
Bab.19.
Hari ini Dy akan mengantar Jojo ke Lawyer nya, karena ada undangan dari
Keluarga saudara Tiri Jojo.
Undangan ini mengacu kepada pembagian
Harta warisan. Sebenarnya Dy ragu, tapi
Jojo bersikeras minta diantar.
Mobil Dy melaju dengan kecepatan sedang. Alamat dari lawyer Firm di jalan PS. no.007x.
Jojo menyetel Google Map, karena Jojo belum pernah ke Jalan Ini.
Jam tangan Dy sudah memberi tanda X.
Sesuatu yang harus di hindari karena
medan berbahaya. Tapi Jojo kekeh untuk
tetap melanjutkan perjalanan.
Feeling Dy sudah tidak enak, karena tidak mungkin ada Corporate Lawyer di tempat ini. Memasuki jalan PS, Dy merasa udara semakin lembab.
" Jo ..apakah Kita tidak salah jalan ?". Kata Dy memperlambat jalan Mobilnya.
" Tidak, jalan ini sudah tertera di surat Pengacara". Sahut Jojo ragu.
Tempat yang di tuju sudah ada di depan mata. Suasana sepi menyergap perasaan Dy. Dengan ragu-:ragu Dy turun dari Mobil di ikuti Jojo.
Kacamatanya meng Zoom 200 meter kedepan. Disini hanya terdapat bangunan tua yang terawat. Dy dan Jojo masuk perlahan.
Ada Papan nama di depan yang bertulisan Ghost marriage.
Dy memandang Jojo penuh tanya.
" Jo..Aku merasa aneh, bukankah ini tempat pernikahan hantu?". Tanya Dy berusaha merapat ke tubuh Jojo.
Belum apa-apa muka Jojo sudah pucat.
" Dy, Kita balik. Sepertinya Kita salah alamat ". Kata Jojo mengkerut.
Baru Jojo mau balik tiga orang laki-laki dewasa telah melompat dari atas pohon dan mengepung Dy dan Jojo.
Dy reflek melindungi Jojo dan langsung memasang kuda-kuda.
" Siapa Kalian?". Tanya Dy lantang.
"Kau tidak perlu tahu siapa Kami.
Aku cuma memperingatimu supaya mundur dari pembagian warisan dan menarik diri dari Nama keluarga Mr Chang". Kata orang yang berbaju
hijau. Suaranya berat dan bergetar.
Menandakan tenaga dalamnya sudah hebat.
" Maaf Tuan, ini bukan warisan atau Nama keluarga. Ini sudah menyangkut harga diri dari pihak Jojo. Dimana kalian sewenang-wenang menguliti kehidupan Mereka dengan berita yang semena-mena.
Jojo adalah Artis yang terkenal, gara-gara pemberitaan itu Jojo dan ibunya menanggung ke rugian material yang tidak sedikit. Disamping itu Kalian telah membunuh Karakter Mereka".
Sahut Dy berusaha mengulur waktu, dan mencari kelemahan kawan.
" Kami tidak mau mendengar ocehanmu, Aku kesini hanya menginginkan kalian menjadi pasangan penganten di pernikahan hantu ". Jawab laki-laki berbaju kuning seraya memutar-mutar toyanya. Suara Toya mendengung dan mengeluarkan desiran angin.
Dy melangkah mundur dan menarik
Jojo supaya masuk ke Mobil.
Perkelahian tidak bisa di hindari.
Laki-laki pembawa Toya sangat bernafsu menggempur pertahanan Dy.
Dy langsung memasang kuda-kuda dan meloncat indah mencabut potongan bambu yang terpancang di pinggir kanan.
Dy mulai memutar bambunya dan permaian Toya di mulai.
Kekuatan tangan dan kelincahan ada di pihak Dy. Tapi tenaga dalam ada di pihak lawan.
Jojo memandang ngeri perkelahian ini.
Tidak hanya dalam film saja ada perkelahian ini, tapi sekarang di depan matanya laki-laki pembawa Toya terkapar dengan raungan kesakitan.
Tulang kering nya sudah kena sabetan bambu.
Kedua temannya melesat ketengah dengan pedang terhunus di tangan.
Terjadi perkelahian tidak seimbang, karena kedua laki-laki yang tersisa itu ilmunya lebih tinggi dari pembawa Toya.
Dy meladeni permainan lawan dengan
Dengan gaya menjemput bola.
Mereka seolah-olah terburu-buru untuk menghabisi Dy.
Ketahanan tubuh Dy bisa di acungin jempol, karena masih bisa berkelit beberapa kali dari sabetan pedang lawan.
Tapi naas pedang lawan sempat menggores tangan Dy.
Teriakan Jojo menggema di Mobil dan tangisannya sudah mengharu biru.
Dan praankk...
suara kaca Mobil pecah.
Dy melirik sepintas, leher Jojo sudah di kalungi pedang.
" Menyerah Kau atau manusia ini Aku lenyapkan ". Bentak laki-laki itu.
Dy melempar bambunya yang masih sepotong karena kena sabetan pedang.
Mereka lalu mengikat tangan Dy dan Jojo.
dan menggiringnya ke dalam Ruangan.
Dy melirik Jojo, mukanya pucat pasi, tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya.
