
Bab. 68.
Seminggu telah berlalu, keadaan Dy
sudah membaik. Tidak ada air mata yang jatuh di pipinya lagi. Sekarang Dy sudah bertekad akan mengelola bisnisnya dan mundur dari XPostOne.
Tapi untuk menemui Dilan perlu kekuatan Hati yang maksimal. Kekuatan itu belum
Dy miliki, jangankan untuk menemui Dilan menghubungi Dilan lewat ponsel saja Dy tidak mampu.
Selama seminggu ini hanya Aby yang datang dan menghiburnya sambil mengajari tentang Hotel. Aby begitu perhatian dan penuh kasih sayang.
Namun Cintanya kepada Aby sudah menguap, baginya itu masa lalu yang
tidak bisa di ulangi lagi.
Dy sudah tidak punya masa depan sekarang dengan Dilan, Cintanya kepada Dilan sangat Dalam sedalam lautan mati tapi sudah terhempas bersama lenyapnya Dilan
dari hadapannya.
Malam ini adalah malam ketujuh Dy
duduk sendiri di Sofa, di temani dengan Sebotol Black label yang malas Dy sentuh. Pikirannya tersita dengan bau bantalnya, bau sprei nya. Apa hidungnya yang salah atau pikirannya selalu tertuju kepada Dilan. Mengapa setiap bangun pagi Bau badan Dilan terasa memenuhi Kamarnya. Tentu saja masalah ini sangat mengganggu pikirannya.
Malam ini Dy tidak akan minum dan pura-pura mabuk dengan cara tidur di Sofa. Dy akan menangkap basah kalau Dilanlah yang sering kesini.
Keinginannya untuk mengetahui kebenarannya sangat menggebu.
Tapi begitulah Dy seorang gadis perawan yang Tajir melintir tapi tidak punya kesempatan untuk berbahagia.
Malam ini Dilan absen datang, karena
Pekerjaannya tidak bisa di tinggalkan.
Walaupun hatinya sangat rindu untuk memandangi wajah Dy yang tidur lelap.
KEDATANGAN ABY
Bell pintu berbunyi Dy bangun dan mengintip dari lobang pengintip siapa yang datang. Terlihat wajah Aby didepan pintu. Dy membukakan pintu untuk Aby.
" Yank, Kamu tidak kerja kenapa pagi-pagi bisa datang?". Tanya Dy menyambut Aby
dengan sumbringah.
" Aku Off. Aku sengaja kesini untuk melanjutkan pelajaran yang kemarin".
Sahut Aby tersenyum.
Mereka lalu duduk di Ruang Tamu.
" Yank Aku dengar Kamu berani memberi SP.1 kepada Karyawan Utama. Hati-hati bertindak, jangan gegabah. Masalahnya mencari Karyawan setingkat hManager agak sulit, karena Mereka biasanya menantang gaji".
" Apa tindakanku salah??". Tanya Dy heran. Aby cepat-cepat tersenyum.
" Bukan salah Sayank, tapi kurang tepat karena ini Bisnis Hotel, disini Kita harus ada pertimbangan dan kebijaksanaan untuk Karyawan ".
Kita harus loyal kepada bawahan".
" Terus Aku harus bagaimana melihat
ada penyelewengan waktu atau yang lain". Tanya Dy ingin tahu.
" Kalau di Intelijen bisa langsung tembak target yang salah, tapi disini tidak boleh begitu. Semua Manager membawahi satu bagian, dan Manager ini bertanggung jawab kepada Karyawan.
ketika terjadi kesalahan pada anak buahnya ". Jelas Aby rinci supaya Dy
mengerti dan mau belajar.
Aby ingin supaya Dy mengerti tentang Hotel, Dia merasa bersalah karena menyia-menyiakan kepercayaan Beck
terhadap dirinya. Sekarang semuanya
menjadi abu-abu. Dengan Vivi, Aby terpaksa bercerai rugi, karena Vivi menuntut harta gono gini yang tidak
sedikit. Terpaksa Aby memberi 5 buah
Ruko dan sebidang tanah dengan luas
1000 meter persegi. Ingat itu Aby sangat menyesal. Menyesal meninggalkan Dy.
Sekarang Dy tidak ada sinar cinta dari matanya, semua Cinta Dy telah tercurah kepada Dilan.
Duhhh...sangat memusingkan.
" Kenapa bengong, Kamu mau breakfest atau langsung Lunch".
Tanya Dy melihat Aby memandangnya bengong.
" Kita bikin Sandwich saja". Sahut Aby
bangun mengambil Roti.
Sementara Aby membuat Sandwich,
Dy mulai menbaca Buku tentang tugas
Owner dengan segala loyalitasnya.
