
Bab.33.
Raut muka Jojo sangat sedih memandang Dy yang bersiap mau pulang ke Bali.
Rencana yang Jojo buat untuk memberikan rehat sebulan untuk menata hatinya, supaya lebih bersinergi dalam melakukan kegiatan menjadi ambyar.
Hidup bentuknya seperti jalanan lurus, naik dan turun, berbelok ke kanan dan
ke kiri, mencari makna yang hakiki.
Jangan pernah memandang pernikahan sebagai buah dari cinta, karena banyak pernikahan di mulai dari perselingkuhan.
Begitulah hidup.
Jojo beberapa kali menarik nafas, menyeka air mata yang mau jatuh, berupaya mengingatkan Dy bahwa cintanya masih setinggi langit.
" Beb...Aku sangat mencintaimu, tidak ada laki-laki lain yang mencintaimu seperti Aku mencintaimu. Salahku hanya satu, cepat tergoda". Kata Jojo serak diantara kesedihannya melihat Dy mulai memasukkan pakaiannya kedalam koper.
" Aku mengerti cintamu, tapi maaf Aku tidak bisa melanjutkan kembali perkawinan Kita karena Kamu berselingkuh.
Belum ada sebulan Kita menikah, Kamu telah tega mengkhianati diriku.
Padahal Aku sudah mulai menata hati, ingin membuat perkawinan Kita langgeng.
Tapi apa boleh buat, Kamu .....". Dy tidak melanjutkan Kata-katanya mengingat Jojo punya penyakit Bipolar.
Kejadian Jojo bunuh diri terbayang di benak Dy.
" Jojo sayank...Kamu suamiku yang kuat.
Kita hanya berpisah jarak, tapi Kita tetap satu. Kamu tidak boleh lemah. Suatu hari nanti Aku akan datang mencarimu".
Kata Dy mendekati Jojo yang duduk di pinggir tempat tidur.
Dy langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jojo.
" Aku kuat jangan Kamu khawatir, Aku percaya suatu hari nanti Kita akan bertemu". Kata Jojo memeluk Dy.
" Ya Kita akan bertemu lagi".
" Aku minta jangan membuat pernyataan apapun kepada wartawan. Kamu sudah tahu posisiku disini serba sulit, jadi rahasia ini hanya Kita yang tahu. Seandainya Kamu senang dengan cowok lain, Kamu juga bisa melakukan dengan cara back street". Bisik Jojo.
" Aku akan selalu ingat itu ". Sahut Dy.
Berusaha melepas pelukannya.
" Beb..Aku minta untuk terakhir kalinya...". Bibir Jojo sudah ******* bibir Dy yang ranum. Kegairahan yang diberikan oleh Jojo membuat Dy terlena sesat.
Cepat Dy berkelit ketika Jojo kembali ingin memeluk Dy. Tentu saja Dy menolak karena Dilan pasti menonton kemesraan Mereka.
Benar saja, ponsel Dy sudah bergetar.
" Cepat!!". Perintah Dilan penuh cemburu dari seberang sana ketika Dy mengangkat ponselnya.
" Ya Kamu turun saja duluan". Sahut Dy.
" Beb, siapa itu?". Tanya Jojo curiga.
" Maaf, tadi Aku memakai bahasa Indonesia. Itu tadi Beck Managerku". Sahut Dy cepat-cepat membereskan semuanya.
" Aku tidak percaya, itu pasti cowok kedaluwarsa ". Kata Jojo suaranya sudah meninggi.
Dy pura-pura tidak mendengar.
Dua buah koper sudah siap di tarik oleh Dy.
" Aku akan mengantarmu". Kata Jojo mengambil kunci Mobil.
" Tidak usah Aku bisa sendiri ". Sahut Dy mulai melangkah. Tapi Jojo kekeh mau mengantar Dy
Jojo dan Dy kaget ketika membuka pintu keluar. Dilan sudah berdiri kaku dengan sinar mata tajam menunggu Dy.
" Apa ini permainan?". Kata Jojo emosi melihat Dilan.
" Jojo please...jangan berpikir macam-macam, dia temanku". Dy cepat menengahi.
" Teman yang selalu meninggalkan jejak cinta di leher istriku". Sahut Jojo marah.
" Jangan berkata tentang seorang istri di hadapanku, kalau tidak ingin foto mesummu tersebar. Kamu tega meninggalkan istrimu sendirian demi mendekap prempuan lain". Kata Dilan marah.
