I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
COKLAT



Bab.16.


Beberapa hari ini Dy tidak bisa melihat Aby di Kantornya atau di Rumah.


Fikri sudah duhubungi berkali-kali, tapi Fikri tidak tahu kemana lenyapnya Aby. Pikiran Dy sudah menjurus ke perbuatan Aby yang terlarang bersama Vivi.


Kata Fikri Aby seperti kena guna-guna.


Terus terang saja Dy kurang percaya tentang guna-guna.


Mungkinkah guna-guna itu ada??.


Atau Aby saja yang kegatelan dan mengkambing hitamkan guna-guna, seolah-olah Aby korban yang tidak bersalah....


Uuhhh...dasar munafik.


Dy kembali memberi pesan kepada Fikri lewat GSM nya.


-Fikri tolong lacak le Ubud, siapa tahu


Aby ada di Mamanya. Karena ada


Admesh di Ruangan JM--


Perintah Dy lewat GSM nya.


--Maaf Nona, saat ini Saya tidak bisa membantu Nona, karena di tugaskan


oleh Beck ke Jakarta-'


--Yaya Fikri, tolong jangan bilang sama


Papaku, bahwa Aku sering menghubungimu --


--Itu pasti Nona saya juga takut sama


Beck --


--see you again--


Dy menutup GSM nya dan menaruhnya kembali. Pikirannya mumet terhadap keberadaan Aby.


Lebih senang tidak punya pacar, tidak jatuh cinta. Perasaan cinta membuatnya terluka, pikiran terbelah dan merasa sangat terganggu.


Dy menyesal telah jatuh cinta.


Ingin rasanya Dy pulang ke Bali mencari Aby dan menghakhiri semuanya.


Daripada setiap saat Dy diganggu oleh rasa cemburu atau rasa rindu yang menggoda.


Dengan lesu Dy keluar Kamar, tiduran di Sofa panjang sambil menunggu pesanan.


Perasaan sepi menyelimuti dirinya.


Bell pintu berbunyi, Dy bangun melangkah ke pintu, Seorang kurir membawa sekotak paket dan 1 buket bunga mawar putih.


" Siang Nona, ini ada kiriman untuk Nona Dy. Tolong di terima ".


Kata Pak kurir.


" Ya Pak trimakasih ". Dy mengambil bingkisan itu. Pak Kurir lalu mengambil photo Dy, sebagai tanda bukti bahwa barang sudah sampai.


" Beb..dari siapa?". Tanya Jojo sudah berada di belakang Dy.


" Saya permisi Nona, trimakasih ". Kata Pak kurir lalu pergi.


" Barang itu untuk siapa?". Tanya Jojo kembali.


" Untuk Aku, Kamu jangan dekat-dekat.


Aku mau mengecek dulu, takut ada bom ". Sahut Dy menaruh barang itu di atas meja. Jojo menyingkir dan mengikuti Dy ke Kamarnya mengambil Sensor.


Biasanya yang mendapat Bunga atau bingkisan adalah Jojo dari fans beratnya.


Tapi tumben bingkisan ini untuk Dy.


Dy memakai sarung tangan dan Jam tangan Sensor.


Tidak ada tanda-tanda ada Bom.


Dy pelan-pelan membuka Kotak, ternyata isinya Coklat.


" Iihh..enak banget, ini Coklat ". Kata Dy menaruh Coklat putih diatas meja.


Singapora sangat terkenal Coklatnya.


Dy mengambil buket bunganya dan menaruh di atas meja.


" Hati-hati nanti Coklatnya ada racunnya.


Lebih baik di buang. Apalagi tidak ada nama pengirimnya ". Kata Jojo ikut duduk di Sofa.


Dy punya feelling bahwa yang mengirim adalah Dilan.


Siapa lagi hanya Agent XP.15 yang paling dekat posisinya dari tempat Dy.


Tentu saja Dilan tahu bahwa Dy senang Coklat.


" Jangan dibuang, eman. Aku yang makan, ini coklat kesukaanku ". Sahut Dy membuka sarung tangannya.


" Aku bisa membelikanmu 10 kotak setiap hari. Aku yakin ini perbuatan laki-laki play boy yang mencoba merayu Kamu dengan coklat". Kata Jojo kurang senang.


" Kamu tidak minta, enak lho. Kita harus sering makan coklat supaya otak bisa relaksasi ". Sahut Dy sekenanya, Jojo diam dengan muka masam.


Ada perasaan jeles di hatinya.


" Gaakk... Aku sakit gigi". Kata Jojo menolak di suapin coklat.


" Benar Kamu sakit gigi?, hampir Aku mencium bibirmu, syukurlah....".


" Dy..Aku bohong, Aku sehat ". Teriak Jojo mau menangkap Dy yang berlari seputar Ruang tamu.


" Sudah telat... sekarang Aku gak mood lagi. Hahaha..


"Sekarang Aku yang sakit Gigi". Kata Dy setelah Jojo bisa menangkapnya.


PEMOTRETAN.


