
Bab.45
Lima hari bukanlah waktu yang singkat untuk menjadi "pendamping" Mr Chaow.
Segala kesabaran sudah di keluarkan oleh Dy. Yang membuat Dy kesal adalah tidak boleh membawa Handphone ketempat Mr Chaow. Perlakuan Mr Chaow yang semakin mesra kepadanya, membuat Dy merasa menjual dirinya dengan imbalan data yang di dapat untuk Beck. Malah sekarang Mr Chaow memanggilnya My Lovely atau My Wife.
Hubungannya dengan Dilan semakin menjauh karena tidak ada waktu untuk bertemu, rindunya kepada Dilan sudah setinggi gunung.
Siang ini sehabis makan untuk pertama kalinya Dy harus menemani Mr Chaow mandi. Sebuah Dilema, antara tugas dan kata hati.
Sebelum acara mandi, 5 orang lelaki kekar masuk kedalam Ruangan Mr Chaow. Ke lima laki-laki ini bertampang garang dan membawa AK.47 yang terkokang.
" Anda adalah Girl friend dari Boss Kami mulai sekarang.
Dan Kami juga akan melindungi Anda. Semoga Anda bisa di ajak bekerja sama dan jangan banyak pertanyaan serta ikutin peraturan yang berlaku". Kata Anunarak dengan bahasa Inggris yang fasis.
Kelima moncong senjata terkokang ke badan Dy.
Sebuah tekanan yang cukup berat membuat Dy berpikir untuk menerima. Beck pasti menonton sekarang.
Pasti Beck akan menyuruhnya menerima ajakan Mr Chaow, toh Mr Chaow Impoten.
Dy terpaksa mau dan pura-pura takut terhadap ancaman Mereka.
" Karena Kalian memaksa, Saya terpaksa mau dan Saya juga meminta Bapak memperlakukan Saya sopan dan tidak melanggar kehormatan Saya. Bagaimanapun disini Saya bekerja halal dan Saya bukanlah Wanita Tuna Susila".
Sahut Dy tenang dan kata-kata nya jelas terdengar.
" Kamu berani argument ". Anunarak terlihat emosi.
" Anunarak Dy benar, Aku selalu akan menyanggupi apapun yang Dy ingini.
Aku telah mencintainya, kalian harus menghormatinya.
Dy tidak mengerti tentang Kita, jadi kuharap Kalian menjaga sikap ". Pernyataan Mr Chaow membuat suasana menjadi hening.
Boss Mereka tumben menjunjung tinggi harkat seorang gadis.
Mr Chaow mengeluarkan pernyataan
dengan gamblang yang tidak berani Mereka bantah. Walaupun ada ganjelan dihati Mereka, tapi Mereka bungkam dan menyetujui perintah Boss Mereka.
Sebagai pengawal Elite yang di takuti di Chaow Ghost Anunarak dan kawan-kawannya langsung memberi hormat kepada Dy. Tentu saja Dy kaget dan bingung.
" Kalian jangan bersikap begitu, Saya tidak enak hati. Bangunlah ". Kata Dy menjauh.
Ntah apa yang di bicarakan oleh Mr Chaow karena memakai bahasa Thai membuat Mereka berdiri dan tetap bersikap siaga.
Kemudian Mr Chaow mengajak Dy ke Kamar Mandi.
Dy tumben berdecak kagum melihat Kamar Mandi mewah milik Mr Chaow.
Kamar mandi di Suite Room atau di Rumah temannya yang ber status Crazy Rich tidak sebagus ini.
Wastafel nya bernama Blido Sink terbuat dari Aluminium yang di lapisi emas 24 karat dan di bagian depannya tersemat 9 berlian. Shower kamar mandinya mengeluarkan fitur yang beraroma menyenangkan dan bisa di pilih semburan sesuai selera.
Luas Ruangan Kamar mandi sekitar 200meter persegi. Sebuah Ranjang besi berlapisan emas berada di sebelah kanan.
Dan ada Ruang basah dan kering yang di sekat dengan partisi.
Semua dinding sampai Sanitasi berlapis emas. Batu sirkon menghiasi tonjolan dinding sebagai hiasan klasik.
Sangat Indah!.
Seluruh Ruangan harusnya membuat Dy silau karena menguning. Tapi empat buah lampu pojok yang besar mengeluarkan sinar salju dan Ruangan di ganti lampunya memakai lampu tidur warna biru temaram. Seolah-olah Dy sekarang berada di tepi pantai dengan salju mengguyur badannya.
