
Bab.114.
Inilah malam pertama Dy bertugas,
Dy memakai celana jean dan baju
Kaos lengan pendek. Rambutnya di kuncir kuda. Holster tempat Pistol
FN 229 melingkar di pinggangnya.
Terakhir Jaket kulit menutupi
Tubuhnya. Kemudian Dy memakai
Topi Eiger kesayangannya.
Penampilan Yudha tidak kalah Macho, badannya yang tinggi tegap di balut dengan pakaian senada dengan Dy. Mereka beda di sepatu, kalau Yudha memakai sepatu Lars, sedangkan Dy
memakai sepatu Sneaker. Mereka
berdua fashionable banget.
"Aku mau semobil denganmu, tapi
pakai Mobilku," kata Yudha.
"Aku mau pakai Mobilku," sahut Dy.
"Daripada ribut, pakai Mobil Markas
canggih dan lengkap," Agung ikut
nimbrung.
"Kalau kalian tidak mau pakai Motor
RX king aja," komentar Jelita.
"Pakai Lamborghini saja," ucap Dy
beranjak dari tempat duduknya.
"Mohon Doanya, supaya Kami bisa
bekerja sama," sindir Yudha sambil
melirik Dy yang mulutnya manyun.
"Asal jangan minta lebih," sahut Dy.
"Oke, semoga kalian bahagia sampai
Kakek, Nenek...," kata Jelita ikut
menimpali sambil tertawa.
"Bravo...kalian pergilah....," sahut
Agung ikut menyalami Mereka.
TUGAS PERTAMA.
Mobil Lambhorghini itu melaju tenang
di jalanan sepi. Sengaja Dy mencari
arah memutar, karena Dy yakin di
antara Anggota XPostOne pasti ada
kaki tangan musuh. Karena semua
kejadian itu seperti saling berkaitan.
Dy berkesimpulan di antara pelatih
ada yang menjadi mata-mata.
"Yank...kenapa lewat jalan ini," Yudha membuka percakapan.
"Idiihhh..ralat omonganmu, Aku bukan
Sayankmu," sahut Dy kesal.
"Itu sebuah panggilan, salahkah jika
Aku memanggil sayank, daripada Aku
memanggilmu my wife lebih aneh,"
sahut Yudha tersenyum.
"Kamu bukan Dilan, Kamu sengaja
muncul menjadi pengacau, Aku benci
padamu," sahut Dy ketus.
"Batas antara benci sama cinta beda
tipis, semoga Kamu mengerti itu,"
kata Yudha menatap wajah cantik
Dy dari samping.
"Aku tidak mengerti, jangan mencoba
masuk ke kehidupanku kalau ingin
selamat. Lihat saja Aby sama Dilan,
Aku merasa membawa penyakit
kutukan yang menyebabkan siapa
yang mendekatiku pasti mati," sahut
Dy berusaha menakuti Yudha.
"Apakah Suamimu Aktor Singapore
sudah mati, wajar kalau Kamu
berasumsi begitu," kata Yudha.
"Terserah Kamu yang jelas Aku tidak senang kepadamu, Aku adalah musuh bebuyutmu," tungkas Dy memantau
Sensor.
"Aku juga tidak sayank padamu, cuma Aku tidak melarang kalau Cintaku
tumbuh ketika melihat Jandanya Dilan," goda Yudha membuat Dy gregetan.
"Aku tidak mau jadi sopir kalau Kamu genit, Aku jadi tidak bisa memukul
Kamu," kata Dy kesal.
"Tidak usah memukulku sayank, Aku
tahu Kamu seorang Drakula, pasti
sering meninggalkan jejak di badan
Dilan, Akupun mau di gigit," kembali Yudha membuat Dy jengah. Darimana manusia ini tahu rahasia pribadinya. bathin Dy tambah kesal.
"Jangan membangunkan macan tidur, nanti Kalau sudah marah, Kamu bisa tinggal nama," kata Dy.
"Apakah Macam masih tidur?, kalau
masih Aku akan terus menggodamu,"
"Kita lanjutin nanti...sepertinya musuh sudah terpancing. Ada yang mengikuti Kita," seru Dy.
"Berarti ada mata-mata Dirumah, Kamu siapin tombol 4, radius 500m. Kita akan tunggu reaksi Mereka," sahut Yudha sambil mengeluarkan AK 47.
Mobil mulai di tembakin dari jarak jauh. Yudha membuka kaca Mobil dan membalas tembakan Mereka. Seperti lawan cukup terlatih, tembakan lawan
terus mengenai body Mobil. Untung
Mobil dilengkapi dengan pengamanan super. Jangankan ditembak peluru, kaca mobil juga tidak mempandibom.
