Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 83



Happy Reading 😊


"Bunda dan ayah menikah tanpa restu Kakek kalian. Sejak lama hubungan kami di tentang namun rasa cinta bunda lebih besar hingga tidak ada apapun yang bisa menghalangi sampai ketika kami memutuskan kabur. Ya Bunda dan ayah memilih kabur demi bersama. Setahun pertama pernikahan kalian hadir dan disaat itu bunda harus memilih sau dari kalian untuk membuat kalian tetap hidup," cerita Jeni diiringi Isak tangis.


Begitu berat Jeni membuka masa lalu pahitnya yang tidak bisa melakukan apapun dan hanya pasrah karena jika tidak Hendra ayahnya akan mencelakai Arman juga putri kecilnya Kayla.


"Bunda jangan menangis kita berdua sudah mengetahuinya." Kayla menyeka air mata Jeni.


"Terima kasih Kakak, Adek." Jeni menatap Kayla lau berpindah ke Keyla. Benar dugaan Kayla jika dialah Kakaknya.


"Kalian sudah sama-sama dewasa, Bunda ingin kalian bahagia." Jeni tersenyum sambil mengelus keduanya wajah putrinya.


***


Keesokan paginya.


Kayla memulai harinya dengan menjadi putri keluarga Handoyo. Ya sesuai permintaan Jeni baik Keyla maupun Kayla sama-sama memiliki saham sama rata di Brawijaya karena mereka lah penerus keluarga itu.


Sementara di tempat lain tepatnya kantor Handoyo Group seorang pria menatap jendela menatap hiruk pikuk kota itu dari lantai paling atas gedung itu.


Hubungan Alvin dan Keyla cukup renggang sebulan ini kesibukan keduanya membuat keduanya jarang berbicara terkadang Ia yang pulang larut malam hingga Keyla sudah tertidur dan sebaliknya.


Sejak tadi seorang wanita yang masuk ke ruangannya tanpa Alvin sadari berdiri di belakangnya.


"Sudah aku katakan kau memilih wanita yang salah adikku," ucap wanita itu membuyarkan pikiran Alvin.


"Kau Kak, kenapa datang tanpa menelepon?" Alvin sengaja mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin masalah pribadinya di bahas apalagi saat di kantor.


Kanaya memang belum kembali ke Amerika entah kedatangannya ke Indonesia begitu mengejutkan apalagi tanpa suaminya yan biasanya selalu ikut jika Ia datang berkunjung.


"Kenapa aku harus minta izin, Kakak juga punya saham di perusahaan ini!" balas Kanaya sedikit ketus karena seolah-olah Ia datang seperti seorang tamu.


Terdengar pintu di ketuk. Di detik kemudian seorang wanita cantik memasuki ruangan itu membuat Alvin tertegun menatapnya. Ya memang wanita itu sangat cantik dan bisa dikatakan mirip dengan Zivanna masa lalu Alvin.


"Ziva," gumam Alvin.


Alvin meyakinkan dirinya bahwa wanita itu bukanlah Ziva hanya penampilannya saja yang sangat mirip. Ia langsung mengalihkan perhatiannya karena tidak ingin menatap wanita itu lebih jauh.


Melihat respon Alvin yang aneh membuat Kanaya juga wanita yang yang dibawanya yang bernama Zevaya tersenyum penuh kemenangan.


"Al perkenalkan sahabat Kakak, bukan sahabat sih tepatnya adik dari sahabat Kakak." Kanaya menarik tangan Alvin mendekat ke arah Zeva.


"Perkenalkan Zeva." Zevaya mengulurkan tangannya lebih dulu tapi Alvin hanya terpaku pada wajahnya membuatnya tidak segera menjabat tangan wanita itu.


"Al!" Kanaya memukul bahu adiknya membuat Alvin tersentak.


"Alvin." Alvin memperkenalkan diri sambil menjabat tangan wanita itu membuat wanita itu tersenyum semakin menampakkan kecantikannya.


"Kau suka." Kanaya kembali menepuk bahu Alvin karena tidak segera melepas jabatan tangannya.


"Kak apa maksudmu, Kak Nay tahu aku sudah menikah!" tegas Alvin melangkah menuju kursinya. Ia kembali fokus berkerja tidak mengindahkan kakak juga wanita bernama Zevaya itu.


"Kau ini pria Al, apa salahnya jika menyukai wanita cantik seperti Ziva eh maksud Kakak Zeva. Tidak disangka mereka berdua benar-benar mirip begitu pun juga namanya."


"Aku ingin bekerja Kak, tolong pergi!" tegas Alvin tidak ingin dibantah.


"Ok Al kali ini kau mungkin mengusir kami tapi aku jamin setelah ini kau akan mencari Zeva," batin Kanaya penuh keyakinan.


Ia akhirnya melangkah pergi bersama Zevaya meninggalkan ruangan itu.


Entah apa maksud Kanaya namun Kanaya benar-benar tidak menyukai Keyla hingga ingin Alvin meninggalkannya dan berpindah menyukai wanita yang di bawanya hari ini.