Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 79



Happy Reading 😊


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya Keyla tiba di kediaman milik orang tuanya. Tanpa menunggu lama Keyla bergegas masuk, kedatangannya sudah ditunggu Art nya.


"Apa kalian sudah mencari ke semua tempat?" tanya Keyla di sela langkah kakinya naik menuju ke lantai dua dimana kamar bundanya berada sementara Art nya mengekor di belakangnya.


"Sudah Non tapi tidak ada hanya saja ada sepucuk surat meja kamar nyonya, kami tidak berani membaca," jelas art nya.


Setelah masuk ke kamar itu Keyla langsung menuju dimana sepucuk kertas yang di duga surat dari bundanya.


...----------------...


...Key, maafkan bunda selama ini telah menyembunyikan semuanya. Bukan Bunda tidak menginginkan keluarga kita kembali utuh, semua bunda lakukan demi kebaikan mu juga Kayla. Jelas sudah ketika masa lalu ini terbuka jelas bukan kebahagiaan namun kesedihan satu sama lain. Biarlah semua tetap seperti ini, mungkin ini lebih baik....


...Jangan mencari keberadaan Bunda karena Bunda butuh menenangkan semua setelah apa yang terjadi. Biarkan Bunda kembali saat yang tepat dimana Bunda bisa menerima semuanya dengan hati yang terbuka. Bunda titip perusahaan, Bunda yakin kau mampu sayang....


...Ttd. Bunda yang mencintaimu....


...----------------...


Begitulah tulisan yang tertulis di secarik kertas itu. Tidak terasa air mata Keyla langsung menitik setelah membacanya.


"Non , baik-baik saja?" Art nya merasa prihatin ketika melihat Nonanya terlihat sedih setelah membaca surat yang ditinggalkan Nyonya besarnya.


"Tidak apa-apa Bik. Bunda pergi menenangkan diri, kita beri kesempatan Bunda. Jangan mencari Bunda lagi," jelas Keyla.


"Baik Non, Bibik kembali bekerja lagi." Art nya melangkah pergi meninggalkan Keyla yang kembali fokus ke surat di tangannya.


"Selama ini Bunda tidak menyerah tapi ayah berpikir bunda tidak membutuhkannya lagi, semua ini hanya kesalahan pahaman. Ayah harus membaca surat ini," gumam Keyla. Ia mulai mencerna apa maksud dari tulisan Bundanya itu.


.


.


Setelah membersihkan diri sambil terus berpikir akhirnya Keyla yakin semua yang terjadi antara ayah dan bundanya hanya kesalahan pahaman yang jika di jelaskan keduanya bisa saling memahami.


Keyla mengendarai mobilnya menuju ke kontrakan milik ayahnya namun setelah sampai terlihat pintu kontrakan itu di kunci.


"Kemana perginya ayah, apa jangan-jangan ayah sudah bekerja lagi?" Monolog Keyla. Ia kembali naik mobilnya lalu melajukan mobilnya. Mobilnya terus terpacu menuju kantornya. Meski sedang bada masalah keluarga, Ia tidak ingin Perusahaannya terbengkalai karena masalah ini sesuai keinginan Bundanya.


"Apa agendaku hari ini Pak An?" Tanya Keyla setelah duduk di kursi kebesarannya. Ya secara resmi Keyla langsung menjabat posisi CEO setelah Bundanya memutuskan berhenti. Jeni mempersiapkan Keyla sejak lama hingga akhirnya Ia mampu melepas jabatannya setelah dirinya dan ayahnya Hendra meninggalkan perusahaan itu.


"Setelah makan siang ada rapat dengan investor dan nanti malam ada makan malam acara ulang tahun mitra perusahaan," jelas Antoni.


"Baik persiapkan semua dengan baik."


"Siap Nona." Antoni menunduk lalu melangkah pergi.


"Oh iya panggilkan Kinara!"


"Apa Nona tidak tahu Nona Kinara resign seminggu yang lalu bahkan meninggalkan surat di meja anda," jelas Antoni.


Keyla yang terlalu sibuk dengan urusan keluarga juga perusahaan bahkan melupakan kabar sahabatnya itu. Ia bergegas menuju ke ruangan lamanya untuk mengambil surat yang ditinggalkan Kinara.


"Gadis bodoh ini apa yang dia lakukan susah-susah aku menjadikannya sekertaris-ku dengan otaknya yang pas-pasan itu tapi malah resign begitu saja," umpat Keyla. Ia menatap surat yang sudah seminggu lalu berada di mejanya tanpa Ia ketahui.


Perlahan Keyla membaca surat dari sahabatnya itu. Entah mengapa Ia kembali menitikkan air mata setelah membaca surat itu.


Hiks ... hiks.


"Kenapa semua orang meninggalkan aku, apa aku berdosa karena sudah merebut Alvin dari Kayla kenapa semua hal buruk terjadi setelah pernikahanku." Monolog Keyla begitu sedih dengan semua yang terjadi.


.


.


Sekitar pukul sepuluh malam Keyla keluar dari hotel bintang lima dengan anggun membuat sepasang mata menatap kagum. Ya Alvin sengaja menjemput istrinya itu padahal Keyla sudah melarang karena Antoni pasti akan mengantarnya dengan selamat.


Alvin segera keluar dari mobil memberitahu kehadirannya setelah Keyla sudah cukup dekat.


"Kau kenapa menjemputku, ada Pak An."


"Kenapa menjemput istri sendiri tidak boleh?" Menatap sinis Antoni yang berada di samping Keyla.


"Iya aku segera kesana," ucap Antoni tiba-tiba seperti sedang menerima panggilan telepon.


Antoni tahu betul tatapan mata Alvin menunjukkan kekesalan akan keberadaannya. Ia langsung punya ide untuk bebas dari Ceo-nya itu.


"Nona, aku harus pergi karena temanku sudah menunggu," kilah Antoni.


"Sejak kapan kau punya teman?" Keyla menatap curiga.


Antoni menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan pertanyaan dari CEO nya itu.


"Sudah biarkan dia pergi, pergi lah!" Alvin menarik Keyla mendekat ke arahnya sementara Antoni berlalu pergi.


"Kau ingin pulang ke apartemen atau ke rumah bunda?" tawar Alvin ketika sudah berada di dalam mobil.


"Aku bahkan belum memberi tahu tentang bunda tapi biarlah sebaiknya aku tidak memperpanjang masalah ini," gumam Keyla dalam hati.


"Tanpa kamu beritahu aku sudah tahu," sahut Alvin.


"Apa, benar-benar kau ini! bahkan kau bisa membaca pikiranku!" kesal Keyla memukul bahu Alvin yang tengah mengemudi membuat sekian detik mobil itu oleng.


"Kau ini, untung jalanan sepi!" sentak Alvin dengan kelakuan Keyla yang hampir saja membuat keduanya celaka.


"Sepertinya aku tidak harus berbicara dalam hati karena semua tidak berguna!" kesal Keyla menatap ke arah jendela dengan tangan melingkar di dada dengan kenyataan yang sudah di duganya.