
Bab.115.
Kamar ini cukup luas dan lengkap, ada tempat tidur double bad dan Kamar mandi Buthtube Kalau untuk pasangan kamar ini sangat cukup, tapi Yudha bukanlah pasangannya. Malah bagi Dy
Yudha itu mistri yang belum terpecahkan.
"Aku merasa diriku kena kutukan
biasanya Hotel selalu ada Blocking Room, tapi hari ini Kamar semua habis," sentilan Dy membuat Yudha tertawa kecil.
"Mandi dulu sudah malam, besok lagi bahas kutukan," sahut Yudha menaruh
Tas Ranselnya. Senjata Agent di jadikan satu dan ditaruh diatas Meja.
"Ya!! asal Kamu mengerti Aku ini bukan siapamu, jadi Kamu tidurnya di Sofa,"
kata Dy menuju Kamar mandi.
"Tidak usah dibahas, Aku siap tidur di lantai," sahut Yudha membuka
sepatunya.
Sementara Dy mandi Yudha membuka Sensor Jam tangannya. Seluruh ruangan di periksa dan tidak ada mencurigakan.
GSM nya dan GSM Dy yang bisa dipantau oleh pusat sudah Dia matikan. Sehingga Agung dan teman XPostOne yang lain tidak tahu keberadaan Mereka berdua.
Yudha tahu apa yang harus Dia lakukan dan siapa akan mati selanjutnya. Perkiraannya Dy adalah target utama yang akan di habisi. Yudha menarik
nafas panjang. Pikirannya sangat risau.
Suara ponsel Dy terdengar nyaring
Yudha mengambil Ponsel dan
mengecek WA masuk. Cepat Yudha mematikan Ponsel supaya tidak ada
yang bisa menghubunginya walaupun
itu Dina teman dekat Dy.
"Yudha!!, apa maksudmu melihat
Ponselku, Kamu menggeledah tas ku.
Jangan-jangan Kamu salah satu dari pembunuh itu," teriak Dy merampas ponselnya.
"Jangan salah paham, tadi ponselmu berdering, kemudian Aku ambil dan
Aku matiin supaya tidak ada yang bisa menghubungi Kamu," sahut Yudha
menuju Kamar mandi. Malas Yudha mendengar omelan Dy yang tidak bermutu.
"Ingat Kamu musuhku, jangan lagi
berani memegang ponselku," kata
Dy kesal.
Dy tidak mengerti kenapa perasaannya selalu kesal kepada Yudha. Ingin sekali Dy menendangnya atau memukulnya.
kemudian menggigitnya sampai
berdarah.
Dy melompat ketika ada suara ketukan
di pintu. dan mengintip dari lubang
pengintai. Ternyata Manager F&B (Food and Beverage Executive) Assistant Manager (EAM) yang datang. Seorang Waiter menaruh pesanan Dy diatas meja.
"Selamat malam Nona, Kami dari Kichen mengganggu istirahat Nona. Adapun kedatangan Kami kesini menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Kichen," kata Bapak Suwito dengan sopan.
"Silahkan duduk dulu Pak Wito dan Pak Made,: sahut Dy ikut duduk di Ruang Tamu di depan Kamar.
"Ada Pegawai baru yang sangat Kami curigai sudah bekerja dari kemarin.
Kami tidak bisa memecatnya, karena
ada Backingnya JM Ibu Magdalena,"
tutur Pak Wito.
"Apa yang Dia lakukan sehingga
Bapak curiga,"
"Dia diam-diam sering menemui
tamu yang menginap di Kamar
nomor 282 lantai 2," sahut waiter
Ikut memberi penjelasan.
"Saya pernah melihat tamu itu waktu Mereka memesan satu botol Black
Label. Seorang laki-laki dan seorang perempuan," tutur waitet itu lagi.
"To the point kalau bicara," kata Pak -Made mengingatkan.
"Mereka berkata akan membasmi XPostOne dan menghancurkan Hotel
dan Nona Dy" jelasnya lagi.
"Tolong jangan membicarakan apa yang
kalian tahu kepada orang lain. Dan Pak Wito serta Pak Made ikut mengawasi orang itu, jangan dikasi mengambil pekerjaan dapur. Kita harus waspada, besok Aku akan bergerak," sahut Dy.
Setelah puas mengadu masalah Kichen dan masalah Waiter yang baru, Pak Wito dan Pak Made lalu mohon diri. Dy mengunci pintu utama dan masuk kamar.
"Yudha kenapa Kamu memakai Piyama,
bukankah Kamu membawa baju ganti.
