
Bab.116
Semenjak Dilan menikah dengan Mila, sering sekali Dy protes karena bau badan Dilan suka berubah. Waktu itu Dy sempat cemburu dan Dilan memperlihatkan kalau Dilan juga memakai parfum Bvlgari man.
"Yank, kenapa badanmu baunya beda?, biasanya Baccarat sekarang koq Bvlgari man," tanya Dy waktu itu.
"Aku mencoba parfum baru Yank," sahut Dilan waktu itu. Tapi setelah agak lama parfumnya lagi ke Baccarat.
Sekarang baru Dy mencium bau tubuh Yudha, tercium Bvlgari man. Otak Dy mendadak menjadi cerdas. Manusia
ini kembar Identik. teriak Dy dalam hati. Berarti waktu Mila menjadi istri Dilan, Yudha selalu menemaninya dan Dilan bersama Mila. Dasar setan!! Seketika
Dy menendang Yudha dan mengamuk.
Selama ini Dilan telah menipunya. Kenapa Dy tidak tanggap. Duuhhhh....
"Yank sadar...ada apa ini, bikin kaget saja. Kamu mimpi apa?" tanya Yudha yang kaget mendapat amukkan Dy.
"Aku benci kalian...selama ini Kamu
telah menipuku. Teganya kalian," teriak
Dy sambil menangis. Yudha maklum
akan amukan Dy.
"Kamu sudah tahu?, kenapa harus marah, terimalah kenyataan ini dengan sukacita,"
"Aku benci Kamu...pokoknya benci. Aku tidak sudi denganmu...," tangis Dy sangat pilu merasa di pecundangi selama ini. Pantesan dulu Mila sangat percaya diri dan begitu mesra dengan Dilan. Brengsekkkk.. Kesel banget!!.
"Yank Aku mandi dulu, Kamu minum air putih. Aku tidak mau meladeni istriku yang lagi ngambek," kata Yudha menuju Kamar mandi.
Dulu Dilan sifatnya terkadang over protektif dan kadang slow. bathin Dy kembali mengingat. Berarti kalau
Dilan ....waduhhhh...berarti yang meniduriku siapa?? Brengsek bangett. Dasar gilaa... Awas Kamu Yudha, Aku akan balas dendam...
Mulai saat ini Aku tidak mau bicara
padamu. gerutu Dy kesal. Kakinya
langsung menendang tas ransel Yudha yang tidak berdosa. Supaya tahu rasa Kamu!! Dy ngomel sendiri.
Yudha yang di Kamar mandi bersiul-siul senang, akhirnya tahu juga Dy. Syukurlah daripada lama terpendam. Yudha juga bingung harus cerita dari mana karena
Dy pasti akan mengamuk. Dan benar
saja Dy mengamuk seperti macan betina. Biarlah......Lama-lama juga Dy akan baik kembali. Yudha sudah tahu sifat Dy.
Keluar dari Kamar mandi Kamar sudah berantakan. Itu sudah biasa.Biasanya
pot bunga yang hancur, sekarang hanya bantal dan sprei yang menjadi korban.
Dy tidak kelihatan, Yudha tahu pasti Dy akan pergi ke Pantai untuk membuang marah. Dasar anaknya Beck selalu semau gue, aahhh...ikuti saja seperti air yang
mengalir..gumam Yudha tersenyum tipis.
Yudha cepat-cepat membereskan senjata dan ranselnya serta meraruhnya di dalam Almari bersama tas Dy. Kemudian Yudha memanggil bagian Cleaning Service.
untuk membersihkan Kamar.
Dengan setengah berlari Yudha pergi
menyusul Dy, Yudha baru ingat Dy menjadi target pembunuhan. Sampai
di Pantai Yudha celingukan mencari sosok Dy. Tentu saja Dia sangat khawatir. Kemana gerangan macan betina itu. Yudha menyusuri Pantai setelah agak jauh kekhawatiran Yudha lenyap berubah menjadi rasa cemburu ketika melihat Dy asyik ngobrol dengan seorang Bule ganteng. Dy yang melihat dirinya datang malah sengaja melengos dan kembali ngobrol dengan si Bule
"Excuse me..," sapa Yudha mendekati
tempat Dy dan Bule itu berdiri.
"Owh ya Anda siapa?, Yudha apa Dilan," cletuk Dy sinis.
"Pulang Yank, Kamu jadi target. Kita bertugas bukan bermain," sahut Yudha mengharap Dy mengerti.
"Yaaa...," sahut Dy terpaksa.