"Kita duduk santai Dulu sambil minum sedikit, tapi sebelumnya Kamu tanggalkan semua pakaianmu dan di ganti dengan ini". Kata Mr Chaow memberi Dy Lingerie warna Merah.
Dy diam harus berganti pakaian dimana, karena ada Mr Chaow di depannya.
":Aku akan balik badan". Mr Chaow mengerti Dy malu. Padahal kalau di depan Aby sering Dy setengah telanjang.
Acara selanjutnya adalah duduk berhimpitan dalam satu Sofa sambil Nonton Film Biru yang baru pertama kali Dy tonton. Nafas Dy sesak, jantungnya berdebar keras.
Satu sloki minuman hangat di cekokin kemulut Dy, membuat Dy belingsatan.
Ntah dimana akal sehat bersembunyi, saat ini semua akal sehat menguap hilang, yang ada hanya gelora asmara yang memuncak.
Mr Chaow tersenyum senang terhadap perubahan sikap Dy yang bergairah.
Seorang gadis perawan yang suci telah memuaskan asrat nya ber jam-jam. Mr Chaow melayani Dy dengan lembut, Dia tidak menyesal menjadi Inpoten karena Dy meladeninya dengan hempasan asmara yang super nikmat. Belum pernah Mr Chaow diladenin oleh seorang perawan. Berkat obat perangsang Dy seperti kuda binal yang kehilangan kendali.
Dy mulai sadar akan atraksinya yang memalukan. Dengan cepat Dy bangun dari tempat tidur menuju Bathub yang sudah berisi air dan serpihan kelopak mawar merah.
Dy menunduk ketika Mr Chaow mendekatinya dan mengajak Dy membersihkan diri di Shower sebelum ke Bathub.
Dy tidak menolak ketika Mr Chaow memeluknya dari belakang.
" Apakah Kamu baru pertama kali meladeni seorang lelaki".
" Ya ini pengalaman perdanaku, Aku rasa Bapak telah meracuniku". Sahut Dy merubah Kata Saya menjadi Aku karena merasa sudah menyatu.
" Tadi Aku merangsangmu, supaya Kamu tidak malu. Aku akan membunuhmu apabila ada laki-laki lain merusak kesucianmu. Ingat itu, Aku tidak main-main". ancam Mr Chaow menatap Dy.
" Aku mengerti ". Kata Dy pendek.
Dy merasa seperti berbulan madu besama Mr Chaow.
Sesuatu yang baru di dalam kehidupan Remaja Dy.
" My Wife..apakah Kamu mau menginap disini bersamaku? Aku kesepian, tidak ada yang bisa memuaskanku selain Kamu.
Aku sangat mencintaimu dan
sangat membutuhkanmu". Rayu
Mr Chaow mesra.
Dy berpikir keuntungan apa yang didapat dari semua ini. Mengingat Jam Sensornya tergeletak didalam Almari. Dy yakin di belakang lukisan Monalisa yang tergantung indah di dinding pasti ada Brankas dan Senjata Api. Bisakah Dy melepaskan diri secepatnya dan mendapatkan semua data. Hatinya merasa bersalah kepada Dilan karena mau meladeni Mr Chaow.
Di manakah Kamu Dilan?
Apakah Kamu pernah mendapat perlakuan mesra dari korbanmu?
Aku menjadi cemburu!!.
Kamu pasti akan mengamuk kalau tahu Aku telah memasrahkan tubuhku kepada lelaki ini.
Aku tidak berdaya Dilan.....
Antara mematuhi tugas dan mengikuti asratku yang bergejolak
di antara permainan asmara ini.
Aku hilang akal ketika lelaki ini mencumbuku....
Begitu lembut dan menggairahkan.
Aku jatuh kelembah asmara..
" Kenapa Kamu termenung, apakah Kamu menyesal menemaniku?".
Tanya Mr Chaow mengajak Dy keluar dari Bathub dan masuk ke Ruang pengering.
Dy hanya tersenyum tidak tahu harus ngomong apa. Nuraninya serasa terbunuh.
" Aku akan berusaha berdamai dalam hatiku
untuk menerimamu. Seharusnya Aku keberatan atas tindakanmu yang mendominasi akal sehat ku ". sahut Dy memakai pakaiannya kembali.
" Aku minta maaf, ku harap Kamu mengerti
tindakanku itu berlandaskan rasa cinta ".
Dy hanya bisa diam. sepanjang pengorbanannya ini membuat keadaan
menjadi baik Dy akan menerimanya
*******