I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
BERTEMU MR CHAOW



Bab.42.


Jalan Sukhumvit adalah salah satu jalan terpanjang di Bangkok, Jalan ini dilayani beberapa stasiun layang BTS.


Lanjutan jalan ini adalah Rama I, kemudian ada Rama II, di sekitar sini Ada pusat perbelanjaan yang besar, namanya Mall Mahogany.


Di tengah Mall ini di lantai 3,


Dy akan menjadi Personal Trainer.


Nama tempat Fitnes ini adalah Wibhu Tenes.


Ini hari pertama Dy muncul di Kantor Klahan Chaow, Owner dari Mall ini.


Seorang laki-laki yang berumur sekitar 42 tahun menyambutnya.


Wajahnya Asia banget, matanya agak sipit dengan senyum selalu mengembang.


Walaupun kepalanya botak, tapi tetap keliatan keren dan berwibawa.


Rencana yang tersusun rapi jadi buyar, karena masuknya Mr Chaow


Kedalam agenda XPostOne.


" Aku panggil Kamu siapa?". Tanya Mr Chaow tersenyum


" Panggil Saya Dy ". Kata Dy sambil menyerahkan Biodata yang tentu saja palsu.


" Aku akan memanggilmu Dear... sepertinya lebih cocok untukmu".


Kata Mr Chaow tersenyum.


Sekarepmulah Pak, Yang penting mata bapak dijaga sedikit, supaya tidak menjelajahi tubuh saya.


Hari ini kebetulan Dy memakai Treaning 3/4 dan baju Fitnes. Badannya yang kencang dan sexy membuat Mr Chaow menelan salivanya


" Kamu akan menjadi sekretarisku, karena Kamu lebih anggun kerja di Kantoran daripada mengajari Orang Fitnes". Kata Mr Chaow selanjutnya.


" Saya tidak mengerti tentang kerja Kantoran ". Sahut Dy berusaha menolak.


" Aku yang akan mengajarimu ".


Kata Mr Chaow memaksa.


Keadaan begini yang tidak di ingini oleh Dy, selalu saja ada Orang yang berusaha menghambat penyelidikannya.


" Kita akan keluar sekarang, Kamu tidak usah protes ". Kata Mr. Chaow berdiri.


" Maaf Mr. Chaow sepertinya Saya tidak bisa ikut keluar karena baju Saya kurang layak". Kata Dy sekenanya.


Tentu Saja Dy takut di kenal Orang karena Dy masih istrinya Jojo.


" Jangan memanggil Aku Mr. Chaow panggil Aku Papa". Ucap Mr. Chaow tersenyum.


Benar-benar kurang Asem si botak ini. Tambah ngelunjak saja. Sabar...sabar...


" Kamu tidak keberatan khan?". Tanya Mr. Chaow lagi.


" Saya akan memanggil Pak saja, terserah Anda mau memanggil Saya apa. Perlu juga Bapak tahu bahwa hubungan Kita sebatas teman kerja, karena Saya sudah bertunangan". Sahut Dy asal. Lebih baik di Warning! dulu dari pada kedepannya ada masalah.


" Aku mengerti, tidak mungkin orang secantik Kamu tidak punya pacar". Kata Mr Chaow tersenyum.


" Mari Kita keluar". Kata Mr Chaow membuka pintu. Dengan langkah terpaksa Dy berjalan berendeng di samping Mr. Chaow.


Dy merasa jengah karena sepanjang jalan pertokoan Mereka menjadi pusat perhatian.


Duhh...gimana kalau Istri si botak ini


tiba-tiba mincul?


Pikir Dy ngeri.


Mr. Chaow berdiri di depan sebuah butik internasional R&R dan mengajak Dy masuk. Kedatangan Mr Chaow membuat suasana Butik senyap.


Lima orang pramuniaga menghampiri Mr Chaow dengan hormat.


Mereka memakai bahasa Thai yang Dy tidak mengerti.


Dy menjadi serba salah ketika Mereka mempersilahkan Dy masuk ke Kamar ganti. Dy berkali-kali menolak, tapi Mr. Chaow tetap kekeh.


Setumpuk pakaian Dy harus coba di depan Mr Chaow


Dan anehnya selera Mr. Chaow semua minim.


Mr Chaow memilih Tang top dan you can see, dengan berbagai warna.


Rok jeans atau Denim yang serba mini.


Hot Pants dan ...maaf sampai CD.


Apa maksudnya ini.


Dy harus berhati-hati dengan Mr Chaow.


" Bapak berlebihan, kita baru kenal ". Kata Dy setelah kembali dari Butik.