Mungkin Jojo sudah berpikir tamatlah riwayatnya.
Dy pun saat ini tidak bisa menolongnya.
Tentu saja Jojo merasa bersalah, dan sangat sedih melihat Dy tangannya ikut di Borgol.
LEPAS DARI LUBANG MAUT.
Sore beranjak malam, Dy memutar otaknya supaya terbebas dari sekapan ini.
Dy bersyukur, tidak satupun senjatanya di lucuti oleh tiga Orang itu.
Dy dan Jojo diikat di masing-masing tiang yang terpancang di dalam Ruangan yang cukup luas.
Kemudian ketiga Orang itu keluar Ruangan, tinggal Jojo dan Dy saling
pandang. Tidak ada kata yang perlu
di ucapkan karena Jojo sudah merasa
sangat bersalah.
Dy dan Jojo hampir berteriak karena ada sekitar 7 orang masuk Ruangan dan menggotong mayat lelaki yang sudah di dandani sebagai penganten.
Mayat itu di baringkan tidak jauh dari tempat Dy berdiri.
Mereka bercakap-cakap dengan bahasa yang Dy tidak mengerti.
Ada semacam pernak pernik ritual yang di bawa dan di letakan di samping mayat.
Mereka lalu berdiri mendekati Dy, memandang Dy dan menyiapkan pakaian penganten perempuan.
Sekarang Dy mengerti bahwa dirinya akan mendampingi mayat lelaki itu.
Sebelum menjadi penganten tentunya Dy harus menjadi mayat dulu.
Untuk menjadi mayat ada seorang Kakek sudah menyiapkan sebotol kecil cairan bening bewarna hitam.
Dy yakin itu racun!!.
Dy masih waras dan terus memutar otak, yang menjadi masalah keselamatan jiwa Jojo. Bagaimana Dy menyelamatkan Jojo duluan sebelum dirinya menjadi pengantin?.
Kakek itu mendekati Dy dan menyuruh Dy minum cairan yg di botol.
"Dy jangan minum, itu racun". Teriak Jojo.
" Bilang sama Mereka sebelum Aku mati, Aku mau minum Vitamin dulu dan obat itu ada di kantong celanaku".
Kata Dy bersedih.
Dengan bercucuran air mata Jojo mengatakan permintaan terakhir Dy.
Jojo terus berkomunikasi supaya Kakek itu mau menyanggupi permintaan Dy.
" Beb..Aku sangat mencintaimu. Lebih baik Aku yang mati dari pada Aku melihat jasadmu ". Kata Jojo sedih.
Kakek itu membentak Jojo dan berbicara keras. Kemudian Ikatan tangan Jojo di lepas oleh laki-laki lain dan Jojo di giring ke depan.
Seorang perempuan merogoh kantong celana Dy dan mengeluarkan sebutir Pil.
Perempuan itu memasukkan Obat itu ke mulut Dy.
Kakek itu kembali bangun mendekati Dy.
Jojo berteriak sedih ketika mulut Dy di cekoki racun oleh si Kakek.
Tidak lama kepala Dy oleng ke samping.
Semua merasa senang, Mereka tertawa.
Dua orang lelaki membuka ikatan tangan Dy, kemudian Dy di baringkan di lantai.
Jojo menghambur mau mendekati Dy, tapi cepat Jojo di usir.
Seorang perempuan maju untuk membuka pakaian Dy. Karena Dy akan memakai baju penganten.
Tapi sebelum Mereka menyentuh tubuh
Dy letusan pistol sudah bergema.
Dy meloncat bangun dan menarik Jojo.
Suasana menjadi riuh.
Dengan cepat Dy berlari keluar menuju Mobil. Mereka mengepung Dy.
Jojo dengan sigap menghidupkan Mobil.
Dy terpaksa memuntahkan peluru ke Kaki seorang laki-laki yang membawa pedang.
Mobil melaju dengan kencang menyusuri jalan pulang. Setelah jauh Dy menggantikan Jojo menyetir, dan Mobil berlari seperti terbang.
Mereka sudah tidak peduli akan berapa kena denda, karena terus ngebut di jalan.
Mobil memasuki Basement Condominium.
" Cepat turun, tanganku kena beling". Kata Jojo. Dy baru menyadari banyak beling berserakan di bawah Kakinya.
Dy memeluk Jojo dan berusaha tenang berada di life, supaya tidak menjadi perhatian Orang.
Mungkin saat ini mukanya kelihatan berantakan, maklumlah Dy tadi bertempur dengan sengit.
Dy merasa kesal juga sama Dilan yang tidak kunjung datang menolongnya.
Hampir saja nyawanya melayang.
Jojo membuka pintu memakai sidik jarinya. Mereka balapan masuk ke dalam dan menuju Kulkas.
" Akhirnya Kita selamat". Kata Jojo mengambil Sake dan mencampurnya dengan Es batu.
" Kamu mau Beb...". Tanya Jojo duduk di samping Dy.
" Tidak...Aku minum air putih saja ". Sahut Dy. Tiba-tiba saja Jojo memeluk Dy dan menangis. Dy membalas pelukan Jojo dengan terharu.
" Aku minta maaf padamu, Kamu hampir mati. Syukurlah Tuhan masih melindungimu". Kata Jojo sedih. Mereka saling berpelukan.
"*******