Atau sengaja Kamu ingin membuatku
klepek-klepek," tegur Dy tanpa menoleh.
"Mumpung ada Piyama gratis," sahut Yudha tanpa menoleh.
"Kamu memang sengaja ya,"
"Kamu senang memancing, nanti kalau
kalah mengamuk," sahut Yudha.
"Makan keluar, setelah itu Aku mau
"Cerita apa sayank, apa si kodok
merindukan Bulan," sahut Dilan cepat.
"Ingat!! Aku bukan sayank mu, dan Aku tidak akan pernah menjadi sayank mu," kata Dy kesal.
"Tidak menjadi sayank ku tapi sudah
sering memeluk dan menciumku,"
sahut Yudha keluar dari Kamar. Mulut
Dy seketika diam, matanya melotot. Dengan kesal Dy ikut keluar dan duduk
di depan Yudha.
"Hee...kalau ngomong hati-hati, apa
perlu mulutmu Aku plester pakai lakban, Kamu pikir Aku bisa ditipu. Wajahmu memang mirip Dilan, tapi ada yg tidak mirip Aku yang tahu,"
"Apa yang tidak mirip?" tanya Yudha menyiapkan makanan untuk Dy.
"Adalah...belum Aku sebutkan,"
kata Dy menatap Yudha.
"Ya nanti sebutkan satu persatu
supaya Aku tahu perbedaaku dengan
Dilan," sahut Yudha enteng.
"Banyak yang beda, misalnya kalau
Dilan sudah mati sedangkan Kamu
tetap hidup," kata Dy tersenyum lucu.
"Sudah...jangan sebut nama Dilan
selera makanku nanti hilang. Kamu makan dulu, jangan minum nanti
mabuk," kata Yudha.
"Aku minum segelas saja, supaya
cepat tidur," sahut Dy cuek.
"Terserah Deh, tidak boleh seorang
Agent minum kalau lagi bertugas,
bagaimana kalau musuh menyerang
tiba-tiba,"
" Yaya....mari makan," kata Dy mulai
makan, matanya terus memperhatikan Yudha. Tentu saja Yudha cuek atas sikap Dy, Dia sudah tahu sifat Dy yang usil dan gemesan.
Bagi Dy malam ini membuat hatinya jengkel. Cerita yang sudah tersusun
rapi di otaknya tidak bisa Dy ceritakan karena Yudha sudah duluan tidur di
Sofa panjang. Hatinya kesal, masak
ada orang habis makan terus sikat gigi langsung tidur. Apa odolnya berisi obat tidur?, tapi Dy juga memakai odol yang sama. koq tidak ngantuk. Bathin Dy.
Dari pada bingung lebih baik minum,
Yudha tidak mau minum dengan alasan lagi bertugas. Sesuatu yang hangat mengalir di tenggorokan nya segelas Cocktail habis diminum.Semoga
matanya bisa terpejam dan bangun besok pagi.
Dy menahan dirinya untuk meminum
Cocktailnya Yudha. Dengan langkah
gontai Dy menjatuhkan dirinya di
tempat tidur. Tidak menunggu lama
matanya sudah tertutup. Yudha bangun dan keluar serta membuang
minumnya ke Wastafel. Kemudian
Yudha memperhatikan Wajah Dy
yang cantik sebelum mengganti
lampu Kamar dengan lampu tidur.
Yudha mengambil tissue basah dan
membersihkan telapak Kaki Dy.Itu
ritual rutin yang selalu Dy ingat sampai hari ini. Yudha membaringkan tubuhnya disisi Dy. Wangi tubuh Dy membuat rangsangan kasar yang menggoda pikiran Yudha untuk menyapu lembut
bibir Dy yang setengah terbuka.
Rasa sayang yang lama terpendam
baru bisa timbul dan Yudha yakin
permainan ini akan Dia menangkan.
Yudha memeluk tubuh Dy dengan
mesra, tubuh ini selalu wangi,
berbahagialah Dilan yang mendapat
kesempatan pertama membaur dalam satu birahi dengan Dy. Yudha sangat mengerti posisinya dan harus akan
selalu mendapat sisa. Tapi tidak mengapa Yudha iklas dan akan selalu taat....
PAGI YANG CERAH
Dy membuka matanya ketika merasa ada tangan kekar memeluknya. Dadanya berdebar keras setelah tahu yang memeluknya adalah Yudha. Bau badan Yudha mengingatkan Dy sewaktu Dilan
memeluknya.
*******