" Beb..katakan Kamu tidak mencitai laki-laki ini. Aku suamimu berhak menahanmu". Bentak Jojo.
" Oke..Kamu tenang, Aku adalah istrimu yang selalu sayang padamu. Kita hanya berpisah sebentar, kita akan bertemu setelah keadaan memungkinkan.
Kita harus saling intropeksi ".
Sahut Dy mengelus punggung Jojo dan menarik tangan Jojo kedalam.
" Aku mencintaimu ". Bisik Jojo memeluk Dy dan memcium Dy dengan lembut.
Seperti separuh Jiwanya hilang.
Cintanya yang besar kepada Dy membuat hatinya hancur, ingin Jojo mengulang kembali masa-masa dimana Dy menjadi Bodyguard nya.
PULANG KE BALI
Persahabatan itu rapuh seperti kaca, sekali rusak tidak bisa diperbaiki akan selalu ada retakan.
"I used to think enemies were the worst people in the world, but that was until I met fake friends and realized that they're a lot worse."- sindir Dilan ketika Mereka di antar Taxi menuju Bandara.
" Apakah Aku teman palsu yang buruk?". Sahut Dy menyadari Dilan pasti cemburu.
" Sudah tahu nanya lagi, Aku harap Kamu berkumur dengan Disinfektan 10 kali supaya bekas bakteri dari bibir Jojo lenyap. Atau Kamu emang doyan di sruput sama Jojo". Kata Dilan melirik.
" Bagaimana Kalau Aku berkumur lewat bibir sexy mu". Sahut Dy tersenyum tipis.
" Siapa sudi bekas orang, lebih baik Kamu mandi dengan kembang setaman".
Kata Dilan manyun.
" Oke..Aku tidak memaksamu, Aku akan mencari Gama sampai di Bali. Lama juga tidak mendengar khabarnya". Sahut Dy membuat Dilan menoleh.
Mata tajamnya seolah mau meloncat dimakan cemburu.
" Yank, Kamu jangan membuat masalah denganku, Aku bukan seperti cowok lain yang terhempas kalau di tendang.
Aku akan memperkosamu sampai Kamu hamil". Ancam Dilan.
" Aku memang kalah melawanmu, ku harap nyalimu besar melawan Beck".
Sahut Dy menyindir.
Dilan langsung mematikan jam sensornya dan juga mematikan Jam sensor Dy.
" Sekarang Beck tidak bisa mendeteksi dimana Kita berada dan Kita lagi ngapain. Jadi Kamu siap-siap saja kalau Kita sudah sampai di Bali".
Ancam Dilan genit.
" Kamu kira Aku takut, Aku akan menikmati...hahaha..". Sahut Dy tertawa.
Membuat Sopir Taxinya melirik lewat spion Mobil.
" Maaf Mr. Kalau anda terganggu, maklum Kami penganten baru". Kata Dilan kepada Sopir Taxinya.
" No problem...". Sahut Sopir Taxi ramah.
Dy dan Dilan saling pandang kemudian Mereka saling tersenyum.
" Kamu berani matiin sensor, Beck bisa ngamuk". Kata Dy serius.
" Kita tidak tugas, kalau lagi tugas baru Aku tidak berani ". Sahut Dilan pendek.
" Misalnya kalau habis tugas Kamu haha hihi dengan cewek murahan gitu?". Tanya Dy ingin tahu.
" Itu salah satunya.....". Sahut Dilan tersenyum.
" Apa Kamu belum pernah lihat peluru nyasar?, sekali saja Aku lihat Kamu haha hihi sama cewek murahnya bukan peluru yang Aku lempar, tapi granat". Kata Dy.
" Misalnya seperti Kamu tadi, merdeka di sosor Jojo". Sindir Dilan.
" Tadi sengaja Aku minta di sosor supaya
Kamu nonton ". sahut Dy tertawa
Dy cuma tersenyum melihat Dilan yang
tidak mau di dekati Dy, alasannya bekas
Jojo. Gara-gara Jojo nemplok di badan Dy tadi. Bagus juga, sering-sering saja begitu, jadi Dy bebas menghalau gairah.
Ada perasaan lega terbebas dari masalah
perkawinan ini, namun rasa kasihan terhadap
Jojo terbesit di hati Dy.
Seorang Aktor tampan yang salah mencintai
Orang. Dy akan selalu berdoa untuk Jojo
yang sangat baik kepadanya.
*******
********