I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
HAMIL



Bab.83.


Dilan sangat bernafsu untuk kembali


merajut kasih dengan Dy.


Ke galauan hatinya yang panjang seakan menyisakan ke khawatiran.


Walaupum cinta Dy sedalam lautan


Mati, tapi Dilan tetap was-was akan


Sifat Dy yang cenderung ceroboh.


Seperti saat ini Dilan sudah tidur


disamping Dy berusaha mengambil


Hati nya, merayunya dengan sangat


tapi ketika ponsel Dy berdering dan


yang menelepon adalah Aby seketika


Dy bisa tertawa riang tanpa memperdulikan dirinya.


Malah sengaja Dy mengumbar kemesraan dengan Aby yang jelas-jelas pernah menyakitinya.


Kesabaran Dilan sudah diambang


batas, sekali tentang ponsel Dy sudah


terlempar ke tembok dan hancur


berantakan.


":Dilan apa maksudmu?!," teriak Dy


dengan mata melotot.


" Aku yang bertanya padamu, apa


maksudmu bermesraan dengan Aby.


Kamu menyakiti hatiku," sahut Dilan


tidak kalah sengit.


" Intropeksi diri siapa yang menyakiti


siapa," kata Dy ketus.


" Aku nikah bukan karena kehendakku


tapi karena terpaksa untuk melindungi


Ibu, demi baktiku kepada orang Tua.


Sedangkan Aby, dia menikah karena


senang, karena ingin menyelingkuhimu


dan tidak setia," Dilan membela diri.


" Apapun alasanmu aku tidak perduli, kita mencari jalan masing-masing,"


Sahut Dy dengan air mata berlinang.


" Ingat Kita telah melakukan hubungan


Suami istri, seharusnya Kita tidak boleh berpisah," kata Dilan suaranya


tersendat.


Dy diam ketika Dilan menyatakan itu.


Ada perasaan khawatir menyelimuti


dirinya. Baginya kehormatannya hanya


untuk satu orang, yaitu suaminya.


Dy sangat menjujung tinggi tradisi itu.


Dirinya sangat menyesal keputusannya Yang ceroboh waktu menyerahkan Kehormatannya kepada Dilan, begitu gampangnya.


" Kita pisah, Aku tidak mau menjadi duri dalam daging. Pretise ku turun


kalau sampai punya predikat pelakor.


Kuharap Kamu menghormati keputusanku, beri Aku kebebasan


untuk memilih calon suami,"


" Pikiranmu picik. Kalau memang


Itu keputusanmu Aku akan mengabulkannya. Tapi maaf Aku akan tetap buka Kantor disini,"


Sahut Dilan merasa hancur.


" Untuk sementara waktu Kamu boleh


buka kantor disini, tapi setelah Aku


menikah Kamu harus pindah,"


Kata Dy mantap.


Dilan tidak menyahut dan tidak ada


yang perlu di perdebatkan lagi.


Dengan hati luluh lantak Dilan berdiri


berusaha tenang dan mengayunkan


langkahnya keluar.


Dilan menuju ke tempat nge gym.


Pelampiasan kemarahan Dilan adalah Samsak yang tidak bersalah.


Bibi gemetar mengintip Dilan yang


mengamuk, dengan cepat Bibi naik


menemui Agung.


" Tuan Dilan mengamuk," kata Bibi


memberitahu Agung dan Fery.


" Dimana Bi?," sahut Agung berdiri.


" Ditempat olah raga...". Agung dan Fery cepat turun dari tangga dan berlari ke tempat nge gym.


" Boss!! nyebut...astaga," teriak Fery


memeluk Dilan yang menghancurkan


Samsak. Tangan Dilan kelihatan


membengkak merah.


" Tenang Boss, apapun yang terjadi


jangan menyiksa diri. Kita disini untuk


Boss....," kata Agung berusaha memegang Dilan yang kalap.


Dengan susah payah Agung dan Fery berhasil menenangkan Dilan.


Badan Dilan yang tinggi besar, dengan tenaga yang luar biasa, membuat Mereka berdua ngos-ngosan.


" Nyebut Tuan..." kata Bibi sedih, sambil menyodorkan air putih.


" Minum dulu Boss," kata Agung.


Dilan berusaha menenangkan dirinya


Air matanya menggenang.


Fery menyelinap masuk ke Kamar Dy.


Teriakannya menggema ketika melihat


Badan Dy tergeletak di lantai.


Tentu saja Agung dan Dilan lari ke kamar.


" Sayank!!," teriak Dilan merangkul tubuh Dy yang lemas.


Dilan mrmbaringkan tubuh Dy di Ranjang.


" Mungkin karena Non Dy jarang makan, sehingga begini," Kata Bibi


menangis.


Dilan berusaha menyadarkan Dy dengan pernafasan, tapi tidak berhasil.


" Aku takut kalau Dy mengambil racun


Sianida di filling cabinet," kata Dilan


kepada Agung.


