
"Mommy dimana Aunty Key." Axel mempertanyakan rasa penasarannya setelah sedari tadi mencari keberadaan sahabat Mommy nya itu.
"Masih di dalam sayang."
"Mommy, Al mau yiat." Alexa menarik gaun Mommynya.
"Axel juga Mommy," timpal Axel.
Twins tampak menggemaskan membuat Kayla langsung bangkit menggandeng Axel dan Alexa.
"Ikut Aunty Kay," ucap Kayla yang langsung ditatap Twins. Twins yang belum pernah melihat Kayla tentu saja merasa asing namun wajahnya yang mirip Keyla membuatnya berpikir Kayla adalah Keyla.
"Mommy Aunty ini sama kayak Aunty Keyla wajahnya?" Axel mempertanyakan rasa penasarannya.
"Sama seperti Axel dan Alexa, Aunty Keyla dan Aunty Kayla kembar sayang," jelas Ziva. Ia bangkit menggandeng Axel sementara Alexa di gandeng Kayla.
"Kak, aku ke Keyla dulu yah." Pamit Kayla pada Rendy.
Rendy mengangguk.
"Jagain ayahku," bisik Kayla lagi di telinga Rendy yang langsung diacungi jempol Rendy.
Sepeninggalan Kayla dan Ziva sedari tadi Arsha tidak mengalihkan pandangannya dari Rendy.
"Apa kabar Kak," sapa Rendy.
"Baik." Arsha menjawab dengan singkat membuat Rendy sedikit gelagapan dengan keheningan di meja mereka untuk saja ada Arief yang langsung mencairkan suasana itu.
Saat itu Arman terlihat bangkit dari duduknya.
"Om mau kemana, duduk Om sebentar lagi Kayla kembali." Rendy menahan tubuh Arman membuatnya kembali duduk.
Gerak gerik Arman sedari tadi di perhatikan Jeni yang duduk berjarak beberapa meja darinya.
"Mas Arman seperti tidak mengenaliku, ada apa dengannya?" batin Jeni. Saat itu tawa keras Hendra juga Handoyo tidak membuat Jeni fokus karena yang ada dipikirannya adalah suaminya. Ya Arman dan Jeni masih berstatus suami istri karena tidak ada kata cerai dari keduanya namun waktu yang memisahkan keduanya sama-sama menjadi orang asing.
Keyla bersiap keluar setelah sebelumnya berpelukan lama dengan kembarannya.
"Haruskan kau menggantikan aku Kay?" tawar Keyla.
"Kau ini bicara seperti itu di detik-detik terakhir, kau masih bisa mengatakan hal itu! Tanyakan pada dirimu, kau yakin diperistri Alvin?" Kayla balik bertanya.
Sementara dibelakang mereka Nara berbisik-bisik pada Medina. "Sebenarnya ini ada apa?"
Kinara merasa aneh sejak tadi dengan sikap Kayla dan Keyla. Ya dari seluruh yang berada di ruangan itu hanya Kinara yang belum mengetahui kebenaran Keyla dan Kayla kembar.
"Sudah ayo, nanti setelah acara ini selesai aku jelaskan." Medina menarik tangan Nara mengikuti Keyla yang sudah melangkah lebih dulu di dampingi Ziva dan Kayla. Twins sudah bersama Daddynya karena setelah melihat Kayla sekilas Ziva langsung mengantar balik Twins.
Ziva dan Kayla mengantar Keyla duduk tepat di samping Alvin yang sebentar lagi keduanya akan disahkan menjadi pasangan suami istri. Keyla seperti tidak mau melepas tangan Ziva dan Kayla.
"Tenanglah, aku dan Kayla akan tetap bersamamu." Ziva menunjuk meja yang tidak jauh dari meja tempat ijab qobul akan diikrarkan. Keyla akhirnya melepas tangan keduanya.
Setelah semua formasi lengkap penghulu memulai acara. Saat itu Arman juga sudah duduk di depan Alvin.
Keyla menatap senang karena yang menikahkannya adalah ayahnya sendiri.
"Aku sudah memenuhi janjiku, jadi bersediakah kau menikah denganku Keyla Angelina?" Alvin berbisik di telinga Keyla.
"Aku bersedia Tuan Alvin Abimanyu Handoyo," jawab Keyla penuh keyakinan.
Ari kejauhan Kayla tersenyum namun entah mengapa air matanya menitik. Ziva yang memperhatikannya langsung mengusap punggung sahabatnya itu menguatkan.
"Sah," ucap dua saksi serempak menandakan kini keduanya sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Tak kalah dari Kayla, Jeni juga menitikkan air matanya dengan status baru putrinya yang bergelar Nyonya Alvin. Sekilas Jeni menatap Arman namun pria itu berekspresi datar malah terlihat linglung.
"Arghhh." Arman memegangi kepalanya membuat Kayla langsung mendekat.
"Ayah kau kenapa?" Panik Kayla juga Keyla bersamaan. Setelah pekikan kesakitan Arman, pria paruh baya itu kini sudah tidak sadarkan diri.