I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
TERTEMBAK



Bab.54.


Hampir 90% tugas dan beban XPostOne sudah diambil alih oleh Dilan. Sebagai anak emas dari Beck, tidak diragukan lagi Dilan sudah bisa diandalkan untuk memegang jabatan sebagai Pimpinan dari XPostOne.


Cara Dilan menangani masalah Peggy secara Persuasif membuat Beck bangga. Menurut peraturan dari XPostOne seharusnya Peggy dapat


Hukuman tembak karena sudah menjadi mata-mata dari Saudara Tiri


Jojo. Berhubung Beck punya


pemikiran menjadikan Peggy umpan


balik, maka Peggy akan di lepas untuk


pergi Ke Singapore.


Sekitar pukul 10.15 waktu Singapore.


Bandara Changi menyambut rombongan XPostOne yang terdiri dari Beck, Dy, Agung dan Fery.


Sengaja kedatangan Mereka dirahasiakan, ntah bagaimana para Wartawan tahu. kedatangan Dy mengundang reaksi semua Media. Kata Mereka sudah 3 hari menunggu Dy di Bandara. Beck heran kenapa Mereka tahu akan kedatanganmya.


Untuk perjalanan hari ini Dy sengaja memakai gaun putih dengan leher rendah dan punggung beckles. Sebuah tali spaghetti melingkar di pinggang Dy.


Kakinya yang jenjang terlihat indah dari belahan gaun yang agak tinggi.


Terlihat sebuah Hoslter melingkar di pangkal pahanya dengan Revolver 22


Isi 8 peluru. Kaki mulusnya ditunjang dengan High heel dengan warna senada.


Bagi Fery dan Agung ini adalah


perjalanan pertama Mereka ke Singapore. Kedatangan Mereka


di sambut oleh Jojo dengan


antusias. Seluruh Media berusaha


meliput Mereka. Beck memberi peringatan kepada Dy supaya waspada, Membludaknya Fans


Jojo membuat sulitnya rombongan


Dy keluar dari Bandara.


Jojo sendiri berusaha mesra dengan Dy yang nota bene adalah istrinya.


Beck merasa kelelahan karena sekitar


Satu Jam menjadi bulan-bulanan Awak Media. Kebetulan kesehatan Beck agak menurun di akibatkan oleh beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang Melibatkan Mr Chaow.


Agung dan Fery juga merasa terjebak diantara kerumunan Fans dan Awak Media.


"Jojo kenapa Kamu mengundang


banyak orang. Aku merasa Kamu memanfaatkan kedatanganku supaya Kamu lebih populer". Bisik Dy.


" Aku juga heran siapa yang memberi


tahu Mereka semua". Sahut Jojo.


Perasaan Dy langsung tidak enak,


dan ini adalah rekayasa lawan.


Dy langsung memberi kode kepada


Beck, Agung dan Fery.


Mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh di tolak. Begitulah situasi saat


ini, sebelum Dy naik ke Mobilnya Jojo,


sebuah peluru lari dengan kecepatan 320/menit dan Jarak tembak sekitar 50 meter menuju badan Dy.


Mata elang Beck cepat menangkap


Kilatan peluru menuju badan Dyp


Beck melempar badannya kedepan


dan menyambut peluru itu.


Segalanya telah terjadi.


Agung dan Fery dengan cepat mengejar si penembak


dan memuntahkan beberapa peluru ke


Sosok itu. Suasana menjadi riuh, raungan Dy memecah keramaian. Banyak orang histris melihat kejadian itu, suasana menjadi mencekam.


Suara Sirine Ambulance memecahkan kerumunan orang. Jojo memeluk Dy yang meraung sedih.


" No Papaa..No..No.....rintih Dy memeluk Jasad Beck yang tertembus peluru.


Agung dan Fery langsung mengontak


Dilan walaupun Mereka tahu bahwa


Dilan pasti menyaksikan karena Sensor Mereka terhubung.


Tidak ada kata-kata yang bisa menghentikan tangisan Dy.


Sebagai seorang Aktor Jojo langsung


minta perlindungan kepada Aparat setempat. Satu pleton Police yang terdiri dari 30 orang mengurung keberadaan Jojo dan Dy.


Akhirnya Jasad Beck di bawa ke Rumah Sakit, ditangani langsung oleh Dr. Forensik. Jojo tidak henti-hentinya menghibur dan memeluk Dy yang tidak mau terima akan kematian Beck.


Dilan menunggu di Markas dan akan


Mempersiapkan segala sesuatunya.


Dilan juga memerintahkan Agung dan Fery mengurus semua Surat-surat yang berkaitan dengan kematian Beck.


Bersyukur Staf Kedutaan Indonesia yang berada di Singapore ikut membantu.


Pukul 14.30 menit, Jasad Beck di berangkatkan ke Jakarta dengan


Private Jet XPostOne.


Semua Saudara, Kolega dan Karyawan


Pristiwa ini cepat Viral dan menjadi


Trending topik.Jojo menawarkan Dy supaya mengganti baju, tapi Dy menolaknya.


