I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
PENYESALAN



Bab.71.


Perbuatan yang tanpa di perhitungkan


akan membawa penyesalan yang panjang. Nasi telah menjadi bubur.


Keadaan ini membuat Dy merasa


terhina. Pelan-pelan kakinya melangkah berusaha melawan sedih


Yang berkepanjangan.


Dy terpaku melihat Kartu undangan


berwana merah maron tergelatak di


diatas Meja.


Setelah sebulan Dy menelan kenikmatan yang berdosa bersama


Dilan, akhirnya Dilan dengan alasan


Ibunya sakit menerima Mila sebagai


Istrinya. Dy merintih sedih dalam keputus asaan.


" Dy ...makanlah sedikit, sudah 2 hari


Kamu menyiksa dirimu ". Kata Jelita


ikut perihatin atas kemalangan nasib.


yang di alami Dy.


" Dilan melakukan ini karena terpaksa,


Ibunya sakit karena menahan malu ".


Agung ikut memberi pengertian kepada Dy.


" Aku anaknya Beck, berhak memecat


Dilan dari XPostOne ". Kata Dy menghapus air matanya.


" Sayank, jangan gegabah!!, didalam


XPostOne ada banyak nyawa. Kamu harus perhitungan itu ". Sahut Agung cepat.


" Banyak Agent Kita di luar Negeri yang


membutuhkan penanganan Dilan.


Aku harap Kamu berpikir lagi ".


Kata Jelita lagi.


" Terus Aku harus bagaimana? Aku tidak kuat atas semua ini. Tidak ada


Yang membuat Aku bangga lagi.


Aku telah ternoda ". Sahut Dy kembali


menangis.


" Dy lebih baik Kamu mengambil tugas


untuk menghibur hatimu ". Akhirnya


Agung memberi solusi.


" Ya Dy, Aku akan mengontrol dari


sini keberadaanmu ". Ucap Jelita.


" Kasi Aku tugas yang bisa membunuhku ". Sahut Dy meratap


Hatinya nelangsa.


" Kamu akan ke Libya menjadi seorang


Resepsionis di sebuah Hotel.


Dan bertugas sebagai penerima tamu untuk mencari Informasi sebanyak-banyaknya tentang gembong Mafia


Dagobe yang menyuplay senjata untuk pembrontak.. Disitu Kamu akan bekerja dengan Agen Kita XP number One ". Jelas Agung.


" Aku akan terima ". Sahut Dy berdiri. Jelita mengikuti Dy turun ke


bawah menuju Kamarnya.


Jelita mulai memasukan pakaian Dy


ke Koper dengan berat hati.


Bagaimanapun Jelita memaklumi perasaan Dy yang hancur setelah mengetahui keputusan Dilan menikahi


Mila.


" Ini tugas yang sangat berbahaya, sebaiknya Kamu menolaknya tadi dan


menunggu tugas yang lebih ringan".


Kata Jelita sambil memeriksa senjata


Yang harus di bawa.


" Aku percaya dengan takdir, kalau memang belum waktuku mati, biarpun


Aku berada di kobaran Api , pasti Aku


tetap hidup ". Sahut Dy menuju Kamar


Mandi.


Agung masuk ke Kamar Dy dengan


sedih. Keputusan ini terpaksa diambil


oleh Agung demi keselamatan Dilan


dan XPostOne, Agung sangat mengerti


sifat Dy yang cenderung sembrono dan sedikit sadis.


Untuk mengantisipasi itu, Agung mengambil keputusan sepihak tanpa


kompromi dengan Dilan.


" Apa Kamu tidak takut dengan kemarahan Dilan ?". Kata Jelita memandang Agung.


" Dari pada Dy membunuh Dilan atau


Mila, lebih baik Aku memberi tugas.


Aku tidak khawatir karena Dy bertugas


dengan Agen no.1 ". Sahut Dilan tanpa


ragu-ragu.


" Kata Beck Agent No.1 adalah yang terbaik untuk urusan Luar Negeri.


Aku ingin tahu orangnya ". Ucap Jelita.


" Tidak ada yang tahu, karena dia bertugas di luar Negeri. Tapi sekarang


Dilan pasti sudah tahu karena Dilan


menjadi Pimpinan XPostOne ".


Sahut Agung.


Dy sudah rapi dengan Outfit Bandara.


Celana satin dan stiletto. 


Sepatu bot koboi putih dan kacamata Agent serta Jam tangan Agent.


Gaun bodycon dan sepatu bot peep-toe setinggi lutut. 


Ngomongin kecantikan Dy tidak pernah habis, apapun di pakai pasti


sangat serasi.


" Aku akan berangkat, siapa yang akan


" Kamu jangan naik Privat Jet, supaya


Dilan tidak tahu atas kepergianmu ".