"Jhon..I want to go there is a need,"
kata Dy memandang teman Bulenya.
"see you again," sahut si Bule beranjak
melanjutkan jalannya.
Mulut Dy manyun tidak mau bicara
dengan Yudha lagi, dan Yudha juga
juga diam dimakan cemburu. Mereka berjalan berendeng dengan cepat.
menjemputnya.
Disamping Kolam Renang terletak Kamar Dy, jadi Dy melewati Kolam Renang yang ramai. Pagi ini banyak juga yang berenang, ingin rasanya ikut berenang. bathin Dy. Tapi Tamu sangat ramai.
Sampai di Kamar Hotel Kamar sudah bersih dan sudah ada Sarapan diatas Meja. Dy duduk tidak peduli sambil sarapan sendirian. Yudha membiarkan
Dy ngambek tidak karuan, itu sudah biasa. Habis sarapan Dy masuk ke
Kamar mandi ekor matanya melirik Yudha yang mengeluarkan senjata
dari Almari.
Pikiran Dy tidak tenang mandi, Yudha
seolah mau pergi. Kelihatan tadi Dia marah melihat Dy bersama si Bule.
Cepat-cepat Dy mandi. Pikirannya tidak
tenang dan dadanya berdebar kalau ditinggal sendiri. Selesai mandi Dy merapikan dirinya dan berdandan seadanya.
Selesai Mandi Matanya jelalatan melihat isi Kamar. Yudha tidak ada, cepat Dy membuka pintu luar, ternyata Yudha duduk sambil memegang GSM.
"Aku kira Kamu sudah pergi, Aku jadi khawatir," kata Dy polos.
"Bersiaplah Kita akan menjalankan Misi. Kamu memakai Jaket untuk menutupi senjata yang di pinggang. Bawa CCTV mini, nanti diselipkan di Kichen dan Restoran," Ujar Yudha menatap Dy.
"Darimana Kamu tahu; Aku belum
cerita tadi malam," sahut Dy heran.
"Tadi malam setelah Kamu minum,
Kamu mengajak Aku tidur di Ranjang
dan Kamu cerita semuanya. Malah
Kamu agak ganas...," kata Yudha
berbohong. Padahal Yudha menguping dari balik pintu sewaktu Manager F&B bercerita. Dy langsung menutup
matanya dengan kedua tangannya, menahan malu.
"Itu yang terjadi, seandainya Aku mengikuti gairahmu mungkin badanku penuh jejak Drakula," sambung Yudha
lagi membuat marah Dy mereda.
"Stop...stop...Aku jadi malu," sahut Dy memalingkan mukanya.
"Masalah pribadi nanti malam Kita
bahas lagi, sekarang Kita fokus kepada tujuan Kita," kata Yudha berdiri dan
masuk Kamar di ikuti oleh Dy.
"Kita akan ke Restoran dan mendekati waiter itu, kemudian Kita mencari Kamar target, ingat ini Hotelmu tidak boleh terjadi komplik senjata," jelas Yudha lagi.
"Berarti Kita berdua ke sana?" sahut
Dy kurang mengerti.
"Kita berdua, Kamu ke Kichen Aku mau mencari Managenya, karena kemarin Mereka cuma bertemu denganmu.
Mereka keluar dari Kamar Hotel menuju Kichen dan Restoran di lantai 2. Penampilan Mereka yang Fashionable membuat setiap pasang mata ingin memiliki. Aroma wangi tubuh Mereka menyusup kehidung setiap orang yang berpapasan dengan Mereka.
"Yank..Aku mau ke Kantor Manager,"
bisik Yudha.
"Oke..Aku ke Restoran," sahut Dy menuju Restoran. Baru pukul 10.15 Wita, tamu mulai breakfast. Dy ikut melihat
Makanan yang tersaji. Ada 2 jenis breakfast hari ini. Continental breakfast dan American breakfast.
Restoran penuh dengan tamu, Dy langsung menyelinap ke Dapur dan melihat Staf bekerja. Tidak ada ucapan selamat pagi karena sudah di info kan kepada Chef supaya kehadiran Owner
di rahasiakan.
Dapur Hotel sangat bersih dan bahan baku makanan Hotel semua berkualitas utama. Dy memperhatikan satu persatu Staf Kichen yang berjumlah 15 orang.
termasuk anak DW (Daily Worker).
Ada satu yang menarik perhatian Dy,
seorang pemuda yang matanya melirik kesana kemari. Bahasa tubuhnya sangat mencurigakan.
*******