I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
HATI DY BIMBANG



Bab.119.


Banyak pertanyaan yang harus dijawab


oleh Yudha, Sore ini seolah Dia menjadi pesakitan yang harus menjawab semua pertanyaan Dy. Salah menjawab langsung


Dy menendang kursi. Memangnya Yudha


punya ingatan setajan silet. Kalau masa


lalu sudah berlalu, kenapa harus diungkit


dan di tampilkan ke permukaan.


"Kenapa Kamu menjadi Dilan Aku tidak


di kasi tahu," tanya Dy yang membuat otak Yudha bingung menjawab.


"Kalau Kamu dikasi tahu tentu Kamu


tidak mau memeluk Aku," kata Yudha Kalm. Menurut Dy jawaban itu tidak relevan, tidak memuaskan, dan Dy menjawab sendiri pertanyaannya.


"Karena. Kamu brengsek, play boy


dan pecundang," jawab Dy  marah.


Tentu saja semua jawaban Yudha


salah menurut Dy. Keributan Sore


ini membuat Dy menangis menahan


sakit hati.


"Kamu tega menipu Aku," kata Dy menangis.


"Dy...sebenarnya Kami tidak menipu Kamu, hanya Kamu yang tidak tahu bahwa Kami berbeda," jelas Yudha.


"Kalau tidak menipu apa namanya," bentak Dy kesal. Giginya gemeletuk menahan marah.


"Aku adalah kembar Indentik, Dilan duluan lahir, karena Ibuku kurang


mampu Aku diambil sama Paman


yang hidupnya berkecukupan.


Kami berpisah Daerah tapi masih


satu Kota. Setelah  Kuliah Kami


sama-sama mencari  Sekolah Tinggi Intelijen. Kami Lulus bersamaan dan


Aku nenjadi Intel Negara sedangkan


Dilan bekerja di XPostOne.


"Apakah Beck tahu kalian kembar?"


tanya Dy menghapus air matanya.


"Tahu, makanya Beck tidak setuju


kepada Kami, karena Dilan dan Aku sama-sama mencintaimu," saut


Yudha mengenang kemarahan Beck waktu itu.


"Terus siapa Rahayu?" tanya Dy selanjutnya.


"Supaya Dilan dikasi pacaran sama Kamu, Aku terpaksa mengalah dan mencari pacar. Dan itulah Rahayu. Melihat Aku sudah mempunyai pacar Beck akhirnya mengijinkan kalian pacaran. Tapi tiba-tiba Ibu menerima


perjodohan Dilan dengan Mila," kata


Yudha berhenti sebentar mengenang kembali masa lalunya.


"Pada saat Dilan dipaksa oleh Ibu


untuk menikahi Mila, KIta sempat mau membuka tabir Kita kepadamu, tapi


urung karena takut Kamu mengamuk.


Akhirnya Aku pasrah dan membiarkan seperti air yang mengalir. Akupun


keenakan menjadi Dilan dan dengan gampang memutuskan hubunganku dengan Rahayu, mungkin itu yang membuat Rahayu sakit hati dan marah.


Wajar Dia menjadi musuhmu," lanjut


Yudha penuh kenangan, perasaannya sedih Ingat Dilan.


Dy hanya bisa menarik nafas. Apa


yang harus di ucapkan semua sudah gamblang. Seperti kata pepatah Nasi sudah menjadi Bubur. Hanya satu yang Dy tidak berani menanyakan..Pernah


kah Yudha menidurinya?? Mungkin pertanyaan itu akan keluar di saat yang tepat. Hari ini sudah cukup sekian dulu  Dy sudah lega mendapat jawaban, walaupun  hatinya masih kesal dengan Yudha.


"Ya sudahlah, pokoknya Aku masih


sakit hati dan benci padamu," katanya


Dy cemberut.


"Aku sudah tahu Kamu benci padaku,


dan Aku akan menjauhimu setelah selesai masalah XPostOne," Yudha


yang mengerti sifat Dy pura-pura bersedih dan mengalah.


"Kamu mau kemana, mencari Rahayu atau pacar baru," samber Dy cepat.


"Mencari pacar baru yang mau


menerima Aku apa adanya," jawab


Yudha.


"Aku tidak peduli padamu, mau


mencari Pacar, mau guling-guling


di jalanan, mau jungkir balik Aku


tidak peduli. Aku benci Kamu," sahut


Dy kembali kakinya menendang kursi.


"Kasihan kursinya menangis," kata


Yudha tersenyum tipis.


"Aku mau mandi!!" teriak Dy menuju Kamar Mandi.


