I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
TENDANGAN MAUT



Bab.10.


Manager Jojo datang bersama Sutradara dan Music Director.


Melihat Dy, Mr Lee langsung menghampiri Dy, Mereka saling bersalaman.


Para Jurnalis dari beberapa Media Asing ikut ada disana.


Beberapa Artis ikut berdatangan.


Kamera sudah siap mengambil gambar.


Pihak Jojo mulai duduk di kursi yang telah di siapkan.


Dy berusaha menempatkan diri pada porsinya, tapi Sang Manager malah menarik Dy supaya duduk di samping Jojo. Yang membuat Dy tidak enak hati adalah May Ching yang berada di sebelah Kanan Jojo. May Ching adalah lawan main Jojo di film ini. Orangnya Cantik dan sedikit angkuh. Mungkin karena May adalah Artis yang sudah terkenal.


May terpaksa mengulurkan tangannya ketika Mr Lee memaksanya untuk berkenalan dengan Dy. Tapi Dy tidak peduli dan tidak respek terhadap kelakuan May.Terkadang Dy bosan sama tingkah Jojo yang Over Acting di depan kamera mengenai hubungan palsu Mereka. Dy menganggap Jojo tidak bersandiwara terhadap kedekatannya dengan dirinya, tapi Jojo benar-benar merasa mencintai Dy.


" Mr Lee, Saya adalah Pengawal Jojo, rasanya tidak pantas Saya ikut duduk disini. Saya tidak ingin tugas Saya terganggu". Bisik Dy kepada Mr lee.


" Saya mohon Nona Dy tetap duduk di samping Jojo, supaya tidak ada pertanyaan ulang mengenai kedekatan Jojo dengan Nona". Kata Mr Lee memohon.


Tentu saja Mr Lee sudah di beritahu sama Jojo tentang perasaannya terhadap Dy. Untuk mengelabui Dy terpaksa Mereka mencari banyak alasan supaya Dy tetap mau bekerja sama.


Dan yang lebih Mereka syukurin adalah Omset penjualan karcis Bioskop sudah melebihi target.


Lihat ke untungan Produser yang sangat fantastis jika filmnya best movie


Seperti halnya buku, film pun memiliki resensi dalam bentuk tulisan yang biasanya dirilis oleh  beberapa media, kalau pada jaman sekarang ini, website yang memang memiliki kredibilitas untuk merilis resensi, dimana nanti akan diberikan informasi umum, sperti judul, sutradara, tanggal rilis dan produksi nya.


Intinya, yang dicari oleh produser film adalah kuantitas, mendapat liputan dari media sebanyak banyaknya tanpa menitikberatkan kualitas wawancara itu sendiri, ya paling tidak nama film, sinopsis, foto, dan beberapa patah kata dari aktor atau sutradara, Pokoknya, promosi nomor satu.


" Apa profesi pacar Anda sekarang?". Tanya Wartawan di akhir Interview hari ini.


" Seorang pengusaha di Indonesia?". Sahut Jojo mantap.


Dy terpaksa mengangguk sambil tersenyum semanis madu.


Dasar sontoloyo. Umpat Dy dalam hati.


Dy berdoa supaya wawancara ini cepat selesai. Dy sudah merasa gerah terhadap tatapan May yang merasa lebih berhak memiliki Cinta Jojo.


Akhirnya setelah jam menunjukkan pukul.11.25 menit, konperensi pers itu selesai dengan kemenangan terlihat di wajah Mr Lee dan Jojo.


Ada raut Cinta di wajah Jojo. Kemesraan yang di paksa oleh Dy membuat Jojo sedikit kecewa.


" Tolong sekali ini saja, Aku minta Kamu diam ketika Aku mencium pipimu ". Bisik Jojo ketika Wartawan usil meneriakkan kata-kata "KISS" kepada Jojo.


Dy belum sempat menolak ketika bibir Jojo dengan cepat nyosor ke pipi Dy.


Dan pada detik itu sebuah peluru meluncur dari deretan bangku kosong di Bioskop itu.


Dy reflek menekan kepala Jojo kebawah Meja. Peluru membentur tembok.


Suara tembakan terdengar keras.


Mereka semua berteriak, keadaan menjadi kacau dan mencekam.


Dy dengan gesit melompat, tangannya cepat mengambil pistol dari Holster di pahanya. Kaca mata Dy meng Zoom keberadaan penembak.


Sebelum tembakan kedua datang Dy terlebih dahulu memberi tembakan peringatan dan berteriak lantang.


" Anda menyerah atau Saya akan menembak". Tidak ada sahutan.


Sebuah bayangan berkelebat cepat ke belakang. Dy melompat lincah di antara kursi-kursi kosong.


Sebuah tembakan kembali meluncur tidak tepat sasaran. Dy merayap di antara kursi dan membidik tangan si penembak yang memegang pistol. Terdengar suara mengaduh, dan suara pistol terlempar.


Belum sempat Dy senang, tubuh Dy sudah terlempar kesamping kena tendangan.


Seorang laki-laki kurus dengan mata sipit


BERKELAH


Mereka yang terjebak diruangan itu diam-diam melongokan Kepalanya. Mereka


ingin tahu apa yang terjadi, namun Mereka


tetap tengkurap takut kena peluru nyasar.


