I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
TIPUAN HALUS



Bab.23


Sesi terakhir adalah acara yang paling ditunggu oleh kubu Saudara Tiri Jojo, karena Mereka yakin Dy akan berontak.


Dan Mereka akan menang....


Artinya Jojo tidak akan dapat warisan.


Seorang pendeta maju, duduk di kursi kosong di sebelah kanan Bapaknya Jojo. dan Ibunya Jojo duduk di sebelah kiri Bapaknya.


Disini tidak terlihat Istri Tua Pak Chang, bisa jadi berhalangan. Ntahlah...


Ntah apa yang di bicarakan oleh Pendeta itu karena memakai bahasa singlish, yang membuat hadirin bergumam.


Dy juga tidak begitu menghiraukan, karena sibuk memikirkan pulang ke Indonesia.


Kemudian ada seorang Bapak dan Ibu menuntun Dy dan Jojo maju kehadapan Pendeta itu.


Dy cuma menurut tidak mengerti, di


suruh sungkeman atau apapun ritualnya Dy ikuti, karena Dy mau menepati janji kepada Jojo.


Sikap Dy membuat kubu Saudara Tiri


Jojo blingsatan. Ini semua di luar skenario Mereka.


Tapi Mereka tidak mungkin bertindak atau menyanggah apapun, karena ini sudah menjadi kesepakatan.


Apalagi Papa Mereka hadir disini, tentu Mereka tidak berani berulah.


Terakhir Dy di sodori secarik surat yang harus di tanda tangani oleh Jojo dan Dy.


Jojo cepat menyamber Surat itu dan melipatnya dengan rapi hanya menyisakan kolom yang harus ditanda tangani.


" Ini surat apa?". Tanya Dy sebelum tanda tangan.


" Beb..tanda merah di lehermu kelihatan". Bisik Jojo membuat Dy cepat membubuhkan tanda tangan dan replek menaikkan kerah bajunya.


Padahal itu akal-akalan Jojo supaya Dy tidak bertanya tentang Surat itu.


Kemudian ada seorang wanita menyerahkan kotak paket yang di hias cantik kepada Dy. Seperti seserahan.


" Tidak ada salahnya Kamu terima ". Kata Jojo ketika Dy melirik dirinya.


Dy menerima dan sambil mengangguk kepada Bapak dan IbunyaJojo.


Terlihat Jojo menarik nafas lega, karena saat ini Dia merasa menang banyak.


Dapat Harta Warisan dan dapat Istri Cantik.


Berakhir sudah acara ini yang disaksikan oleh sepasang mata tajam milik Dilan.


Rahang Dilan mengeras saking marahnya.


" Beb..Kamu pulang sama sopir, Aku akan


Ke Pengadilan dulu, banyak yang harus Aku kerjakan, mungkin Aku bisa pulang malam ". Kata Jojo kepada Dy.


" Tapi Aku mengawalmu". Sahut Dy khawatir.


' Sudah finish, Kamu sekarang tidak menjadi pengawalku lagi, kedudukanmu sudah berubah...". Kata Jojo menggantung ucapannya.


Saking gembiranya, Dy langsung


memeluk Jojo.


"Syukurlah semua berjalan lancar.


Aku sangat senang, bisa pulang ke Indonesia secepat ini ". Kata Dy


gembira.


Setelah basa basi dengan Orang tua


Jojo Dy langsung keluar dan menemui


Dilan yang menunggunya.


Dilan duduk di belakang setir dengan tatapan setajam pisau.


Mukanya merah menahan marah.


Dia mencoba mengatur nafasnya, dan berusaha tidak menyalahkan siapapun.


Situasilah yang salah.


Situasi yang membuat Dy terjebak!!.


Dy datang dengan senyuman sumbringahnya.


Dilan tidak menoleh ketika Dy duduk disampingnya.


" Jojo tidak ikut, jadi sekarang Kamu cuma nganterin Aku". Kata Dy memandang Dilan.


Dilan tidak menjawab. Dy merasa Dilan tidak seperti biasanya.


Mobil itu melaju dengan kencang menuju Condominium.


Dy turun dari Mobil menuju life, Dilan berada disampingnya dengan acuh.


Keluar dari life tangan Dy di tarik kasar menuju ke Kondo sebelah.


"Dilan....apa maksudmu semua ini?". Tanya Dy setelah berada di dalam.


Dilan tetap bungkam.


" Ya udah kalau Kamu udah gagu, Aku gak nanya lagi. Tolong buka pintunya, Aku mau ke Kondo sebelah, Aku mau beres-beres mau pulang ke Indonesia".


Kata Dy. Dilan tidak menyahut dan pergi menuju kamarnya dan tidak keluar lagi.


Dy baru mengerti, kenapa Dilan setiap saat bisa nongol di Kondo Jojo, karena bersebelahan.


