
Bab.52.
Menyoal kehidupan Gama membuat
dada Beck terasa nyesek. Dulu sebelum Admesh punya rencana membongkar
kebusukan Burhan, Beck sudah memperingatkan Admesh akan terjadi perubahan
Karakter dari Gama setelah dia tahu
bahwa dirinya adalah anak Burhan.
Apalagi Gama sangat membenci Burhan.
" Gama sudah menjadi Residivis,
kasihan hidupnya. Semua hancur gara-gara Burhan". Sahut Beck.
"Pantas Gama kucel gitu, Aku kasihan
sama Gama. Siapa yang menempati
Rumah Ibu Ida?". Tanya Dy lagi.
" Gama, Aby dan istrinya". Samber Dilan cepet. Kata istri sengaja di perjelas supaya di dengar. Mata Dy langsung memandang Dilan.
" Boss apa perlu Dy menjadi umpan kembali, mengingat target telah tersapu bersih. Bisa saja musuh yang sebenarnya adalah pengawal Mr Chaow". Kata Dilan.
" Tunggu.... Aku mengerti sekarang.
Mr Chaow kabur dan banyak musuh
yang memburunya, akhirnya Mereka mempergunakan Dy untuk memunculkan Mr Chaow dengan cara mengirimkan
hadiah, setelah Kita yakin bahwa
Mr Chaow memberi hadiah kepada Dy
kita juga lalu memunculkan Dy karena
Ingin menangkap Mr Chaow.
Setelah Dy muncul ada pihak yang mencari kesempatan saat ini.
Akhirnya Dy mau di habisi". Jelas
Beck.
" Boss Saya setuju dengan agurment
nya, tapi di antara Mereka siapa mau menghabisin Dy, karena Mr Chaow
belum muncul. Orang yang mau
menghabisi Dy pasti orang ketiga,
yang Tidak menginginkan Dy muncul".
Kata Dilan.
"Untuk sementara Dy tinggal di Rumah, Aku mau mengurus ke jadian tadi, supaya jelas kelompok mana yang berani berurusan dengan Beck".
Kata Beck berdiri.
" Saya ikut Boss?" Tanya Dilan berdiri.
" Ngapain ikut, Aku baru datang". Sahut Dy melotot.
" Temani Dy, Aku sama Agung saja". Sahut Beck pendek terus keluar menuju garasi.
Sehabis kepergian Beck, Dy mengganti Pakaiannya dengan Swimsuit. Sore ini Dy mau berenang, mumpung kemarin sudah chemical kolam renang.
Sebelum berenang Dy ke tempat nge gym dulu dan pusp up 50 kali.
Dilan juga sudah mengganti celananya, saat ini Dilan tidak memakai baju.
Dadanya yang bidang dengan bulu-bulu halus di dadanya membuat Dy gemes. Dilan mengimbangi Push up 100 kali. Keringat sudah bercucuran ketika Mereka melanjutkan dengan mengangkat Dumbbell.
" Yank Kita lomba berenang, yang menang tidak boleh mencium yang kalah".
Kata Dy senang, karena Dy tahu Dilan
Jago renang pasti akan terus menang.
" Oke...Aku akan terus menang". Sahut Dilan tersenyum.
Umurmu baru 21 tahun sayank, mana bisa licik dengan umur 26 tahun. Bisik Dilan dalam hati.
" Yank...1.2.3 mulai.... Mereka mulai
berenang. Berenang perdana Dilan
menang dengan tertawa ngakak Dy
meledek Dilan.
" Ayo Tuan Dilan Kita mulai lagi ".
Kata Dy di antara deru nafasnya.
Dy kaget lomba ke 2, Dilan ketinggalan, Dy langsung naik keatas duduk di Pinggir Kolam dengan mulut manyun. Pasti ini akal-akalan Dilan. pikirnya.
"Yank kalah dapat hadiah ". Kata Dilan
Duduk disamping Dy.
" Hee nanti dulu, tadi Aku bilang kalau
kalah 3 kali, ini baru sekali. Lagi 2 kali
belum, ayo Kita lomba lagi". Kilah Dy
tidak kalah cerdik.
" Okee..Kita mulai...1.2.3 ". Dy nyemplung dan bergerak pelan sedangkan Dilan diam di tempat, setelah Dy mau sampai Dilan baru bergerak. Kembali mulut Dy manyun duduk di pinggir kolam. Dy merasa Dilan curang.
" Yank Kamu curang, tidak mungkin kamu kalah, Kamu hebat berenangnya". Kata Dy.
Dilan pura-pura acuh.
" Aku sudah malas ngelanjutin lagi,
Aku tahu Kamu curang. Karena Aku
gugur berarti tidak ada hadiah". Kata Dy tertawa. Belum selesai tertawanya Dilan sudah memeluknya dan menciumnya
dengan ganas. Asmara mengalir di
tepi kolam membuat sepi menjadi berarti.
" Aku sangat mencintaimu". Bisik Dilan di kuping Dy membuat Dy menggelinjang geli.
