
Bab.70.
Sore beranjak malam, suara deru ombak terdengar sangat jelas. Dy duduk termenung di Ruang Tamu.
Ada perasaan sepi menggelayuti hatinya,. lagu Call out my name dari The Weeknd menambah kesenduan di hati nya. Dy bangun dan mengambil sebotol Minuman ringan. Malam ini Dy bebas alkohol karena Aby melarangnya minum, alasannya supaya rahim tidak kering.
Air matanya menetes ketika ingatannya melayang kepada Beck, kesedihannya tidak bertepi. Hatinya terasa nyeri manakala Dy tidak bisa membendung Air matanya yang menganak sungai.
Papa Aku mencintaimu, ajak Aku pergi. Aku ingin Papa menjemputku,
Aku sudah gagal.....
Hidupku tidak berarti lagi
Semua telah meninggalkan Aku.
Aku telah hancur...hancur...
Suara rintihan tangis Dy membuat Dilan merubah pikirannya.
Dengan terpaku Dilan terus menonton
Tingkah laku Dy sampai akhirnya...
Dy tertidur pulas di Sofa.
" Gung Kamu jaga disini dengan Jelita, Aku mau pergi". Kata Dilan sambil berdiri.
" Oke Boss semoga misi nya lancar". Sahut Agung yang sudah tahu kemana
perginya Dilan setiap malam.
Sebenarnya Dilan ragu-ragu pergi karena Dy tidur bukan karena mabuk, tapi tidak apa kalau mau kentara biarlah. pikir Dilan
melanjutkan langkahnya.
Mobil Lambhorgini Aventador itu meluncur mulus keluar dari Rumah.
Dilan memacu Mobilnya lebih kencang
memasuki jalan Toll Bali Mandara.
Tidak berapa lama Mobil sudah masuk
Kawasan Uvassa Hotel yang megah.
Karyawan atau Scurity yang berada di
Lobby sudah hafal kalau pemuda ganteng ini adalah pacar Boss Mereka.
" Selamat Malam Tuan". Kata Scurity cepat menghampiri Dilan yang baru
keluar dari Mobil.
" Malam ". Sahut Dilan tersenyum tipis
dan melanjutkan langkahnya.
Semua mata memandang kagum melihat Kegantengan Dilan.
Bau badannya yang wangi meninggalkan aroma khas yang membuat para gadis ingin memiliki.
Dilan membuka pintu dengan sensor
Manegtic setelah itu Dilan berdiri tenang melihat situasi dan mengunci pintu dengan pelan. Hari ini Dilan menepis keraguannya untuk melanjutkan misi Cintanya.
Matanya bergairah melihat Dy tidur
disofa. Tidak ada bau alkohol yang
biasanya menyebar.
Perlahan Dilan menggendong tubuh
Dy dan membaringkannya di Bed.
Kemudian Dilan mengambil tissue
basah dan membersihkan wajah dan telapak Kaki Dy. Setelah itu Dilan menyetel AC supaya lebih dingin dan melempar selimut ke pojok serta mengganti lampu Kamar dengan lampu tidur.
Mulai berbaring disamping Dy tanpa berisik. Dilan mulai menghitung
Satu..5. 10, 15 menit kaki Dy sudah meniban badan Dilan.
Dilan tersenyum dengan kebiasaan Dy, kemudian menit ke 20 tangan Dy memeluk tubuh Dilan.
Dilan tidur miring ketika kepala Dy mulai menyusup ke dadanya. Tangan Dilan membelai Rambut Dy dan mencium keningnya.
Malam semakin larut Dilan berusaha
menahan asrat nya yang menggebu.
Tapi asrat itu terpaksa terlepas manakala Dy membuka matanya dengan perasaan kaget.
Sebelum Dy protes bibir Dilan sudah mencium lembut bibir Dy.
Mereka terus menumpahkan kerinduan tanpa perlu mengingat masalah lain.
" Kamu adalah hidupku, Aku sangat merindukanmu ". Bisik Dilan diantara
deru nafasnya.
Dy tidak menjawab, tangannya lebih
erat memeluk Dilan, seolah takut di
tinggal.
" Aku sangat mencintaimu". Bisik Dilan lagi.
Malam ini begitu istimewa bagi Dy, cintanya kepada Dilan tidak perlu di
pertanyakan. Seandainya Dilan mau
membawanya pergi Dy akan bersedia.
Tapi Dilan tidak kunjung bicara.
" Yank kenapa Kamu datang?". Kata Dy
bangun dari Bed.
" Karena separuh jiwaku kamu bawa ".
Sahut Dilan.
" Gombal...". Dy pergi keluar Kamar.