Yudha memperbaiki letak kursinya


sambil mengeluarkan Senjata yang


akan dibawa nanti malam. Menjadi


Intelijen memang kemauan Yudha


tapi setelah mempunyai tambatan


hati, rasa Nasionalisme nya mendadak luntur pada saat akan pergi bertugas


meninggalkan kekasih. Ada perasaan


ngeri dan sedih kalau meninggal


dalam tugas.


Kamar mandi Hotel semua hampir


sama, ada semua perlengkapan


mandi dengan icon masing-masing.


Hari ini Dy dan Yudha menginap di


Hotel Bintang 3 di Denpasar.


supaya Agung tidak bisa melacak keberadaannya. Trus terang saja


Dy masih merasa curiga dengan keberadaan Anggota pelatih.


Malam ini Dy dan Yudha berencana mencari Rumahnya Eny yang bekerja


di XPostOne sebagai Staf treaning.


Semoga malam ini menjadi malam


yang membawa berkah, dan Yudha


bisa menemukan titik terang dari


kasus pembunuhan yang berantai.


MENYUSUP


Jam menunjukkan pukul 23.10 wita,


Dy bersiap akan menyusup ke Rumah


Eny anak Treaning XPostOne yang berdalih sakit waktu Jasad Aby dan Admesh dibawa ke pemakaman. Makanya Eny selamat sewaktu terjadi keracunan di Tenda XPostOne karena


Eny tidak datang. Agung juga pernah curiga kepada Eny waktu Dia sempat memergoki Eny di Ruangan senjata.


"Ayankk...sudah siap Kamu?" tanya


Yudha sambil memakai sepatu Lars.


"Aku bukan sayankmu ingat itu, KIta musuh," sahut Dy cembrut, pakaian


Dy sudah rapi.


"Musuh dalam selimut," goda Yudha.


"Genit, siapa mau sama musuh,"


"Ya sayank, pakai sepatunya dulu,"


sahut Yudha mengambil sepatu


untuk Dy.


Tidak ada perasaan marah walaupun


Dy memaki, memukul, menendang


dirinya. Cintanya terlalu besar untuk


menyerah dan membalas perlakuan


Dy. Baginya Dy adalah sesuatu banget.


Semenjak pertama kali Dia mengenal


Dy, dirinya sudah berjanji akan  menjadi


yang terbaik untuk Dy. Pada saat Dilan terpaksa menjadi suami Mila, Yudha marah dan setengah mabuk menjalani malam pertama dengan Dy.


Ketika Yudha mengakui bahwa malam


pertama telah Dia lalui bersama Dy,


Dilan hanya mengangguk dan bertahan


tidak menjamah Dy. Mengingat itu


Yudha merasa bersalah kepada Dilan. Untuk itulah Dia mengundurkan diri menjadi Agent Negara dan pindah ke XPostOne untuk membalas kebaikan


Dilan dan sekalian melindungi Dy dari


incaran pembunuhan.


"Mana senjataku, pikiranmu jauh kalau


diajak bicara," kata Dy ngomel.


"Aku ingat anakku," sahut Yudha.


"Maksudmu Kamu sudah punya anak?"


tanya Dy kaget.


"Hampir punya, tapi istriku keguguran,"


"Apa Kamu mengatakan Aku atau ada perempuan lain,"


"Apa Kamu merasa menjadi istriku?"


tanya Yudha menatap Dy sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan mengaku Kamu Ayah dari


anakku, itu tidak mungkin. Aku tidak


akan terpengaruh, cintaku hanya


untuk Dilan seorang dan yang lain


lewat....," tungkas Dy bimbang.


Dy kemudian mengambil senjata


Revolvernya dan memutar kamar pelurunya dan memasukkan satu


persatu peluru yang berjumlah 9


peluru. Kemudian Dy memasang


Holster pinggang dan memasukkan Pistolnya.


"Terkadang kenyataan walau sulit mengakui tapi akan terus melegenda


di hati, sampai hati kita pasrah dan terpaksa mengakui," sahut Yudha


puitis.


"Sudahlahh...stop dulu, Kita harus berangkat dan jangan lupa pistol


dan senjata lain," kata Dy mengambil kunci Mobil.


"Tunggu Kita barengan jalan," sahut


Yudha menahan Dy.


"Makanya cepat, jangan terus mengkhayal,"


"Tidak ada upah yang bikin semangat


tugas," kata Yudha menatap Dy.


Dy sontak ingat masa lalu, dimana


Dilan selalu mengucapkan kata itu


bila mau pergi tugas. Dan ucapan itu keluar pada saat Dilan sudah menjadi teman tidur.


Duuhhhh....berarti Yudha benar bahwa


Dy hamil karena salah orang!!


Aahhh..pura-pura saja tidak peka dan


anggap perkataan Yudha angin lalu.


******


.


.


.