
Ba. 31
Seorang Super Star yang sedang naik
daun akhirnya jatuh juga ke pelukan
"Ina-ina".
Dengan lembut Lilyan membuka pakaian
Jojo satu persatu.
Pikiran Jojo berkecamuk, antara asrat
dan rasa bersalah kepada Dy.
Lama Jojo termangu memandang Lilyan
yang cuma mengenakan Lingerie warna
hitam. Kulit Lilyan yang putih tersembu menantang gairah kelelakian Jojo.
Akhirnya nafsu lebih berkuasa dari akal
sehat.
Dy memalingkan wajahnya ketika adegan "Syur" antara Jojo dan Lilyan berlangsung.
Semua adegan itu akan terekam di GSM nya. Ada perasaan bersalah ketika Dy membuat Rekaman.
Tapi apa boleh buat, hanya itu yang bisa Dy lakukan.
Dy lebih memilih keluar duduk di Sofa dengan segelas Sake.
Kesepian jiwanya membuat Dy semakin larut dalam kesedihan.
Dy menselonjorkan kakinya, mencoba
melemaskan otot-ototnya.
Segelas Sake tidak membuat Dy On, butuh bergelas-gelas Sake.
Dan badannya ambruk di Sofa panjang dengan kaki menjuntai.
Bayangan itu datang dari Balcon mendekati tubuh Dy yang lemah.
Kemudian mengangkat tubuh itu ke Kamar. Serta Membaringkannya dengan lembut di Ranjang.
Dilan mengambil tissue basah mengelap muka dan telapak kaki Dy.
Kemudian dia mengunci pintu kamar, serta memeriksa GSM sensor.
Jojo masih berada di tempat Lilyan.
Kedatangannya kembali ke Singapora,
atas perintah Beck yang khawatir dengan kehidupan Dy yang mulai mabu-mabukan
Dilan merasa bersalah karena
meninggalkan Dy seorang diri di Singapore.
Rasa cemburunya berkembang ketika
Dy memilih Jojo.
Terpaksa tadi pagi dengan memberanikan diri Dilan menelepon Beack.
" Maaf Boss, Saya mohon ijin untuk menengok Dy, karena akhir-akhir ini kehidupan Dy sudah labil. Dy selalu
berteman dengan Alkohol, Saya takut
nanti Dy bertambah tidak terkendali".
Kata Dilan lewat telepon kepada Beck.
" Mengapa Kamu tinggalin Dy, tugasmu menjadi bayangan Dy, tidak ada alasan
untuk meninggalkannya". Sahut Beck, suaranya meninggi. Ada kekhawatiran
dalam hatinya.
" Maaf Saya Boss, karena tugas sudah selesai dan Dy sekarang hanya menjadi seorang istri, sehingga Dy tidak memerlukan Saya lagi".
Jelas Dilan takut-takut.
" Aku bilang tidak ada alasan, Dy anakku.
Sampai Dy mengalami sesuatu Kamu tumbalnya". Dilan hanya bisa diam mendengar kemarahan Beck.
Untung belum seminggu Dilan pergi,
masa sewa Kondo juga masih tersisa.
Jadi Dilan tinggal melanjutkan lagi.
" Siaapp Boss, Saya akan ke Singapore
Sore ini, tolong Tiket pesawat online nya".
Sahut Dilan cepat.
TIDUR BERDUA.
Malam semakin larut, tidak ada tanda-tanda Jojo akan pulang.
Sebagai seorang Intelijen Dilan merasa hubungan suami istri antara Jojo dan Dy pasti bermasalah, kalau tidak begitu mana mungkin Dy tega merekam kegiatan Suaminya.
Akhirnya Dilan mentransfer rekaman sensor ke flashdisk, setelah itu mematikan semua sensor dan Kemudian mengambil CCTV agent yang Dia pasang di Kamar Dy.
Rasa kemanusian Dilan masih tinggi sehingga Dia tidak menghubungi reporter untuk melakukan peliputan berita (news gathering) kepada Jojo.
Dilan harus tahu sampai dimana hubungan Dy sebagai seorang istri, apakah Dy ingin lanjut atau cerai setelah ada rekaman dari Sensor.
Semoga masalah ini ada solusinya Dy bisa cerai.
Rasa marah karena Dy di selingkuhi membuat Dilan menggertakan giginya.
Kamu salah memilih suami, mudah-mudahan dengan adanya musibah ini Jojo akan menceraikanmu. Bisik Dilan dalam hati.
Kemudian Dilan naik kepembaringan dan tidur disisi Dy.
Badannya yang kekar memeluk Dy dalam dekapannya.
Rindunya yang membludak membuat Dilan mendaratkan ciuman lembut dipipi, di kening dan terakhir di bibir Dy.
