
Bab.43.
Dy menjauh duduk dari Mr. Chaow seorang Cleaning Service telah membersihkan semua kotoran akibat perkelahian tadi.
Bukannya berterimakasih, Mr Chaow malah mencurigai Dy sebagai mata-mata Pemerintah.
"Katakan siapa yang mengirim Kamu kesini? ". Tanya Mr Chaow berulang kali.
" Saya tidak mengerti pertanyaan Bapak, Saya kesini mau menjadi Personal Trainer, bukan menjadi sekretaris Bapak.
Kalau tadi Saya melindungi Bapak karena itu spontan. Saya pernah belajar Whusu, apa salahnya Saya melindungi Boss Saya.
Saya juga tidak mengerti bahasa kalian".
Jelas Dy pura-pura sedih.
Mr Chaow kembali membaca Biodata Dy dan seraya manggut-manggut.
Tidak ada yang perlu di curigai karena Dy memang seorang, Whusu dan personal Trainer sejati.
" Aku minta maaf karena mencurigaimu.
Masalahnya politik semakin panas, ada banyak orang yang ingin memanfaatkan situasi ini dengan cara melawan Aku". Kata Mr Chaow duduk di Sofa.
" Maaf, Saya sebenarnya tidak tahu siapa Bapak, apa kedudukan Bapak dan apa hubungan Bapak dengan Pemerintah.
Saya hanya tahu Bu Reiko Syam
yang membutuhkan jasa Saya.
Jadi apapun masalah Bapak tidak
ada sangkut pautnya dengan tindakan Saya". Ucap Dy gamblang.
" Dear..Kamu jangan marah Aku
akan ceritain sedikit masalahku.
Kamu duduk disini ". Kata Mr Chaow menunjuk sofa di depannya.
Dengan cepat Dy pindah duduk.
" Sebelum Aku sukses seperti sekarang ini Aku adalah Orang Parlemen.
Tapi melihat banyak ada ketimpangan didalam Pemerintahan Aku menjadi tergerak untuk membrontak...".
" Maaf Pak Saya potong, ketimpangan apa yang Bapak maksud?, didalam Ekonomi atau Bilateral?. Saya rasa menjadi Orang nomor satu itu sulit Pak. Karena banyak tekanan dari kanan kiri".
Dy berusaha memancing emosi
Mr Chaow.
" Kamu tahu apa?, sekarang ini banyak sekali pejabat korupsi.
Banyak yang menyalah gunakan Jabatan. Rakyak menjadi korban, yang kaya tambah kaya yang miskin tetap terjepit".
" Terus, sebagai Orang kaya apa solusi Bapak untuk Pemerintah,
atau untuk rakyat kecil ". Tanya Dy menyiram api dengan bensin,
Mr Chaow tambah emosi.
" Banyak yang Saya lakukan untuk Rakyat. Sekarang Saya sudah menghasut beberapa kelompok untuk ikut memerangi Pemerintah.
Kami gampang memecah belah pikiran Rakyat, hembuskan Issu Sara.
Karena disini ada Mayoritas dan Minoritas yang sangat "sensitif". Sedikit saja tersenggol...Boommm...".
Jelas Mr.k berapi-api.
Thailand adalah Pemerintahan Kesatuan Parlementer Monarki konstitusional.
Pemberontakan separatis telah berlangsung dalam satu dasawarsa ini. Mereka berjuang untuk mendirikan sebuah negara merdeka.
" Untuk rencana Bapak kedepannya, apakah sudah terealisasi?". Pancing Dy.
" Hampir, Kami butuh uang banyak.
Belum ada suntikkan dana. Kita masih menunggu dari Black Market atau Money Laundry". Jelas Mr Chaow.
Pembicaraan Mereka terpaksa terhenti karena ada beberapa Orang masuk. Sekitar 5 orang laki-laki bertatto dan seorang perempuan ber tatto.
Mereka semua memandang Dy dengan tanda tanya.
" Selamat Siang Boss". kata salah seorang dari Mereka dengan memakai bahasa Inggris.
" Kalian langsung ke Penthouse, untuk beberapa hari ke depan, kegiatan di lakukan di sana". Sahut Mr Chaow melirik Dy.
" Apakah Kami melakukan tanpa kehadiran Anda, atau Kita menunggu Anda?". Tanyanya lagi.
" Lakukan tanpa Aku". Sahut Mr. Chaow tangannya memberi kode untuk keluar.
Mereka akhirnya keluar.
Kemudian ada lagi 2 Orang masuk membawa makanan dan langsung menata di Meja makan.
Mirip waiter, karena Mereka berdua berdiri di samping Meja makan.
(Katakan saja Waiter).
