I'M BODYGUARD

I'M BODYGUARD
DI CULIK



Bab.88.


Malam ini Dilan mengajak Dy menyusuri Pantai Kuta.


Angin dingin menyapu tubuh Mereka terasa lembab. Deburan ombak terdengar sangat jelas.


Biasanya bule memenuhi Pantai ini, tapi kalau malam lebih banyak turis domestik.


Dy menatap wajah Dilan dari samping.


Lampu pantai membuat siluit indah


pada wajah Dilan yang ganteng.


Badannya yang tinggi tegap melindungi Dy dari terjangan binatang malam.


" Kita duduk disini." Kata Dilan berhenti


dibawah pohon perindang mencari


tempat yang agak sepi.


Dy langsung duduk dan merapatkan badannya ke Dilan.


"Ternyata ramai walaupun sudah malam. Mungkin karena malam ini


Bulannya bulat (purnama)." Kata Dy


kagum melihat pemandangan pantai.


" Kalau mau melihat pemandangan yang lebih indah harus pergi ke hotelmu, Uvassa Hotel.


Disana ada sebuah tebing yang menonjol ke laut. Di tebing itu ada Pub One Kill yang Khusus di peruntukkan pengunjung Dewasa, karena ada penari Erotisnya."


"Koq Kamu tahu?, Aku sendiri yang punya Hotel tidak tahu," sahut Dy heran.


" Dulu Beck yang sering mengajak kesana." Kata Dilan nyengir.


" Aku baru tahu, kapan-kapan ajak Aku kesana." Sahut Dy membiarkan Dilan


memeluk dirinya.


" Tidak baik bagi dirimu, karena disitu banyak asap rokok dan asap Vave."


" Rugi juga kalau kesana nggak bisa minum." Sahut Dy.


" Aku akan membawa Kamu ke KUA,


Kita menikah disana."


" Tidak usah repot, Aku akan membuat


Akte single parent ke Catatan Sipil."


" Kamu tidak kasihan kepada anaknya


yang tidak punya Bapak"?


Jangan egois, bagaimanapun modern nya Dunia tetap yang terbaik adalah


keluarga yang utuh. Ada Bapak dan ada Ibu. Jangan abaikan itu,"


Sahut Dilan.


" Kamu enteng bicara, Kamu tidak pernah merasa bersalah. Seandainya


Aku nikah denganmu, Ibu dan Mila akan terluka. Apa Kamu tidak kasihan


sama Mereka"?.


" Aku menikah dengan Mila untuk nyenengi Ibu dan Aku juga terus terang sama Mila bahwa Aku tidak mencintainya.


Mungkin Aku akan Talak 1 untuk bisa


menikahimu,"


" Tapi Ibumu bagaimana?, pasti dia


akan sakit lagi ketika Kamu menceraikan Mila."


" Itu yang Aku takutkan, jangan sampai Ibu sakit. Atau Ibu Aku suruh


tinggal disini supaya Aku bisa merawatnya."


"Aku tidak apa-apa Ibu tinggal disini, kalau Dy mau," sahut Dy serius.


"Besok Aku pulang kampung, Aku akan coba mengajak Ibu kesini," kata Dilan berharap.


" Semoga Ibu mau," sahut Dy lirih.


" Aku sangat mencintaimu Dy, jangan


tinggalkan Aku. Apapun yang kamu minta Aku akan berusaha memenuhinya,"


Bisik Dilan mempererat pelukannya.


" Hubungan ini bukan butuh cinta saja, lebih dari itu. Aku ingin seperti orang lain punya pernikahan dan punya keluarga yang utuh." Sahut Dy.


" Aku akan mengurus semuanya, kuharap setelah itu Kamu bersedia menjadi Istriku,"


" Aku akan menjadi istrimu, Kita akan merawat Anak kita berdua," bisik Dy merasa di cinta.


Dilan mendekatkan wajahnya ke Dy,


dan menyapu tipis bibir Dy yang ranum.


" Aku sangat bahagia Kamu mau memaafkan ku. Semoga pikiranmu tidak berubah,"


" Aku juga minta maaf padamu, karena Aku sering marah. Semua itu


Ku lakukan karena Aku cemburu,"


Bisik Dy mesra.


" Aku mau beli minuman dulu, kamu diam disini." Kata Dilan berdiri.


" Oke...ku tunggu sayank," sahut Dy


mesra.


Baru pukul 20.15 wita tamu-tamu asing sudah memenuhi jalanan.


Hari ini dia merasa lega karena Dy menyetujui kalau urusan pernikahan


akan diurus oleh Dilan.


