Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 119. Anggap Mimpi Buruk!



Happy Reading 😊


Kayla membuka matanya saat cahaya masuk menerpa matanya.


Deg ... deg.


Matanya membulat sempurna ketika wajah Ricky berada tepat di depannya sementara tubuh polos keduanya berpelukan.


"Apa-apa yang terjadi?" gumam Kayla. Ia melihat jejak ciuman memenuhi leher juga dada Ricky.


"Aku melakukannya." Keyla menutup mulutnya merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukannya semalam. Ia memaksa Ricky untuk melakukannya dan bahkan bertingkah seperti pemangsa.


Kayla merasa sangat malu memindahkan tangan Ricky dengan pelan agar pria itu tidak terbangun.


Grep


Tangan Ricky spontan menahan perut Kayla yang hendak pergi.


"Kau mau kemana?"


"Hehehe, aku mau ke kantor, lihat sudah jam 9." Kayla memperlihatkan ponselnya menunjukkan jam.


"Kau sengaja melupakan sesuatu?" ucap Ricky dengan senyum menyeringai.


"Lupa apa?"


"Kau pura-pura bodoh Kayla Angelica, kau harus bertanggung jawab." Ricky memperlihatkan tubuh polosnya dengan senjatanya yang kembali on.


"Ba-baiklah aku pasti bertanggung jawab." Spontan Kayla menutupi penglihatannya dengan telapak tangannya.


"Kau tidak perlu sungkan bukannya semalam begitu menikmatinya sampai meminta berkali-kali." Ricky kembali mengingatkan betapa brutalnya kayla semalam sampai Ia begitu mendominasi.


"**** apa yang terjadi padaku, kenapa aku seperti wanita kelaparan!" umpat Kayla pada dirinya sendiri. Ia sama sekali tidak bisa mengendalikan diri sendiri.


Mendengar ucapan Kayla membuat Ricky menyadari jika minuman yang dibuatkan Ibunya untuknya dan Kayla sudah diberi obat. Bagaimana pun juga Ia tidak akan memberi tahu Kayla karena tidak ingin perbuatan ibunya menjadi masalah cukup dirinya yang tahu.


Ayah dan Ibu Ricky tengah berbincang sembari santai minum kopi.


"Ibu rasa semalam obatnya bekerja cukup bagus pak, kau dengar ranjang mereka semalaman berbunyi tanpa henti. Ibu sebenarnya salah menaruh obat yang seharusnya untuk Ricky malah Ibu berikan pada Kayla tapi tidak masalah tidak mempengaruhi."


Terlihat Ricky dan Kayla melangkah keluar kamar, mendekat ke arah orang tuan Ricky.


"Ricky kau kenapa memakai jaket padahal cuaca panas?" telisik Ibu Ricky yang pura-pura tidak tahu.


"Ricky masuk angin," singkat Ricky.


Mendengar jawaban Ricky kedua orang tuanya menahan senyum sementara Kayla sejak tadi menundukkan kepalanya.


"Aku dan Kayla harus segera pergi Bu, ada urusan kantor mendadak."


"Baiklah sering-sering datang kesini, ibu tunggu kabar baik dari kalian.


Ricky dan Kayla hanya menunduk tidak ada ekspresi lainnya. Keduanya menjabat tangan ibu ayah Ricky setelah itu berlalu pergi.


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan karena keduanya sama-sama hanyut dengan kejadian semalam. Kejadian yang sama sekali tidak pernah terbersit dalam pikiran mereka sekalipun.


"Ricky, Kay," ucap keduanya bersamaan setelah terdiam cukup lama.


"Kau dulu!" perintah Kayla


"Kau saja!"


"Ladies first!"


Terjadi perdebatan kecil antara siapa yang harus berbicara lebih dulu.


"Baiklah." Akhirnya Kayla mengalah Ia akan berbicara lebih dulu.


"Begini kejadian tadi malam anggap saja mimpi buruk, aku akan memberimu kompensasi dan anggap semua tidak terjadi," tawar Kayla.


"Tentu aku sama sekali tidak ingin mengingatnya lagian itu bukan keinginanku tapi- ."


"Sudah jangan dibahas lagi ingat setelah itu jangan pernah membicarakan masalah ini lagi!" potong Kayla. Kejadian semalam benar-benar Kayla merasa urat malunya sudah putus hingga berbuat hal yang menjijikkan seperti itu.


Akhirnya kesepakatan itu terjadi sesuai keinginan Kayla, Ricky tidak akan membahas masalah itu lagi walaupun sebenarnya semalam Ia begitu menikmati malam panas itu.