Setiap Mr Chaow mau pindah ke Meja makan ada saja tamu yang datang.
karena banyak sekali orang keluar masuk ke Ruangan Mr Chaow dan rata-rata Mereka memakai bahasa Thai.
Untungnya pembicaraan Mereka sudah masuk ke Sensor Jam tangan Dy dan langsung ke lihatan di Pusat.
Pasti Beck sudah membaca dan translate ke bahasa Indonesia.
" My Dear sekarang Kita makan, ini sudah Sore. Maafin Papa baru bisa menjamu Kamu ". Ucapan Mr Chaow membuat Dy mual mendengar nya.
Beck pasti mendengar semua celoteh si botak ini. Ingin rasanya cepat pulang supaya bisa bicara dengan Beck, dan minta pendapat Beck.
" Pak, Saya bekerja sampai pukul berapa, masalahnya Saya risih menemani Anda dengan pakaian Fitnes". Kata Dy sambil mengambil Som tum (semacam salad).
Disini makan pokoknya Nasi dari beras wangi.
" Dear.. kita akan makan berdua". Kata Mr Chaow memandang Dy.
" What?, Saya tidak mengerti".
" Anda akan saling suap berdua,
Anda tidak boleh memilih makanan sendiri". Seorang Waiter menjelaskan kepada Dy.
Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini.
Si Waiter mengatur menu yang terdiri dari Nasi 1 piring. Gai Yang (ayam utuh yang sudah di bakar dan di bumbui seperti Ayam guling).
Moo ping semacam sate daging sapi. Dessert nya kao niew ma muang bisa dikatakan mirip dengan asinan khas Bogor atau Betawi.
Mau tidak mau Dy harus duduk dempet dengan si Botak.
Dy memperhatikan cara Mr Chaow menyuapi dirinya. Dan Dy berusaha mengikuti walaupun agak kaku.
Seharusnya menunya ada ikan supaya Dy bisa menaruh tulang ikan dinasi Mr Chaow, biar keselek sekalian.
Kesal Dy nyuapin Bapak-bapak, nyuapin Aby mah demen....nah ini.
Ada saja tradisi yang membuat mual.
" Saya vegetarian daging Pak". Kata Dy kepada Mr Chaow sewaktu Dy mau di suapin Gai Yang.
" Sorry, Kamu hebat!!". Sahut Mr Chaow berusaha lebih mendekat duduknya. Duhh..dasar.
Dy melirik Waiter yang tetap berdiri mematung.
" Kapan-kapan Kita pesiar berdua,
Aku sekarang tidak perlu Bodyguard karena membawamu Aku sudah merasa nyaman".
" Aku takut laut, Aku lebih senang kalau kita di Darat". Sahut Dy menutup mulutnya karena sudah merasa kenyang.
Waiter cepat datang memberi tissue dan menyodorkan Dessert.
" Nona Lanjutkan menyuapi Tuan". Kata Waiter sopan.
Ooohh...ternyata masih toh.
Dessert juga tidak boleh di sentuh sebelum Mereka berdua selesai makan utama.
Akhirnya drama suap-suapan itu berakhir dengan pemenang di pihak Mr Chaow.
":Kamu cepat belajar, semoga kebiasaan lain bisa Kamu pelajari juga'". Kata Mr Chaow puas.
Dy berusaha tersenyum manis.
Selesai makan, Waiter membersihkan semua makanan yang Ada di Meja makan dan di ganti dengan buah Anggur merah, hijau, hitam.
Sepiring ceper Coklat yang berbentuk hati. Dua Martini gelas dan semangkuk es batu serta sebotol sang song (Rum).
Ada piring ceper dari perak yang diatas berisi cerutu dan pemantik.
Dy melihat itu semua dengan heran.
Mr Chaow berdiri dan masuk ke Kamar mandi.
" Untuk apa Anda menaruh ini semua, apa untuk pajangan saja, mengingat Kita sudah kenyang ". Ucap Dia kepada Waiter ingin tahu, karena Dy tertarik dengan coklatnya saja.
" Ini tradisi, boleh di makan dan boleh juga tidak ". Sahut Waiter itu tersenyum.
" Ohh...Aku pikir harus di makan".
" Tidak Nona...
Kami permisi, trimakasih, semoga harimu menyenangkan".
" Trimakasih...". Sahut Dy. Untung Waiter ini bisa bahasa inggris.
Rupanya Mr Chaow mandi, karena sudah kelihatan tambah licin.
Bau harum tubuhnya membuat Dy menatap Mr Chaow.
Ternyata Mr Chaow tidak jelek, malah keren. Hanya badannya kurang tinggi.
Untuk mengajak jalan keluar tidak malu-maluin. Selera berpakaiannya oke punya.
Koq istrinya malah kabur ya.
Bodo amat!!.
*******