I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
DI CHAD



Ba.76.


Pemerintah Libya yang diakui PBB, Government of National Accord (GNA), menuding pasukan yang dipimpin Jenderal Khalifa Haftar sebagai pelaku serangan udara kemarin. Kelompok Haftar diduga menargetkan bundaran Soug el-Tlath dan jalan Gharbi yang berada di pusat Kota Tripoli.


Sebagai Agent yang di susupkan oleh salah satu Negara dan bekerja sama dengan Agent luar, Zayn dan Dy akan mulai menyusup ke Markas Dagobe.


" Aku tidak tega melihat Kamu mengambil misi ini. Dagobe sangat berbahaya," kata Zayn sambil mengeluarkan senjata dari koper.


" Aku optimis, kalau Aku tertangkap Aku akan minta menjadi selirnya,"


Sahut Dy bercanda.


Dy membuka semua pakaiannya untuk memasang senjata di tubuhnya.


Tinggal CD dan Bh saja sekarang.


Begitu juga Zayn.


Ada perasaan berdebar melihat tubuh


lawan, tapi Mereka mencoba menjauhkan pikiran mesum.


Mereka mulai memasang senjata di badan Mereka dan beberapa sensor.


Malam ini Mereka di perintahkan untuk menyusup ke Gudang yang berada di tepi gurun Sahara.


Tempatnya agak kedalam, diantara gedung


reruntuhan bekas perang.


Gedung ini sulit menembusnya karena di


jaga ketat 24 jam oleh seorang Scurity


handal.


" Kita akan memakai sepatu PDL


dan menyematkan pisau lempar di sebelah kanan," kata Zayn mengambil


Dua pisau lempar.


" Kamu cukup menggoda Scurity itu, Aku yang akan menyusup," kata Zayn


kembali.


" Tapi kita tidak memakai kaca mata


"Zoom" bagaimana caranya melihat


Jauh?," tanya Dy heran. Menurut Zayn


dia tidak bisa memakai kaca mata seperti Agent-agent lainnyaņ.


" Tapi kita memakai Softlens xx3,


yang Jarak pandangnya mencapai 300 meter." Kata Zayn mengeluarkan


Dua kotak Softlens Agent warna coklat..


Zayn dan Dy memakai Celana panjang hitam dari Denim dan Baju kaos hitam lengan pendek. Kemudian Mereka menutup pakaiannya dengan jubah


hitam dan terakhir topi Eiger.


Mereka kelihatan sangat Maskulin.


Kemudian Mereka keluar dan menyalakan Privat Sensor.


Dy dan Zayn berdiri menghadap


Sensor.


Dilan terpaku melihat Dy di layar,


Malam ini Dy akan menjalakan


Misinya atas perintah Dilan.


Ada rasa sesal ketika melihat Dy


di layar.


OK...AGENT NUMBER ONE AND NUMBER SIX ANDA LULUS


SENSOR ELETRIK . SILAHKAN


MELANJUTKAN MISI INI.


good luck...


Suara Dilan terdengar tersendat.


Tapi Dy tidak perduli, hatinya mantap


untuk bertugas.


Zayn menghidupkan mesin Mobil


dan menyusuri jalan keluar Kota.


Jam menunjukan pukul 12.25 menit


waktu Libya.


Mobil terus mengikuti Sensor Jam


yang di pakai oleh Dy dan Zayn.


" Sudah tidak ada Rumah penduduk.


Ini sudah menuju ke gurun sahara,"


Kata Dy memandang Zayn sambil


merubah Suhu AC menjadi hangat,


karena udara di luar sangat dingin.


" Kita akan berbelok kekanan memasuki Kota Chad," sahut Zayn


membuka kotak permen khusus.


" Kita butuh permen hisap supaya


tidak bindeng, karena udara sangat


lembab," sahut Zayn memencet tombol no.4 yang berisi permen.


Dy mengambil 2 buah permen dan


membukanya untuk Zayn.


" Kamu buka keduanya dan taruh di mulutmu, kemudian transfer ke mulut


ku satu," kata Zayn tanpa menoleh.


Dy agak ragu, tapi Dy ikuti saja perintah Zayn. Mungkin harus begini


caranya mengisap permen ini. Pikir Dy.


":Bagaimana caranya mentransfer permennya?," tanya Dy merasa bodoh.


Mobil berhenti di pinggir jalan yang sepi, Dy sungguh merasa tertipu


karena kesempatan itu di pakai


Zayn untuk ******* bibir Dy yang


ranum. Dy merasa jengah dan berusaha tenang.


" Kamu memperdayaku," kata Dy lagi.


" Mana berani Aku memperdaya Anaknya Beck, itu memang benar


Sayank...". Kata Zayn melanjutkan


perjalanannya.


" Percaya aja dech, tapi permennya


biasa aja, seperti permen di Toko,"


Ucap Dy.


" Kamu menipuku, Kita naik Mobil mana bisa bindeng, lain kalau naik


Pesawat," sambung Dy merasa


konyol. Zayn tertawa ngakak melihat


Dy yang cemberut.


