I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
KEMARAHAN DY



Bab.25.


Air mata Dy mengalir seperti air bah, setelah tahu Dy di perdaya oleh Jojo.


Dilan mendekapnya dengan kasih.


" Itulah penyebabnya Aku marah.


Kamu tidak peka akan keadaan.


Jarang ada Orang tulus, kebaikan Jojo memperistri Kamu hanya untuk mencari warisan, bukan karena Jojo betul-betul mencintaimu". Kata Dilan " mengompori".


Seperti api disiram bensin Dy langsung


Berdiri.


" Aku akan membikin perhitungan dengan Jojo dan Ibunya ". Sahut Dy marah.


" Yank, jangan gegabah, Kita bertugas selain untuk mencari uang adalah untuk menjaga nama baik XPostOne". Kata Dilan sambil menarik Dy.


Mereka kembali berpelukan dan Dilan berusaha memberi kenikmatan lebih supaya Dy selalu mengingatnya.


" Yank, Kamu tidak boleh kalah sama Jojo. Sebagai suaminya pasti Dy berhak atas tubuhmu, pada saat itu Kamu bisa membuat alasan banyak, atau Kamu kasi Dia minum Sake sampai mabuk.


Aku akan selalu memantaumu".


" Tapi bagaimana kalau Aku ketiduran dan Dy sempat gitu...". Tanya Dy ketakutan.


" Kalau Kamu senang boleh lanjutkan, tapi kalau Kamu mencintaiku...Kamu pasti bisa menendangnya. Jangan sampai Kamu diperdaya, kalau Beck sampai tahu, Kamu pasti habis...semua Orang mengira Kamu ingin menikah dengan Jojo karena Dia seorang Aktor". Sambung Dilan panjang mengusik kemarahan Dy.


" Terus Aku harus bagaimana?. Kamu baik sekali, tanpamu Aku sudah di hancurkan oleh Jojo. Aku Sayang padamu". Kata Dy menyusupkan kepala nya ke dada bidang Dilan.


Kesempatan ini yang di tunggu oleh Dilan.


Lagi sejengkal Dilan yakin Dy akan menerima cintanya.


Sore terus bergulir menjadi malam.


Dilan sudah mengintip ke sebelah, Jojo sudah pulang.


" Yank..Jojo sudah pulang.


Nanti ingat sandiwara Kita, setelah malam Aku langsung ke Kamarnu". Kata Dilan melepaskan Dy kembali ke tempat Jojo. Dy mengangguk kemudian berjalan kesebelah.


Dy memencet bell pintu. Jojo sendiri yang membukakan pintu.


"Beb..kamu dari mana, kenapa baru pulang?". Tanya Jojo kurang senang.


" Aku menunggumu lama sekali". Sahut Dy duduk di Sofa.


" Pergi kemana?". Tanya Jojo menyelidik.


" Aku ketemuan dengan pacarku.


Aku mengatakan bahwa Aku sekarang sudah selesai tugas".


Kata Dy memandang Jojo, raut muka Jojo berubah.


" Dimana rumah pacarmu?".


Suara Jojo mulai meninggi.


" Dia menginap di hotel".


" Tadi Kamu kesana?, Kamu tahu gak sekarang Kamu sudah...". Jojo tidak melanjutkan bicaranya.


" Tahu apa Jo? ". Tanya Dy pura-pura serius.


" Tadi Kamu tidak di apa-apain khan?".


" Siapa yang berani sama Aku?, berani memperkosaku berarti mati".


Kata Dy tegas.


" Bagaimana kalau yang memperkosa adalah Suamimu?". Tanya Jojo berdebar.


" Aku belum punya Suami, di Negaraku kalau mau menikah ada Undang-undangnya. Kalau melanggar bisa di Penjara". Kata Dy serius. Jojo diam terhenyak.


" Kamu tahu gak, dulu ada yang mau memperkosaku, langsung....".


" Langsung apa?". Potong Jojo cepat.


" Langsung barangnya Aku lenyapkan". Sahut Dy bohong.


Mampuss loe..beraninya loe nikahin gue.


Bisik Dy dalam hati.


Muka Jojo pucat pasi.


" Karena tugasku sudah selesai, Aku akan pindah ke Hotel". Kata Dy berdiri.


" Beb..Aku mencintaimu, sebenarnya Kita sudah menikah". Sahut Jojo gugup.


Walaupun Dy sudah tahu dari mulut Dilan, tetap saja Dy kaget.


Spontan Dy menarik kerah baju Jojo dan mendorong tubuh Jojo ke Sofa.


" Ampun Dy, Aku minta maaf...". Suara Jojo bergetar.


Tapi Dy sudah terjanjur marah, Dy menendang Jojo walaupun pelan


tapi Jojo kembali tersungkur ke Sofa.


Dy mengamuk Meja, kursi semua terbalik kena tendangan Dy. Kemarahannya memuncak. Ke inginannya pulang ke Indonesia terhambat.


Kemarahan Dy mereda ketika tubuh


Jojo tidak bergerak. Dengan cepat Dy membaringkan Jojo di Sofa panjang.


Dulu waktu Dy masih kuliah, kalau ada teman yang pingsan, Dy selalu menolongnya. Karena Dy satu-satunya perempuan. Jadi sudah terbiasa ngadepin orang pingsan.


