I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
DI BALI



Bab.11.


Air mata Aby mengalir seperti air bah yang tidak bisa di bendung.


Perasaannya hancur melihat Video dari Youtube. Teganya Dy... pikir Aby.


Aby merasa ***** dan menyalahkan dirinya yang terlalu dalam mencintai Dy.


Aby meraih ponsel Dy yang tergeletak tidak berguna.


Benda segi empat kecil yang sangat berarti bagi semua orang.


Tapi benda ini tidak di bawa Dy sekarang.


Bagaimana caranya Aby menghubungi Dy atau sekedar melepas rindu??.


Hari ini Aby tidak punya keinginan untuk melangkah kerja, atau sekedar mengisi perutnya. Hanya satu keinginan Aby yaitu mati mendadak. Dia berharap ada tsunami besar yang menggulung dirinya.


Sudah tidak kuat Aby menahan rindu dan sakit hati melihat Dy dan Aktor itu berduaan.


Dengan cepat Aby menghapus air matanya ketika Beck menelponnya.


Aby membiarkan Ponselnya berdering terus, karena Dia kesal kepada Beck yang menyuruh Dy bertugas lagi.


Setelah lima kali Beck menelpon baru Aby mengangkatnya, takut juga Aby sama Beck yang super sadis.


" Ya Om..ada apa?". Kata Aby ogah.


Beck tersenyum tipis mendengar suara serak Aby. Beck mengerti pasti Aby sangat terpukul melihat kedekatan Dy dengan Aktor itu.


" Kamu ada dimana?, apa hari ini Kamu kerja?". Tanya Beck halus.


Jangankan kerja membuka mata saja


malas. Bathin Aby.


" Tidak Om, Saya cuti dua hari ". Akhirnya Aby menjawab juga.


" Aby...Kamu pasti sudah melihat di You Tube atau di Koran, bahwa Dy menjadi pacar baru Jovan Wee.


Jangan Kamu salah sangka, sebenarnya itu cuma sandiwara untuk menjebak Pembunuh bayaran ". Kata Beck sekenanya, supaya Aby tidak down.


" Om, Saya tidak apa-apa, karena itu tugas.


Yang membuat Saya sedih adalah Saya tidak bisa menghubungi Dy karena ponselnya ditinggal ". Sahut Aby terisak.


Beck ikut sedih mendengar isak tangis Aby. Beck tidak mungkin memberitahu bahwa Dy sebenarnya "membuang" dirinya ke Singapore untuk membalas dendam.


Beck juga terlambat tahu kemarahan Dy kepada dirinya. Dia tahu karena Co pilotnya mengatakan Dy tidak naik private Jet dan malah naik pesawat lain.


Sampai saat ini Beck tidak tahu kenapa Dy marah padanya.


" Bagaimana kalau Aby bermain ke Jakarta atau berlibur ke Hawai".


Rayu Beck.


" maaf Om...apa Saya boleh ke Singapore mencari Dy?". Tanya Aby berharap.


" Tidak boleh Aby, sangat berbahaya. Demi keselamatan Dy Kita harus bersabar". Sahut Beck.


" Ya Om trimakasih, Saya mau istirahat dulu ". Aby kecewa langsung menutup Ponselnya.


Beck terdiam. Pikirannya langsung tertuju kepada Dy yang berada di Singapore.


Semenjak Dy berada di Singapore, Beck tidak dapat sinyal apapun dari Dy, seolah-olah Dy sengaja memutuskan pantauan Beck. Kasarnya Dy tidak mau berurusan dengan XPostOne atau dengan Papanya.


Beck mencoba intropeksi diri, kenapa Dy bersikap begitu.


Tapi Beck tidak tahu apa yang menyebabkan Dy berbuat begitu.


Jalan satu-satunya adalah dengan memanggil Dilan dari Cina.


Agung berangkat menggantikan Dilan.


Dalam 30 hari kedepan, banyak sekali Job ìYang memenuhi daftar Beck.


Sampai Beck menyewa Orang dari PT. Sebelah untuk menangani masalah yang ada di dalam.


Tapi kebanyakan Orang menyewa Intelijen untuk memata-matai pelakor.


Bagi Mereka pelakor lebih kejam dari pembunuh. Lebih sadis dari Tukang jagal Sapi. Sekarepmu lahh...


Dunia memang sudah tua.


Beck memutuskan supaya Dilan segera datang ke Singapore.


Selama Dilan di sana, tidak boleh ada interaksi, yang akan membuat keadaan semakin runyam.


Karena Beck tahu Dilan mencintai Dy dengan diam-diam.


Walaupun keyakinan Beck 100% kepada Dy, bahwa Dy tidak mungkin berkhianat dengan Aby, tapi Beck tetap waspada terhadap pola pikir Dy yang berubah-ubah.


Karena kecantikan Dy akan mengundang orang untuk mencintainya.


JOJO CENGENG


Belum selesai mandi Jojo sudah menggedor pintu Dy. Mungkin karena Dy Intelijen jadinya setiap ada masalah atau sikap yang aneh Dy selalu mengkaitkan dengan tugasnya.