" Don't worry be happy " sahut Zayn


Mobil memasuki kawasan Chad,


suasana mencekam, banyak bangunan hancur kena bom.


Sensor dari Jam tangan Zayn


mengarahkan ke sebuah bangunan


yang setengahnya sudah hancur.


Zayn memarkir Mobilnya di balik


tembok tinggi bangunan yang rusak.


"Kita turun disini, nanti Kamu mengalihkan perhatian Scurity dengan


lembaran Dinar (mata uang Libya) dan diplomasi sedikit " kata Zayn.


" On Shot One Kill " ucap Dy mantap.


Pintu Mobil terangkat keatas, tapi


sebelum Dy turun dari Mobil tangan


Zayn menahan tubuh Dy dan sapuan


Tipis dari bibir Zayn telah membuat


Dy terperangah jengah.


" Zayn..." protes Dy manyun.


" Aku butuh " Vitamin" supaya tidak


tegang " kata Zayn genit.


" Keluarlah, hati-hati Sayank " sambung Zayn lagi.


Dy keluar dari Mobil dengan perasaan bercampur. Zayn selalu menyuguhkan


kemesraan yang berdenyut, membuat


hatinya terbelah dan sulit memilih.


Suara dentuman membuyarkan pikiran Dy, replek badannya tengkurap.


Zayn mengangkatnya.


" Itu suara bom, tapi jauh ". Kata Zayn


lalu melompat keatas tembok bangunan yang rusak.


Dy kembali berjalan cepat di antara debu yang yang bertebaran. Cuaca sangat dingin menusuk tulang.


Gardu Scurity sekitar 200 meter jauhnya. Terlihat dari Softlens zoom


seorang Scurity berdiri menguap.


Sebuah senjata AK 47 berada ditangannya.


Dy mempersiapkan senjata kejut listrik / Stun Gun untuk melumpuhkan target. Sampai di depan gardu Dy melambaikan Dinarnya kepada target.


Moncong senjata Ak.47 mengarah kebadannya.


" Naikkan kedua tanganmu " bentak


Scurity itu dengan bahasa inggris patah-patah. Aksen nya masih Arab.


Dy mengangkat kedua tangannya keatas.


" Aku tersesat dan merasa lapar dan


haus " ucap Dy menatap sayu kepada Scurity itu. Selembar Dinar yang berada di tangan Dy membuat Scurity


itu menurunkan senjata Ak nya.


ke Garduku "


Kata scurity itu ceroboh.


Mata Dy melirik kunci yang banyak


bergantungan di papan kayu. Dy merasa GSM nya bergetar di kantong jaketnya pertanda Zayn akan datang.


" Aku akan membayar 10 dinar untuk sebotol air mineral " kata Dy menyodorkan uangnya.


" Aku membutuhkan 15 dinar untuk


Sepotong Roti gandum ". Sahut Scurity


Itu mengambil Roti di atas Meja.


Kesempatan itu di pakai Dy untuk menempelkan Stun Gun di lengan target. Badan besar itu ambruk diatas


Meja. Zayn datang menembakan


Laser ke CCTV, kemudian memborgol


tangan target dan menutup mulutnya


dengan lakban.


Dy bergerak cepat mengambil Master


Key ( masterkey adalah satu kunci yang dijadikan master akan dapat mengakses semua pintu-pintu hirarki dibawahnya). Zayn memberi kode


cepat kepada Dy dan meloncat ringan


keatas tembok.


Keadaan di dalam Gedung sangat


gelap. Semsor Softlens Mereka


menangkap adanya ranjau tembak,


di lantai 2.


Zayn cepat mengantisipasi keadaan


dan berkelit ringan ketika Ranjau tembak hampir menghujani tubuhnya.


Dy melempar Master Key ke Zayn, kemudian menyusuri lorong gelap


di balik pintu galvanis yang menjulang


tinggi. Mereka berdua mengambil


gambar Virtual dengan acak karena


banyak nya bangunan yang menyimpan alat-alat perang.


Dan titik terakhir adalah penemuan Bunker. Semua datantelah Mereka


kirim ke XPostOne.


Kemudian Mereka saling mengacungkan jempol dan mulai


mundur serta melompat keatas tembok. Tapi suara tembakan mengagetkan Mereka.


Dy mengambil pistol di holster dan


membalas tembakan Mereka.


Terjadi baku tembak di antara puing


Puing bangunan. Ada 5 orang dari target yang konsisten memuntahkan


Pelurunya.


Dy memberi peluang Zayn supaya cepat ke Mobil.


Zayn meloncat turun dan berlari ke Mobil, suara Mobil membuat penembak leluasa mengepung.


Dy cepat melempar granat tangan ke tempat target. Terdengar ada teriakan.


Kesempatan Itu di pergunakan Dy untuk lari ke Mobil. Suara tembakan terus beruntun.


Zain melarikan Mobilnya dengan kencang


dan memencet tombol merah.


sebuah rudal pendek meluncur dari Mobil.


Boommm....


*******