Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 109. Mau Menikah Denganku? (BTS 2)



Happy Reading 😊


Setelah membersihkan diri Kayla merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Sejak tadi Kayla terus terpikirkan bagaimana Ia akan mempertanggung jawabkan ucapannya tadi pad Bundanya.


"Bodoh sekali aku, bagaimana aku bisa membawa pria sedangkan aku saja tidak memiliki calon suami. Jangankan calon suami pacar saja aku tidak punya." Kayla uring-uringan mengacak rambut sendiri dengan masalah yang dibuatnya sendiri.


"Aunty," teriak bersamaan Razka dan Razki.


"R kalian ini bisakah mengetuk pintu kamar Aunty dulu sebelum masuk," Gemas Kayla mencubit pipi kedua keponakannya. Belum sampai disitu kedua keponakannya itu kini melompat-lompat di ranjang Kayla lalu memainkan beberapa lipstik.


"R jangan lakukan itu sini tidur dekat Aunty."


Praanng


Parfum Kayla tidak sengaja tersenggol Razka membuatnya terjatuh.


Spontan Kayla langsung bangkit dari ranjang. "Kau baik-baik saja R?" Memeriksa kedua ponakannya dengan teliti. "Syukurlah." Lega Kayla, twins tidak terluka.


"Twins kalian!" bentak seorang wanita yang berdiri di pintu yang tidak lain Keyla. "Cepat bersihkan!" perintah Keyla pada art nya yang masuk bersamanya.


Pang ... pang.


Keyla memukul kedua pantat twins meluapkan amarahnya. Ya dimana pun berada kedua putra kembarnya itu selalu membuat masalah.


"Aunty, hiks hiks." Duo R menangis langsung memeluk Kayla.


"R," ucap kedua pengasuh R bersamaan.


Kayla menyeimbangkan tingginya dengan duo R menatap lembut keduanya.


"Aunty R minta maaf," ucap duo R bersamaan.


Kayla mengusap kepala keduanya sambil mengangguk. "Cuci tangan gosok gigi dan tidur!" perintah Keyla dengan nada rendah.


Keduanya mengangguk tanpa membantah lalu melangkah pergi dengan kedua pengasuhnya.


"Kau ini jangan marah-marah terus kasian bayi dalam kandunganmu." Kayla mengusap perut keyla yang masih rata.


"Sabar dia kan sedang bekerja nanti dia kerasa kamu ngumpat dia." Kayla mengusap bahu Keyla.


Tok ... tok.


"Non teleponnya bunyi terus den Alvin telepon." Art nya memberi tahu.


"Dasar!" umpat Keyla lagi karena benar kata Kayla suaminya itu selalu tahu saat diumpat olehnya padahal jarak mereka berpuluh-puluh mil namun saja bisa merasakan.


Kayla menatap Keyla yang melangkah pergi sesaat menjawab telepon dari Alvin.


"Kakak senang Key kau bahagia tidak sia-sia perjuangan Kakak." Kayla tersenyum senang. Di detik berikutnya kembali uring-uringan memikirkan siapa pria yang akan diperkenalkannya besok pada kedua orang tuanya.


...


Pagi-pagi Kayla pergi ke kantor. Semalam Ia sudah memikirkan segala cara hingga terpikirkan cara agar Ia bisa lepas dari perjodohan yang direncanakan orang tuanya.


Tok ... tok.


"Masuk!"


Seorang pria tampan masuk yang tidak akin Ricky. Pria itu menunduk dengan hormat.


"Apa ada pekerjaan penting?" Ricky merasa aneh karena pagi-pagi atasannya itu memintanya datang ke kantor.


"Ricky aku ingin meminta bantuanmu dan aku jelaskan ini bukan masalah pekerjaan." Kayla mengungkapkan alasannya meminta Ricky datang pagi-pagi.


"Saya siap membantu anda Bu Kayla." Ricky tersenyum lebar.


Sesaat Kayla terdiam menatap Ricky akankah pria itu akan menyetujui keinginannya.


"Ricky ... Ricky ...." Kayla terus mengucap nama Ricky berkali-kali membuat Ricky menautkan kedua alisnya dengan ucapan atasannya itu.


"Ibu katakan saja saya siap membantu jangan sungkan." Ricky kembali tersenyum membuat keadaan tegang itu menjadi sedikit rileks.


"Kau ... kau mau me- menikah kontrak denganku?"