Dy menyambar celana pendek Jeans dan baju kaos. Perasaan khawatir membuat Dy berpakaian sekenanya.


" Ada apa?". Tanya Dy khawatir. Aby menunjuk bungkusan yang baru diterimanya dari Paket Online.


" Menjauhlah... ". Kata Dy mendorong tubuh Jojo ke Sofa.


Sebuah bungkusan berisi bangke ular ada di dalam kotak paket.


Dy memeriksa dengan teliti, apa artinya lawannya mengirim paket itu?.


Kesimpulannya bahwa ular itu mati karena racun. Ular yang bisa memproduksi racun saja bisa mati. Apalagi manusia...


Artinya lawannya memakai racun yang super manjur.


" Jangan sekali-kali Anda keluar, siapapun yang memanggil. Sekarang sudah ada Saya disini, Anda tidak boleh berbuat sesuatu tanpa sepengetahuan Saya". Kata Dy tegas.


" Terus gimana caranya Kita makan, cuci baju atau bersih-bersih?". Tanya Jojo.


" Biasanya bagaimana?". Dy balik bertanya.


"Kalau untuk makan Aku sering memakai jasa UberEATS, Mereka menawarkan makanan dari 100 restoran populer disini.


Kalau Loundry Aku pake jasa House keeping dan bersih-bersih Aku sudah punya Cleaning Service". Jelas Jojo.


" Berarti Kita akan terus ber interaksi dengan Orang luar. Kalau begitu Saya akan mengatur semuanya, untuk sementara Anda tinggal di Kamar dulu. Jangan keluar". Sahut Dy.


" Aku sebenarnya sangat sibuk, banyak jadwal pemoretan untuk Iklan. Kalau Aku tidak datang Aku kena wanprestasi". Kata Jojo bingung.


" Managermu itu punya urusan". Sahut Dy.


Jojo pergi ke Kulkas mengambil dua botol minuman ringan dan menyodorkan ke Dy.


Mereka akhirnya duduk di Sofa.


Mata Jojo yang genit tidak lepas dari paha mulus Dy. Tapi Dy acuh saja, karena pikirannya ke lawan yang semakin berani.


" Saya mengerti tentang kesibukanmu, untuk pekerjaan di luar Rumah Saya tetap akan menemani, tapi kalau di Rumah biarkan Saya yang mengurus ". Sahut Dy.


" Sekarang Kita butuh Cleaning Service untuk membuang bangke ularnya. Membersihkan Kamar Anda dan sekitarnya, kemudian Kita memesan makanan, setelah itu baru Kita memanggil House keeping". Sambung Dy lagi.


Jojo cuma mengangguk saja karena Dia tidak peduli apa yang dikerjakan Bodyguard nya. Keyakinannya sangat besar kepada Dy.


Didalam kehidupan remajanya, Jojo baru menemukan kedamaian bila berada disamping Dy. Sosok Dy yang sedikit Maskulin membuat Jojo nyaman berada disisinya.


" Saya mau ke Kamar dulu, Tolong Kamu hubungi Orang-orang yang tadi Kita perlukan. Kalau nanti Mereka sudah datang baru Saya yang mengawasi ". Sahut Dy masuk ke Kamarnya.


Dy pergi ke Kamar, duduk di pinggir tempat tidur dan mulai menyalakan GSM nya.


Sebuah pemandangan yang membuat darah Dy langsung mendidih.


Aby duduk di belakang Laptopnya dan di peluk dari belakang oleh Vivi.


Pertama Aby mengelak, tapi lama-lama Aby diam.


Brengsek manusia ini. Gerutu Dy kesal.


Aku harus mencari akal.. Pikir Dy.


Untuk menyingkirkan Vivi memang agak sulit kecuali Dy memakai jasa FIkri yang dulu menemani Jannet.


Fikri Agent pemula, Dy numpang hidup di bawah XPostOne. Tugasnya di kantor selain Agent cadangan Dia juga mau bersih-bersih, kerja serabutanlah.Yang penting Fikri membawa GSM sebagai alat komunikasi.


Karena Dy tidak membawa ponsel.


" Beb..beb... ". Teriak Jojo dari luar.


Duuhh...Jojo ini seperti Aby, Dy pergi sebentar saja, Jojo sudah kalang kabut.


" Ada apa?, jangan kamu panggil Saya Beb nanti orang berpikir Kita pacaran...


Belum selesai Dy ngomong mulut Jojo sudah manyun, kakinya menyenggol kursi. Protes anak cengeng. Pikir Dy tersenyum tipis sambil mengangkat kursi yang jatuh tergeletak.


"Yaya sudah...Ayo ada apa?". Dy berusaha sabar mendekati Jojo dan mengajak duduk di Sofa. Jojo mematung.


Dy bangun ketika bell pintu berbunyi.


Dy mengintip dari lubang pengintip.


Owalahh...rupanya ada orang di luar.


Itu yang membuat Jojo memanggil Dy.


*******