I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
STRATEGI DY



Bab. 118


Dy menempelkan penyadap super


sonic yang bisa merekam suara


Rahayu dengan seseorang. Setelah


tidak terdengar suara dari dalam


Dy mengambil penyadapnya dan memasukkan ke kantong Jaket.


Dia masuk ke Kamar disambut tendangan dari Rahayu. Dy tidak menyangka Rahayu mempunyai


ilmu bela diri yang cukup bagus.


Setiap pukulan dari Dy bisa Rahayu


tepis dengan mudah. Tentu saja


sangat bersemangat mendapat


lawan yang hampir sehimbang.


Cuma Dy tidak mau membuat keributan lagi, Dy langsung menuntaskan dengan todongan pistol yang membuat Wajah Rahayu pucat. Tangan Rahayu di borgol


tanpa perlawanan. Dy sengaja lewat tangga pojok yang langsung ke Bassement supaya tidak ada yang melihat.


Sampai di Bassement senyum Yudha


hilang melihat rahayu disamping Dy.


Yudha sangat kaget. Penglihatan Dy sungguh jeli. Walaupun Mereka tidak saling menyapa Dy tahu bahasa tubuh Mereka nerdua yang membuat Dy mengambil sikap posesif. Dy membuka pintu Mobil dan menendang pantat Rahayu supaya mau masuk ke Mobil.


"Kamu salah orang dan sangat percaya diri untuk meringkus Aku. Kamu tidak


tahu Kami," kata Rahayu tajam membuat darah Dy mendidih dan mengambil lakban untuk menutup mulut lamis Rahayu. Kemudian Dy mengambil borgol lagi satu, dengan cepat Dy menggaet tubuh Yudha dan mendorong ke badan Mobil, Dy sekuat tenaga menahan tubuh Yudha dan memborgolnya. Kemudian Dy menendang tubuh Yudha masuk ke Mobil. dan menutup pintu dengan keras. Kemudian kedepan masuk ke Mobil


serta mengunci pintu Mobil.


Wajah Dy merah padam menahan marah. Hatinya terbakar cemburu melihat Yudha dan Rahayu. Lamborghini itu terasa terbang di jalan by pass Ngurah Rai menyalip beberapa Mobil. Yudha yang sangat mengerti hanya bisa diam,


karena saat ini tidak ada yang bisa di bicarakan. Yudha juga tidak tahu kenapa Dy memborgol dirinya, apa Rahayu ada bercerita tentang hubungannya di masa lalu atau ada hal lain yang membuat Dy marah. Duuhhh...anaknya Beck selalu saja bikin kaget!!


"Dy kenapa harus kesini," tanya Yuda kaget ketika Mobil berbelok ke Kantor Polisi.


"Karena Kamu penjahat," sahut Dy marah.


"Jangan membuat Kamu menyesal atas keputusanmu, Kamu seorang Agent, menangkap orang ada prosedurnya," kata Yudha membuat Dy bimbang.


"Jangan banyak bacot, Aku benci padamu," kata Dy menarik tangan Rahayu keluar dari Mobil. Seorang Polisi memberi hormat dan menghampiri Dy.


"Agent number Six," sapa Polisi itu.


"Aku perlu Komandan kalian," kata


Dy menuju lantai 2. Sedangkan Rahayu


di masukan ke Ruang penitipan sebelum di proses labih lanjut.


Yudha menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Semoga Dy


cepat datang... harap Yudha dalam


hati. Tangannya sudah terasa pegal.


Setelah 20 menit Dy datang masih


dengan mulut cemberut. Matanya


bersinar galak.


"Yank untuk apa Kamu memborgol


Aku, sekarang tenggorokanku terasa tercekat karena dehidrasi," kata Yudha ketika Dy masuk ke Mobil dengan cuek.


Reflex Dy menoleh, kelihatan Wajah


Yudha memerah dan berkeringat.


"Biarin dehidrasi Aku tidak urus, jawab dengan jujur apa hubunganmu dengan Rahayu," bentak Dy sambil memacu Mobilnya. Di depan gardu Polisi Dy di Stop. Dy menurunkan kaca Mobilnya.


"Number Six jangan membuat Aku


kena Skor, Kamu terus membuat ulah," kata Widodo tersenyum melihat Wajah Dy yang nongol di kaca.


"Aku senang Kamu di skor, nanti Aku


Akan meluncurkan peluru pelontar yang radius 1km," kata Dy bercanda.


"Oke, Aku buru-buru," sambung Dy


melarikan Mobilnya. Widodo hanya


bisa mengelus dada melihat tingkah


Dy yang menjadi pujaan hatinya.