Sedangkan Baju Dy yang sekarang penuh Berisi darahnya Beck.


Dilan dan keluarga Aby serta para Manager dan beberapa Aparat keamanan menunggu Jenasah Beck.


Aby merasa lebih berhak dari Dilan,


tapi Dilan juga merasa berhak karena Dilan tangan kanan Beck dan tahu


semua tentang apa dan dimana perabotan atau Surat-surat di Rumah Beck.


Ke Aroganan Mereka pupus karena


Dy terus dipeluk oleh Jojo Suaminya.


Jojo adalah suami sah diatas kertas,


Yang tidak pernah menyentuhnya.


Namun dihati kecilnya masih tersisa


Cintanya kepada Aby.


Tapi di kenyataan adalah Dilan yang selalu mencumbunya. Itulah Dy perawan tingting yang sekarang terpuruk sepeninggal Orang tuanya. Ntah kemana cintanya akan berlabuh.


Bendera Pusaka menutupi peti Jenazah Beck. Sebagai mantan Intelijen yang pernah namanya termasyur, Beck berhak mendapat penghormatan terakhir dengan tembakan Salvo dari Militer.


Dy menatap sendu peti jenazah Beck yang di turunkan keliang


lahat. Separoh jiwanya terasa lenyap


terhempas oleh kesedihan yang dalam. Dy kembali histris....


Pulang dari kuburan Semua kerabat


dan handai taulan mohon pamit ke


pada Dilan sebagai wakil XPostOne.


Dilan mendekati Jojo dan membuang perasaan cemburunya.


"Maaf Mr Jojo silahkan Anda menempati Kamar ini untuk sementara waktu dan Kami akan mengurus Istri Anda supaya mau


makan sedikit.". Kata Dilan mendekati


Jojo yang terus menghibur Dy.


Dilan juga membuang rasa kesal kepada Aby dan mempersilahkan Aby dan keluarga untuk beristirahat atau sekedar mengganti pakaian di sebuah kamar yang sudah di persiapkan.


Bi Minah menuntun Dy supaya mau


Mandi, mungkin dengan mandi Dy lebih segar begitulah pemikiran Bibi.


" Tinggalkan saja Bi, Aku yang mengurus Dy". Kata Dilan ketika Bibi


mengantar Dy ke Kamar nya.


" Sayank, Kamu mandi dulu". Tanya Dilan sedih melihat Dy.


Dy tidak menyahut dan menuju


Kamar mandi. Dilan menunggunya sambil Membalas Chat dari orang-orang yang ikut berbela sungkawa.


Semua orang terhenyak dan merasa


kehilangan.


Selesai mandi Dy sudah berpakaian


rapi, air matanya kembali jatuh.


"Kamu harus tabah sayank, Kita sama-sama kehilangan orang yang sangat


Kita cintai. Aku juga tidak bisa berkata


apapun, Aku sangat membutuhkanmu


saat ini untuk menghadapi kehancuran


Hatiku kehilangan orang yang Ku sayang". Kata Dilan sambil memeluk Dy. Tangisan Dy kembali meledak, Dilan menghiburnya dengan cara membuat sentuhan manis di bibir Dy.


Ketukkan pintu membuat Dilan melepaskan ciumannya.


" Tuan... Mr Jojo menanyakan keberadaan Nona. Saya tidak bilang kalau Nona bersama Tuan". Kata Bibi pelan.


" Yank, Aku sangat mencintaimu, pergilah ke Jojo, setelah itu Kamu balik ke Aku".


Ucap Dilan kembali mengecup bibir Dy.


" Bi Ajak Nona ke Jojo ". Perintah Dilan. Ada perasaan khawatir di hati Dilan, kalau Dy akan memilih Jojo. Semoga ucapannya tadi membuat Dy memilih dirinya.


Melihat Dy datang dengan Bibi, Nyonya Tami langsung menghampirinya dan


memeluk ke ponakannya.


" Sayank yang tabah, masih ada Tante dan semua Kakakmu. Kamu bisa curhat sama Aby. Dia adalah Kakakmu dan Perusahan Kita akan tetap bersatu".


Kata Nyonya Tami menghibur Dy.


" Sayank, Kami sangat mencintaimu dan mengharapkan Kamu tetap berada di antara Kami ". Aby ikut nimbrung dan memeluk Dy serta mengecup keningnya.


DIlan urung bergerak menemui Dy karena Jojo telah mendekati Dy serta mengajaknya menjauh. Jojo sangat Over Acting memperlihatkan kemesraannya.


Tidak ada yang lebih sakit dari kehilangan karena Kematian. Orang yang Kita sayangi


seolah lenyap, tidak bisa diajak bicara


tidak bisa di lihat.


Memang semua akan menuju kesana, cepat atau lambat. Walaupun sudah tahu, Kita tetap merasa belum siap menuju kematian.


Kita begitu terbuai dengan Duniawi.


Karena Dunia memanjakan Kita, kalau gerah di kasi Angin, kalau dingin di kasi Matahari..


******