
Saat jam makan siang Keyla ke kantor Alvin namun bukan untuk bertemu dengan pria itu melainkan bertemu dengan kembarannya,Kayla.
"Kay, ikut gue.Gue mohon." Keyla terus memohon kerena Kayla terus menolaknya.
"Jika elo nggak mau ikut terpaksa gue pakai cara pintas!" ancam Keyla.
Kayla tetap tidak bergeming.
"Ok, gue bawa Bunda kesini, biar Bunda yang jelasin kebenaran kita kembar," imbuh Keyla dengan ancamannya.
Keyla hendak melangkah pergi namun beberapa langkah tangannya di tahan Kayla."Gue ikut."
Keduanya melangkah pergi membuat Alvin yang saat itu hendak keluar makan siang terfokus keduanya.Alvin merasa aneh keduanya begitu akrab dengan Keyla yang mendekap erat bahu Kayla.Alvin pun mengikuti keduanya.
Alvin mengikuti mobil Kayla dari jarak aman karena Ia tidak ingin Keyla menyadari mobilnya diikuti olehnya.
Saat mobil Keyla masuk ke rumah sakit, Alvin menghentikan mobilnya.Ia hanya bisa melihat keduanya dari kejauhan.Tampak duo K itu turun dari mobil masuk ke lobby rumah sakit itu.
"Apa yang mereka lakukan?" gumam Alvin.
Sementara Keyla terus menarik tangan Kayla menuju ruangan Dokter Arif.
"Sebenarnya, apa yang kau rencanakan?" Kayla menepis tangan Keyla yang terus memaksanya sejak tadi.
"Kau ingin membuktikan kita kembar, ayo kita buktikan," jelas Keyla.Menarik tangan Kayla masuk ke dalam ruangan itu.Sebelumya Keyla sudah menelepon Dokter yang juga suami sahabatnya itu.
Dokter Arif terpaku dengan keidentikan wajah keduanya yang sangat sulit dibedakan jika berpakaian juga berdandan dengan riasan yang sama.Gaya mereka yang berbeda membuat keduanya mudah dikenali.
"Selamat siang Dokter Arif." Keyla menjabat tangan Dokter itu.
"Kenalkan ini Kayla saudara kembarku, namun Kayla belum percaya jika kami kembar jadi mohon Dokter melakukan tes DNA untuk kami," jelas Keyla yang langsung di tatap tajam Kayla.
"Sebenarnya dari melihat kalian saja, saya yakin kalian kembar.Namun persepsi seseorang tidak bisa mewakili kebenaran, jadi tepat kau meminta itu Keyla." Dokter Arif melirik sekilas Kayla yang tampak terlihat kesal.
.
.
Setelah selesai melakukan tes itu keduanya keluar dari rumah sakit itu.Alvin mengikuti keduanya lagi tanpa sepengetahuan Keyla.
Kayla tampak kesal melirik jam di pergelangan tangannya.Cukup lama tes itu dilakukan hingga membuatnya keluar dari kantor dengan waktu yang cukup lama.
"Ck." Kayla berdecak kesal.
"Tenang, gue nanti yang ngomong sama atasan elo."
"Bukan masalah itu tapi aku merasa tidak profesional tapi semua gara-gara kamu!" cerca Kayla.
"Key, mengenai Bunda.Apa boleh aku melihatnya dari kejauhan?entah mengapa kau merahasiakan sesuatu untuk tidak memberitahu Bunda dan Ayah tapi aku yakin kau punya alasan," ucap Kayla tiba-tiba.
"Gue pengen nyatuin Ayah dan Bunda.Elo nggak tahu sejauh mana usaha gue untuk semua itu.Tapi gue seneng jika akhirnya kita bekerja sama nyatuin Ayah dan Bunda," jelas Keyla. "Elo bisa lihat Bunda kapan elo mau," imbuh Keyla.Keduanya tersenyum dengan kesepakatan masing-masing.
Saat duo K itu tidak kunjung keluar dari mobil, Alvin memakai kesempatan itu untuk lebih dulu masuk ke kantornya.
.
Kayla sudah duduk di mejanya sementara Keyla masuk ke ruangan Alvin.Keyla langsung disambut Alvin dengan dekapan pria itu.
"Alvin lepaskan!" Keyla meronta.
"Kau kesini karena merindukanku, kan?" kilah Alvin yang sebenarnya sedari tadi mengikuti kemana Keyla pergi.
"Mengenai Kayla, gue yang ngajak pergi tadi jadi jangan marahi dia," jelas Keyla.
Alvin melangkah beberapa langkah menjauhi Keyla membuat Keyla merasa bingung.
"Bagaimana?" tanya Keyla lagi.
"Tidak bisa dia tidak konsisten, aku bisa saja cari sekertaris yang baru!" kilah Alvin.
"Alvin, gue mohon." Keyla mengerjap beberapa kali membuat Alvin tidak menyia-nyiakan kesempatan, mendekap tubuhnya.
Alvin ******* bibir Keyla menahan tubuhnya hingga tidak bergeser dari tempatnya.Cukup lama keduanya bertautan sampai akhirnya Alvin melepas bibir Keyla.Ditatapnya wajah Keyla seraya mengusap bibirnya yang sedikit basah karena lumatannya tadi.
"Pergilah, aku tidak akan memecat Kayla."
"Elo ngusir gue." Keyla tersenyum gemas.Pria itu mengusirnya setelah mendapat kemauannya.
"Aku takut jika kamu nggak pergi, aku bisa melakukan hal lain." Alvin menunjuk kamar khusus di ruangannya.Keyla yang menyadari nasibnya di ujung tanduk segera bergerak menyelamatkan diri.
"Ok." Keyla bergegas pergi bahkan lari terbirit-birit.Aksinya itu berhasil membuat Alvin tertawa terbahak-bahak, wanitanya itu memang tidak pernah gagal membuatnya tergila-gila padanya dengan aksi absurdnya.
POV Alvin.
Aku tidak mengerti sejak kapan cinta ini muncul namun aku sangat bahagia.Rasanya sedetik seperti satu jam.Satu jam seperti sehari.Sehari seperti setahun.Aku benar-benar dimabuk cinta hingga aku selalu merindukannya walau baru sesaat bertemu.
Hatiku yang selama empat tahun lebih beku perlahan mencair dengan kedatangan dirimu wahai sang pemilik cinta.Aku yang merasa tidak mungkin jatuh cinta lagi ternyata aku salah nyatanya aku melupakan dunia yang besar ini dengan selalu mengingatmu yang kecil tapi menguasai seluruh hatiku.
Kau seperti air yang menyejukkan ku.Seperti bunga yang selalu membuatku terpesona dan seperti penjahat yang tidak bisa mengelak lagi dari kebenaran.Kebenaran akan perasaaan ini yang semakin lama semakin tumbuh menancap kokoh dan terus berkembang hingga menjadi sekuat ini.
Satu hal yang aku inginkan, bersamamu untuk selamanya menyelami kehidupan ini sampai akhir hayatku.