Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 120. Sikap Aneh Kayla



Happy Reading 😊


Seperti biasanya setiap pagi Kayla berangkat ke kantor bersama Ricky tidak ada yang mencurigai hubungan mereka karena hubungan keduanya yang sebagai asisten dan atasan.


"Surprise." Kedatangan Kayla dan Ricky disambut oleh beberapa karyawan dengan meletupkan party popper ke arah keduanya.


"Happy wedding Bu Kayla, Pak Ricky." Mereka bergantian menjabat tangan Kayla dan Ricky sembari mengucapkan selamat.


Disambut seperti itu membuat Kayla sedikit aneh selama ini bahkan Ia merahasiakannya tapi kenapa tiba-tiba kabar itu bisa terdengar ke seluruh karyawannya. Kayla melirik curiga pada Ricky sementara Ricky mengabaikannya dan hanya fokus pada orang-orang yang menjabat tangannya.


Setelah selesai Kayla beranjak masuk ke ruangannya. Sikap dinginnya mulai ditampilkannya setelah rahasia pernikahannya terbongkar.


"Kay aku tidak melakukannya, percayalah padaku," bujuk Ricky mengekor di belakang Kayla yang sudah lebih masuk ke kamarnya.


Fokusnya tertuju pada seseorang yang kini duduk di kursi kebesarannya yang mengarah ke jendela besar.


"Siapa kau!" pekik Kayla dengan suara lantang.


Senyum tanpa dosa langsung ditampakkan begitu kursi memutar ke arah suara itu.


"Keyla kau, apa yang kamu lakukan?" Kayla melangkah mendekat Kayla yang sedang duduk santai sembari memutar.


"Kak pagi-pagi kau sudah membawa pertengkaran ke kantor. Kakak ipar jelaskan padaku apa yang terjadi pada kalian?" Keyla bangkit dari duduknya menepuk bahu kakaknya sekilas kemudian melangkah menuju Ricky.


Melihat tingkah adiknya, Kayla hanya bisa menghela nafas. Dipastikan Ia akan membuat ulah, bukan membuat ulah lagi lebih tepatnya sedang menjalankan ulahnya.


.


.


Akhirnya setelah membujuk satu jam lamanya Keyla akhirnya mau meninggalkan kantornya. Bukan Ia tidak suka jika Keyla berkunjung tapi sepertinya biasa adiknya itu menganggu Ricky padahal sebentar lagi Ia akan bertemu dengan klien penting yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaannya. Perusahaan yang sedang naik daun dengan omset yang melonjak drastis yang mempengaruhi perputaran uang di negara itu. Jika Ia berhasil menjalin kerjasama itu dipastikan perusahaannya akan mendapatkan keuntungan besar.


Kayla mengecek riasannya dulu sebelum pertemuan yang sebentar lagi akan dilakukan. Ia tidak ingin memberikan kesan yang tidak baik hingga dari segi penampilan juga cara bicaranya Ia akan perhatikan dengan benar.


"Utusan dari perusahaan Grup R.K sudah tiba Bu Kayla, pak Ricky sudah berada disana." Sekertaris Kayla memberitahu.


"Baik Bu."


Kayla sesaat termenung karena seharusnya yang datang CEO perusahaan itu, kenapa jadi utusannya yang datang.


Tidak ingin menunggu lama, Kayla segera beranjak dari duduknya. Ia melangkah keluar didampingi sekretarisnya.


Krekkkk


Pintu terbuka memperlihatkan seseorang yang berada di dalam. Baik Kayla juga utusan itu saling memandang dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Karena sudah tidak bisa menahan perasaannya Kayla berlari keluar meninggalkan ruangan itu tanpa mengatakan sepatah katapun.


Kayla meninggalkan kantornya begitu saja, ia kini mengendarai mobilnya tanpa arah yang terpenting untuk saat ini Ia tidak ingin berada di kantornya.


.....


Menjelang petang Ricky pulang ke kediaman Brawijaya setelah seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor.Ia harus menyelesaikan semua tugas-tugas Keyla mengurus kantor karena tugas itu menjadi tugasnya ketika CEO tidak berada di tempat. Namun banyak pertanyaan yang kini memenuhi benak Ricky. Apa yang terjadi padanya karena tiba-tiba ekspresi marahnya terlihat lalu meninggalkan kantor begitu saja. Sebelumnya Kayla tidak pernah melakukan hal itu.


Tok ... tok.


Ricky mengetuk pintu karena walau bagaimanapun Kayla sah sebagai istrinya namun perjanjian diantara mereka menjadi dinding pembatas keduanya.


"Masuk."


Saat masuk terlihat Kayla tidak mengalihkan tatapannya dari gawainya. Seperti biasa Ricky melaporkan apa yang terjadi di kantor tadi seperti pihak A.K sudah menandatangani kontrak yang dibuat Brawijaya Group


"Batalkan, aku tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan itu!" kukuh Kayla.


"Jika itu terjadi itu artinya perusahaan akan mengganti kompensasi karena pembatalan sepihak karena telah terjadi kesepakatan sebelumnya dan juga isi di kontrak itu bahwa pihak 1 harus memberikan kompensasi jika terjadi pembatalan sepihak dari pihak 1 ke pihak 2," jelas Ricky.


Sebelumnya Kayla memang sangat ingin bekerja sama dengan perusahaan baru yang sedang naik daun itu tapi setelah Ia bertemu dengan seorang yang membuatnya tidak ingin berhubungan lebih jauh lebih memilih membayar denda.


Bukan hanya mengganti rugi namun perusahaan juga akan mendapat kecaman karena tidak profesional hingga membuat citra buruk perusahaan. Pikiran-pikiran itu yang kini terus berkecamuk di benak Kayla.