Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 99. Gara-Gara Gosong



Happy Reading 😊


2 Minggu berlalu akhirnya pekerjaan Alvin selesai. Ia merasa lega karena bisa kembali lebih cepat dari jadwal yang ditentukan yaitu Sebulan.


"Hans pulang beristirahat lah, aku tahu kau lelah karena selama dua Minggu ini kau terus mendampingiku. Aku beri kau waktu dua hari untuk istirahat," ucap Alvin setelah tiba di Bandara Soetta.


"Baiklah Tuan tapi izinkan saya mencarikan anda taxi dulu," tawar Hans.


Alvin hanya menunduk. Selama ini kinerja Hans sangatlah baik tidak hanya masalah pekerjaan namun dedikasinya pada pribadinya sangatlah pantas mendapat pujian.


.


"Hans Bulan ini aku transfer gaji plus bonus untukmu sebagai rasa terima kasihku," ucap Alvin setelah masuk ke dalam mobil taxi.


"Anda terlalu baik Tuan, saya hanya menjalankan tugas saya."


"Itu sudah menjadi hak kamu Hans, baiklah aku pergi dulu." Alvin menutup pintu mobil. Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.


Sebenarnya Alvin sangat ingin melihat Keyla setelah kembali namun kejadian terakhir kali saat Keyla menolak teleponnya membuatnya ragu jika Keyla masih menginginkannya tapi untuk apa mengirimi pesan singkat menanyakan kabar dan kepulangannya jika Ia tidak peduli.


"Sebaiknya aku pulang dulu membersihkan diri dengan begitu pikiranku juga lebih jernih," gumam Alvin.


Setelah 45 menit akhirnya Alvin tiba di apartemennya. Entah apa yang terjadi apartemennya setelah 2 Minggu ditinggalkan pasti sangat kotor.


"Seperti bau masakan." Alvin yang baru saja masuk tiba-tiba disuguhi aroma masakan. Ia langsung memeriksa ke dapur dan benar saja sepertinya ada seseorang yang baru saja memasak namun bukan makanan enak melainkan makanan yang gosong memenuhi tempat sampahnya.


"Jangan-jangan ...." Alvin bergegas memeriksanya kamarnya. Seorang wanita tengah terbaring memejamkan mata.


"Kau." Alvin merasa sangat lega akhirnya wajah itu kini ada di depan matanya. Wajah yang sangat dirindukannya selama dua Minggu ini akhirnya terobati.


"Mm." Keyla mengigau sambil berpindah posisi miring. Ia menjatuhkan foto yang sejak tadi didekapnya yang ternyata foto Alvin.


Alvin merasa sangat segar setelah mandi sambil menunggu Keyla bangun Ia pergi ke dapur untuk membersihkan kekacauan yang Keyla buat. Entah apa yang dilakukannya hingga semua masakannya gosong dan berakhir ke tempat sampah.


.


.


"Bau apa ini sedap sekali." Keyla yang sudah setengah bangun dari tidur namun belum membuka mata mencium aroma sedap yang sudah pasti menggetarkan perutnya yang terus bergemuruh karena lapar.


"Aku pasti mimpi bukannya masakanku semua payah. Tapi ini benar aku benar-benar mencium masakan yang sedap." Keyla berusaha membuka matanya yang masih berat karena terlalu penasaran dengan aroma yang diciumnya saat ini.


"Ini sungguhan bukan mimpi, apa jangan-jangan Bunda kesini." Keyla segera bangkit dari ranjang untuk memeriksa.


Bukan seorang wanita yang kini berdiri di dapurnya namun punggung pria. Pria yang sangat dikenalnya.


"Alvin." Tanpa sadar Keyla mengucapkan nama itu begitu saja dari mulutnya.


Mendengar namanya disebut spontan Alvin menoleh kearah sumber suara. Seorang wanita menatapnya nanar tanpa membuang waktu Alvin berlari mendekap tubuh wanita yang begitu dirindukannya itu.


Cukup lama keduanya berpelukan dengan keheningan masing-masing yang tidak dapat dijelaskan namun pasti keduanya meresapi pertemuan itu. Rasanya bukan hanya dua Minggu berpisah namun serasa setahun karena hubungan yang buruk antara keduanya.


"Kau merindukanku, kau menungguku pulang?" Alvin mengurai pelukannya menatap lekat wajah istrinya.


"Aku .... Bau apa ini?" Belum selesai bicara fokus Keyla tertuju pada bau masakan yang gosong. Ya karena terlalu senang, Alvin bahkan melupakan masakannya yang masih bertengger diatas api.


"Yah sayang banget makanannya gosong." Keyla yang sudah merasa kelaparan akhirnya hanya menelan salivanya sendiri. Lagi-lagi masakan gosong yang ada di depannya.


"Nggak apa, aku akan masak lagi untuk kita." Alvin hendak mengambil bahak. makanan di kulkas namun Keyla menahan pergelangan tangannya. "Kita order aja, kau kan baru pulang pasti lelah."


Mendengar hal itu Alvin hanya mengangguk dengan senyum menyeringai. Ide yang bagus karena selain lelah setidaknya Ia bisa meluapkan keinginan terpendamnya sembari mencurahkan cinta kasih pada istrinya itu.