Kata Agung.


" Aku akan memakai kocek sendiri


jangan khawatir ". Sahut Dy mantap.


Wajahnya yang cantik menatap angker


ke Agung.


" Oke Kita berangkat sebelum Dilan


menelpon Kita '. Kata Jelita


menyeret koper Dy.


" Aku mencari Bibi dulu ". Kata Dy kebelakang. Bibi sedang menyetrika.


" Bibi, Aku nitip rumah. Kalau istrinya Dilan kesini jangan di kasi menginjak


Kamarku. Mungkin Aku akan lama


pergi ". Dy memeluk Bibi dengan sedih.


Bi Minah menangis memikirkan nasib


Dy yang terus nelangsa.


" Non, bibi tidak bisa memberi saran apapun saat ini. Bibi akan selalu mendoakanmu, supaya Tuhan selalu melindungimu ". Sahut Bibi dengan air mata berlinang.


" Trimakasih Bibi ". Kata Dy lalu mohon


pamit. Cepat-cepat Dy menghapus air matanya dan kembali memakai kaca mata Agent.


Kaki Dy mantap melangkah menuju


garasi, kemudian mengambil Lambhorgini meninggalkan Rumah mungilnya. Jelita duduk diam disamping Dy, hatinya ikut sedih atas kepergian Dy.


" Aku harap Kamu cepat menyelesai-


kan tugas disana dan pulang kembali.


Aku dan Agung mungkin akan menerima murka Dilan, tapi tidak apa-apa demi kebaikan Kalian Aku rela bekorban ".


" Jel...Aku tidak rela Rumahku di acak-acak oleh istri Dilan. Mungkin dengan


memindahkan Kantor XPostOne aku bisa


lega sedikit ". kata Dy memandang lurus


kedepan.


" Aku rasa Dilan tidak mungkin membawa


istrinya, perkawinan Mereka hanya formalitas


saja ". ucap Jelita.


" Apapun bentuk perkawinan Mereka, Aku tidak perduli. Namanya manusia sekarang


A besok bisa B ". sahut Dy putus asa.


" Semoga saja Dilan menepati janjinya. Dan bisa mencontoh pristiwa Kamu dan


Jojo.". kata Jelita berharap.


" Aku seperti mati Suri menghadapi kebodohan yang terlanjur Aku nikmati bersama Dilan ".


" Jangan terlalu menyalahi dirimu, anggap


pada saat itu Kamu khilaf ". hibur Jelita.


" Itu saja pesan ku supaya Dilan pergi dari Rumahku. Aku merasa Dilan tidak mencintaiku tapi cuma memanfaatkan


diriku dan memonopoli harta Ku ".


kata Dy berapi-api.


" istighfar Dy..... Dilan bukan Orang yang


Kamu tuduh kan. Kamu terlalu dini menilai


Dilan. Walaupun Aku belum begitu lama


mengenalnya, tapi Aku tahu Dilan berbeda".


sahut Jelita membela Dilan.


" Penilaian Orang akan berbeda tergantung


dari mana menilainya. Kamu tidak akan


mencurigainya karena Kamu bukan korban.


Tapi Kamu akan berbicara sama dengan ku kalau sudah menjadi korbannya ".


kata Dy pelan.


" Mungkin perkataan mu benar atau bisa


juga tidak. Kita akan melihat nanti dengan


berjalan nya waktu ".


sahut Jelita menarik nafas.


" Hanya waktu yang bisa menjawab seberapa


rendahnya penilaian mu terhadap Dilan ".


sambung Jelita lagi.


" Kita disini berdebat, tapi Filan disana lagi


senang-senang ". mereka tertawa garing


berdua.


" Aku nanti ngomong sama Agung,


supaya Dilan memaklumi ".


Sahut Jelita sedikit ragu.


Mobil memasuki kawasan Bandara Ngurah Rai. Hati Dy merasa tercabik


mengingat Dilan yang akan menjadi


Suami Mila.


Selama ini Aku hanya menjaga jodoh


Orang. Bisik Dy dalam hati.


" Kamu jangan jatuh cinta sama Agent


Number One ".


" Aku kapok jatuh cinta ". Sahut Dy tanpa senyum.


" Dy, Jaga sikapmu di negara orang.


Aku selalu mendoakanmu ". Kata Jelita ketika Mereka sudah sampai


di tempat parkir.


" Aku akan merindukanmu ". Sahut Dy turun dari Mobil.


Setelah cipika cipiki Dy menyeret kopernya kedalam Solaria.


Perutnya harus diisi. Walaupun tidak ada keinginan untuk makan tapi


Dy harus makan. Karena Dy tidak berani gegabah dengan orang yang


akan diajak kerja.


Agent no.1 adalah Agent yang tidak boleh diajak main-main dan sangat disiplin.


*****