Ya Ampun....jadi selama ini Dilan pasti terus menonton tingkahku dari Balkon.


Dasar licik. Guman Dy.


KEMARAHAN DILAN


Masalah ini cukup berat, karena terjadi di Negeri orang.


Dilan menghubungi Beck tentang kondisi Dy saat ini.


Dia menceritakan bahwa mulai hari ini Dy telah resmi menjadi Nyonya Jovan.


Sedangkan Dy tidak mengerti sama sekali bahwa Dy di jebak oleh Jojo dan mamanya.


Dia juga mengatakan bahwa Jojo sangat mencintainya.


Kemudian Dilan mengirim rekaman Vidio dari ke jadian tadi.


Lama Beck tidak menjawab.


Dilan diam mematung, membayangkan Dy berada di pelukan Jojo.


Hatinya panas.


Setelah Dilan menunggu 20 menit baru Beck menjawab.


--Dilan, biarkan Dy mengambil keputusannya sendiri.


Kita sudah tahu, kalau Dy ke Bali juga membuat Dy hancur.


Kita tinggal memperpanjang Pasport nya saja. Atau mungkin Kamu punya usul lain?


Jangan Kamu berpikir akan menghabisi nyawa Mereka.


Kalau mau menghabisi Jojo dan Ibunya, bisa saja, tapi akan membawa efek buruk bagi XPostOne.


--Siap Boss..Aku akan menunggu perkembangan selanjutnya.


Aku mohon jangan menarikku sebulan kedepan. Aku akan mempelajari perkawinan antar Negara.


Dan mencari celah supaya Dy bisa bercerai.


--Oke, yang pertama Kamu kerjakan adalah membelikan Dy ponsel


Tidak usah beli Mobil, karena harga Mobil dua kali lipat lebih mahal.


-- Siap Boss--


Dilan menutup GSM nya setelah banyak menerima masukkan dari Beck.


Kemudian Dy keluar dari Kamarnya.


" Dilan..koq lama sekali, Aku mau pulang.


Buka Donk pintunya". Kata Dy berdiri.


" Dengar ya... mulai saat ini Kamu tinggal disini '. Bentak Dilan menngagetkan Dy.


" Kamu aneh Dilan, Aku anaknya Beck...jangan membuat Papaku mengulitimu". Sahut Dy mulai serius.


" Ow jadi Kamu akan membiarkan Jojo menunaikan kewajibannya sebagai Suami, atau Kamu memang doyan sama Jojo". Kata Dilan menaikkan sebelah Kakinya di atas Meja.


" Ya Aku doyan, apa urusanmu?, Aku tidak mencintaimu dan Aku tidak peduli denganmu. Kamu adalah barang iseng yang sekarang Aku buang....".


Sebelum Dy lebih banyak ngoceh Dilan sudah menariknya ke Kamar Mandi.


Dy tidak bisa berkutik karena kalah ilmu dengan Dilan.


Dy hanya bisa pasrah di guyur Shower sampai basah kuyup.


Air matanya menetes keluar ketika Dilan meninggalkannya dalam keadaan menggigil.


Dy mengeluarkan satu persatu senjatanya.


dan mengumpulkannya di Almari ganti.


Hatinya sakit di perlakukan begini oleh Dilan, belum pernah ada Orang yang berani dengan Anaknya Beck.


Ingin mengadu sama Beck, gengsi!.


Dy membuka semua pakaiannya dan mulai mandi keramas.


Setelah itu Dy membuka Almari pengganti.


Bingung harus memakai apa supaya bisa keluar. Kalau memakai handuk saja, kesannya murahan.


Akhirnya Dy memakai Kimononya Dilan, untuk CD nya, tentu juga Dy pakai punya Dilan. Pokoknya gak enak banget.


Sekarang Dy keluar dari Kamar mandi.


Matanya langsung tertuju kepada Dilan yang lagi terbaring di Sofa panjang.


Darahnya langsung mendidih, ingin rasanya Dy menendang badan kekar itu.


Kemudian Dy kruess sampai hancur.


Dy pelan-pelan menuju pintu Kamar supaya Dilan tidak bangun.


Tangannya memegang Handle pintu dan


Klek..klek.


Ternyata pintu di kunci.


Uhh..Dy semakin panas, matanya jelalatan mencari kunci pintu.


Aku bukan perempuan cengeng yang akan memohon atau menangis di hadapan Cowok seperti Dilan.


Dengan gusar Dy menendang kaki Dilan.


" Mana kuncinya". Teriak Dy sengit.


" Apa maumu, Kamu pikir Aku takut dengan anaknya Beck". Bentak Dilan emosi.


Tendangan Dy langsung meluncur ke tubuh Dilan yang lagi terbaring.


Dilan langsung berkelit dan menggulingkan badannya kesamping.


Dy terus menendang dan memukul dengan emosi, tapi satupun pukulan Dan tendangannya tidak ada yang mengena.


********