" Duduklah, Kita akan minum". Sahut Mr Chaow membawa sebotol Martini dan 2 martini gelas. Dy duduk di Sofa yang ada di Ruangan Mr Chaow


Di Ruangan ini, layaknya seperti Kamar Hotel, semua ada. Bed King size, kamar mandi Bathub khusus, Almari untuk menyimpan semua pakaian yang tadi di beli.


Hanya sepatu tidak ada.


Ini ruang kerja apa tempat mesum. Pikir Dy penuh curiga.


" Maaf Pak Saya tidak bisa minum. Saya seorang Olahragawan tentu tidak baik mengkomsumsi minuman keras". Sahut Dy menolak ketika


Martini gelas di sodorkan padanya.


" Ohh...tapi Kamu mau menemaniku minum khan ?".


" Ya Saya akan disini, tapi Saya harap Anda jangan mabuk".


" Oke my Dear, Aku akan minum 1helas saja, tidak lebih". Sahut Mr Chaow mulai menuang Martini ke Martini glas, tidak mencampurnya


tanpa hiasan buah zaitun.


Dy duduk di Sofa sembari otaknya berputar, bagaimana caranya mengambil kaca mata zoom nya tanpa membuat Mr Chaow curiga. Karena di dalam tas gandong Dy ada senjata Agent dan beberapa sensor manegtik.


Sedangkan Mr. Chaow selalu menatapnya genit.


" Kamu tahu hidupku sangat sepi setelah istriku pergi". Mr. Chaow membuka percakapan setelah lama Mereka diam.


" Kamu tidak usah takut kepadaku, Aku tidak akan berbuat jahat padamu, Aku hanya ingin Kamu menemaniku duduk minum dan mengobrol.


Semoga Kamu betah, karena banyak perempuan yang tidak betah denganku, Mereka hanya menginginkan uangku saja".


Mr. Chaow mulai bercerita tentang kehidupannya yang kaya raya.


Mempunyai Rumah mewah, Villa, Mall, Private Jet, Kapal pesiar dan usaha Retail.


Dia juga bercerita tentang istrinya yang kabur dengan laki-laki lain, karena Dia tidak bisa membahagiakan istrinya.


" Berarti Istri Bapak kurang bersyukur, kenapa Dia harus pergi padahal Bapak sudah kaya raya ". Sahut Dy prihatin atas nasib Mr. Chaow yang kaya tapi kurang bahagia.


Dy ingat sama Beck yang kaya raya tapi nasibnya sama seperti Mr. Chaow


" Kamu belum tahu siapa Aku, setelah Kamu tahu baru Kamu akan kabur juga semua begitu".


" Kita baru bertemu, mana Saya tahu, yang Saya tahu bahwa Bapak aneh.


Maaf ya Pak, cara Bapak membelikan Saya pakaian yang banyak, menurut Saya itu tindakan yang kurang pas. Karena Saya akan langsung curiga, untuk apa Bapak berbuat begitu, apalagi pakaian itu cuma di pajang


di Almari Bapak".


Mr. Chaow cuma tersenyum mendengar ocehan Dy. Tidak ada kata-kata yang di keluarkan.


Ketukkan di pintu membuat Dy berdiri.


Mr. Chaow menyuruh Dy membukakan


pintu. Dua Orang laki-laki dewasa masuk dengan tampang sangar.


Ada tatto naga di tangan kanan.


Pandangan Mereka langsung ke Dy


yang berdiri di samping Mr. Chaow


Kebiasaan spontan melindungi Orang, membuat Dy tiba-tiba berdiri disamping


Mr. Chaow .


Dy merasa salah memilih tugas, karena saat ini Dy cuma seperti patung tidak mengerti satupun bahasa yang di ucapkan oleh Mereka.


Tapi Dy mempunyai filling bahwa akan


terjadi pertengkaran hebat.


Jam sensor Dy siap merekam semua kejadian yang akan terjadi.


Kedua Orang itu berdiri sambil tangannya menuding-nuding


Mr. Chaow


Pertama Mr. Chaow berbicara biasa, setelah itu terjadi adu mulut dan kelimaknya Orang


itu mengeluarkan Urumi (senjata tradisional Thailand).


Mr. Chaow langsung berdiri dan berbicara keras kepada laki-laki itu.


Salah satu dari Mereka langsung menggebrak meja.


Kaki Dy cepat melayang ke atas meja menendang botol Martini ke tangan target 1 yang mau menyabet leher Mr. Chaow dengan Arumi.


Suara botol pecah dan bau minuman keras menyengat hidung.


Dy cepat menangkap Arumi yang melayang


di Udara dan mengalungkan ke target ke 2.


Kesempatan itu di pergunakan oleh Mr Chaow untuk menelpon.


Tidak berapa lama ada 4 lelaki dewasa datang meringkus 2 orang pengacau itu.


Dy melemparkan Arumi itu keatas meja dan menancap persis di depan Mr. Chaow.


******