
Happy Reading 😊
Saat makan siang, keluarga Brawijaya sudah menunggu di sebuah restoran. Ya kali ini Kayla akan memperkenalkan calon suaminya pada keluarganya.
"Key, siapa calon Kakakmu?" bisik Jeni di telinga putri keduanya.
Keyla menaikan kedua bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Bundanya.
"Kau ini masa kamu nggak tahu kakakmu dekat dengan pria mana." Jeni sedikit kecewa karena tidak berhasil mengetahui siapa calon yang akan Kayla bawa. Sementara Jeni dan Keyla terus berbisik berbeda dengan Alvin dan Arman yang tampak tenang menunggu sementara Twins R sengaja tidak diajak karena tidak ingin menimbulkan masalah di acara yang penting ini.
.
.
Mobil Ricky berhenti tepat di restoran mewah. Setelah membuat kesepakatan di kantor, Ricky dan Kayla bersiap akan memerankan debut pertama mereka sebagai artis pendatang baru dengan drama berjudul terpaksa menikah kontrak🤣.
Kayla terpaksa melakukannya bukan hanya karena desakan dari keluarganya saja namun juga kesehatan Arman yang terpenting. Arman yang sejak lama menyembunyikan sakitnya hingga menjadi lebih parah ditambah memikirkan Kayla yang belum menikah di usia 30 tahunan membuat kesehatan Arman terus menurun. Berkali-kali Arman dilarikan ke rumah sakit karena sakit yang dideritanya itu.
"Terima kasih Ricky kau bersedia membantuku, aku pasti tidak akan melupakan semua kebaikanmu ini."
Ricky bahkan melakukan dengan sukarela dan menolak dibayar.
"Aku janji setelah kesehatan ayahku membaik aku akan melepaskanmu dan aku pasti menepati janjiku untuk memberimu sejumlah uang yang aku janjikan." Kayla kembali menegaskan jika Ia akan bertanggung jawab penuh dengan semua rencananya ini.
Ricky meraih tangan Kayla lalu mengecupnya. "Tidak masalah sayang."
Mendapat perlakuan yang begitu tidak biasa membuat Kayla salah tingkah.
"Jangan salah paham dulu, bagaimana aktingku apa aku sudah seperti artis papan atas?" Sahut Ricky sebelum Kayla salah paham walaupun itu lah sebenarnya yang diinginkannya. Ricky turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Kayla.
"Ayo." Ricky melingkarkan tangannya di pinggangnya memberikan Kayla ruang untuk menggandeng tangannya.
"Tidak perlu sampai seperti ini." Kayla melangkah lebih dulu mengabaikan keinginan Ricky. Dengan cepat Ricky menggenggam tangan Kayla tidak memberinya kesempatan untuk mengabaikannya. "Jika ingin melakukannya maka lakukan dengan sempurna karena jika tidak keluargamu akan curiga." Ricky tersenyum penuh kemenangan karena Kayla tidak bisa membantah lagi.
"Itu mereka," bisik Kayla di telinga Ricky saat melihat keluarganya sudah menunggu.
Ricky semakin mendekap bahu Kayla membuat keduanya terlihat begitu serasi. Kayla hanya bisa pasrah dengan perlakuan Ricky karena perhatian keluarganya sudah tertuju padanya.
"Selamat siang Om, Tante , Nona Keyla dan tuan Alvin." Sapa Ricky.
Begitu juga dengan Keyla yang juga tertegun. Setiap kali Ia datang ke kantor Kakaknya hanya untuk melihat asisten tampan kakaknya itu juga menggunakan Twins yang juga dijadikan alasan penguatnya.
"Kak kau kesini bukan untuk bekerja kenapa membawa Ricky?" Protes Keyla.
"Ricky dia dia-"
"Saya calon suami Kayla," sergah Ricky.
"Kalian, kok bisa?" Keyla menatap tidak percaya. Bagaimana mungkin karena terakhir kali Ia datang ke kantor dan menyarankan Ricky namun kakaknya seperti tidak setuju, apalagi dia dan Ricky terpaut usia 5 tahun lebih muda darinya.
"Sebenarnya hubungan kami sudah lama karena malu kami menyembunyikannya," jelas Ricky.
Mendengar penjelasan itu semua orang tampaknya tidak masalah karena mereka juga sudah mengenal Ricky sebelumnya.
"Hai calon kakak ipar." Keyla melambai genit menatap Ricky membuat Alvin yang duduk di sampingnya geram, mencubit pinggang Keyla.
"Aw," pekik Keyla. Menatap kesal Alvin.
Karena teriakan Keyla semua mata tertuju padanya. "Maaf ada serangga yang menggigitku." Keyla berucap sambil tersenyum nyengir. Sementara ucapannya yang menyebut Alvin serangga membuat prianya itu menatap kesal ke arahnya.
Selama makan Ricky benar-benar menunjukkan kemampuan aktingnya dari menyuapi Kayla sampai mengusap bibir Keyla dengan jempolnya lalu menghisap jempolnya semakin membuat iri orang yang melihatnya.
Kemesraan pasangan itu benar-benar membuat Jeni dan Arman mengembangkan senyum sejak kedatangan keduanya.
Setelah acara makan selesai kini saatnya membahas hubungan Kayla dan Ricky.
"Kalian sudah sedekat ini jadi kapan kalian menikah, Ayah mau secepatnya. Iya kan Bunda?" Arman sebagai kepala keluarga memulai pembicaraan serius itu.
"Uhuk ... uhuk." Mendengar pertanyaan ayahnya, Kayla yang sedang minum sampai tersedak.
"Pelan-pelan sayang." Ricky mengusap mulut Kayla. Perhatian Ricky yang berlebihan semakin membuat Kayla tidak nyaman reflek mendorong Ricky. Ricky yang tidak ingin keluarga Kayla curiga langsung mengecup pipi Kayla. "Bagaimana sudah baikkan setelah aku menciummu?" Ricky benar-benar membuat semua orang iri dengan perhatian dan kelembutannya pada Kayla.
"Kau membuatku malu." Kayla menyembunyikan wajahnya dengan sikap blak-blakan Ricky.
"Baiklah sepertinya tidak perlu dipertanyakan lagi, Ricky bawa secepatnya orang tuamu. Ayah sama Bunda sudah tidak sabar." Putus Arman setelah melihat hubungan Kayla dan Ricky yang begitu dekat membuatnya harus bertindak cepat karena Ia tidak mau kesalahannya dulu dengan Jeni terulang.