Karena Mobil menggunakan kaca film tipe PS7. Spek yang mempunyai ketebalan 7 milimikron ini memiliki ketahanan dan elastisitas yang cukup tinggi. Tapi Yudha dan Dy tidak.mau
lama-lama meladeni lawan.
Tanpa membuang waktu tombol no4
di pencet Yudha, sebuah letusan terdengar dari Mobil Camry yang di
perkirakan memuat 4 orang. Api membumbung tinggi. Yudha terus melihat lewat Sensor, akibat kejadian
itu beberapa Mobil dan pengguna
Dy cepat memacu Mobilnya berusaha
tidak meninggalkan jejak. Mereka tidak
mau ada pertanyaan dari Polisi karena Polisi masih menyelidiki Kasus yang
beruntun terjadi menimpa XPostOne.
"Kita menuju penginapan, Aku yakin
Kita akan dihadang," kata Yudha.
"Bagaimana kalau Kita ke Uvassa
Hotel, tapi sebelumnya Mobil harus
diperiksa dulu Aku curiga kalau Mobil
di pasangi Sensor," sahut Dy mulai
mencari mini market.
Dy mulai memacu Mobil agak pelan
didepan ada Razia Polisi. Yudha tidak
mau mengambil Resiko, sebuah Sirine
dari XPostOne sudah di pasang. Dy memberi lampu Dim ketika melewati Polisi.
"Mungkin ini ulah XPostOne, buktinya Mereka searah," kata Anggota Polisi
yang melihat Mobil XPostOne lewat.
"Siapa lagi hanya Mereka yang suka
memakai peluru pelontar,"
"Lapor saja ke Bareskrim," sahut
temannya.
"Keadaan tidak akan berubah, Kita
kerja sama dengan Mereka dan saling membutuhkan," kata temannya.
"Kembali fokus, sepertinya yang di
Razia sudah lewat," sahut teman nya
lesu.
"Yang penting ada laporan supaya
Kita tidak salah.
KE HOTEL UVASSA.
Dy berhenti tepat di depan Mini Market. Yudha turun memeriksa Mobil, Sensor yang dibawa berbunyi. Yudha mencari
bunyi yang mencurigakan. Benar saja
ada alat Sensor penyadap yang di
pasang dibalik Flat Mobil.
Sebelum Yudha naik ke Mobil Dy mendapat ancaman dari seseorang
lewat Whatsapp di Ponselnya.
" Aku datang untuk menghancurkan
XPostOne," itu bunyi ancaman itu.
"Aku mendapat ancaman, jangan
dikirim ke Agung Kamu save dulu
di ponselku," kata Dy menyerahkan
Ponselnya kepada Yudha.
"Ayo Kita jalan, Aku juga mendapatkan
Sensor penyadap. Aku akan buang sebentar, kamu fokus nyetir," sahut
Yudha sambil mengambil Ponsel Dy. Tidak lupa Dia teruskan pesan itu ke Ponselnya.
"Kamu boleh buang Sensor itu disini
Aku akan mengambil arah berputar,"
kata Dy.
"Oke....Kita lewat kanan saja," sahut
Dy membelokkan Mobilnya.
Malam semakin larut, Lamborghini Itu menembus jalanan yang sepi menuju Uvassa Hotel. Memang sengaja Dy
lewat jalan pintas yang tembus di post
belakang. Biasanya kalau ada tamu
yang membutuhkan Privasi akan lewat
post belakang.
Seorang Scurity membuka plang
sambil memberi hormat. Tidak ada
pemberitahuan Owner akan datang.
Dengan cepat Scurity menghubungi
Managernya dengan Handy Talky.
Semua bagian mendadak sibuk.
Dy dan Yudha turun dari Mobil di
depan Mereka sudah berderet Staf
Hotel dengan dada berdebar
melihat dandanan Owner Mereka
yang seperti Militer. Apalagi Yudha
yang menyandang AK.47.
"Selamat malam Nona dan Tuan,"
sambut Mereka dengan hormat.
"Siapkan Aku Kamar," perintah Dy.
"Maaf Nona, hanya masih 1 kamar
di Pool Side, hari ini Fully booked.
Apakah Nona mau disana?" kata
seorang Concierge kepada Dy.
"Tidak apa-apa," sahut Dy tegas.
Concierge mengarahkan Mereka
menuju ke Kolam Renang. Yudha
dan Dy masuk ke Kamar yang
di persiapkan.
"Selamat istirahat Nona, Kami akan melayani Nona 24 jam.Apakah Nona
akan Dinner?"
"Aku akan memesan menu ringan
dan 2 gelas Cocktail Vodca. Aku
juga minta penjagaan dilipat
gandakan," kata Dy
"Siap Nona," kata Mereka hormat.
*******