Kalau mau mengikuti asrat Dilan ingin menggumuli Dy sampai pagi.
Dilan menutup matanya berusaha tidur...
PAGI MENJELANG
Suara ketukan pintu membuat Dy membuka matanya.
Dy sangat kaget melihat Dilan memeluknya. Pelan-pelan Dy turun dari tempat tidur.
" Beb...Kamu tidak kenapa?". Tanya Jojo dari luar kamar. Jojo khawatir karena melihat ada botol Sake diatas meja.
Jojo baru saja pulang dari Lilyan.
" Tidak usah khawatir Aku baik-baik saja, tolong jangan ganggu Aku ". Teriak Dy membuat Jojo menyeret kakinya menuju Kamarnya.
Badannya sangat capek, tenaganya terasa terkuras semalaman meladeni Lilyan. Ada rasa penyesalan yang sangat telah mengkhianati Dy.
Walaupun Dy tidak mau meladeninya sebagai seorang istri, tidak berarti Jojo dengan seenaknya tidur dengan wanita lain. Bisa saja besok atau lusa Dy mau meladeninya, nasi telah menjadi bubur.
Jojo melempar badannya ke Ranjang dan mulai merangkai mimpi.
Perasaan Dy bercampur ketika melihat Dilan. Ingin rasanya Dy kembali naik ke Ranjang dan menyusup di pelukan Dilan, namun Dy harus mandi karena bau Sake menyebar di badannya.
Apalagi sekarang kepalanya masih terasa pening.
Dilan membuka matanya dan memergoki Dy menatap dirinya.
" Yank kenapa disitu, mari tidur lagi...". Kata Dilan pelan sambil mengedipkan matanya sebelah.
" Aku mau mandi..". Sahut Dy gugup...
Cepat-cepat menuju kamar mandi.
Tidak bisa di pungkiri lagi perasaan Dy yang sangat gembira mendapati sosok Dilan ada disini.
Selesai mandi Dy menghampiri Dilan yang masih memeluk bantal.
" Dilan udah pagi, Kamu bangun donk nanti ketahuan ". Kata Dy pelan.
Dilan cuma menggeliat sedikit, matanya yang tajam menatap Dy yang tersipu malu.
" Panggil Aku sayank baru Aku mau bangun, kalau tidak Aku akan tetap disini sampai Jojo memergoki Kita". Sahut Dilan memejamkan matanya.
" Jangan aneh-aneh deh, keadaan sudah darurat Aku takut Jojo kesini".
" Biarin, bagus lagi supaya Jojo tahu bahwa istrinya punya selingkuhan".
" Yank..jangan bikin Aku menggigitmu ". Akhir nya Dy melempar tubuhnya ke badan Dilan.
Serangan Dy membuat Dilan bergairah.
Mereka sudah tidak ingat apapun, rasa rindu yang mendalam membuat Dilan membuat jejak cinta di tubuh Dy.
" Aku sangat merindukanmu". Bisik Dy lirih.
" Aku juga sangat mencintaimu, Kamu adalah hidupku". Dilan balik berbisik.
" Kapan Kamu datang ". Tanya Dy menyusup di dada Dilan yang bidang.
" Tadi malam ". Sahut Dilan melompat dari tempat tidur.
Ponselnya berbunyi...
Suara Beck terdengar di seberang sana.
Dilan langsung menempelkan telunjuknya dibibir, memberi isyarat supaya Dy diam.
Tangan kirinya menyelimuti Dy yang pura-pura tidur.
" Pagi Boss...Saya sudah sampai di Singapore, saat ini Dy dalam keadaan masih lemah, karena terlalu banyak minum". Jelas Dilan berbohong.
Beck langsung menyalakan Vidio.
Dilan cepat mengarahkan kameranya ke sosok Dy.
" Minum apa Dy?". Tanya Beck khawatir.
" Beberapa gelas Sake, mungkin juga Dy jarang makan. Karena badan Dy kelihatan kurang terurus". Sahut Dilan meyakinkan Beck.
" Ambil tindakan selanjutnya". Perintah Beck.
" Siaap Boss". Sahut Dilan menutup ponselnya.
Dilan menarik selimut Dy dan Mereka kembali bergumul.
" Yank Aku akan ke Kondo sebelah, sebelum Jojo bangun". Bisik Dilan turun dari tempat tidur. Asratnya sudah memuncak takut ke blabasan.
Dy juga mengimbangi gairahnya.
Mau tidak mau Dilan harus mengalah. Demi keamanan...
" Aku kesana ya?". Sahut Dy manja.
" Jangan!!, Kamu urus dulu Jojo setelah itu Kita pikirkan tindakan selanjutnya".
Kata Dilan lalu mengambil semua rekaman yang Dia simpan kemarin.
Dy terpaksa melepas Dilan dengan terpaksa.
******(*