" Jangan sampai, mungkin karena belum makan," sahut Agung.


Dokter Heru datang dengan tergesa-gera.


Ini Dokter nya XPostOne.


" Siang Dok...," sapa Dilan mempersilahkan Dokter Heru memeriksa Dy.


"Silahkan keluar dulu semuanya


kecuali Bibi," kata Dokter Heru sopan.


Dokter Heru mulai memeriksa tekanan darah Dy dan detak jantungnya. Dy mulai sadar, wajahnya kelihatan pucat.


" Non..ini Bibi," kata Bibi senang melihat Dy membuka matanya.


" Aku pusing, mual sekali," kata Dy


lirih.


" Non...apa Anda telat datang bulan?".


Tanya Dokter Heru menatap mata Dy.


" Aku tidak tahu, emangnya7ttd kenapa?".


" Nona bisa sekarang bangun dan ke Toilet?," tanya Dokter Heru.


" Aku berusaha," sahut Dy berusaha


bangun. Dr Heru menyangga tubuh Dy.


" Dok...Saya panggil suaminya dulu," kata Bibi cepat. Perasaan Bibi tidak enak ketika Dokter menanyakan Jadwal mentruasi Dy.


Dy tidak mengerti apa maksud Bibi


" Tuan Dilan Saya lancang, tolong temani


Non Dy ke Kamar mandi.


Katakan Tuan suami dari Non Dy,"


Kata Bibi cepat.


Dilan tidak mengerti tapi tetap berjalan


ke Kamar.


" Bagaimana Dok?" tanya Dilan kepada Dokter Heru.


" Anda Suaminya, Saya minta tolong supaya Anda mengantar Dy ke toilet.


" Saya bisa sendiri Dokter," kata Dy


menolak untuk di temani. Dilan tidak perduli langsung menggendong tubuh Dy ke Toilet dan menurunkannya dengan pelan.


Dy berusaha berdiri, tapi badannya mau jatuh.


cepat Dilan memeluk badan Dy. pandangan mata Mereka beradu.


Dilan mendekatkan bibirnya ke bibir Dy dan


Plokkk.... Dy menampar pelan pipi Dilan.


" Maaf...hampir saja" kata Dilan tersenyum.


" Dasar genit, ini istri orang bukan istrimu,"


kata Dy cemberut.


" Aku bisa sendiri, keluar Kamu setelah


selesai Aku akan teriak,"


Kata Dy manyun. Dilan mengalah keluar.


Setelah agak lama menunggu akhirnya Dy keluar dari Toilet, cepat Dilan mengangkat tubuh Dy dan kembali membaringkannya


ketempat tidur.


Dokter Heru tersenyum melihat hasil


dari Taspen (alat tes hamil).


" Selamat istri Anda telah mengandung Tuan," kata Dokter Heru


membuat Dilan dan Dy kaget.


" Yank...," tanpa sadar Dilan langsung memeluk Dy dan mengecup piipinya.


" Trimakasih Dok...ini sudah berapa bulan?,"


tanya Dilan antusias.


" Baru 3 minggu," sahut Dokter Heru tersenyum.


Bibi Minah juga sangat senang, hanya Dy yang cemberut. Hatinya gelisah menerima


kenyataan ini. Bagaimana Dy hamil dengan


suami orang.


Tapi Dy merasa senang melihat kebahagiaan


di Wajah Dilan.


Andai saja Dilan tidak beristri tentu Dy sangat


bahagia saat ini.


" Dokter, apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh, maklum ini baru yang pertama.


saya merasa sangat Surprise"


tanya Dilan. Dokter Heru mulai menyebutkan


dengan rinci segala sesuatu yang menyangkut ke hamilan.


" Sekarang banyak di jual Susu untuk Ibu yang lagi mengandung, boleh itu di beli.


Nona harus selalu memberi asupan ketubuh, tidak boleh malas makan, karena di tubuh


Nona sudah ada Tubuh baru yang menunggu


asupan dari Nona," kata Dr. Heru menasehati


Dy.


" Ya Dok... tapi saya selalu mual dan pusing,"


kata Dy lemah.


" Tidak apa-apa itu reaksi dari kehamilan. Kalau Nona ingin rujak atau apapun bilang sama suami jangan ditahan,"


pesan Dr. Heru tersenyum.


" Saya pamit, nanti Saya akan.memeriksa


Non Dy secara berkala," kata Dr.Heru pamit.


"Bibi akan membuat Juice," Bibi juga berlalu.


" Jangan senang dech, ini bukan anakmu.


kamu pikir Aku tidak selingkuh? Aku sering selingkuh," kata Dy membuat Dilan heran.


" Mulai lagi... Aku yakin Kamu selingkuh di


belakangku, tapi tidak apa-apa, karena yang kamu ajak selingkuh hanya bayanganku,"


sahut Dilan tersenyum sambil mengedipkan


matanya sebelah.


*********