
Keyla dan Alvin sudah berada di dalam mobilnya.Saat itu Keyla terlihat sangat cemas membuat Alvin merasa tidak nyaman melihat kecemasan di hati wanitanya.
"Kayla mungkin sudah pulang." Alvin berusaha membuat Keyla tenang dengan ucapannya.
"Kayla seharusnya berpamitan dulu tapi ini, dia menghilang begitu saja," risau Keyla.
"Jangan-jangan ...." Keyla tidak bisa membayangkan jika benar dugaannya.Semua rencananya akan pupus jika dugaannya benar.
Aaaa ....
Keyla berteriak dengan semua pemikirannya baru saja Ia menikmati kebersamaan dengan saudara kembarnya namun semua harus terhenti.Kakeknya pasti akan berusaha menjauhkannya darinya.Keyla menyesali kecerobohannya yang tidak menyadari Kakeknya bisa saja menyewa mata-mata mengikutinya hingga mengetahui kebenaran yang diketahuinya.
Alvin menepikan mobilnya saat wanitanya merasa sangat frustasi dengan keadaan yang menurutnya bukan masalah besar.
"Tenang sayang." Memeluk dan mengusap punggung Keyla berusaha menenangkannya.
Buliran bening menetes di pipi wanitanya membuat Alvin ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Keyla.
"Kayla pasti ketemu, aku pastikan." Alvin mengurai pelukannya menyeka air mata Keyla.Tanoa diketahui Keyla, Alvin menyuruh anak buahnya mencari keberadaan Kayla.
Tiba-tiba ponsel Alvin berdering membuat Alvin fokus menatap gawainya.Alvin segera menjawab telepon dari anak buahnya.
Pria itu tersenyum ketika menemukan keberadaan Kayla.Ia langsung melajukan mobilnya tanpa memberi tahu Keyla.
Dua puluh menit mereka sampai di sebuah rumah sakit.
"Kenapa kita malah kesini?" protes Keyla saat menyadari mobil Alvin masuk area rumah sakit bukannya ke rumah Kayla.
"Ikutlah orang yang kau cari di dalam sana!" Alvin menarik tangan Keyla masuk namun bukannya menghilangkan kerisauannya ia semakin panik dengan sesuatu yang terjadi pada Kayla.
Keyla langsung memeluk Kayla saat orang yang dicarinya dengan rasa khawatir yang cukup besar ternyata tidak apa-apa.
"Elo tidak apa-apa?" Keyla memeriksa tubuh saudara kembarnya jika mungkin ia terluka karena Ia berada di rumah sakit.
"Aku tidak apa-apa, maaf aku tadi langsung pergi tanpa memberi tahumu karena aku panik mendapat telepon dari rumah sakit.Ayah kecelakaan," jelas Kayla.
Keyla tersentak dengan kabar dari Kayla keduanya langsung bergegas pergi tanpa menghiraukan Alvin yang masih tertegun apa yang di dengarnya.
"Ayah, apa maksudnya?" gumam Alvin.
Alvin segera menyusul Keyla dan Kayla sebelum kehilangan jejaknya.
Duo K itu sudah berada di ruangan ICU.Terlihat Keyla memeluk Arman yang saat itu terbaring di ranjang pasien dengan mata tertutup.Alvin semakin yakin Keyla dan Kayla itu adalah saudara kembar karena selama ini kecurigaannya sangat berdasar.Wajah mereka yang dikatakan mencapai sembilan puluh persen mirip tidak masuk akal jika keduanya bukan saudara kembar.
Alvin terpaksa ikut Keyla menginap dirumah sakit karena ia tidak ingin meninggalkan wanitanya semalaman disana.Ia juga meminta izin Jeni, dengan mengatakan Keyla menginap di mansion orang tuanya, sesuai permintaan Keyla.
"Alvin terima kasih, elo hari ini membantu gue.Gue tidak akan melupakan kebaikan elo." Keyla menggenggam tangan Alvin dengan ucapan tulusnya.
"Sudah seharusnya, apapun akan aku lakukan untukmu.Kau hanya perlu mencintaiku, itu saja."
Keduanya tersenyum membuat Kayla yang berada di ruang ICU menatap keduanya.Ada rasa cemburu di hati Kayla melihat kedekatan keduanya namun Ia berusaha menahannya karena Keyla adalah saudara kembarnya.Jika Keyla bahagia begitu pula dengannya.