Mobil Lamborghini itu melaju kencang mengambil Jalan Renon dan berbelok


ke Restoran Dekabu. Ketika Mobil


berhenti Dy langsung menoleh ke belakang.


"Mana tangannya," kata Dy tetap


cemberut. Yudha mengacungkan tangannya, Dy membuka borgol.


Kemudian Dy memberi tissue basah.


"Kita akan makan disini rapikan. penampilanmu,: kata Dy lagi.


Seorang Scurity membukakan pintu Mobil dan mempersilahkan Dy masuk. Suasana di dalam Restoran sangat nyaman dengan Live Musik yang di bawakan oleh Penyanyi Luar Negeri. Disini kebanyakan Tamu Bule dari manca Negara.


Selesai menaruh DP Dy menuju Meja


kosong yang berada di pojok, karena


saat ini Dy dan Yudha masih mengemban Misi. Tentu perlu kewaspadaan. Kaca mata Agent tetap menghihasi Wajah Mereka.


"Dine in," kata Dy sembari melihat menu makanan yang di sodorkan oleh Pramusaji Restoran.


"Dy memilih makanan Lacto ovo


Vegetarian sedangkan Yudha memilih menu utama Steak lada hitam dan menu pendamping, kentang bakar, salad.


"Yank kenapa tadi Kamu mendadak


marah waktu ada Rahayu," tanya


Yudha membuat Dy kembali ingat


akan marahnya.


"Owh ..jadi Kamu sudah tahu nama


cewek itu, jangan-jangan kalian satu


komplotan perusuh yang mengintai


Jiwaku," sahut Dy sinis.


"Hemm...tidak jadi Aku bertanya kalau


di lanjutin bisa selera makanku hilang," kata Yudha.


"Appitizer untuk Anda silahkan dinikmati, semoga Kalian suka," seorang Pramusaji membawa hidangan pembuka berupa seporsi chicken drummettes dan 2 gelas


air putih dingin.


"Trimakasih...," sahut Yudha tersenyum.


Suara Musik terdengar menggeliat


membawakan lagu R&B dari penyanyi Jorja Smith yang berjudul Blue Lights.


Dy berusaha menikmati lagu itu walaupun Dy lebih tertarik dengan Penyanyi Cowok.


"Yank ini makanan pembuka, kalau


Kamu tidak makan berarti Kamu tidak boleh makan Makanan penutup," kata Yudha merayu Dy yang tetap cuek


sambil memainkan Ponselnya.


Tidak begitu lama pesanan sudah datang Mereka menikmati dengan


antusias. Harga memang tidak menipu karena rasanya begitu nikmat. Delicious!!.


EXpostOne Room.


Kesibukan di Kantor XPostOne membuat Bibik mengomel karena sudah pukul 13.00 belum ada yang makan.


"Kalau tidak mau makan besok Bibik tidak masak," ancam Bibik.


"Sebentar Bik lagi sedikit, laporan belum selesai," sahut Agung.


Bibik langsung turun tanpa menjawab, dari waktu ini memak Bibim agak senzi karena Dy tidak pulang-pulang. Walaupun Dy bukan anaknya Bibik tapi Dy sudah seperti Buah daging Bibik. Dari bayi Bibik


mengasuh Dy.


"Atau yang lain duluan makan, Kita gantian supaya Bibik tidak marah" kata Agung menoleh kepada Anggota pelatih.


'"Kalau begitu Kami akan duluan," sahut Faisal berdiri. Dedy dan yang lainnya juga ikut berdiri dan Mereka turun menuju Meja makan.


Sepeninggal Mereka Agung mulai mengeluarkan uneg-unegnya atas sikap


Dy dan Yudha yang mencurigai Anggota


pelatih.


"Sepertinya Dy marah sama Aku karena


mengajak Anggota pelatih ke Hotel. Dy


mungkin curiga sama Mereka," kata


Agung.


"Aku lebih curiga sama Yudha yang


jelas-jelas mirip Dilan," sahut Jelita


yang pendapatnya di iyain oleh Dina.


"Aku yakin Dy akan kena bujuk rayu


Yudha, seperti Dilan waktu dulu,"


"Jangan gibah, ingat dosa," kata Jefry


melangkah turun. Lebih baik Dia makan


daripada mendengarkan celoteh Agung.


Karena Dy tahu pasti Dy mempunyai


insting yang tinggi dan kemampuan


intelijennya dibawah Beck.lagi sedikit.


******