr Lee mengajak Jojo dan Dy masuk ke sebuah Butik.
Seorang fashion Stylish sudah menunggu kedatangan Jojo.
Wartawan berseliweran mencari kesempatan supaya bisa mengobrol dengan Jojo.
Dy duluan pasang badan melindungi Jojo dan mengajak ke ruangan yang sudah disiapkan.
Siang menuju Sore, Dy dengan sabar menunggu Jojo.
Dy merasa bersyukur tidak menjadi istri beneran, seandainya beneran Dy bisa mati berdiri melihat Cewek-cewek itu sangat agresif.
Ada satu Cewek yang sangat menarik perhatian. Orangnya cantik dan sangat berani.
Sebagai Fans berat, gadis itu merasa jeles kepada Dy yang duduk tidak jauh dari Mereka.
Dari tatapan mata Jojo, Dy tahu bahwa Jojo tertarik dengan gadis itu.
Dy pura-pura cuek.
" Bagaimana keadaan Nona pasca menikah dengan Jojo". Tanya Mr Lee duduk di depan Dy.
Segelas Juss di sodorkan kepada Dy.
" Trimakasih Mr . Sahut Dy mengambil Juss.
" Anda tahu sendiri, begitulah....". Sambung Dy tersenyum tipis.
" Fans Jojo begitu banyak dan cantik-cantik, tapi Jojo tetap memilih Nona. Seharusnya Anda bisa menilai betapa Cintanya Jojo dengan Anda". Kata Mr Lee berharap Dy tergerak hatinya.
" Jojo akan dapat pasangan yang lebih dari Saya. Saya berdoa supaya Jojo kedepannya mendapatkan yang terbaik".
Ucap Dy memandang Jojo yang sibuk dengan Fans nya.
Terdengar tarikkan nafas berat dari Mr Lee. Pasti Mr Lee sangat mengkhawatirkan Jojo, masalah Jojo adalah masalah Dia juga.
Karena Jojo adalah Bank berjalan bagi Mr Lee.
Hari ini pekerjaan Jojo sudah selesai, Dy sudah mau beranjak pergi, ketika gadis itu kembali mendekati Jojo.
Tidak malu minta di Kiss.
Dy berpaling saat Jojo meladenin gadis itu. Mata Jojo mengerling mencari raut cemburu dari wajah Dy.
Tidak ada tanda apapun di wajah Dy, wajah
itu datar dengan emosi yang terkendali.
Seandainya Jojo adalah Dilan kemungkinan besar Revolver Dy sudah menyalak.
Ingat Dilan hati Dy merasa rindu.
Rasa sepi menggelayuti sanubarinya.
Rindu kepada Beck dan Rindu kepada Dilan. Rasa sakit yang di timbulkan oleh Aby membuat Dy sekarang agak sensitif dan cepat merasa curiga.
Setelah cukup lama menunggu akhirma
selesai juga pekerjaan Jojo.
Sebelum Jojo kembali ke sisi Dy, mata
Dy menangkap terjadi komunikasi mesra
antara Jojo dan Lilyan.
Sungguh Dy tidak perduli dan sengaja
membiarkan apa yang terjadi.
" Beb..Kamu tidak ingin mampir kemana,
atau Kita beli makan untuk Dinner?".
Tanya Jojo ketika Mereka sudah menyusuri Jalan pulang. Hati Jojo campur aduk
melihat Dy bersikap dingin.
" Aku sudah kenyang". Sahut Dy pendek.
Tadi memang sudah makan di Butik, Mr Lee yang menjamu.
" Beb, Kamu marah Aku dekat sama Lilyan. Dia itu fans beratku". Kata Jojo berusaha mencairkan suasana kaku di antara Mereka.
" Aku tidak marah, kalau itu membuat Kamu senang". Sahut Dy tenang, pikirannya ke Dilan.
Dy tidak mau kejadian seperti Aby terulang. Harus ada komunikasi.
Mungkin Dy harus berdamai dengan hatinya
untuk memulai dari awal. Walaupun nanti
Dilan bersikap dingin atau mengabaikan
dirinya, yang penting Dy sudah memberi
sinyal damai. dan Dy mengharapkan Dilan
kembali menghubunginya.
" Beb nanti malam Aku mungkin akan
ke Rumah Mamaku. Kamu tidak usah
ikut, istirahatlah, Aku kasihan kepadamu.
Bisa juga Aku menginap". Kata Jojo
menatap Dy dari samping.
Dy tidak menjawab.
" Beb...Kamu kenapa, jawab donk! apakah
Kamu cemburu?".
" Aku tidak cemburu ". sahut Dy pendek
membuat Jojo kecewa.
Mobil masuk ke Basement dengan mulus.
Dy mendahului berjalan menuju Kondo,
meninggalkan Jojo yang setengah berlari.
Tapi Jojo yakin Dy marah karena tadi
Lilyan begitu mesra dengannya.
Untuk menundukkan Dy sangatlah sulit, tidak cukup dengan harta atau tampang ganteng
perlu adanya ikatan emosional.
*********