Pagi-pagi Dy sudah bangun, karena hari ini Jojo ada pemotretan di Bugis Junction.


Sekarang Dy akan selalu berpakaian Agent dan memakai Rompi Anti Peluru serta Hoslter di Paha lengkap dengan Revolver.


Ada penambahan Senjata lagi satu, yaitu Pen gun, senjata ini memiliki panjang dan diameter hitungan sentimeter.


Batang larasnya terbagi dua layaknya pensil. Ujung batang laras memiliki garis-garis memutar untuk menggabungkan kedua batang laras.


menggunakan kaliber 22 mm dan hanya mampu memuat satu peluru.


Senjata ini di tembakan kepada lawan dengan jarak dekat, dengan cara pelatuk di tarik dan Bomm....


" Beb, Aku mau sarapan dulu. Nanti siangnya Kita kuliner di Bugis Street ".


Kata Jojo mendekati Dy yang lagi memakai sepatu Sneaker.


"Sudah lengkap di meja makan". Sahut Dy menoleh sekilas.


" Aku tidak mau teh, Aku maunya Cappucino kocok ".


":Ya sebentar di bikinin ". Kata Dy berdiri dan terakhir Dy menyemprotkan Joe Malone ke tubuhnya.


Kemudian Dy berjalan keluar Kamar diikuti oleh Jojo. Semenjak Dy dapat kiriman bunga Jojo sering kelihatan uring-uringan.


Baru datang bunganya saja sudah Jojo uring-uringan, apalagi nanti orangnya nongol, Jojo bisa langsung pingsan.


" Aku merasa tidak enak badan akhir-akhir ini". Kata Jojo lesu sambil duduk di Meja makan.


" Makanya jangan suka begadang, kalau sudah malam langsung tidur.


Apalagi Minggu ini jadwal job mu padat sekali ". Sahut Dy menaruh Cappucino kocok di depan Jojo.


" Bagaimana bisa tidur, Aku was-was Kamu ketemuan dengan orang lain".


Kata Jojo terus terang.


" Maksudmu apa? Aku palingan ketemu dengan Managermu atau teman Aktormu yang mampir kesini.


Kurasa itu tidak menjadi alasan, Ku rasa ada sebab lain deh ". Ujar Dy menatap Jojo.


Tentu saja Jojo tidak mau mengaku bahwa ada laki-laki yang super macho datang menemuinya dan menitipkan Coklat berbentuk hati untuk Dy.


"Kamu siapa?". Tanya Jojo kurang senang.


Waktu itu.


" Rivalmu, Kita sama-sama mencintai Dy".


Sahut Cowok itu dingin.


Jojo tidak menjawab dan urung protes karena Jojo melihat Hoslter di paha Cowok itu. Sarung senjata yang mirip di pakai Dy setiap tugas.


Jojo rasa Cowok itu sengaja menampakan diri supaya Jojo tidak mengganggu Dy.


Kalau tidak begitu, tidak mungkin Cowok itu menitipkan Coklat kepada dirinya. Langsung saja Dia datang ke Dy atau bisa lewat jasa paket Oline.


"Jangan melamun, nanti rejekinya di patok Ayam". Kata Dy menepuk punggung Jojo.


" Dy...Kamu lihat Coklat berbentuk hati di Kulkas gak?". Tanya Jojo ingin tahu.


Mata Jojo memperhatikan wajah cantik


Dy dengan seksama.


" Banyak sekali ada Coklat di Kulkas, semua itu dari fans mu". Sahut Dy.


" Tapi ada satu yang berbentuk hati...".


" Dari pacarmu khan?, kalau Aku memjadi Kamu Aku akan terima cintanya, karena sudah memberi Coklat yang super mahal. Jangan-jangan di dalam coklat itu ada Cincin Valentine". Sahut Dy seenaknya.


" Kalau Aku paling benci di kasi coklat bebertuk hati, pertanda orang itu pengecut.


Beraninya di belakang saja, Kita bertarung dengan gentlemen". Kata Jojo berapi-api.


" Habisin dulu sarapannya, Kita harus berangkat. Ngoceh saja gak karuan". Sahut Dy berdiri dan mengambil kunci Mobil.


Tidak tahu kenapa Jojo merasa kesal kalau mengingat Cowok itu.


Jojo mengikuti Dy berjalan keluar.


Hari ini acaranya sangat padat, mungkin malam baru bisa pulang.


Mobil berjalan dengan ke cepatan sedang.


Siang ini udara sangat panas.


Bulan Februari sampai Agustus biasanya musim kemarau.


Tapi kadang-kadang hujan turun di tengah teriknya matahari.


" Dy, di Bali Kamu mempunyai pacar?". Akhirnya Jojo menumpahkan ke ingintahuannya.


" Punya!!". Sahut Dy singkat.


" Apakah pacarmu seorang Agent juga?". Tanya Jojo lagi.


Dy menggeleng dan mengalihkan perhatian Jojo dengan menyetel Playlist Mobil. Lagu blue dari Tiesto mengalun enak membuat Jojo ikut bersenandung.


*******