Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 22. Pernikahan Medina



Keyla meninggalkan rumah sakit setelah pertemuannya dengan Dokter Arif selesai.Saat hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba tangan kuat Alvin menahan pintu mobil itu hingga membuatnya tidak bisa masuk ke dalam mobilnya.


"Se- jak kapan kau berada disini?" panik Keyla mengetahui Alvin mengikutinya.Keyla benar-benar tidak ingin masalah ini diketahui orang lain selain kedua sahabatnya, Kinara dan Medina.


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku, apa kau lupa kita akan segera bertunangan.Bukan hanya tunangan tapi kita akan segera menikah!" tegas Alvin emosi.


"Siapa, aku hanya berkonsultasi dengan Dokter," sangkal Keyla.Ia terus berusaha membuka pintu mobilnya namun pria itu tetap menahannya.


"Kalau kau tidak percaya, aku antar ke Dokter kandungan sekarang," tegas Keyla menarik tangan Alvin kembali masuk ke bangunan rumah sakit itu.


"Wait, Dokter kandungan?" Alvin menahan tangan Keyla kini tatapannya menatap tajam Keyla.


"Ups ... bodoh seharusnya aku tidak mengatakan hal itu," gumam Keyla.Ia menyadari pria itu berpikir lain tentang maksudnya hingga ia harus menjelaskan lebih detail lagi.


"Jangan salah, gue ada masalah tentang bulanan," jelasnya dengan cepat.Terpaksa Keyla mengatakan hal itu karena tidak ingin berdebat jauh dengan Alvin.


Alvin jengah karena telah berpikiran terlalu jauh tentang Keyla.


"Gue harus balik ke kantor, lebih baik loe pergi ke kantor loe," ucap Keyla.


Alvin sepertinya menyetujui idenya, sebenarnya beberapa menit lalu Kayla meneleponnya karena ada pertemuan dengan rekan bisnisnya namun karena pikirannya kacau tentang Keyla, Ia pun menundanya.


Keduanya berpisah dan berlalu ke tempat masing-masing.


***


Seminggu kemudian.


Tepat hari ini pesta pernikahan sahabatnya Medina akan di gelar di sebuah hotel mewah.


Keyla mengundang seorang MUA terkenal untuk menyulap penampilan yang terkesan tomboi menjadi seorang putri cantik kali ini.Ia ingin tampil maksimal apalagi acara ini sebagai temu kangen teman SMA-nya dulu.


Keyla menatap lekat pantulan dirinya di cermin sepeninggal MUA karena tugasnya sudah selesai.Ia merasa tertegun dengan penampilannya yang berubah 360 derajat.Bagaimana tidak di kesehariannya bahkan tidak pernah make up hanya skincare routine saja yang membuat wajahnya cantik alami walaupun tanpa polesan make up.


"Benarkah ini diriku?" Keyla kembali berdecak seakan tidak percaya wanita cantik di cermin itu adalah dirinya.


"Kau sudah siap Key? Jeni memasuki kamar Keyla.


"Wah cantik sekali putri Bunda!Gaun ini sangat pas dengan make up mu." Jeni begitu tertegun dengan kecantikan Keyla yang 10 kali lipat lebih cantik.


"Bunda ini sangat berlebihan Keyla seperti badut!apa sebaiknya aku hapus make up ini karena ini sangat berlebihan," risau Keyla.Kembali ia menatap pantulan dirinya di cermin.


"No, ini cantik sayang.Kau pasti akan membuat Alvin bertekuk lutut di hadapanmu." Jeni membayangkan bagaimana ekspresi Alvin ketika melihat penampilan Keyla hari ini.


"What, Alvin?" Keyla terperangah dengan nama yang terlontar dari mulut Bundanya.Keyla memang tidak memberitahu Alvin tentang acara ini tapi entah mengapa pria itu bisa tahu.


"Bunda yang memberitahu Alvin?" sambung Keyla mengerutkan alisnya.


Jeni mengangguk.


"Yah Bunda, Keyla kan ingin pergi bersama Nara," keluh Keyla.


"Mulai saat ini kau harus kemana-mana di dampingi Alvin karena ia akan menjagamu dan secara tidak langsung memberi tahu pria di luar sana kalau kau sudah memiliki pasangan!" tegas Jeni.


"Bunda masih terus saja memaksaku, aku sudah katakan aku tidak ingin bersama pria itu!" kesal Keyla.


.


.