***
Semalam Alvin duduk di kursi menunggu Keyla dan Kayla yang berada di dalam ruang ICU.Alvin hanya ditemani nyamuk-nyamuk nakal yang terus menggoda tidur ayamnya.
Alvin berulang kali menguap membuat Keyla yang memperhatikannya dari dekat tersenyum geli.
"Elo bandel, bukannya gue udah suruh elo pulang malah ngeyel tidur di situ." Keyla masih terkekeh dengan sikap bucin Alvin yang menurutnya berlebihan.
Pria kutub itu benar-benar manis saat jatuh cinta apapun akan dilakukannya demi membahagiakan wanitanya walau menyiksa dirinya sendiri.
"Kalian berdua pulang lah, aku akan menjaga Ayahku!" perintah Kayla yang baru saja keluar dari ruangan itu.
"Kau harus ke kantor jangan sampai Bunda curiga," bisik Kayla di telinga Keyla.
"Aku akan mengabari jika Ayah maksudku Ayahku siuman," imbuh Kayla.
Keyla mengangguk.
"Sepulang kerja gue akan kesini," ucap Keyla.
Kayla mengangguk.
Keduanya pun melangkah pergi meninggalkan Kayla yang masih menatap keduanya hingga hilang dari pandangannya.
.
.
Keyla akhirnya menerima tawaran Alvin untuk membersihkan diri di apartemennya karena tidak Ia pulang setelah semalam Alvin berbohong pada Jeni atas permintaan Keyla.
Saat Keyla mandi Alvin keluar sebentar ke butik langganan keluarganya.
10 menit Ia kembali karena ia lebih dulu menelepon butik itu hingga Ia hanya perlu mengambil baju yang di pesannya.Alvin menaruh lima paper bag di meja ruang tamunya.
"Apa itu Alvin?" Keyla menatap paper bag itu sesaat keluar dari kamar mandi.Ia memakai kembali pakaiannya yang sejak kemarin di pakainya.
"Kau gantilah, aku akan mandi," jelas Alvin.
Kayla memeriksa isi paper bag itu saat Alvin sudah masuk kamarnya.
"Apa ini?" Keyla mengeluarkan empat setel baju kerja yang semuanya nampak begitu feminim.Keyla yang selalu memakai setelan baju kerja dengan celana panjang harus mengunakan rok setinggi lutut.Satu paper bag belum dilihat Keyla, namun Ia terbelalak dengan isinya yang ternyata pakaian dalam.
"OH my God." Keyla melempar paper bag itu karena terlalu terkejut.Bagaimana bisa seorang Alvin membelikannya sesuatu yang begitu memalukan baginya.
Kenapa kau ingin aku memakaikannya?" Alvin memunguti satu persatu pakaian dalam yang berserakan di lantai.Belum selesai Alvin memungutnya, secepat kilat Keyla mengambil semuanya.
"Gue bisa sendiri!" Keyla lari terbirit-birit masuk ke kamar Alvin segera mengganti pakaiannya.Sebelumnya Ia sudah mengunci kamar itu agar pria itu tidak bisa mengintip apalagi masuk.
Alvin yang sudah siap menunggu Keyla keluar dengan memainkan gawainya.Derap langkah samar-samar mendekat ke arahnya.
Alvin terpukau dengan Keyla yang tampak manis dan feminim dengan pakaian yang sengaja sesuai keinginannya.
"Bagaimana, apakah pas pilihanku?" tanyanya dengan senyum ditahan.
Keyla benar-benar malu dengan pertanyaan Alvin yang benar-benar tidak bisa dijawabnya karena malu.
"Sudah tenang saja bukan aku yang membelinya tapi pegawai butik tadi , aku meminta tolong padanya karena dia punya tinggi dan tubuh seperti tubuhmu, jika pas itu kebetulan sekali,"ucap Alvin.
Tidak ingin membahasnya lebih jauh Keyla lebih memilih melangkah lebih dulu keluar dari apartemen itu disusul Alvin yang mengejarnya menyamakan langkah Keyla.
.
.
Keyla bergegas menuju ke kantornya setelah mengantar Alvin terlebih dulu ke kantornya.Saat memasuki ruangannya ternyata Jeni sudah menunggunya.
"Wah bahagianya yang semalam menginap di rumah calon mertua." Jeni berucap dengan mata mendelik ke arah Keyla membuat Keyla punya firasat buruk tentang nasibnya.
.
.