" Kamu mau khan menjadi istriku?".
Dy cuma tersenyum, bagaimana Dy
mau menerima Dilan yang seluruh hidupnya di serahkan untuk tugas.
Intelijen kalau sudah menikah".
Kata Dy menatap Dilan.
" Lebih baik berhenti, Kamu mengurus
anak di Rumah, Aku yang tugas". Sahut Dilan membuat Dy termenung.
" Yank..Aku mau menerima tugas baru, Bosan di rumah". Sahut Dy. Raut
Mukanya sedih. Ada rasa kecewa
didalam nada suaranya.
"Lagi 2 hari Kamu akan ke Singapore
menemui suamimu dan Keluarga
Tirinya Jojo. Mama Jojo meminta
supaya Kamu menyatakan bahwa
Jojo yang menceraikamu ".
" Kepada siapa Aku bicara begitu?".
Tanya Dy.
" Kepada pengadilannya, nanti akan
ada keluarga Tiri Jojo".
" Kenapa bisa ribet begitu, itu bisa di
wakilkan oleh pengacaraku". Sahut Dy
Kurang senang kalau pergi ke Singapore.
" Karena ini permintaan dari keluarga
Tirinya. Sampai Kamu berhalangan atau tidak datang Waris yang sudah menjadi MilikJojo bisa diambil kembali ". Jelas Dilan.
" Aku tahu siapa yang mau membunuh Aku. Keluarga tiri Jojo. Dari cerita mu Aku tidak diharapkan datang oleh keluarga tiri Jojo. Berarti Aku target Mereka ". Sahut Dy.
Dilan baru "ngeh", kemudian Dy menceritakan banyak kejadian yang mengerikan hampir merenggut Jiwanya.
" Aku akan mengantarmu". Sahut Dilan.
" Aku akan bicara masalah ini dengan Beck, sepertinya Jojo berbuat baik selama ini denganmu hanya karena hartanya. Kalau Dy memang mencintaimu Dia tidak mau mengambil hartanya demi melindungimu". Kata Dilan geram.
" Tapi Kamu khan di butuhkan disini?,
Kata Beck tahun depan Kamu akan di tarik ke Jakarta untuk menggantikan Beck". Sahut Dy sedih.
" Kalau bisa Aku maunya tetap tugas disini dan Kantor pusatnya di kelola
disini. Aku eman kalau meninggalkan
tugas, jiwaku sudah menyatu dengan
XPostOne". Kata Dilan mantap.
" Aku tidak akan nikah dan terus mengambil tugas sampai tuaa". Suara
Dy kedengaran kesal.
" Kenapa Kamu Sayank, Kita akan
menikah dan punya Anak".
" Tidak usah nikah dan tidak usah Kamu menjadi bayanganku, Aku akan minta tugas di daerah komplik".
Sahut Dy geram.
Dilan diam berusaha memeluk Dy, tapi
Dy menepisnya dan berdiri untuk mandi. Pembicaraan tidak berbobot. Gerutu Dy.
Dilan tidak merasa omongannya ada yang salah. Tapi Dilan diam saja, dan terus mengikuti Dy.
"Tidak usah mengikutiku, Aku mau mandi".
Kata Dy menutup pintu Kamar.
" Aku mencari baju ganti". Sahut Dilan mau masuk Kamar.
Dy langsung mengambil piyama untuk Dilan.
" Nih..bajunya". Kata Dy memberi Piyama.
" Pakaian biasa Aku mau ke Markas". Sahut Dilan pura-pura serius.
" Ke markas? masuk saja pilih sendiri, masalahnya Aku mau mandi". Sahut Dy menutupi perasaannya.
Bagaimana kalau sampai Dilan ke Markas?, Aku sendiri sepi. Pikirnya.
Dilan masuk kekamar menuju Almari.
Terpaksa Dia mengambil pakaian
padahal Dilan ingin dilarang ke Markas,
Dy rupanya acuh malah masuk kamar mandi. Dilan jadi serba salah.
Dilan tersenyum setelah mau membuka pintu kamar, ternyata pintu sudah dikunci.
Dy ternyata licik.
Dy keluar dari Kamar mandi sudah me
makai Lingerie.
" Oohh..terkunci ya, Aku tidak sengaja.
Mandi saja didalam, Aku sebentar mau
Dinner di luar sekalian ke Bar".
Dilan tidak merespon ucapan Dy, kalau mau ke Bar ngapain pakai Lingerie, tunggu.
Aku habis mandi.
Keluar dari Kamar mandi bau badan Dilan sudah segar, karena Dilan mencoba
Memakai Eau de cologne dari Chanel.
Dy memalingkan mukanya ketika Dilan cuma memakai CD saja. Seluruh otot badannya terlihat jelas.
Tanpa babibu tangan kekar Dilan sudah melingkar di pinggang Dy dan satu kali hentakan tubuh Dy sudah berada di gendongan Dilan. Untuk selanjutnya tidak
ada sandiwara yang perlu di tampilkan karena kebutuhan asmara lebih menggoda.
******
.