Keyla menuruni tangga dengan penampilan yang sudah full make up serta memakai gaun yang dipersiapkan Medina.Ia dan kedua sahabatnya akan menjadi Bridesmaids di acara malam nanti sehingga gaun yang dipakainya akan berseragam dengan Ziva dan Kinara. Riasan make up bold dipadu padankan dengan gaun berwarna gold setinggi lutut dengan area terbuka di bagian dadanya semakin membuat penampilannya begitu sempurna.Bando mutiara yang melekat di rambut sebahunya menambah plus penampilannya.Alvin yang menunggu cukup lama akhirnya terpuaskan dengan penampilan Keyla yang begitu memanjakan penglihatannya.Ia bahkan tidak berkedip sedikitpun.


"Ayo," pekik Keyla.Alvin yang terpaku di tempatnya membuat Keyla kesal karena ia akan telat jika tidak segera pergi.Mengigat ia ingin datang lebih awal untuk menyapa sahabat-sahabatnya.


Keduanya berlalu pergi dengan mobil menuju tempat acara di gelar.


Saat di perjalanan beberapa kali Alvin melirik wanita di sampingnya itu membuat Keyla tidak nyaman.


"Kalau elo ingin tertawa, gue nggak masalah!" ketus Keyla.


"Apa maksud elo?"


"Elo pasti sedang menertawakan gue yang seperti badut!" tegas Keyla.


"Elo cantik, cantik sekali," puji Alvin.


Keyla memutar mata malas mendengar pujian palsu dari seorang Alvin.


"Apa sebaiknya gue pergi sendiri," ucap Keyla.Ia teringat sesuatu.


Alvin menatap wajah Keyla sekilas karena tiba-tiba wanita disampingnya itu mengatakan hal aneh padahal saat ini mereka sudah dalam perjalanan.


"Apa loe nggak masalah, karena akan ada Ziva, suaminya juga twins di acara itu," jelas Keyla.Ia hampir melupakan Alvin yang terjerat love to dead dengan Ziva.Mungkin saja pertemuannya kali ini akan kembali mengorek lukanya.


"Aku tidak masalah!" tegas Alvin.Ucapan Keyla kembali mengingatkan pertemuan dengan Ziva terakhir kali.Pertemuan yang sedikit banyak merubah alur hidupnya walaupun belum benar-benar melupakannya setidaknya Ia sudah lepas dari jeratan cinta buta itu.


"Gue nggak apa pergi sendiri kalau loe nggak bisa pergi." Keyla benar-benar tidak ingin memaksa pria itu pergi.


Mendengar itu malah semakin membuat Alvin ingin membuktikan pada Keyla jika Ia sudah melupakan masa lalunya itu.Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi hingga sampai lebih cepat.


Keduanya memasuki ballroom acara di gelar yang begitu mewah.Pasangan Dokter itu pasti menggelontorkan dana yang tidak sedikit dengan mewahnya tempat acara itu.Ruangan itu pun sudah di penuhi tamu undangan yang sebagian banyak adalah teman SMA-nya dulu dan sebagian teman sejawat Medina dan Arif.


Ziva melambaikan tangannya saat melihat kedatangan Keyla saat itu ia sudah duduk bersama suami juga kedua buah hatinya.Kinara dengan seorang pria.Untuk pertama kalinya Keyla merasa Alvin menyelamatkan hidupnya karena jika Ia tidak pergi bersamanya ia akan malu, mengingat kedua sahabatnya membawa pasangan.


"Apa kabar tuan putri." Seorang pria dengan setelan jas hitam menyambutnya dan langsung mencium tangannya mesra.


"Arka." Keyla berdecak dengan ulah Arka yang tidak berubah sejak SMA sementara Alvin terlihat jealous dengan sikap bar-bar pria itu.Arka pun menuntun tangan Keyla menuju ke meja sahabatnya.Arka menarik kursi dan mempersilahkan Keyla duduk bak memperlakukan Keyla seperti tuan putri.


"Woi Arkana, elo nggak lihat Keyla membawa pangeran, main serobot aja!" ketus Kinara.


Arka bahkan tidak menganggap Alvin dengan bersikap seenaknya.Spontan Arka menyadari pria di belakang Keyla dengan ekspresi jengah nya. "Maaf Bro bukan maksud gue."


Alvin mengangkat kedua tangannya sebagai rasa pengertiannya terhadap sikap Arka walaupun saat itu jelas tergambar raut cemburu di wajahnya.


Ziva pun menyadari raut kecemburuan di wajah Alvin, Ia merasa


bahagia dengan sikap Alvin yang secara tidak langsung menggambarkan pria itu sudah melupakannya.