Jojo sangat khawatir melihat Dy bertempur dengan sengit.


Para Artis dan Crew merasa ngeri kalau


Jojo menjadi target penembakan.


Mereka berpikir karena Film Jojo Booming.


Mereka akhirnya berani menonton.


Perkelahian tidak bisa di hindari.


Seni silat tinggi dari Dy dan laki-laki itu menjadi tontonan gratis para Wartawan. Segenap crew yang berada di bioskop dengan antusias membidik kejadian ini . Kebetulan Camera Mereka lagi On


Tapi tetap saja Dy berada diatas angin, karena Dy adalah pesilat tangguh dan Intelijen handal yang mempunyai ketahanan tubuh yang super duper.


Laki-laki itu tersungkur setelah Dy mengirimkan pukulan Tsudan Tsuki


ke hulu hati lawan, dan tendangan


Yogo Geri kekomi ke rusuk laki-laki itu.


Permainan usai.


Dy mengatur nafasnya yang memburu dan menghapus keringatnya.


Beberapa Police masuk dengan senjata laras panjang yang terkokang.


Dy memberi hormat dan memungut senjatanya. Suara riuh kembali memenuhi Ruangan bioskop itu.


Dy tahu pasti ada yang telepon Police.


Police cepat bergerak serta memborgol laki-laki itu. Tidak ada perlawanan sama sekali. Dy yakin ada tulang rusuk yang patah, karena sepatu Seneakernya di rancang khusus, ujungnya ada besinya.


Seperti sepatu PDL TNI.


Seorang Police memegang tangan Dy dan mengajak Dy bicara serius.


Ketegangan terjadi sesat, kemudian Dy mengeluarkan kartu Agent nya.


Terlihat Police manggut-manggut dan melepaskan Dy.


Setelah semuanya beres Police pergi.


Dy harus ke Kantor Polisi membuat laporan, Dy tidak ingin Beck terlibat, Dy sudah terlanjur kesel sama Papanya.


Biasanya masalah ini Beck yang menangani. Dan Beck akan koordinasi dengan ke Polisian setempat.


Jojo datang langsung memeluk Dy, tadinya Dy mau berontak, tapi Dy melihat semua mata memandangnya.


Terpaksa Dy membalas pelukan Jojo dengan setengah hati.


Disampingnya ada Mr Lee membawa Air mineral.


"Syukur lah Kamu tidak apa-apa, Aku bangga padamu ". Bisik Jojo.


" Aku sangat berterima kasih kepada mu.


Kalau tidak ada Kamu, mungkin Jojo sudah tinggal nama ". Kata Mr Lee sambil menyodorkan air Mineral kepada Dy.


" Trimakasih Mr. ". Sahut Dy mengambil minuman dari tangan Mr. Lee.


" Lepaskan Saya, kalau Anda ingin selamat. Kalau tidak Saya terpaksa menembak Kaki Anda ". Bisik Dy di kuping Jojo ketika para Wartawan kembali mengambil gambarnya.


Alhasil Moment kemesraan Jojo dengan Dy menjadi santapan Wartawan.


Dy menggandeng tangan Jojo keluar Ruangan. matanya sempat melirik May yang berdiri memandang Jojo


Banyak komentar yang keluar dari Mereka. Dy tidak peduli Yang penting Jojo bisa selamat.


Jojo mengikuti Dy keluar menuju Mobil yang di parkir di Basement, perasaannya ikut tidak keruan. Ternyata ancaman pembunuhan itu benar adanya.


Jojo semakin menggelembung rasa sukanya kepada Dy.


Bayangan perkelahian tadi membuat


Jojo takut keluar Rumah sendiri.


Dia sangat beruntung punya pengawal seperti Dy, Orangnya cantik dan sangat mengagumkan.


" Aku sangat berterimakasih kepadamu.


Seandainya tadi tidak ada Kamu, Aku tidak tahu apa yang Aku alami". Ujar Jojo memecahkan keheningan sewaktu mobil telah melaju.


Dy tidak menjawab, badannya sudah terasa sangat penat. Mobil BMW itu akhirnya berhenti di Basement lantai dasar Condominium.


Dy setengah menyeret tangan Jojo supaya cepat naik life.


Mulai sekarang pertarungan akan di mulai. Kelompok Saudara tiri Jojo sudah berani transparan menyewa pembunuh bayaran.


Sampai di Kamar, Dy cepat mengeluarkan senjatanya dari Hoslter dan menaruhnya di Koper. Semua senjata sudah Dy taruh dengan rapi. Mungkin besok Dy akan ke Kantor Polisi sebagai pelapor.


Ribet kalau tidak ada Beck. Pikir Dy.


Cepat- cepat Dy menyelesaikan mandinya, Dy ingin melihat Aby lewat GSM nya.


Lagi ngapain Aby sekarang?, apa lagi menangis atau lagi bersedih?.


Dy yakin Aby pasti terus menangis, maklum cowok cengeng.


Dulu Dy kesel dengan kecengengan Aby, sekarang Dy ingin sekali melihat Aby ngambek di depannya dan menangis apabila di tinggal.


Uuhh Aby ...I Love You.


*******