Jojo adalah seorang Aktor terkenal, dengan tampang ganteng dan mempesona. Rasanya untuk mencari sepuluh orang gadis dalam 1hari,


tidaklah sulit.


Tapi itulah Cinta, berjalan semau gue, tidak bisa diatur dan berlabuh seenaknya.


Kekesalan hatinya dengan Jojo sudah terlampiaskan sedikit. Dy melangkah ke Kamarnya menuju Kamar mandi.


Sebelum Jojo sadar Dy harus menghindar dari situ. Dy mulai mandi, keramas.


Selesai mandi Dy kembali melangkah ke Ruang Tamu.


Jojo masih tergeletak.


Dy jadi khawatir, seharusnya sudah sadar, tapi koq Jojo belum juga sadar.


Dy memegang urat nadinya, keadaan Jojo normal. Jangan-jangan Jojo koma.


Dy menggendong Jojo ke Kamar, tidak ada alasan untuk meninggalkan Jojo.


Dy mengambil tissue basah dan membersihkan muka Jojo.


Perlahan Jojo membuka matanya dan memandang Dy.


" Jo...Kamu sudah sadar?, apa Kamu pusing?". Tanya Dy sengaja bersikap wajar. Jojo cuma mengangguk.


" Diam disini Aku buatin Teh ". Tanpa menunggu jawaban, Dy langsung pergi


ke Kitchen.


Sebenarnya Jojo layak menjadi Suami.


Tidak ada yang kurang dalam dirinya, kekayaan, ketenaran, serta tampang keren sudah dipenuhi, malah berlebih.


Tapi Dy tidak mencintainya.


Bagi Dy suatu hubungan Suami Istri, harus ada landasan Cinta.


Supaya ada Chemistry atau sebuah


reaksi di otak. di mana reaksi tersebut menyebabkan ketertarikan yang intens terhadap Jojo.


" Jo..bangun, minum dulu ". Kata Dy menolong Jojo bangun.


Jojo turun dari Ranjang dan duduk di Sofa, berusaha membuang sedih yang


di ciptakan oleh Dy. Jojo memaklumi sikap Dy yang berubah dingin dan menjaga jarak.


Khayalan Jojo mendampingi Dy pupus sudah, untuk mempertahankan hari ini saja Jojo harus pasrah.


Kemampuan untuk membela diri secara fisik atau diplomasi Jojo sudah kalah telak. Apa yang harus diharapkan untuk hidup??.


Kalau Jojo cerai dengan Dy sekarang tentu menimbulkan polemik yang luar biasa. Bisa jadi Warisan dari Ayahnya akan lenyap.


Paling cocok bunuh diri untuk menghindari "bully" yang akan di terima.


" Beb... Kamu ingin cerai dariku?". Tanya Jojo tiba-tiba. Matanya menatap kosong.


" Apa Kamu bisa menceraikanku?". Sahut Dy ketus.


" Sebenarnya Aku berbuat begini karena Aku mencintaimu. Kedua karena Aku memenuhi permintaan Mama ku. Aku tidak menyangka Kamu akan frontal begini".


Kata Jojo menarik nafas panjang.


Dy diam membeku.


" Sangatlah sulit Aku memenuhi permintaanmu itu. Kecuali Aku menghilang dari hadapanmu". Sambung Jojo lagi.


Dy tidak mau menanggapi apa yang dibicarakan Jojo, hatinya terlanjur beku.


Bagaimanpun caranya, mau menghilang atau mau nungsep, Dy tidak perduli yang penting ada perceraian.


" Apapun yang Kamu lakukan Aku tidak perduli. Aku sudah berbaik hati menemani Kamu selama ini tapi malah Kamu tambah ngelunjak. Kamu semakin berani mengambil kebebasanku dan Kamu tidak memberi Aku pilihan lain. Seharusnya Kamu berunding denganku sebelum Kamu mengambil tindakan menikahi Aku".


Kata Dy emosi. Otaknya terasa mumet.


" Mengapa harus Aku Kamu nikahi, mengapa bukan May yang lebih mencintaimu ". Sambung Dy lagi.


":Karena Aku mencintaimu, Aku yakin Cintamu akan tumbuh dengan seiringnya waktu". Sahut Jojo


" Kalau begitu Kamu nikahi May, nanti juga Kamu akan mencintainya ". Kata Dy tandas.


" Ya tinggalin Aku...pergi...pergi...". Teriak Jojo mengusir Dy.


Hatinya sakit- sesakitnya...


Dadanya sesak. Air matanya berderai membasahi pipi halusnya.


Dy bangun dan keluar dari Kamar Jojo.


Sepertinya semua jalan sudah buntu.


Jojo mengunci pintu Kamar, tidak ada pilihan yang lebih baik selain bunuh diri.


Bebas dari derita hidup dan bebas dari semua masalah yang muncul.


Jojo menghitung pil tidur yang tersisa, masih 10butir.


Mampukah pil ini membunuhku?.


Sekali teguk pil itu masuk ke lambung Jojo. Jojo merasa tubuhnya melayang dan jatuh terjerembab ke jurang yang dalam...dalam sekali..


*********