" Yank mau kemana?". Tanya Dilan ikut
berdiri.
" Mau minum, ikut?".
" Jangan minum-minum, tidak bagus
Anak". Langkah Dy berhenti mendengar pernyataan Dilan.
" Apa hubunganmu dengan kedatangan Aby tiap hari ". Tanya Dy menatap Dilan.
" Jangan di bahas Aku baru merasa senang ". Sahut Dilan memeluk pinggang Dy.
" Oke..Kamu ngutang penjelasan".
" Kapan-kapan Aku jawab". Sahut Dilan
melepaskan pelukannya. Mereka berdua ke Mini Bar.
" Yank minum apa?". Tanya Dy membuka kulkas.
" Air Mineral aja".
" Kalo air mineral mah gratis, tidak perlu duduk di kursi Bar". Sahut Dy
tersenyum.
" Kita ke Ruang Tamu ". Kata Dy membawa dua botol air mineral.
Tanya
" Biasanya Kamu minum?". Dilan menatap wajah Dy yang cantik.
Tangannya cepat melingkar dan bibirnya kembali menyapu bibir Dy.
Dilan berdiri dan menggendong Dy ke Kamar. Dilan tidak mau kompromi lagi, mumpung suasana hati Dy baik.
Segalanya harus dituntaskan sekarang. Apalagi sekarang Aby mulai membawa sinyal cinta.
" Yank turunin Aku ".
" Nanti di Bed Aku turunin". Sahut Dilan.
Untaian malam beranjak pekat menyentuh rasa rindu yang panjang, membawa asmara bagi kedua insan.
Bergumul dengan nafsu....
Adakah yang perlu di persalahkan ketika satu persatu pakaian terlempar...
Ke telanjangan badan membuat gairah
semakin membara..
Malampun tidak tahu apa yang Mereka perbuat, karena bintang cepat bersembunyi.
Yang terasa hanya gairah Yang membara di antara teriakan kesakitan dari bibir perawan
Asrat berpacu dengan kenikmatan....
Setetes darah membasahi sprei putih, membasahi hati..dan jiwa....
Tidak ada yang patut di persalahkan atau sekedar mengkambing hitamkan situasi.
Dy menatap langit-langit Kamar.
Nalarnya baru bangun dari mati suri.
Dilan memeluknya dengan harapan
supaya Dy memaklumi apa yang terjadi dan berharap untuk selanjutnya menerimanya sebagai seorang Suami.
" Maafkan Aku Sayank, semoga Kamu
mengerti apa yang kulakukan adalah
sebuah bukti cintaku untuk mengikatmu ke jenjang perkawinan". Kata Dilan hati-hati.
" Tidak ada perkawinan dan Kita akan
jalani kenikmatan ini sesuai ke inginanmu.
Aku adalah perempuan yang gagal menjaga diri. Jangan khawatir Aku tidak menangis atau marah". sahut Dy menahan tangis.
" Yank Aku merasa Kamu marah?".
" Ya Aku dendam dengan diriku yang
cepat terjerumus dengan laki-laki yang
sudah punya calon istri". Sahut Dy ketus.
" Hanya Kamu calon istriku tidak ada yang lain. Aku tidak akan melepaskanmu, Aku
akan bertanggung jawab atas semua
yang kulakukan". kata Dilan meyakinkan Dy.
" Aku harap omongan mu mempunyai nilai
positif untuk otak ku ". sahut Dy.
" Jangan meragukan ke tulusan hati ku,
Aku berbuat berani bertanggung jawab".
" Sudah sering Aku baca atau Aku dengar
gombalan akherat dari seorang lelaki yang
habis menikmati tubuh kekasihnya ".
sahut Dy merasa bodoh.
" Aku jangan di samakan, Aku beda ". kata
Dilan.
" Terserah!!". Kata Dy serta merta membalikan badannya dan memunggungi Dilan.
Tanpa sadar Dy meringis menahan
sakit akibat sentuhan Nikmat!!.
" Yank Kita ke Kamar mandi, Aku akan
menggendongmu". Kata Dilan memeluk
Dy dari belakang.
" Aku tidak butuh bantuanmu ". Sahut
Dy ketus.
Dilan tidak mau meladeni omongan Dy lebih baik dia berbuat sesuatu yang kreatif dengan cara membuat jejak drakula di punggung Dy atau sekedar meremas apa yang perlu di remas. Lama-lama Dy pasti menggelinjang dan menyerah kalah. Apalagi yang perlu di pikir, biarkanlah Nalar mati suri.
Atau biarkan malam beranjak pagi.
Iya..iyalah!!.
.