" Yank, Kita ke ubud menengok Mama Tami yuk" ajak Aby sambil membuat Cappucino kocok.
Ponsel Dy keburu berdering sebelum bisa menjawab ajakan Aby.
Dy membuka ponselnya.
" Aku lagi belajar bisnis dan Kamu lagi
ngapain??". Sahut Dy senang.
" Beb, Aku memberi Kamu Cek kosong
kenapa Kamu tidak isi??, Kamu jangan
menolak hadiahku, Aku merasa tidak
berguna kalau sampai Kamu mengabaikan pemberianku".
" Jo...Aku belum membutuhkan, Aku sangat trimakasih atas semua kebaikanmu. Aku masih punya hutang
belum bisa mengajakmu ke Beach Club".
"Tidak apa-apa yang penting Kamu sehat dan selamat. Lain kali Aku akan ke Bali lagi, Aku berharap supaya tidak ada insiden yang membuat Aku mati berdiri ".
" Ok. Makasih Suamiku...Aku akan menunggumu di Bali. Peluk cium untuk Kamu seorang ".
Kata Dy menyudahi obrolannya dengan Jojo.
Dy kemudian menaruh ponselnya dan memandang heran kepada Aby yang menatapnya.
" Yank, kenapa Kamu menatapku??".
" Aku heran sama Kamu, kalau sudah menjadi mantan tidak usah Kamu mesra, itu yang membuat pacar barumu cemburu, Kamu tidak bisa membawa sikap". Kata Aby mengingatkan Dy.
" Terus Aku harus bagaimana??, Kamu juga mantanku, apa Aku tidak boleh dekat dengamu". Sahut Dy.
" Tapi Kita tidak mesra, Kita seperti Saudara". Tungkas Aby.
" Apa Dilan pernah curhat padamu?".
Tiba-tiba Dy bertanya yang membuat Aby salah tingkah. Memang benar!!. Sewaktu Dy hilang Dilan mencari Aby.
Mereka berdebat dan pemenangnya tentu Dilan, karena ada pistol ditangannya.
Dilan memerintahnya untuk mengurus Dy disitulah Dilan curhat tentang cintanya dan semuanya. Sebagai mantannya Dy dan sepupunya, Aby sangat prihatin dan merasa kasihan atas semua yang terjadi.
Lepas dari kebenciannya dengan Dilan, Aby berjanji akan menjaga Dy.
" Yank..Aku tanya loh". Ulang Dy.
" Aku Tidak ada komunikasi dengan Dilan, hubunganku kurangbaik
dengannya. Tapi Aku merasa
Dilan itu orangnya sangat bertangggung jawab". Sahut Aby pelan.
Matanya menatap jauh kedepan. Karena Dilan juga mengancamnya supaya tidak berhubungan cinta lagi dengan Dy.
Demi kebaikan Dy apapun Aby akan lakukan, karena Aby merasa bersalah meninggalkan Dy menikah dengan Vivi.
" Aku merasa ada yang Kamu sembunyikan". Kata Dy menatap
mata Aby.
Wajah Aby kelihatan semakin
dewasa dan matang. Sungguh Dy terpesona melihat bibir Aby yang
dulu selalu menyapu bibirnya.
" Yank, kenapa?". Tanya Dy lagi.
" Tidak apa-apa mari Kita sarapan, setelah itu Kita mulai belajar". Sahut Aby. Sambil menyeruput Cappucino kocoknya.
" Yank, kapan Kita ke rumah Tante Tami?, Aku sudah kangen sama
Tante, Aku ingin menginap sehari
disana.
" Sekarang pun boleh, tapi Aku mau menelpon teman dulu". Sahut Aby berdiri.
" Siapa?, untuk apa?". Tanya Dy penasaran melihat tingkah Aby.
" Teman Kantor, nanya masalah Kantor. Tapi udahlah Aku tanya besok saja". Sahut Aby bohong.
Padahal tadi mau menanyakan apa boleh Dy diajak ke Ubud.
" Ow begitu, tapi Kita akan ke Ubud khan?" Tanya Dy lagi.
" Yank, Aku ke Toilet dulu ". Ucap Aby langsung menuju Toilet.
Sampai di Toilet Aby cepat-cepat menelpon Dilan.
" Dilan Aku boleh mengajak Dy ke Ubud, Dy kangen sama Mama".
" Suruh saja Dy belajar dulu. Jangan diikuti apa maunya ".
" Oke trimakasih ". Kata Aby menutup
Ponselnya. Tentu Dilan tahu semuanya karena beberapa CCTV mini telah terpasang di tempat Dy. Semua gerak gerik Mereka terpantau.
Sayang Dy kurang peka.
*******