Sungguh dia tidak menyangka Dy masih bisa memaafkannya.


Dilan tersenyum kalau Dy bisa ditaklukan dengan mudah.


Sampai di tempat tadi Dilan celingukan karena tidak menemui Dy.


Dilan masih merasa Dy main-main. Tapi setelah 20 menit berlalu Dy tidak ada tanda-tanda menampakan diri.


Perasaan Dilan mulai tidak enak.


Dilan mulai mencari di antara keremangan malam. Setiap ada orang Dilan bertanya apakah terjadi sesuatu


tadi di pantai. Rata-rata Mereks menyatakan tidak ada keributan.


Dilan berjalan ragu-ragu keluar dari


Area pantai dan pergi ke Mobilnya.


Matanya tajam menatap sekelilingnya.


berharap Dy menghampirinya. Dilan


tidak mengerti apa yang terjadi.


Kemudian Dilan mengambil ponselnya


menghubungi Agung.


" Agung Aku ada masalah sedikit, Dy


tiba-tiba hilang."


" Kenapa bisa begitu boss, jangan-jangan dy diculik"?


" Apa??, Aku pulang sekarang."


Sahut Dilan langsung menutup


Ponselnya.


Jalanan sangat ramai sekali membuat


Dilan agak susah untuk memacu Mobilnya. Perasaannya mengatakan sesuatu telah terjadi yang luput dari


perhatiannya. Ingatannya kembali ke Mr Chaow dan Dagobe yang masih memburu Dy.


Setelah keluar dari kuta street Dilan memacu Mobilnya dengan kencang.


Sepanjang perjalanan dia mengutuk dirinya yang mengajak Dy ke Pantai.


Sebagai seorang Intelijen tentu dia sangat mengerti situasi apa yang Dy hadapi seandainya Dy betul menjadi target penculikan.


Agung cs menunggu dengan cemas kedatangan Boss nya. Berita yang barusan di sampaikan oleh Dilan membuat Mereka ber empat tidak mampu berbicara.


Akhirnya yang di tunggu datang.


Dengan tergesa-gesa Dilan naik ke lantai 2 dan menemui Agung cs.


" Boss, apa berita ini benar?, atau Kita minta Bantuan dari Team SAR"?.


Kata Agung langsung menghampiri


Dilan.


" Kita lihat layar, cari kode Chaow Gost dan Dagobe, Aku punya firasat dari Mereka. Kita tunggu pernyataan Mereka," sahut Dilan menuju layar.


Mereka semua menunggu dengan cemas. Wajah Dilan sangat panik dan di matanya terlihat air bening mengambang. Muka mereka semua kelihatan sedih. Apalagi Dina dan Jelita mereka berusaha menahan tangis, tentu suasana ini sungguh membuat hati mereka terguncang.


Fery cepat pergi ke Dapur membuat 5 gelas kopi dan mengambil setoples snack.


" Mari minum semua, sambil minum Kita


pikirkan jalan selanjutnya. Apa tidak sebaiknya Kita menanyakan ke post-post


perbatasan," kata Fery.


" Itu ide bagus, Kita colling teman-teman jaga di semua post perbatasan." sahut Agung sigap.


Setelah 1 jam berlalu sebuah pertanggung jawaban tentang penculikan yang terjadi di Bali telah di akui oleh Chaow Ghost.


Dy dalam keadaan aman tanpa tekanan.


penculikan ini tanpa tuntutan apapun.


dan tindakan ini dilakukan tanpa tendensius.


Membaca pernyataan itu membuat Dilan langsung menendang kursi di sebelahnya.


" Katakan Kita mengutuk perbuatannya karena Dy sudah menikah dan dalam keadaan hamil. Kita akan menebus Dy dengan jumlah yang besar," kata Dilan


kepada Agung.


Semua pesan dari XPostOne di simak


oleh Chaow Ghost dan tidak ada tanggapan prontal dari Mereka.


" Kita perang!!." teriak Dilan marah.


" Sabar Boss, yang penting Kita sudah tahu


keberadaan Dy. Sekarang Kita tinggal


mencari solusi selanjutnya," Kata Agung berusaha tenang.


" Mr Chaow sangat mencintai Dy, tidak mungkin Dy akan celaka disana." kata Fery ikut urun rembug.


" Maksudmu untuk apa bicara begitu, Kamu seolah tidak peduli nasib Dy.


Kita tidak tahu Chaow sekarang, Aku ingin masalah ini cepat di tangani." sahut Dilan


dengan suara tinggi.


******